
Setelah syuting hari pertama selesai Letu mengajak makan malam bersama di apartemen bersama Cruz, Noa, Tan, manajer baru Noa dan tim Cruz.
" Halo Noa, perkenalkan namaku Nina, aku adalah manajer sementara untukmu sampai program ini selesai. Dulunya manajer Letu adalah mentorku", Nina memperkenalkan diri.
Noa tersenyum ramah dan menjabat tangan Nina " Aku Noa, mohon bimbingannya", Noa berkata sopan.
" Nina bagaimana perkembangan Joy?", Letu bertanya
" Baik. Cedera yang kemarin membuatnya sementara tidak bisa melakukan hal berat tapi dia akan siap kembali dengan dramanya", Nina menjawab Letu.
"Cedera itu karena drama yang kemarin?", tanya Cruz.
" Ya..", Nina menjawab Cruz. " Aku sudah bilang pakai saja pemeran pengganti, tapi tau saja Joy seperti apa", keluh Nina membuat Letu mengangguk setuju.
Setelah makan malam mereka akan berberes tapi dengan cepat Noa mencegah mereka.
" Kau yakin kami tidak perlu beres-beres?", Tan bertanya tidak percaya.
" Yakin. Aku dan Cruz yang akan berberes. Kakak dan tim pulang saja. Ini sudah terlalu malam kan. Besok kita kan mulai syuting pagi-pagi sekali", kata Noa sok bijak.
"Benar sih", Letu mengiyakan. " Kami boleh pulang kan Cruz?", Letu meminta kepastian dari Cruz.
Cruz yang sebenarnya berat hati karena keputusan Noa yang sepihak tidak bisa mengatakan TIDAK, karena wajah timnya sudah terlihat sangat bahagia.
" Ya, kalian pulang saja", kata Cruz tersenyum palsu.
" Horeeee...", teriak tim Cruz bahagia.
Melihat itu Cruz hanya bisa memaksakan diri untuk tertawa. Noa dan Cruz mulai berberes setelah semua pulang. Awalnya Noa semangat membantu tetapi lama-lama Noa mulai terlihat tidak niat berberes. Perasaan Cruz mulai tidak enak.
" Hei, kerja yang benar", kata Cruz yang sedang memisahkan sampah ke dalam plastik.
" Aduh tanganku sakit nih", Noa mulai berakting.
" Jangan bohong, tadi kau semangat sekali waktu main monopoli", Cruz tidak mudah percaya.
" Hoaaam....", Noa menguap lebar di depan Cruz. "Aduh kayaknya aku ngatuk karena minum obat nih", kata Noa di dekat Cruz.
" Jangan banyak alasan.. Cepat lap meja", Cruz mengomeli Noa.
Noa mendelik sewot ke arah Cruz, lalu mulai membersihkan meja dengan ogah-ogahan. Cruz yang sedang membersihkan lantai menggunakan vacum cleaner merasa gemas dengan tingkah Noa.
" Jangan begitu kalau mau bersihkan meja. Lihat nih... Masih ada kotoran menempel. Sini-sini aku aja yang lap kamu masukin air mineral ke kulkas", Cruz mengomel.
Cruz yang begitu mencintai kebersihan pasti akan gemas jika melihat ada yang kotor dan tidak di bersihkan dengan benar.
__ADS_1
Mendegar Cruz mengusirnya, Noa langsung berdiri dan berlari kecil, masuk ke dalam kamar pelan-pelan dan menutup pintu kamarnya tanpa menimbulkan suara.
Cruz masih mengomel di depan meja "Masa yang seperti ini saja tidak bisa, iss... Anak gadis kok jorok banget hah".
Cruz lalu berberes sendirian tanpa sadar sudah di tinggal pergi oleh Noa. Setelah selesai berberes Cruz duduk di sofa karena kelelahan. Cruz melihat berkeliling, tidak ada kehadiran Noa di sana bahkan baunya.
" Ck.. Gadis ini.... Beraninya mengerjai aku lagi. Sial", Cruz berdiri dan berjalan ke arah kulkas untuk mengambil minum. Tetapi Noa belum menaruh air mineral seperti yang di suruh Cruz.
" Noaaaaaa....", Cruz mengeram kesal.
Dengan cepat Cruz berjalan dan masuk ke dalam kamar Noa tanpa mengetuk pintu.
" Noaaaaa....", Cruz setengah berteriak saat membuka pintu.
Noa yang sedang berbaring di atas kasur sambil membaca majalah hanya menengok santai ke arah Cruz.
