
Noa dan Cruz duduk di dalam mobil sambil menikmati es krim mereka. Cruz memarkirkan mobil miliknya di dekat kompleks Noa dan di tempat yang agak gelap agar tidak ada yang bisa mengenal Cruz.
" Habis makan es krim kau harus langsung pulang", perintah Noa.
" Yaa... Ya... aku akan pulang", Jawab Cruz acuh tak acuh.
" Apa yang kau lakukan hari ini?", Cruz bertanya sambil terus melihat keluar mobil memastikan tidak ada paparazi berkeliaran.
" Bekerja, mencari uang", jawab Noa sambil mengunyah es krimnya.
" Sama, aku juga", kata Cruz lagi.
Noa mendelik sewot, dia kan tidak bertanya balik.
" Apa hobymu?", tanya Cruz.
" Tidak ada", jawab Noa santai.
"Serius? Menulis, menendang? Marah-marah? ",Cruz menatap Noa tidak percaya.
Noa tampak berpikir " menurutku menulis adalah keahlian bukan hoby dan taekwondo itu keahlian. Memangnya bisa di sebut hoby?", Noa bertanya bego.
"Hah.. Mengumpulkan botol bekas dalam keadaan sadar juga bisa di sebut hoby", jawab Cruz asal.
" Tapi siapa yang mau menjadikan menulis sebagai hoby ? Memangnya apa yang mau kau tulis di waktu senggangmu?", Noa membalas argument Cruz.
" Menulis diary misalnya kan bisa Noa. Atau surat untuk nenekmu ", jawab Cruz lagi.
" Gak ah.. Itu bukan hoby. Sepertinya aku tidak punya hoby", Noa menjawab tanpa minat.
" Ck.. Aneh. Sudah makan ice nya? Aku antar kau pulang. Lama-lama bersamamu bisa-bisa aku jadi bodoh juga ", kata Cruz dengan nada menjengkelkan.
Noa mendelik sewot " Walaupun aku bodoh, kau tetap terus berlari ke arahku tau!", balas Noa galak. " Biar aku jalan kaki saja", Noa hendak turun dari mobil saat Cruz mencegahnya.
" Duduk di tempatmu. Aku antar kau pulang. Aku bukan tipe cowok yang membiarkan cewek jalan sendirian di tempat gelap. Walupun cewek itu agak oneng sepertimu ", Cruz berkata kejam membuat Noa kembali tenang di kursinya dengan wajah cemberut.
" Kau... Cepat ucapkan terima Kasih karena aku sudah menemanimu makam es krim !", Noa menatap Cruz dengan kesal.
__ADS_1
" Terima kasih... ", Cruz berkata datar
Noa mendelik sewot mendengarkan ucapan yang tidak tulus dari hati itu. ' Seharusnya tadi aku tendang tangannya lebih kencang, biar tau rasa dia', batin Noa.
Saat Noa turun dari mobil, Cruz langsung berpesan. " Sana masuk rumah, kunci semua pintu dan jendela. Jangan buka pintunya kecuali aku yang datang. Kalau ada penyusup atau pencuri. Pukul pakai benda berat, tongkat baseball misalnya atau kayu. jangan pakai kakimu yang kurus itu", Nasihat Cruz panjang lebar.
Noa menatap Cruz dengan tatapan heran bercampur jengkel " Apa sih", Noa berkata jutek.
" Sana masuk", usir Cruz dari dalam mobil.
"Iya.. Iya.. Cerewet banget sih", Noa buru-buru membuka pintu pagar lalu masuk ke dalam rumah.
***
Setelah Noa masuk ke dalam rumah, Cruz memutar balik mobilnya. Mengendarai pelan sampai di pos security.
" Selamat malam pak", sapa Cruz membuka masker.
" Malam juga pak. Wah artis yang di TV kan ya?", security itu bertanya girang.
" Iya benar pak. Ijin bertanya nih, di kompleks ini ada CCTVnya?", tanya Cruz.
" Oh gini pak. Pacar saya kan tinggal di sini. Di blok belakang. Dia itu kemarin di gangguin preman dan sepertinya masih ketakutan, jadi saya ingin memastikan saja kompleks ini aman", kata Cruz sopan dan sedikit berbohong.
" Wah tenang saja mas. Kompleks ini saya jamin aman, wong saya dan teman-teman selalu patroli setiap 3 jam. Aman mas", Jawab security itu sedikit berlebihan.
" Baiklah kalau begitu, pak ini ada cemilan buat jaga malamnya ya", Cruz menyerahkan beberapa makanan yang tadi dia titip pada Noa untuk membelikannya di minimarket.
