My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Noa Baper


__ADS_3

Cruz mengarahkan tangannya yang di borgol ke arah Letu yang datang bersama Nina dan Tan. Mereka kembali lagi ke apartemen untuk persiapan kegiatan Cruz malam ini.


"Jadi kalian sudah berdamai?", Letu bertanya curiga ke arah mereka berdua.


" Ya, kami sudau berdamai. Kami bahkan tidur siang bersama. Iya kan Noa?", Cruz menatap Noa.


Noa yang setengah jam lalu baru hampir mengalami serangan jantung di tempat tidur Cruz hanya bisa tergagap salah tingkah.


"Eh.. Iya. Eh.. . Ya sudah damai", jawab Noa. 'Sial jantung, please bsrdetaknya biasa aja dong. Cruz hanya mempermainkanmu Noa. Jangan baper, nope', Noa membatin di dalam hati.


Mengutuki dirinya yang mudah baper karena perlakuan Cruz tadi. Rasa hangat kecupan Cruz di lehernya masih bisa di rasakan Noa di memori otaknya.


" Benar kan. Kami sudah berdamai. Jadi sekarang kk tolong buka borgol ini. Aku harus ke toilet ", Cruz tersenyum puas ke arah Letu.


"Oke baguslah kalau begitu. Aku akan buka borgol kalian. Akan ku lakukan lagi jika kalaian bertengkar", Letu membuka borgol di tangan mereka.


Nina yang duduk di sofa bersama Tan hanya bisa tertawa melihat kejadian itu.


Tadi saat pulang dari apartemen setelah kejadian itu mereka bertiga duduk di cafe area kantor. Nina heran karena Letu memborgol mereka bersama. Sedangkan Tan sangat khawatir Noa akan menangis. Tapi Letu terlihat santai saja dengan minuman di tangannya.


" Kak, apa sebaiknya kita buka saja borgol di tangan mereka?", Tan cemas.


" Biarkan saja. Aku harus menskip meeting hari ini karena mereka berdua", Letu menjawab lagi sambil mengunyah kentang goreng di mulutnya.


" Kau yakin mereka akan berdamai?", tanya Tan lagi ikut menyeruput minumamnya.


" Tentu saja. Melihat sifat dari anak asuhmu yang tergila-gila pada Noa. Aku yakin Cruz akan meminta maaf duluan, entah bagaimana caranya", Letu berkata santai.


Nina terkejut dengan pernyataan Letu. " Cruz yang tergila-gila pada anak didikku?", Nina mengoreksi pendengarannya.

__ADS_1


"Yaa.. dia semakin Gila karena Noa menolaknya mentah-mentah. Kau tau kan dia selalu di puja wanita", Tan yang menjawab.


Nina tertawa kecil sambil bertepuk tangan karena tidak menyangka dengan fakta di depannya, tapi dia langsung berhenti melakukan selebrasi itu dan bertanya. " Jadi kenapa Cruz bertengkar dengannya kalau begitu?", Nina heran.


Letu dan Tan hanya bisa mengangkat bahu, sama-sama tidak paham dengan jalan pikiran Cruz.


Setelah Cruz membuka borgol mereka Noa langsung berjalan cepat masuk ke kamarnya dan menutup pintu.


" Hei Noa... Kamar mandinya di sebelah sana", Nina memanggil Noa.


" Dia kenapa? ", tanya Tan heran melihat Noa yang terbirit-birit.


"Entah... Mungkin ada pekerjaan mendesak", Cruz acuh tak acuh lalu dia dengan santai berjalan menuju kamar mandi. Malah sambil bersiul-siul.


Mereka bertiga hanya bisa memandang dua insan itu tanpa tau bahwa gencatan senjata yang terjadi bukan hanya sekedar bersalaman, tetapi lebih meninggalkan kesan mendalam kepada yang bersangkutan. Tertutama pihak wanita.


***


Jantung Noa mulai berdebar lagi saat mengingat bagaimana nafas hangat Cruz begitu terasa diehernya. Lalu Noa sadar dan mengetuk kepalanya pelan dengan tangannya.


" Noa sadar.. Ih dasar jablay.. Baru begitu aja udah baper", Noa memaki dirinya sendiri.


Noa lalu menggelengkan kepalanya berusaha membuyarkan lamunannya kepada Cruz.


Mili si gendur berjalan hilir mudik di bawah kakinya minta di sayang. Noa mengendong Mili dan berbicara pada kucingnya itu.


"Kamu tau kejadian itu? Jangan ceritakan ke siapa-siapa ya. Hanya kamu dan aku", Noa berbisik ke Mili.


Mili hanya menatap malas ke arah Noa seperti berkata 'Tapi kamu suka kan di cium?'.

__ADS_1


" Tidak... Tidak.. Aku tidak suka", Noa menggelang menjawab sambil melihat Mili.


" Meoong... Meong", Jawaban Mili yang membuat Noa menghela nafas.


Ketukan dari luar pintu kamar membuat lamunan Noa buyar.


" Noaa.. Ayo ganti baju", Teriakan Tan membuat Noa kelabakan.


Noa keluar kamar menghampiri Tan. " Kita mau ke mana kak?", tanya Noa pada Tan.


" Kita ikut Cruz ke salah satu event di Club X", jawab Nina sambil memanggil Mili agar mendekat padanya. Tapi yang di panggil tidak peduli, malah berjalan ke arah Cruz dan naik ke pangkuan Cruz yang sibuk bermain PS bersama Letu.


" Kak Tan jangan pakaikan dia rok pendek lagi", Cruz berkata dari balik sofa.


" Kenapa? Kenapa kau melarang? Bodynya seperti model kenapa aku harus menyia-nyiakan mahakarya Tuhan ini ", Tan sewot.


" Pokoknya jangan", Cruz ngotot sambil berbalik dan menatap Tan sedikit jengkel.


Melihat itu Tan makin senang. "Kenapa kau melarang, kau bukan pacar Noa", Tan memberikan fakta yang tidak bisa di bantah.


Cruz kaget di serang begitu. "Aku memang bukan pacarnya. Aku hanya... Tidak suka melihat kakinya. Dan lagi di sana club malam ramai, jika ada yang macam-macam dengannya, dia tidak perlu malu untuk menendang mereka ", Cruz mulai mengatakan alasan yang tidak masuk akal, lalu kembali bermain PS tanpa melihat Noa yang hanya bisa terdiam.


Tan dan Nina hanya bisa heran mendengar ocehan Cruz.


" Wah dia memang aneh", Nina berbisik ke arah Tan yang hanya di sambut anggukan kepala oleh Tan.


" Sini Noa sayang. Jangan dengarkan anak bodoh itu", Tan memanggil Noa yang hanya terdiam mendengarkan.


Noa memperhatikan Cruz dan Letu yang berdempetan sambil berbisik-bisik. Noa menghela nafas, ada sedikit kecewa di hati Noa. Sepertinya hanya dia yang berdebar-debar, sedangkan Cruz tampak biasa saja.

__ADS_1


Noa melangkah di belakang Tan. Noa bertekad mulai hari ini dia harus bisa menahan hatinya. Jangan tergoda, jangan terjatuh ke dalam pesona Cruz.


***


__ADS_2