My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Merubah Penampilan


__ADS_3

" Aku tidak mau tinggal dengan pria mesum seperti kau", jawab Noah tegas.


Cruz menutup matanya mencoba sabar. " Aku tidak mesum Noa dan aku tidak tertarik padamu sebagai wanita. Kau bukan tipeku. Aku tidak suka wanita yang .....kecil", ujar Cruz sambil memegang dadanya sendiri.


Noa langsung bisa menangkap maksud Cruz dan melihat ke arah dadanya sendiri, wajah Noa terperangah karena di katakan tepos secara tidak langsung.


"Kau...", Noa menunjuk ke arah wajah Cruz.


Melihat pertengkaran baru akan segera meletus, Letu dengan cepat langsung menengahi. " Begini saja, aku ada ide", Kata Letu tiba-tiba.


" Bagaimana jika selama Variety show ini di adakan kalian membuat perjanjian kontrak untuk tidak menyentuh satu sama lain, bila perlu untuk tidak jatuh cinta", kata Letu sambil menatap dua orang itu.


Cruz tersenyum sinis " Tidak perlu perjanjian itu pun aku tidak akan pernah menyentuh ujung rambutnya sedikitpun".


Noa memutar bola mata kesal. Lalu mendelik sewot ke arah Cruz. " Aku pun sangat yakin aku tidak akan pernah menyukaimu. Dasar laki-laki egois ", ujar Noa tegas sambil menatap Cruz galak.


" Ya, supaya lebih meyakinkan mari kita buat perjanjian itu. Menggunakan materai, siapa yang melanggar boleh memberikan ganti rugi secara materil dan imaterill. Dan yang melanggar akan di anggap pecundang seumur hidupnya", tawar Letu memberi solusi.


" ... Dan bejat", tambah Noa puas.


" Yaa.. Dan Bejat.. ", sahut Letu menyetujui.


" Oke aku setuju", ujar Noa.


" Aku juga setuju", Cruz menjawab.


Letu dan Jay tersenyum puas. Setidaknya dunia anak manusia yang bandel dan merepotkan ini bisa di jinakan untuk sementara.


***


Di tempat lain.


July menatap ipad di tangannya dengan wajah datar. Dia membaca berita terkait Cruz dan pacar barunya. Juga konfrensi pers terkait Variety Baru yang Cruz jalani.


July termenung ' Cruz pernah menolak acara ini saat di pasangkan bersamaku. Sekarang Cruz bersedia melakukannya bersama wanita lain', July tersenyum pada dirinya sendiri. Tangannya gemetar karena marah.


Assisten July masuk. " July kita harus pemotretan sekarang", kata assisten itu pada July.


July berdiri dari duduknya dan menatap asissten itu. " Mia, bisakah kau menolongku?", tanya July.


" Menolong apa? Kau mau makan manisan? Tidak akan ku berikan", assisten July langsung menebak.


" Tidak, bisakah kau mencari tau tentang seseorang?", pintah July.


" Siapa? ", tanya Mia.


July lalu berbisik di telinga Mia dan membuat Mia terdiam.

__ADS_1


" Kau masih menyukai pria itu?", Mia menatap kasihan ke arah July.


July menatap Mia dengan tatapan sedih. " lakukan saja untukku tapi jangan sampai manajer tau", pintah July.


Mia berpikir sesaat. " Baiklah akan ku lakukan untukmu. Kali ini saja July".


" Terima kasih", July menatap imut ke arah Mia.


" Sudah sudah ayo cepat.. Nanti kita di marahi", Mia mengiring July menuju area pemotretan.


***


Cruz menatap kertas di hadapannya. Perjanjian untuk tidak saling menyentuh dan jatuh cinta tertulis di sana.


Cruz melihat Noa dengan cepat menandatangani surat itu. Lalu dia menghela nafas dengan tenang.


" Cruz kenapa masih belum di tandatangani? ", Letu membuat Cruz kaget.


" hmm... Kau suka padaku ya sampai ragu menandatangani kertas itu?", Noa mengejek.


" Tidak", Cruz langsung menendatangi surat itu. Letu pun sama, memberi stempel di sana sebagai saksi.


"Oke semua sudah setuju. Karena Noa sudah di sini maka produser Damar akan berbicara dengan kalian untuk program baru ini. Tapi karena ini masih jam 7 pagi, lebih baik kita sarapan dulu dan mungkin kalian perlu mengganti baju", kata Letu. Jiwa manajernya keluar.