" Wah, terima kasih ya mas", sahut security itu.
" Ya pak sama-sama. Permisi", Cruz berkata sopan.
" Ya, monggo mas. Hati-hati di jalan", pesan bapak itu.
Cruz menaikan kaca mobilnya dan bekendara kembali ke arah rumahnya. Sebenarnya Cruz sudah menunggu Noa sejak tadi, saat melihat Noa berjalan sendirian Cruz berencana untuk mengagetkannya.
Tetapi Cruz melihat seseorang mengikuti dan mengamatinya dari belakang. Cruz terus memperhatikan orang itu, dia memakai outfit serba hitam, memaki masker juga. Menurut Cruz tidak tau apakah itu wanita atau pria , Cruz tidak bisa memastikannya dengan jelas.
__ADS_1
Sampai saat orang itu sudah sangat dekat pada Noa dan sepertinya ingin mengeluarkan sesuatu, Cruz langsung turun dari mobilnya sedikit berjalan cepat membuat orang itu terkejut dan berbalik arah melarikan diri. Cruz berpikir, mungkin Noa mempunyai musuh atau mantan pacar yang psycopath, sampai mengikutinya dengan mengendap-endap seperti itu. Cruz benar-benar penasaran tapi tidak ingin menanyakannya kepada Noa tadi.
Cruz sampai di apartemennya dan menghempaskan diri di sofa. Sudah jam 1 malam. Rasa lelah menyerangnya, entah kenapa dia selalu ingin Noa datang kepadanya.
Menganggu gadis itu adalah sesuatu yang menyenangkan untuk Cruz, melihatnya mendelik sewot atau mengomel tidak jelas. Cruz seperti menemukan sesuatu yang baru, selama ini dia selalu berkutat dengan kegiatannya yang seperti itu saja.
Cruz memeriksa ponselnya dan berdiri untuk masuk ke dalam kamar sat matanya tertuju pada boneka beruang di atas rak buku itu. Boneka itu sudah kembali ke posisi awal sebelum Cruz membuat boneka itu menghadap ke bawah.
' Apa Letu membersihkan rumahku? Tapi kapan? Letu bersamaku sepanjang hari ini', Cruz membatin.
Cruz lalu berjalan ke arah boneka itu dan menatap boneka itu lekat. Cruz lalu meletakan boneka itu ke dalam laci rak bukunya dan berjalan menuju kamarnya untuk istirahat.
***
Keesokan harinya, Cruz di bangunkan karena Letu mengguncang badannya sedikit kencang.
" Bangun... Cepat bangun...", Letu membangunkan Cruz.
" Ada apa?", tanya Cruz di sela ngantuknya. " Cruz menatap jam dinding " ini masih jam 6 pagi kak", keluh Cruz lalu membaringkan badannya ke arah lain.
" Cruz, ini berita tentang skandal barumu", Letu meletakan ipad di meja sebelah tempat tidur.
" Ha? Apa sih.. Aku tidak aneh-aneh kok seminggu ini", Cruz menjawab malas.
Letu menarik nafasnya sabar lalu berkata lagi " Ini tentang kau dan asistenmu itu ".
Cruz langusng duduk dan menatap Letu. " Skandal apa? ", Cruz mengambil ipad itu dan melihat fotonya bersama Noa.
Dan yang membuat Cruz langsung berlari ke ruang tamu adalah Fotonya bersama Noa di dalam apartemennya, di ruang tamu rumahnya. Foto saat cruz menatap Noa yang tertidur, memberikan selimut pada Noa dan menyentuh bibir Noa.
Cruz melihat ke arah rak buku dan membuka lacinya. Cruz mengeluarkan boneka bear itu dan tanpa aba-aba dia langsung merobek memisahkan antara badan dan kepala boneka itu.
Lalu Cruz mengobrak abrik badan bear itu dan tidak menemukan apa-apa. Saat Letu merobek kepala bear itu sebuah kamera kecil ada di sana. Jika di lihat memang tampak seperti mata dari boneka lucu itu.
Cruz menatap Letu ngeri. Letu langsung mengambil ponselnya dan menghubungi beberapa orang tim mereka. Cruz terduduk di sofa. nafasnya cepat, dia memegang dadanya jantungnya berdebar tidak karuan, kepalanya terasa pusing dan rasa mual menyergap.
Cruz mengalami serangan panik. Cruz berlutut dengan kedua kakinya dan memuntahkan isi perutnya di ruang tamu itu.
__ADS_1
***