My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Cruz: Harga Diri yang Terluka


__ADS_3

Cruz sedang dalam perjalanan menuju ke lokasi syuting berikutnya dan saat ini dia terus menatap ponselnya tanpa berkedip. 5 detik, 10 detik, 2 menit, 15 menit ponselnya tetap senyap tanpa suara.


“ Wah, gila… berani sekali dia mengabaikanku”, Cruz tiba-tiba berteriak frustasi di dalam mobil membuat manajer, supir dan staylistnya terlonjak kaget.


“ Cruz kenapa kamu berteriak? “, Letu menegur.


Cruz tersadar lalu memasang wajah sok cool. “ Tidak, aku hanya sedang kesal”, jawabnya sambil memasukan ponselnya ke dalam saku.


Cruz menatap keluar jendela mobil mengingat kembali malam saat mereka bersama di hotel. Ada satu hal yang tidak Cruz ceritakan kepada Noa. Saat sebelum aksi Noa membuka bajunya di depan Cruz, terjadi sesuatu yang membuat Cruz gelisah sampai sekarang.


“ Kenapa di sini panas sekali “, Noa berkata sambil limbung.


“ Itu karena alcohol yang kamu minum terlalu banyak . Sekarang kau tidur di sini saja. Setelah bajuku datang aku akan pulang lebih dulu”, Cruz berdiri dari duduknya.


Noa memperhatikan Cruz tanpa berkedip. Cruz melihatnya heran. “ Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?”, Cruz bertanya.


“ Kau…”, Noa menunjuk kearah wajah Cruz.


“Akhirnya dia menyadari siapa aku, keluar juga sifat aslinya”, batin Cruz.


“ Kau… aku suka permen”, teriak Noa girang dalam mabuknya.


“ *Permen? Permen apa? “, Cruz bingung.


Tepat saat Cruz selesai berbicara, Noa meraih wajah Cruz dengan kedua tangannya lalu berjinjit dan mencium bibir Cruz lebih tepatnya mengunyah bibir Cruz seperti memakan permen*.


*Cruz terkesiap dengan serangan menadadak ini. Cruz sedikit merasakan hangat mulut Noa di dalam mulutnya. Wangi alcohol yang tajam menyeruak masuk ke dalam mulut Cruz. Jika ini di lakukan wanita lain mungkin Cruz akan mendorongnya dan menuntutnya karena penyerangan.


Tetapi entah kenapa saat Noa menciumnya karena mengira mulutnya adalah permen, Cruz tidak marah malah menyambut baik ciuman itu*.


Cruz meraih tengkuk belakang Noa dan membalas ciuman Noa lembut. Saat Cruz melepaskan ciumannya Noa menatap Cruz lalu berbicara “ permenku manis. Aku suka”.


*Lalu Noa jatuh ke atas tempat tidur dan tertidur lelap seperti pingsan .


Cruz menatap Noa yang tertidur itu, jika di perhatikan wajah Noa memang cantik.


“ Bisa ya ada yang merusuh saat minum alcohol, ck ck”, lalu Cruz tersenyum dan menyelimut Noa*.

__ADS_1


Kembali ke saat ini.


Cruz sedang menyentuh bibirnya dengan jari. Noa adalah gadis pertama yang berani menciumnya lebih dulu dan gadis pertama yang berani mengabaikannya. Mengabaikan seorang superstar yang di gilai banyak wanita, superstar yang di impikan untuk menjadi pacar semua gadis setanah air. Ego Cruz meningkat, penolakan ini membuat harga dirinya terluka.


Cruz menyelesaikan syutingnya hari itu tanpa kesalahan, dia mempunyai misi yaitu menunggu Noa di Café milik Ran. Siapa tahu Noa akan muncul di sana dn Cruz bisa menangkap gadis itu.


Tetapi Noa tidak pernah muncul lagi di sana. Berkali-kali Cruz menunggunya tapi tidak pernah bertemu Noa . Sepertinya Noa tahu bahaya sedang mengintainya.


“ Ran, aku ingin bertanya padamu”, Suatu malam Cruz mulai mengorek informasi dari Ran tentang Noa.


“ Apa ? ”, Ran menanggapi.


“ Noa itu bekerja di mana? ”, Cruz bertanya dengan wajah yang seperti tidak peduli tapi sebenarnya sangat penasaran.


“ Noa? Noa temanku?”, Ran memastikan .


“ Ya, temanmu yang muntah di bajuku”, jawab Cruz tenang.


“ Dia bekerja sebagai seorang penulis, sepertinya di bawah bimbingan Editor Ying. Apa nama kantornya? Aku lupa”, Ran menjelaskan.


“ Ya betul. Noa adalah penulis dari buku genre horror yang sudah di angkat jadi film. Apa judulnya ya? Rumah Kaca? Rumah marmot?”, Ran berusaha mengingat.


“ Rumah Kaca Berdarah?”, Cruz menerka.


