My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
July


__ADS_3

Kemarin...


Cruz menatap Noa yang tertidur di sofa ruang tamunya. Wanita itu memang terlihat lelah saat datang ke apartemennya. Cruz tersenyum lalu masuk lagi ke dalam kamarnya untuk mengambilkan selimut dan bantal.


Saat Cruz memasang bantal di kepala Noa, bisa-bisanya Noa tidak bergerak sama sekali. Cruz mengira dia pingsan. Cruz mencoba membangunkan Noa dengan mengguncak pundak Noa pelan dan akhirnya Noa bergerak pelan menarik selimut yang di berikan Cruz.


Cruz berjongkok dengan sebelah kakinya dan menatap wajah Noa sangat dekat. Cruz memandang alis Noa, kelopak matanya, hidungnya dan bibir Noa yang menarik hatinya. Jarinya tanpa sadar menelusuri bibir itu, lalu Cruz tersenyum.


Cruz berdiri dan kembali masuk ke dalam ruangan tadi meninggalkan Noa tertidur di ruang tamu sendirian.


***


Cruz berjalan masuk ke dalam gedung besar milik CAIN Entertainment. Di lobby mereka disambut dengan resepsionis yang mengucapkan selamat datang.


Banyak staf yang berjalan hilir mudik dengan kesibukan masing-masing. Salah satu layar besar di lobby menampilkan beberapa talent baru dalam pencarian bakat milik CAIN. 


" Kakak Cruz....", Suara seorang wanita yang terdengar melengking di lobby membuat Cruz dan rombongannya berhenti. Cruz berbalik dan menemukan salah satu talentnya berdiri di sana dengan manajer dan seorang bodyguardnya.


Gadis ini adalah Moon. Penyanyi pendatang baru yang berhasil mencuri perhatian publik. Cruz menariknya menjadi talent di bawah asuhannya saat Cruz menemukannya bernyanyi di depan sebuah Mall.


Saat itu Moon menyanyi untuk mencari uang. Berhari-hari Cruz datang mendengarkannya bernyanyi untuk memastikan bahwa gadis ini bisa di ajak bergabung dalam timnnya.


Saat itu Moon berusia 14 tahun. Selama 5 tahun dia mengikuti trainee di bawah asuhan Cruz, akhirnya Cruz mendebutkannya tahun lalu. Dan tanpa di sangka Moon berhasil menarik perhatian publik dengan talentanya.


" Hai Moon. Tourmu sudah selesai?", Cruz bertanya saat Moon mendekat.


" Selamat pagi", Moon memberi sapaan yang sopan ke manajer Letu.


" Halo Moon, Halo Lex", Letu menyapa Moon dan Lex manajer Moon.


" Sudah kakak. Aku ke sini singgah dan membawakan oleh-oleh untukmu. Mana... Mana barangnya kak Lex?", Moon berkata rusuh.


Manajer Moon memberikam 2 buah tas dengan ukuran berbeda.

__ADS_1


" Ini untuk kakak Cruz dan ini untuk Manajer Letu", Moon berkata imut.


" Terima kasih ya", Cruz menerima pemberian itu. " Aku senang dengan perkembanganmu sejauh ini, istirahatlah setelah jadwalmu selesai. Jangan lupa mengunjungi orang tuamu dan jangan terlibat skandal. Terutama laki-laki", Nasihat Cruz.


" Baik kak", Moon menjawab tenang. " aku pergi dulu. Terima kasih kakak", Pamit Moon sopan.


"Kami pergi dulu Cruz, Manajer Letu", Pamit Lex yang usianya sepantaran Letu.


Cruz lalu melanjutkan berjalan dan menunggu di depan lift.


" Kak Letu, sepertinya lagu itu akan ku nyanyikan bersama Moon", Cruz berkata tiba-tiba sambil menunggu lift.


" Kau sudah memutuskannya?", Letu bertanya.


" Ya, 5 menit yang lalu", jawab Cruz enteng membuat Letu hanya bisa menggelengkan kepala.


Pintu Lift terbuka, Cruz dan Letu masuk ke dalam lift. Saat pintu akan tertutup seseorang dari luar lift menekan tombol sehingga pintu terbuka kembali.


