
Noa menatap undangan ulang tahun di tangannya. Undangan ulang tahun dari July. Noa menghembuskan nafas berat, rasanya malas datang ke party yang seperti ini. Private Party dengan banyak selebriti papan atas dan orang terkenal lainnya. Sedangkan Noa tidak seterkenal mereka, Noa mungkin akan berdiam diri di pojokan sampai acara itu selesai.
Sebuah mobil berhenti di depan rumahnya. Tian sudah datang, hari ini Noa berencana akan pergi makan malam bersama Tian.
Noa menatap dirinya sekali lagi di cermin, setelah merasa tidak ada yang kurang Noa lalu pergi keluar rumah menyambut Tian.
“ Hai”, sapa Noa pada Tian.
“ Hai, sudah siap?”, Tian bertanya pada Noa yang keluar dari pintu pagar.
Noa mengangguk mengiyakan, setelah itu mereka pergi dengan mobil meninggalkan pekarangan rumah Noa.
***
Cruz mondar mandir dengan gelisah di dekat Loco dan Brook yang sedang bermain PS.
“ Cruz kau bisa tenang tidak?”, Brook mengomel melihat Cruz yang terus mondar mandir sambil ngedumel pelan. Entah apa yang sedang dipikirkannya,mungkin lagu baru.
Cruz berhenti mondar mandir dan mengambil ponselnya. “Tidak bisa… tidak bisa begini. Bagaimana mungkin dia lebih memilih Tian dari pada aku”, Cruz menggerutu pelan pada dirinya sendiri.
Cruz mengirimkan pesan pada Noa dan sesekali menelpon gadisnya itu. Tapi Noa tidak menjawab, membuat Cruz makian frustasi.
“ Arrkkkhhhh……”, Cruz tiba-tiba berteriak.
Loco dan Brook sampai kaget. “ Woi. . . sudah gila ya”, Loco memaki.
“ Stres ni orang nih. Sinting”, Brook ikut mengumpat lalu kembali memainkan stik PSnya.
Setelah mendapat caci maki dari temannya, Cruz langsung mengambil posisi berbaring di sofa.
“ Bebh, ayo kita makan malam. Aku sudah siapkan makan malamnya”, Kim menghampiri Loco.
“ Thank you bebh”, Loco mengelus pelan pinggang Kim.
“ Cruz kau seperti sedang frustasi. Ada apa?”, Kim bertanya penasaran.
“ Noa mengabaikannya lagi “, Brook bantu menjawab terus menekan tombol pada stik PS.
“ Lagi?”, Kim tersenyum lalu duduk di sebelah Cruz.
“ Aku spaneng karena susah sekali menggapai wanita ini”, Cruz curhat kepada Kim.
“ Kalau begitu abaikan dia. Nyatakan perasaanmu sekali lagi padanya lalu abaikan dia. Berikan dia kesempatan untuk berpikir bahwa dia juga menyukaimu. Dia hanya tidak sadar Cruz”, nasihat Kim.
“ Apa aku harus mengabaikannya?”, tanya Cruz.
“ Iya, karena sebagian wanita kadang takut mengungkapkan perasaan mereka”, kata Kim.
__ADS_1
Cruz terdiam dan merenung tentang perkataan Kim padanya. Apa Cruz sanggup mengabaikan Noa?
***
Noa menatap ponselnya yang dari tadi terus bergetar. Cruz terus merecokinya seperti biasa. Noa mengabaikan ponselnya dan tersenyum ke arah Tian yang sedang melihat menu makanan.
Saat pesanan makanan mereka datang, mereka makan sambil mengobrol ringan sampai saat Tian mulai masuk ke pembicaraan inti mereka.
“ Noa ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu”, kata Tian.
“ Ya ?”, Noa melihat ke arah Tian.
“ Aku menyukaimu Noa”, kata Tian.
Noa kaget dan sedikit terbatuk-batuk karena pernyataan cinta itu. Noa tidak menjawab apapun karena kaget.
“ Aku menyukaimu sejak SMA. Saat kau menyiramku dengan minuman, aku sudah menyukaimu, aku selalu memperhatikanmu setiap latihan, aku selalu menatapmu dari kejauhan. Dulu aku tidak berani mengungkapkan apapun padamu karena nyaliku yang kecil, tapi sekarang aku benar-benar ingin mengatakannya Noa”,Tian menatap ke manik mata Noa.