" Ada apa berteriak ? Nanti lehermu sakit tau", kata Noa lalu melanjutkan membaca majalah di depannya.
" Hei... Kenapa kau tidak menaruh air mineral di dalam kulkas?", Cruz bertanya kesal.
" Emm... Aku lupa dan lagi tanganku sedang sakit sekarang jadi aku tidak bisa bekerja", Noa menjawab santai.
Cruz melotot ke arah Noa, lalu tesenyum sabar. " Tanganmu yang kanan sepertinya kurang berfungsi ya", Cruz menggeram pelan.
" Berfungsi kok. Ini...", Noa membuka majalah dengan santainya.
" Cruuzzzz... Tutuuup pintuuuunyaaa.... ", teriak Noa pada Cruz yang pura-pura tidak mendengar.
***
Pagi hari berikutnya Noa terbangun karena manajer barunya Nina menguncang badannya pelan. Seperti setengah bermimpi Noa terduduk.
" Noa ayo bangun sudah jam 6 pagi kita akan segera mulai syuting", kata Nina membuat Noa mau tidak mau membuka matanya.
" Aku mandi dulu", kata Noa masih ngantuk.
" Tidak perlu. Pagi ini kita syuting setelah bangun tidur. Keluar saja dengan piyamamu, semua sudah menunggu di luar", kata Nina.
"Tanpa dandan?", tanya Noa lagi.
" Tidak perlu. Kita butuh yang natural", kata Nina.
Noa lalu berjalan keluar dari kamarnya dan benar saja di luar set sudah di atur dan Crew sudah menunggu di sana. Noa menunduk mengucapkan selamat pagi kepada semua crew yang ada di sana.
" Selamat pagi", sapa Noa dengan suara serak.
__ADS_1
Noa melihat berkeliling dengan sedikit bingung mencari Cruz. Sepertinya Cruz belum bangun. Noa berjalan ke arah mini bar dan mengambil cemilan Mili.
" Mili...Mili...", Noa memanggil.
Mili berlari kecil ke arahnya dan Noa memberikan cemilan ke mulut Mili. Noa mencuci tangannya lalu berbicara ke arah Mili.
" Sepertinya ayahmu belum bangun. Ayo kita bangunkan ayahmu ", kata Noa kepada Mili.
Cruz menjadi ayah Mili sejak Damar mencetuskan itu pada rapat minggu lalu
" Cruz sekarang adalah ayah dari Mili kucingmu. Ingat kau harus menyebutnya ayah Mili", itulah perintah Damar yang sedang di jalankan oleh Noa.
Noa berjalan ke arah kamar Cruz dan mengetuk pelan. Tidak ada jawaban, Noa berdiri cukup lama seperti sedang menimbang-nimbang apakah dia harus masuk atau tidak.
Setelah berpikir cukup lama Noa akhirnya memutuskan untuk masuk dan membangunkan Cruz.
" Cruz.. permisi.. Ayo bangun", Noa berbisik pelan.
Noa melangkah masuk ke kamar Cruz dan memastikan tidak ada kamera yang terpasang di sana. Setelah aman Noa mendekati tempat tidur Cruz dan memperhatikan Cruz yang sedang tertidur nyenyak.
Noa mendekat dan menyentuh dada Cruz dan menguncangnya pelan.
" Cruz bangun... Kita harus syuting... ", kata Noa.
Cruz tiba-tiba menangkap tangan Noa, membuat Noa cukup terkejut.
" Siapa yang mengijinkanmu masuk ke kamarku?", tanya Cruz lalu membuka matanya menatap Noa.
Noa yang tergagap kehilangan kata-katanya. Cruz menarik tangan Noa lagi membuat Noa tertarik semakin dekat pada Cruz.
" Katakan, siapa yang memberimu ijin", Cruz bertanya lagi.
Noa cepat-cepat menarik tangannya dan langsung berdiri di samping tempat tidur Cruz.
" Crew..mereka memberi ijin", jawab Noa cepat-cepat.
Cruz bangun dan duduk di atas tempat tidur lalu menatap Noa.
" Lalu, kau mau apa ke kamarku?", Cruz turun dari tempat tidur dan mendekati Noa.
Noa mundur perlahan, berusaha berpikir cepat.
" Emmm.... Itu. ... Em... kau di tugaskan menyiapkan sarapan. Sudah ya Bye", Noa berkata buru-buru lalu bergegas meninggalkan kamar Cruz.
Cruz tersenyum melihat Noa yang salah tingkah.
__ADS_1
" Kena kau", kata Cruz pada punggung Noa yang menghilang dari balik pintu.
***