My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Cedera


__ADS_3

Noa menatap dirinya di cermin toilet kantor, hari ini adalah jadwal Noa berkonsultasi dengan editor Ying. Sejak mengikuti program itu Noa menjadi selebritis dadakan di kantornya.


Ke manapun dia pergi semua mata memandangnya. Dan yang paling menyebalkan adalah Dini teman kantornya mengikuti Noa kemanapun dia bergerak hanya untuk menanyakan hal-hal yang tidak penting.


" Apakah Cruz sangat baik?, Apakah perutnya six pack?, Apakah dia sangat tampan?, Aku yakin dia sangat wangi... Waah tingginya berapa? Makanan kesukaannya apa? Boleh minta tanda tangan eksklusif dari Cruz?".


Pertanyaan konyol itu membuat Noa langsung menjitak kepala Dini dan membuat gadis itu cemberut.


Seandainya boleh , Noa ingin berkonsultasi melalui email saja kepada editor Ying. Mungkin akan Noa usulkan nanti saat bertemu.


Setelah berkonsultasi, Noa segera melajukan mobilnya menuju kantor Cain Entertaiment, untuk mengikuti rapat evaluasi episode pertama yang sudah di rilis.


Noa memarkirkan mobilnya lalu berjalan masuk ke dalam lift. Saat tiba di lantai dua seorang wanita yang sangat cantik masuk. Itu adalah July bersama manajernya.


Disebelah July Noa merasa menjadi seperti cumi-cumi saat berdiri berdampingan dengan artis Cain entertaiment ini. July yang tidak menyangka bertemu Noa di sini langsung tersenyum ramah pada Noa.


" Haai, kamu Noa kan? Pasangan Cruz di program Couple Star?", July bertanya ramah.


"Ah hai. Iya betul ", Noa menjawab malu.


" Aku July teman baik Cruz. Akhirnya aku bisa bertemu denganmu. Aku sudah menonton episod pertama kalian, aku suka dengan kalian yang natural", July memuji dengan suara yang lembut dan senyum yang bersahabat.


Noa tersenyum polos " Terima kasih ".


Lift sampai di lantai tempat gedung meeting berada.


" Aku turun duluan ya", Noa tersenyum ramah pada July.


" Ya, semangat Noa dan mari saling menegur jika kita bertemu kembali. Bye Noa", July berkata dengan sangat ramah pada Noa.


" Ya, sampai ketemu lagi. Bye July", Noa tersenyum antusias. Suara July yang lembut menghangatkan hati Noa.


Pintu Lift tertutup bersamaan dengan hilangnya senyum di wajah July, wajah datar dan penuh kebencian nampak di sana.


" Aku benci padamu perempuan bodoh", July bergumam.


***


Noa duduk di ruangan meeting itu, banyak staff yang sudah hadir di sana. Noa mengetuk pelan bolpennya di atas meja, mereka sedang menunggu kehadiran superstar mereka. Siapa lagi kalau bukan Cruz si iblis.


Damar menghampiri Noa dan berucap pelan. " Bagaimana saat kau ke kantor?", tanya Damar cekikikan.


Noa menggeleng mengingat tatapan ingin tahu semua kryawan kantor mereka. " Aku langsung menjadi artis dadakan dan mereka semua ingin tahu tentang Cruz" , Noa menjawab.

__ADS_1


Damar mengangguk senang, entah apa yang membuatnya senang. " Tapi di episod pertamamu, kau mendapat sambutan yang cukup baik terutama Mili. Wah mereka benar-benar menyukai kucingmu", Damar bersemangat.


Noa tersenyum mendegar itu. Kucingnya lebih cepat mendapatkan perhatian daripada dirinya yang merupakan pemilik.


" Kau harus tetap semangat dan pertahankan kepolosanmu", lanjut Damar memberikan semangat pada Noa.


Noa mencubit lengan Damar. "Kau sebenarnya ingin bilang 'pertahankan kebodohanku kan?' hah.. Teman macam apa kau! Teganya membuat teman sendiri terlihat bodoh di mata masyarakat", Noa berkata gemas.


" aw..aw... Iya iya... Maaf maaf... ", Damar kesakitan.


Noa melepaskan cubitannya dan saat itu juga Damar langsung melarikan diri, duduk sejauh mungkin dari Noa.


Letu dan seorang anggota tim Cruz masuk ke dalam ruangan. Noa melihat berkeliling dan tidak menemukan keberadaan raja iblis itu. Syukurlah setidaknya hari ini dia tidak akan marah-marah karena Cruz.