Noa membalas tatapannya dalam diam, Noa hanya bisa menelan ludahnya.
“ Aku senang bisa bertemu denganmu kembali Noa”, Tian tersenyum pada Noa.
Noa membalas senyum Tian dengan senyuman kaku. “ Tian, aku… ini terlalu mendadak. Aku tidak tahu harus mengatakan apa padamu”, jawab Noa canggung.
“ Aku tahu kau pasti kaget. Tapi aku tidak akan memaksamu untuk menjawab saat ini juga, aku akan menunggu”, kata Tian lembut.
Saat Tian mengantarnya pulang ke rumah, Tian mengajak Noa untuk pergi ke party July bersama.
“ Noa, maukah kau ikut bersamaku ke sebuah party ulang tahun?”, tanya Tian pura-pura tidak tahu bahwa Noa di undang.
“ Kapan?”, Noa bertanya.
“ Minggu depan hari sabtu”, jawab Tian.
“ Oh aku juga ada undangan saat itu. Apa undangan kita sama?”, tanya Noa.
“ Model July?”, Tian balik bertanya.
“ Ya, benar”, Noa tersenyum.
“ Maukah kau pergi bersamaku?”, tanya Tian.
“ Emmm. .. aku akan mengabarimu nanti Tian. Aku belum tahu apakah aku akan pergi atau tidak”, Noa menjawab.
“ Baiklah. Aku akan menunggu kabar darimu”, kata Tian.
“ Terima kasih makan malamnya Tian”, kata Noa lalu masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
Tian menatap pintu rumah yang tertutup, tidak semudah itu mendapatkan hati Noa. Tian tahu betul itu, oleh karena itu Tian akan menunggu dan bersabar.
***
Prahara itu datang !
Cruz bertemu Noa di party July. Cruz menatap Noa dengan pandangan menusuk. Bagaimana tidak, Tian menggandeng tangan Noa di hadapan Cruz dan July menggandeng tangan Cruz mesra.
Beberapa hari sebelum hari H, July menelpon Noa. seperti biasa July curhat pada Noa, mengatakan bahwa Cruz bersedia menjadi pendampingnya di ulang tahunnya nanti. July senang karena Cruz mau bersamanya kembali.
Saat itu hati Noa terasa nyeri, rasanya seperti ada duri yang menusuk ke dalam hatinya. Pada akhirnya Noa memutuskan pergi ke party July bersama Tian.
Dan disinilah mereka sekarang, berdiri berhadapan dengan kesalahpahaman membentang di antara mereka berdua.
“ July, Selamat ulang tahun”, Tian mengucapkan selamat pada July.
“ July selamat ulang tahun”, Noa juga memberi ucapan selamat sambil tersenyum pada July dan menyapa Cruz pelan. “ Hai Cruz”, Noa tersenyum kaku.
“ Hai”, Cruz menjawab dingin.
“ Terima kasih karena sudah datang, kalian pasangan serasi ya. Nikmati pestanya”,kata July terus menggandeng lengan Cruz.
Dan Cruz tanpa sembunyi-sembunyi terus menatap Noa tajam. Sedangkan yang di tatap menjadi salah tingkah karena itu.
July yang tidak senang karena hal itu langsung menyeret Cruz pergi dari hadapan Noa dan Tian.
Tian menatap Cruz lalu tersenyum kecil setelah itu berpaling pada Noa “ Kau ingin minum apa?”, tanya Tian.
“ Apa saja yang tidak membuatku kehilangan kesadaran”, jawab Noa lagi.
Tian pergi meninggalkan Noa sendiri dan kembali dengan membawa minuman untuk Noa.
“ Apa kau mengenal July sudah lama?”, tanya NOa pada Tian.
“ Cukup lama”, jawab Tian.
“ Aku punya rahasia yang tidak boleh kau bocorkan pada siapapun”, bisik Noa pada Tian di tengah bunyi musik yang memekakan telinga.
“ Apa itu?”, kata Tian.
“ Sebenarnya aku tidak nyaman ikut party seperti ini, aku adalah anak introvert”, kata Noa meyakinkan.
Tian mengangguk lalu balas berbisik. “ Aku juga tidak menyukai keramaian. Mungkin kita berjodoh”, kata Tian dengan senyum di wajahnya.
Noa kaget dan langsung terdiam membuat Tian tertawa senang. “ tenang saja aku tidak akan menagih jawabanmu sekarang”, Kata Tian dengan kembut.
***
__ADS_1