My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Bertengkar di Club Malam. Part 1


__ADS_3

“ Kamu cemburu kan?”, Cruz menatap mata Noa menyelidiki.


“ Tidak”, Noa masih mengelak tapi matanya menolak menatap Cruz.


 Senyum tersirat di wajah Cruz. “ Baiklah kalau begitu. Pacarku yang cantik dan baik hati, kamu mau makan siang apa?”, tanya Cruz.


“ Terserah, kamu makan saja sama cewe itu”, kata Noa jutek lalu berdiri menghindari Cruz. 


Cruz tersenyum saat Noa menghindarinya. Cruz ikut berdiri dan menarik Noa dalam pelukannya. 


“ Maafkan aku. Lain kali aku akan memberi tatapan garang ke semua cewek yang memanggilku seperti itu”, Cruz menatap wajah Noa. “ Akan kupastikan hanya kamu yang bisa memanggilku seperti itu”, janji Cruz.


Noa menatapnya “ baiklah aku percaya padamu”, kata Noa.


Cruz tersenyum lalu memeluk Noa gemas. “ Benar-benar cemburu rupanya”, goda Cruz.


“ Gak ih”, Noa membenamkan wajahnya di dada Cruz.


Tepat saat itu pintu kantornya terbuka. Karena kaget Noa langsung mendorong Cruz menjauh darinya. Cruz yang kaget sampai terdorong 3 langkah menjauh dari Noa.


“ Kalian sedang apa?”, Lucas yang masuk langsung bertanya karena merasa suasana tampak canggung.


“ Tidak sedang apa-apa”, Noa menjawab gugup lalu kembali duduk di sofa. 


Cruz yang rasa kagetnya baru hilang, menatap Lucas dengan kesal. “ Lain kali kalau masuk ketuk pintu”, Cruz berkata dengan kesal.


“ Maaf… biasanya juga aku tidak ketuk pintu”, kata Lucas santai. Rasanya Cruz ingin menendang temannya itu keluar dari ruangannya. Dasar pengganggu. 


“ Noa, sudah lama kita tidak bertemu ?”, kata Lucas duduk di sofa dekat No, sedangkan Cruz duduk di kursi kerjanya masih kesal karena kelakuan Lucas.


“ Ya, kalian superstar selalu sangat sibuk”, kata Noa tersenyum. 


“ Masa? aku malah merasa pemasukanku berkurang karena tidak ada kerjaan”, Lucas mencoba membuat lelucon. “ Kau masih betah menjadi asisten temanku ini? waah padahal katanya temperamennya buruk”, Lucas menggelengkan kepala menatap Cruz yang duduk di di balik meja kerja. 


Yang dibicarakan terus bersikap bodo amat. Sudah paham dengan kelakuan temannya yang satu itu. 


Noa tertawa mendengar perkataan Lucas. “ Dia sangat baik padaku”, jawab Noa membuat Cruz tersenyum kecil. 


“ Noa apa kau sudah punya pacar?”, tanya Lucas tiba-tiba tidak peduli pada jawaban Noa tentang kebaikan Cruz. Teman Cruz yang satu ini memang terkenal dengan rasa keponya yang tinggi. 


Noa yang kaget dengan pertanyaan itu hanya bisa tertawa tanpa menjawab. Lucas juga tertawa sambil menunggu Noa menjawab pertanyaannya. 


“ Jadi ada apa kau kesini Lucas?”, tanya Cruz memotong percakapan mereka. 

__ADS_1


“ Oh iya aku kesini mau berkonsultasi tentang lagu baruku”, Lucas langsung berdiri dan menghampiri Cruz. 


Setelah itu mereka berdua terus mengobrol meninggalkan Noa yang duduk sendiri di sofa sambil memainkan ponselnya. 


***


“ Ran mengajak kita ke party ulang tahun bisnisnya di sebuah club malam”, kata Cruz pada Noa saat mereka sudah berdua. 


“ Malam ini?”, tanya Noa. 


“ Iya malam ini. Dia tidak mengabarimu karena tahu kita bersama”, kata Cruz.


“ Berarti aku harus pulang untuk berganti baju”, kata Noa.


“ Tidak perlu, kak Tan akan mengurus semuanya untukmu”, kata Cruz.


“ Tidak, aku selalu merepotkan kak Tan. Aku akan pulang dan berganti baju”, kata Noa keras kepala. “ Laian kita tidak bisa pergi bersama, paparazzi akan menangkapmu”, kata Noa.


Cruz terdiam “ Sebenarnya aku tidak peduli pada mereka”, Cruz berkata jujur.


“ Tapi kau harus peduli pada karirmu Cruz. Jangan membuat skandal karena kau sedang berusaha untuk menggapai impianmu ”, kata Noa membelai wajah Cruz.


