
Besoknya Cruz terbangun karena ketukan di pintu dari Letu manajernya. " cruz bangun, kita ada jadwal pagi", Letu memanggil.
Cruz bangun dari tidurnya dan mendapati sekarang sudah jam setengah 9 pagi. Cruz merenggangkan badannya lalu berdiri dan berjalan keluar kamar untuk menemui Letu.
Letu sedang menyiapkan Kopi pagi untuk dia dan Cruz. Lalu mata Letu tertumbuk pada sesuatu di atas meja makan.
"Cruz sejak kapan kau memelihara ikan di aquarium kecil?", tanya Letu.
" Ikan? Ikan apa? Aku tidak memelihara hewan. Mungkin Jay yang memindahkan ikannya ke aquarium kecil ", Cruz menyahut sambil berbaring di sofa.
" Oh.. Lalu apa itu di atas meja makan?", Letu mendekat lalu matanya terbelalak lebar. " Cruz lebih baik kau ke sini, aku rasa Gundammu sedang berenang", kata Letu.
" Ha?? Apa berenang?", Cruz dengan malas berdiri lalu menghampiri Letu.
Cruz ikut melihat ke arah yang di tatap Letu. Matanya tertuju pada sesuatu seperti kepala Gundam yang menyembul dari air. Mulut Cruz melebar, matanya membelalak, Cruz sampai tergagap.
" Gu.... n.....d.....aaaa.... Gu.....**** ", Cruz memeluk mangkok itu.
Letu hanya bisa memandangi Cruz yang syok tapi masih belum paham apa yang terjadi.
Cruz lalu cepat-cepat menuangkan air dari mangkok dan meletakan pretelan gundam itu di atas handuk kering. Lalu dengan galak Cruz menatap ke arah pintu kamar Noa dan berteriak kesal.
"Nooaaaaaaaaaaa".
" Cruz, dia sudah pergi sejak tadi. Dia bahkan sempat berpamitan denganku", Letu berkata hati-hati sambil mengorek kupingnya yang terasa pekak karena teriakan Cruz.
" Gadis itu... ", Cruz memukul meja dengan marah.
" Apa Noa yang melakukan ini?", tanya Letu.
" Tentu saja. Hanya dia yang berani... Penyihir itu yang melakukan ini... Sudah pasti ", Cruz dengan cepat mengambil ponselnya dan membuka CCTV semalam.
Dan lihat benar saja, Noa merendam Gundam itu sambil menunjukannya ke CCTV seolah ingin Cruz menderita melihat Gundamnya di mutilasi.
Setelah itu, ada adegan Noa sedang berdiri di atas sofa sambil memeluk mangkok berisi gundam dan dia tertawa terbahak-bahak sampai terbatuk-batuk. Letu tertawa kecil melihat kelakuan Noa.
__ADS_1
Noa bahkan sempat menunjuk ke arah kamera CCTV dan melakukan gerakan menarik jempol di lehernya lalu berkata " I KiLL YOU.. YOU DIE", Noa menepuk tangannya seperti membunuh nyamuk lalu berbalik pergi meninggalkan mangkok di atas meja makan.
Cruz menutup ponselnya dan memandang Gundam itu dengan sedih. " Hiks... Hiks... Gundamku ... Ha ha ha... Gundam huaaaa... ", Cruz memeluk Gundam yang ada di dalam handuk itu.
Saat ini Cruz seperti orang stres, kadang menangis, kadang tertawa tidak jelas. Letu hanya bisa menggelengkan kepala memperhatikan Cruz sambil menyeruput kopinya.
Cruz lalu berkata pada dirinya sendiri "Untung aku hanya membawa satu gundamku, jika aku bawa semua waahh.. Penyihir itu pasti menghancurkan semuanya", Cruz menatap bangkai Gundam itu di pelukannya lalu kembali mearatap.
" Ck...ck..ck...kelakuan mereka berdua sama saja. Seperti anak umur 5 tahun".
***
Perang ini belum berakhir setelah kejadian Gundam yang tewas, Cruz membalas Noa dengan memotong kabel cas ponselnya dan menaruh katak hidup di dalam kamar Noa.
" Kak Ninaaa.... Tangkap ayoo...", Noa menjerit ke arah manajernya itu.
Manajer Noa datang karena Noa menelpon.