" Aku tidak membawa baju ganti", kata Noa.


" Sudah selesai?", Tanya Cruz. Cruz lalu berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan itu tanpa mengatakan apa-apa lagi.


Cruz menuju area GYM apartemen itu. Jay sudah berada duluan di sana. Setelah melakukan pemanasan Cruz mulai dengan treadmill di sebelah Jay.


" wanita yang menarik", Jay berkata setelah mereka istirahat .


" Siapa?", tanya Cruz.


" Noamu itu. Dia wanita yang menarik", Kata Jay pada Cruz.


" Tentu saja. Tapi setelah kau mengenalnya, Kau harus tau dia tidak semudah itu terpesona padamu", Cruz memulai curhatnya.


" Mungkin dia sedang jual mahal pada pesonamu itu", Jay sedikit mengejek.


"Awalnya... Hah... Ku kira begitu", Cruz sedang berada di alat Tricep bar. "Kau akan terkejut dengan kelakuannya setelah mengenalnya lebih jauh. Dia galak, jutek, kasar dan bar-bar. Lihat bagaimana dia menendang bahumu kan ", lanjut Cruz setelah selesai dengan alat itu.


" Masa? Tapi tadi pagi dia terlihat sangat manis saat menyapaku", Jay tersenyum.


" Jangan tertipu. Dia adalah penyihir", Cruz mengambil botol minum dan duduk di sebelah Jay.


Jay tersenyum " Kau yakin tidak akan menyukai Noa?", Jay memancing.

__ADS_1


" Tidak... Tidak akan pernah", sahut Cruz penuh keyakinan teguh.


" Baiklah aku percaya", Jay menepuk bahu Cruz. " Sebaiknya kita pergi dan bersiap", lanjut Jay lagi.


***


Tan berdiri menatap Noa, yang dengan santainya tersenyum manis ke arah Tan.


" Letu, apa kau yakin kita akan merubahnya menjadi image itu", Tan berbisik.


" Hm... Aku yakin.. Aku yakin kau bisa melakukannya. Semangat", Letu memberi semangat kepada Tan.


Tan tertawa kaku. Noa yang berpenampilam cuek dan apa adanya membuat Tan bingung. ' Gadis ini bukan tipe Cruz sama sekali, tapi dia bisa mengusik Cruz akhir-akhir ini', batin Tan.


" Baiklah nona. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah Salon", kata Tan.


" Maaf?" Noa kurang konek.


" Kita ke salon", kata Tan yakin.


Mereka menghabiskan waktu berjam-jam di salon, merubah penampilan Noa menjadi lebih segar dan lebih imut.


Tan menghela nafas legah dan puas. " aku suka tampilanmu yang sekarang", Tan bertepuk tangan bangga pada dirinya sendiri.


" memangmya sebelum ini aku terlihat jelek?", Noa bertanya polos membuat Tan tertawa.


" Tidak, kau cantik sayang hanya butuh sedikit polesan", jawab Tan meyakinkan.


" Tapi apa rok ini tidak terlalu kependekan?", Noa cemas terus menarik roknya.


"Oh itu karena kamu belum terbiasa. Nanti juga terbiasa", Tan tersenyum lalu menggandeng Noa.


" Aku suka pada auramu saat pertama kali bertemu. Sekarang aku semakin menyukaimu. Mari kita berteman", Tan mengulurkan tangannya pada Noa.


Noa menyambut uluran tangan itu. " Mari kita berteman kak Tan. Terima kasih karena sudah membantuku", Noa tersenyum polos.


" Ya ampun. kamu lucu banget", Tan mencubit gemas Noa.


Noa hanya bisa tertawa. Sekarang Noa memiliki teman yang baik. Jadi Noa tidak terlalu gugup saat berhadapan dengan dunia Cruz.


" Ayo kita berangkat. Tunjukan pada Cruz bahwa kau adalah yang terbaik", Tan memberi semangat kepada Noa.


" Ya ... Ayo..semangat", Noa berkata penuh semangat.


Tan mengantar Noa ke tempat pertemuan itu. Produser Damar akan memberikan briefing kepada Cruz dan Noa untuk acara baru mereka.


***

__ADS_1


__ADS_2