My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
I Kill You


__ADS_3

" Noa hari ini kita makan siang bareng yuk", Cleo berbicara di telpon padanya pagi ini.


" Baiklah. Di mana?", Tanya Noa bersemangat.


" Di dekat rumah sakitku", jawab Cleo.


" Baiklah", Noa menyanggupi.


Setelah bersiap, Noa menatap dirinya di cermin. "Perfect", katanya pada diri sendiri.


Noa lalu bergegas keluar kamar dan mengambil tas cokelatnya di atas meja. Noa menyampirkan tas itu di bahu, belum sampai di pintu rumah tali tas itu putus dan barang Noa berjatuhan dari dalam tasnya.


Noa terpaku melihat tasnya yang di potong entah menggunakan apa dan bagian dalamnya sudah di jebol. Noa terbengong melihat tasnya lalu menggeram "Cruuuzzzz".


Noa menarik nafas menenangkan dirinya. " Huffttt... Panjang sabar Noa... Panjang sabar...", Noa menenangkan dirinya.


Setelah tenang Noa masuk ke kamar dan mengganti tasnya dengan yang lain. Padahal tas coklat itu adalah tas kesukaannya, bisa muat banyak barang.


Noa keluar lagi lalu bergegas memakai sepatu slip on miliknya. Baru sampai di depan pintu sebelah sepatu Noa jebol. Terlepas dari kasutnya, Noa terperangah melihat sepatunya menjadi seperti itu.


Kesabaran Noa habis, di lorong apartemen Noa berteriak marah "Cruuuuuuuuuzzzzzzzz".


***


Ditempat lain Cruz mengorek telinganya merasa geli.


"Kau kenapa?", Letu bertanya heran.


" Tidak, aku hanya merasa ada yang memanggilku", Cruz tersenyum senang.


Letu hanya mengangguk, kadang tidak paham dengan jalan pikiran Cruz. Semenjak ada Noa, ekspresi Cruz menjadi beragam. Kadang senang, kadang marah-marah, kadang senyum-senyum sendiri dan lebih para Cruz kadang tertawa di tengah meeting atau di dalam mobil. Entah apa yang di tertawakannya, hanya Cruz seorang yang tau.


Hari ini Mood Cruz sedang sangat baik. Dia lebih banyak tersenyum dan tertawa, membuat timnya merasa hari ini tidak perlu takut jika melakukan kesalahan. Cruz tidak akan mengamuk seperti hari-hari sebelumnya.


Cruz sedang tersenyum ke arah ponselnya saat July datang menghampirinya.


" Al, boleh aku duduk di sini?", tanya July menunjuk ke arah kursi di sebelah Cruz.


" Ya ", Cruz menjawab acuh tak acuh.


July langsung duduk di sebelah Cruz. Saat ini mereka sedang syuting iklan parfum bersama. July menggunakan kesempatan ini untuk mendekati Cruz lagi.


" Al, kamu sudah makan siang kan? ", July bertanya penuh perhatian.

__ADS_1


" Ya", jawab Cruz tanpa bertanya balik.


July terdiam lagi berusaha sabar menghadapi Cruz yang dingin itu. " Al, setelah syuting ayo kita makan bersama?", ajak July.


Cruz menengok ke arah gadis itu lalu tersenyum hambar " Maaf ya, hari ini aku sudah ada janji dengan orang".


" Ahh... Emm. Apa aku boleh ikut?", July tak patah arang.


" Tidak bisa", Cruz menjawab datar membuat July terdiam.


" Cruz... Ayo bagian terakhirmu setekah itu kita selesai. "Hai July", Letu mendekati mereka.


July hanya tersenyum menjawab sapaan Cruz. Hatinya sedih karena Cruz menolaknya.


Cruz berdiri lalu menunjukan sesuatu kepada Letu. " Kak lihat deh. Noa sedang mengamuk", Cruz berbisik kepada Letu tapi July masih bisa mendengar mereka.


'Noa. . . Noa... Ada apa dengan gadis ini sih sampai Cruz begitu sering mneyebut namanya', batin July kesal sambil menatap punggung Cruz yang menjauh.


Yang di tatap malah sibuk menunjukan sesuatu kepada Letu. "Kak lihat ini chat Noa haha. Aku sukses membuatnya mengamuk hari ini", kata Cruz bangga.


" Memangnya apa yang kau lakukan?" ,Letu penasaran sambil melihat isi chat mereka.