" Aku juga takut Noa", Nina mengintip dari pintu kamar. " Kenapa ada katak di kamarmu sih?", Nina ngomel-ngomel sambil terus mengintip.
" Cruz yang naroh", Noa menjawab. Tepat saat itu katak melompat membuat Noa dan Nina berteriak heboh.
Tidak kehabisan akal Noa membalas Cruz dengan menuangkan garam ke dalam kopinya, mencoret kacamata baca kerja Cruz dengaj spidol biru dan merekatkan sepatu Cruz di lantai menggunakan lem super.
Akhir peperangan mereka adalah saat Cruz mengolesi mobil Noa dengan mentega dan tepung. Noa yang tangannya sudah sembuh dan akan pergi menggunakan mobil sampai tidak bisa percaya dengan keadaan mobilnya.
Noa kembali lagi ke dalam apartemen dan menggedor kamar Cruz dengan keras. Cruz yang sudah menduga bahwa Noa akan mengamuk sudah mempersiapkan dirinya.
Cruz keluar kamar tanpa rasa bersalah. "Ada apa?", tanya Cruz pura-pura bodoh.
" Kau.. Tepung di mobilku? Kau gila ya?" ,tanya Cruz.
" hah... Kau merusak gundamku", tuding Cruz yang masih dendam karena gundamnya rusak.
"Itu karena kau merusak tas dan sepatuku", Noa menunjuk wajah Cruz.
__ADS_1
" Kau yang memulai lebih dulu. Bagaimana rasanya mobil seperti kue tart?", Cruz memanasi.
" Haha... kau sedang mencobaiku?", Noa berlari ke arah tempat PS Cruz dan mengambil stik PS milik Cruz.
" Kau mau apa dengan stik PS itu?", Cruz berusaha mencegah.
Noa tersenyum jahat lalu berjalan ke arah Aquarium milik Jay di tengah ruangan.
" Tidak... Tidak...tidak... jangan coba kau...", Cruz mencegah Noa.
" Opsss....", Noa menjatuhkan Stik PS itu ke dalam aquarium berisi air dan ikan milik Jay.
Cruz meremas rambutnya lalu tanpa kehabisan akal Cruz berlari masuk ke dalam kamar Noa dan mengambil peralatan makeup milik Noa di atas meja.
Noa berusaha merebut barang miliknya tetapi Cruz lebih kuat dari Noa, dengan cepat Cruz memasukan barang-barang itu ke dalam aquarium agar bisa bersanding dengan stik PSnya.
Noa yang naik pitam langsung mengigit tangan Cruz membuat Cruz berteriak kesakitan. Cruz menarik ujung rambut Noa membuat wanita itu mau tidak mau melepaskan gigitannya dari Cruz.
Noa lalu balas menjambak rambut pendek Cruz dan menjewer telinganya. Cruz berteriak kesakitan. Tidak hilang akal dengan cepat Noa memanjat punggung cruz dan membuat jepitan kaki di antara paha Cruz.
Cruz yang pahanya sangat sakit mau tidak mau harus berlutut. Cruz lalu mengambil posisi berbaring di lantai dan menindih Noa dengan punggungnya.
Mereka tidak menyadari Letu, Nina dan Tan sudah berdiri di depan pintu memperhatikan perkelahian sengit itu.
Poisisi mereka saat ini adalah Noa dan Cruz berada di lantai dengan Cruz menidih tubuh Noa menggunakan punggungnya. Noa menarik rambut Cruz dan menusuk kedua hidung Cruz dengan jarinya, entah teknik seni bela diri darimana yang Noa pelajari itu.
Noa melingkarkan kakinya di leher Cruz seperti akan melakukan piting dan Cruz langsung mengigit betis Noa tanpa ampun. Mereka berdua sama-sama berteriak keakitan tapi tidak mau berhenti.
" Cruz... Noa... Stop", Letu berteriak.
Cruz dan Noa spontan berhenti mendengar teriakan Letu.
Letu menatap Cruz dan Noa yang berantakan. Rambut mereka acak-acakan. Baju Cruz sampai robek, bisa di bayangkan betapa sengitnya perkelahian tadi.
Betis Noa ada bekas gigi Cruz. Begitu juga di tangan Cruz, ada bekas gigitan Noa di sana. Dan di tangan Cruz ada banyak helaian rambut Noa yang tercabut.
__ADS_1
Letu menarik nafas menahan emosi " Kalian kenapa bergelut?".
***