“ Ya itu. Yang booming banget waktu itu”, Ran mengiyakan lalu meneguk minumannya.


Itu adalah film yang di tolak Cruz, karena pada saat itu Cruz sedang mengalami masa-masa terpuruk karena depresi dan terberat dalam hidupnya.


“ Noa tinggal di mana?”, Cruz bertanya lagi.


Ran menatap Cruz. “ Untuk apa kau bertanya? Kau menyukainya? “, Ran menyelidiki.


“ Aku hanya ada sedikit keperluan dengannya “, Cruz menjawab salah tingkah.


Ran mengangguk. “ Cruz dengar. Noa adalah wanita yang baik. Jangan macam-macam dengannya. Dia berbeda dari gadis kebanyakan. Walaupun kau sahabatku jika kau memiliki niat buruk pada Noa, aku akan marah padamu”, Ran memberi peringatan dengan serius.


Cruz tertegun sejenak, kata-kata Ran telak mengenai hatinya.

__ADS_1


“ Hah, aku tidak memiliki niat apa-apa padanya. Aku hanya memiliki sedikit keperluan dan lagi dia lebih cocok menjadi teman. Dia bukan tiepku”, Cruz berbohong denga lancar.


“ Baguslah. Kau ingin bertemu dengannya?”, Ran bertanya lagi.


“ Ya, ada yang harus aku kembalikan”, Cruz tidak sepenuhnya berbohong karena salah satu anting milik Noa ada padanya. Pihak hotel menghubunginya untuk mengembalikan anting yang tertinggal itu.


“ Sabtu depan datanglah ke makan malam ulang tahun pernikahanku. Aku hanya mengundang kau, Noa dan Jim”, undang Ran.


Sepertinya alam semesta berpihak pada Cruz, dia tersenyum dan menjawab mantap. “ Aku akan datang. Pasti datang. Tapi bisakah kau merahasiakan dari Noa bahwa kau mengudangku?”, Cruz meminta tolong.


“ Kenapa? Kalian memiliki masalah?”, Ran curiga.


“ Tidak. Hanya saja aku ingin memberikan surprise kepada sahabat baruku”, Cruz tersenyum lalu meneguk habis minuman di gelasnya.


“ Baiklah, akan ku lakukan”, Ran menyetujui tanpa menaruh curiga lagi.


Cruz tersenyum menatap gelasnya. ’ Akhirnya hari penghakiman akan datang Noa, beraninya gadis biasa sepertimu mengabaikanku. Aku tidak pernah di tolak seumur hidupku, setiap wanita selalu menatapku dengan rasa ingin memiliki. Dan kau datang memuntahi baju dan mobilku, menciumku bukan karena menginginkanku tetapi karena gigiku trelihat seperti permen di matamu, lalu kau menolak panggilan telponku, belum cukup juga kau dengan berani membuatku menunggumu membalas pesanku. Harga diriku terluka karena semua perbuatanmu. Akan ku balas jika bertemu denganmu Noa, awas saja’, batin Cruz berbicara dengan penuh dendam.


***


Cruz menghabiskan hari-harinya dengan penuh semangat. Entah karena dia memang sedang bersemangat mencari uang atau karena menunggu hari pembalasan kepada Noa.


Cruz memandang foto profil Noa, gambar Noa tampak belakang memamerkan punggung mulusnya. Punggung yang sudah Cruz lihat secara langsung dengan kedua matanya. Bayangan lengkukan tubuh Noa malam itu terpatri dengan jelas dalam ingatan Cruz. Setiap mengingat kejadian itu darah Cruz berdesir pelan, Cruz sadar betul bahwa saat itu dia menginginkan Noa dalam pelukannya. Bahkan sampai saat ini beberapa kali dia masih memikirkan dan menginginkan gadis itu. Dan ini cukup menganggu Cruz.


Tapi dengan segala kekuatan Cruz menekan hasrat kebinatangan dalam dirinya itu. Cruz menghebuskan nafas berulang-ulang. Letu yang duduk di sebelah Cruz di dalam pesawat sampai terheran-heran.


“ Kau sedang sakit?”, Letu bertanya.


“ Tidak. Cuma saat ini darahku sering berdesir dengan sendirinya, Jantungku berdegup sangat cepat dan beberapa kali rasanya aku seperti merasa bukan superstar ”, Jelas Cruz asal.


Letu menyipitkan matanya berusaha menyimpulkan penyakit apa yang sedang di derita artis di bawah asuhannya ini.


“ Kau di marahi ibumu karena membeli barang tidak berguna lagi?”, Letu menebak.


Cruz menatap Letu dengan malas lalu berkata “ Tidak kita memang tidak cocok, hanya kak Tan yang mengerti aku. Kakak tidak pengertian”,Cruz mengomel membuat Letu menggaruk kepalanya sendiri melihat keanehan Cruz.


***

__ADS_1


__ADS_2