" Rahasia hahaha", Cruz terkekeh.


Wanita Bulan: You Die.... I KILL YOU BRENGSEK !!!!


Wanita Bulan:



Noa bahkan melampirkan foto yang di edit dengan penuh Niat.


" Aku rasa dia benar-benar kesal kepadamu Cruz", kata Letu setelah selesai tertawa.


Cruz cuek, tampak tidak peduli pada perkataan Letu. Ini yang di harapkan dari Cruz, perhatian dari Noa. Untuk pertama kalinya Noa menghubunginya lebih dulu. Walaupun isi pesannya sangat horor.


Cruz tidak tahu bahwa di rumah Noa sedang menjalankan misinya untuk membalas Cruz.


***


" Ada apa dengan manajermu?", Cruz bertanya saat bertemu Loco di sebuah club malam.


Malam ini Cruz, Loco dan Gilli akan mengisi sebuah acara di sebuah Club malam.

__ADS_1


"Tragedy. Dia di pukuli oleh mantan suaminya", jawab Loco sambil memperhatikan Kim manajernya.


Di wajahnya ada sedikit luka lebam. Tetapi jika dia melepaskan kemejanya lebam itu sangat banyak berada di tubuhnya. Setiap di tanya dia selalu mengatakan menabrak sesuatu.


" Sampai kapan kau akan memendam perasaanmu padanya?", tanya Gilli.


" Aku sudah menunjukannya, tapi dia selalu mengatakan nanti karirmu akan hancur. Dia bahkan masih memikirkan masa depanku", Loco menghela nafas.


Cici salah satu tim makeup Cruz yang sedang sibuk memperbaiki makeup Cruz ikut nimbrung. " Aku dengar mantan suaminya memaksanya untuk rujuk".


" Benarkah?", Gilli kaget.


" Yaa tentu saja. Mungkin Kim menolak makanay mamtannya naik pitam. Waah... Aku tidak bisa membayangkan hidup dengan pria seperti itu", Cici bercerita sambil memberikan sedikit polesan di bibir Cruz dengan liptint. " Oke sudah selesia. coba Gilli ku lihat wajahmu. Oke beres", Cici lalu membereskan peralatannya.


" Menurut kakak apa yang harus aku lakukan?", tanya Loco tiba-tiba.


" emmm...", Cici berhenti membereskan peralatannya. "saranku kau bisa mendekatinya dengan perlahan, jangan memaksa kehendakmu padanya dan buat dia percaya padamu. Sembuhkan traumanya", Cici memberi saran.


"Kakak Cici dan kak Tan adalah yang terbaik", Gilli malah yang memberi jempol.


Cici menangguk berpura-pura sombong. Yang di bicarakan datang.


" Ayo giliran kalian", Kim memanggil mereka bertiga.


Sebelum naik ke atas panggung sempat-sempatnya Cruz membuka ponselny. Tidak ada pesan dari Noa, senyap dan terlalu tenang. Cruz menaruh kembali ponselnya ke dalam saku celananya lalu ikut melangkah naik ke atas panggung.


***


Di rumah Noa sedang sibuk mempreteli sesuatu dengan sangat serius.


" Kau kira aku tidak bisa membalasmu, dasar raja iblis. Rasakan pembalasanku ha ha ha ", Noa komat kamit sendiri di depan Gundam milik Cruz.


Noa mempreteli semua bagian Gundam itu tanpa belas kasihan. Mili mengeong di bawah kakinya seperti protes.


" Mili, dia yang memulai lebih dulu. Dan lagi aku adalah ibu kandungmu, kenapa kau malah membela dia", Noa mengomeli Mili yang di sambut dengan lengosan kucing itu lalu pergi meninggalkan Noa yang sedang sibuk.


Setelah puas Noa mengambil sebuah mangkok kaca, mengisinya dengan air keran lalu meletakan bangkai gundam itu di dalam air. Setelah itu Noa tertawa seperti prnyihir jahat.


" Hahahahhaaha hahahahahah hahahahaha uhuk uhuk... Ehem .. Hahahaha rasakan kau raja iblis", Setelah itu Noa meletakan mangkok kaca itu di tengah meja makan lalu masuk ke kamarnya.


Besok pagi-pagis sekali Noa berencana akan pergi ke rumah sakit Cleo untuk melakukan fisio terapi pada tangannya. Jadi dia tidak akan mendengarkan amukan Cruz.


***

__ADS_1


__ADS_2