July mengambil posisi di sebelah Cruz. Suasana hening dan sedikit canggung. Cruz pun diam saja, tidak mencoba untuk memulai pembicaraan dengan mantan pacarnya itu.


" Hai Al. Apa kabar ", July menyapa Cruz menggunakan nama tengah Cruz. Dulu saat mereka pacaran July selalu memanggilnya seperti itu.


July tau bahwa Cruz tidak akan memulai obrolan apapun bahkan untuk sekedar menyapanya. Karena itu adalah permintaan July dulu saat mereka putus dan July sangat menyesali perkataannya sendiri saat itu.


" Kabar baik ", Cruz menjawab tanpa menoleh. 


" Masih tetap dingin", July berkata sambil tersenyum dan menatap Cruz tanpa malu-malu. Hati wanita ini masih mendambakan mantan kekasihnya tersebut.


Cruz tidak memberikan respon apapun pada perkataan July.


" Kamu tampak baik-baik saja", July melihat ke arah Cruz tanpa menyembunyikan rasa malunya, dia menganggap tidak ada orang lain disana selain mereka berdua. 


" Kenapa aku harus terlihat tidak baik-baik saja?", Cruz balik bertanya dengan suara datar dan membalas tatapan July dengan dingin tanpa perasaan.

__ADS_1


July mengangguk sedih, lalu tersenyum hambar sambil menunduk. Dia tidak bisa menemukan sedikit saja kehangatan di mata Cruz seperti dulu. Dia ingin memperbaiki kesalahannya dan kembali pada Cruz tetapi usahanya selalu gagal. Hati yang dulunya sehangat mentari pagi berubah menjadi sedingin es dalam waktu yang singkat.


Cruz tidak berkata apa-apa lagi dan saat lift terbuka Cruz keluar tanpa menoleh. July menarik sedikit jaket belakang Cruz berusaha menahannya, dengan terpaksa Cruz menghentikan langkahnya.


" Cruz sampai kapan kau begini padaku? ", July berbisik di punggung Cruz dengan suara yang sedih.


Cruz terdiam mendengar suara July yang sedih. Mungkin dulu jika July terlihat sedih, dengan cara apapun Cruz akan membuat July tersenyum kembali. Tapi sekarang tidak ada rasa apapun di hatinya saat mendengar suara itu.


" Ayolah July jangan seperti ini. Kau tahu kan aku selalu niat untuk apa yang ku lakukan. Jadi jangan pernah berharap apapun dariku", Cruz berkata dingin tanpa menoleh ke arah July.


Cruz lalu berjalan pergi bersama Letu. Pintu lift tertutup meninggalkan July yang menatap punggung Cruz nanar. 


***


Sampai di ruangan July membanting tas kecilnya ke atas meja. Dia marah karena Cruz masih mengabaikannya.


" July tenanglah. Jangan marah-marah nanti moodmu buruk", tegur manajernya.


July mengatur nafasnya menenangkan diri. Asistennya datang dan memberikan minuman dingin kepadanya. July meneguk minuman itu dan merasa jauh lebih tenang. July mengalami gangguan kecemasan jadi dia harus selalu menjaga moodnya dengan baik.


' Bagaimana mungkin dia tidak terpesona olehku lagi. Apa mungkin dia memiliki pacar baru? Tapi sejauh ini aku tidak memdengar berita apapun tentangnya. Aku harus kembali padanya, aku harus bisa mendapatkan hatinya', batin July.


" July, hari ini kamu memiliki jadwal yang cukup padat termasuk bertemu dengan sponsor dan meeting dengan salah satu brand parfum terkenal itu", Jelas Manajernya.


July tersenyum manis " Siapa pasanganku nanti dalam pemotretan itu?", tanya July.


" Mereka memilih Cruz sebagai BA mereka sejak dulu. Kau adalah BA wanita terbaru, tapi aku tidak tahu apakah Cruz melanjutkan kontrak dengan mereka atau tidak", Manajer July menjelaskan.


July tersenyum ke arah cermin sambil merapihkan sedikit lipstiknya. " Baiklah, aku mengerti", sahut July.


July menatap dirinya di cermin. ' Jika aku tidak bisa memilikimu lagi, maka wanita lainpun tidak boleh memilikimu Cruz. Bagaimanapun caranya', batin July penuh tekad.


***

__ADS_1


__ADS_2