Cruz tersenyum dan mengangguk. “ Baiklah aku akan menunggumu di sana”, kata Cruz tidak rela. 


Noa duduk lagi lalu mengecup mesra bibir Cruz. “ Kita akan bertemu lagi”, kata Noa. 


Cruz mengangguk dan akhirnya membiarkan Noa pulang ke rumahnya. Cruz menatap buku yang diberikan oleh Noa. 


Cruz membuka halaman pertamanya dan tersenyum “ Terima kasih kepada teman bertengkarku, si Superstar. Sebagian besar ide kudapatkan saat ribut denganmu”.


Cruz tau itu ditujukan padanya. Dia tersenyum senang, hatinya berbunga-bunga. Cruz lalu memposting buku itu di akun sosial media miliknya dan memberikan caption.


“ Pada akhirnya aku suka membaca”. 


Dan karena itu, buku Noa habis terjual dan menjadi best seller pada penjualan pertamanya. Pengaruh Cruz tidak main-main. 


***


Noa menatap berkeliling mencari sosok Cruz. Yang dicari belum tampak juga membuat NOa sedikit gelisah.


“ Tenang, nanti dia datang. Mungkin dia masih ada kerjaan”, kata Cleo.


Noa mengangguk mengiyakan. “ Lama-lama aku mulai terbiasa dengan keramaian ini Cle”, Noa berbicara pada Cleo.

__ADS_1


“ Iya.. tapi kamu mulai suka keramaian?”,Cleo balik bertanya.


“ Tidak, aku masih belum suka”, jawaban Noa membuat Cleo tertawa. 


“ Itu Cruz datang. Waah lihat… semua wanita menatapnya. Pasti mereka berharap dewi fortuna bersama mereka, sehingga membuat Cruz tiba-tiba menyukai mereka karena alkohol”, kata Cleo seolah bisa membaca isi kepala wanita-wanita itu. “ Mereka tidak tahu dewi fortuna berdiri di belakang sahabatku”, lanjut Noa lagi.


Aku tertawa mendengar perkataan Cleo. “ Apaan sih”,aku menyenggol lengan Cleo dan kami tertawa bersama. 


Cruz menghampiri kami dan langsung duduk disampingku, menyisip di antara aku dan Cleo. Membuat Cleo mengomel karena tersingkir. 


“ Sudah dari tadi?”, tanya Cruz pada Noa. 


“ Iya. Aku kira kamu tidak datang karena sibuk”, kata Noa pada Cruz. 


“ Doohh.. yang baru jadian. Dunia milik berdua…nyapa kek”, Cleo mengomel membuat semua orang di meja itu tertawa. 


“ Selamat malam Cle”, ucap Cruz  datar pada Cleo lalu berbalik lagi menatap Noa dengan senyum manis. 


Cleo mendengus melihat kelakuan Cruz. Mereka lalu minum dan mengobrol di tengah hingar bingar musik. Ran terus mengoceh tentang ini dan itu, begitu juga Brook, Loco dna yang lainnya. 


“ Noa, Kim ayo kita ke toilet”, ajak Cleo. Mereka bertiga pergi bersama ke toilet. 


Disinilah awal perkara Noa ribut dengan seorang pengunjung Club. Saat Kim masih di dalam toilet, Noa dan Cleo keluar dan berdiri di dekat pintu masuk toilet karena beberapa orang wanita mengantri di dalam.


Beberapa orang pria berdiri di situ  dan membicarakan Cruz. Noa yang sedikit terpengaruh alkohol merasa panas mendengar perkataan mereka. 


“ Waah bajingan Cruz itu merasa paling tampan sedunia. Karena dia pacarku meninggalkanku”, ucap pria itu.


“ Serius?”, temannya tidak percaya. 


“ Ya, rasanya aku ingin menghajar Cruz bangsat ini. Aku dengar dia sering tidur dengan banyak perempuan. Sepertinya dia akan segera terkena penyakit kelamin”, pria itu menyalakan rokoknya.


“ Dia memang sangat populer. Tapi rasanya dia tidak begitu”, temanya yang lain membela.


“ Kalian tidak tahu saja betapa bobroknya dia. Naik daun karena plagiat, tidak tahu diri”, kata Pria itu. 


“ Permisi”, Noa menegur gerombolan pria itu. Cleo yang juga mendengar percakapan itu mulai ketar ketir. 


Para pria itu berbalik menatap Noa. Pria yang terus menjelekkan Cruz tersenyum genit pada Noa. “ Ada apa nona manis”, tanya pria itu.


Noa tersenyum ramah. “ Apa kalian sedang membicarakan Cruz si artis?”, tanya Noa.


Mereka saling tatap. “ Iya Kami sedang membicarakan dia”,Pria itu berkata dingin.

__ADS_1


****


__ADS_2