"Maaf membuat semuanya menunggu, Cruz baru saja menyelesaikan syutingnya dan sedang istirahat. Aku yang akan mewakilinya", Letu berkata sopan.


" Baiklah mari kita mulai", jawab Damar.


Ponsel Noa bergetar di tengah rapat itu. Sebuah pesan masuk.


Iblis: Setelah rapat temui aku di kantorku. Kau harus bekerja hari ini untuk melunasi utangmu wanita bulan.


Noa mendengus pelan. ' lihat, dia tidak hadir tapi bisa-bisanya memerintahku. Padahal dia ada di gedung ini', Noa membatin.


Iblis: Yang capek badanku bukan jari dan otakku kan. Jangan cerewet, aku tunggu.


Noa menutup ponselnya. Pada akhirnya hasil dari evaluasi hari ini adalah rantingnya baik dan rencana di episod selanjutnya adalah mereka akan melakukan foto prawedding dengan konsep yang sudah di tentukan.


Setelah selesai rapat Noa mengemasi barangnya dan menghampiri Letu. Sebelumnya Noa sempat merapihkan rambutnya lebih dulu.


" Hai kak Letu", Noa menyapa ramah.


" Hai Noa, Cruz memintaku untuk mengajakmu melihat-lihat kantor SAINT E ", kata Letu.


" Baik. Tapi aku ke toilet sebentar ya kak ", kata Noa.


Letu menagngguk menyetujui.


Noa sedang mencuci tangannya di westafel saat ponselnya berdering. Nomor baru tertera di sana.


" Halo selamat siang", Noa menjawab.


" Penulis Noa ini aku", Jawab suara di sebrang telpon.

__ADS_1


" Ya, siapa ya?", Noa bertanya lagi.


" Kekasih Cruz.. Aku ingin bicara denganmu", kata wanita itu.


" Apa maksudmu? siapa ini? ", Noa bingung.


" Aku kekasih Cruz, bagaimana paket yang ku kirim untukmu? ", katanya tertawa kecil.


" Kau... Di mana kau sekarang?," Noa mulai paham siapa yang menelponnya.


" Aku di gedung yang sama denganmu. Datanglah ke tangga darurat lantai 6. Aku ada di sana", katanya lalu memutuskan sambungan telpon.


Noa berjalan cepat keluar dari toilet dan menuju tangga darurat lantai 7 ini.


Letu yang berada di ujung koridor itu dan sedang menelpon memperhatikan pergerakan Noa hendak memanggil , tapi Noa sepertinya sangat terburu-buru.


Noa berlari menuruni tangga dan menemukan seorang wanita menggunakan hodie hitam dan topi sedang berdiri di ujung tangga. Dia menyeriangi pada Noa.


Melihat penguntit itu Noa sangat marah dan menghampirinya tanpa rasa takut tapi memberikan sedikit jarak di antara mereka.


" Kau, bisa-bisanya kau memasang kamera di rumah orang lain", Noa berkata marah.


Wanita itu tertawa " itu bukan rumah orang lain, itu rumah pacarku. Kami akan segera menikah", katanya seperti orang gila.


" Kau gila", No berkata penuh emosi ingin rasanya dia menghajar wanita peguntit ini.


"Kau yang gila, beraninya merebut pacarku dan tidur di rumahnya. Kau wanita murahan gila", wanita itu mendekat ke arah Noa.


Noa tetap di tempatnya tanpa rasa takut.


" Kau tahu, selama ini aku sudah berhasil mendekat padanya. Mendandaninya setiap hari, menyentuh bibirnya dan menatapnya dari dekat. Aku menahan diriku untuk menjadikannya milikku sampai waktunya tiba. Dan kau wanita pengacau, kau datang dan merusak semuanya. Dasar pela*ur", wanita itu meraih rambut Noa di tangannya.


Noa kesakitan, dengan cepat Noa meraih tangan wanita itu dan membantingnya di lantai.


Wanita itu kesakitan dan cukup kaget karena tidak menyangka bahwa Noa bisa melawan.


" Kau kira aku akan membiarkanmu menyakiti temanku. Dasar wanita gila", Noa lalu mengambil ponselnya dan menelpon Cruz.


Suara kaki belarian dari atas tangga. " Noa ", Letu memanggil. Letu menghampiri Noa dan tepat saat itu penguntit itu mendorong Noa.


Noa yang tidak siap dan hilang keseimbangan jatuh dan berguling ke bawah tanga.


" Noaaaaa.. ", Letu berteriak kencang.

__ADS_1


***


__ADS_2