My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Ada Apa?


__ADS_3

" Cruz, penguntit itu sudah di tangkap", Letu berbisik pada Cruz saat mereka berada diClub malam.


" Baguslah. Aku bisa bernafas lega sekarang", Cruz menjawab sambil melihat Letu dengan perasaan lega.


"Aku juga. Waah aku sampai tidak bisa tidur karena kejadian ini", Letu mengeluh kepada Cruz.


Pada dasarnya Letu merasa bersalah pada Cruz karena kejadian ini. Letu merasa dia gagal melindungi artisnya, apalagi Cruz mengalami gangguan kecemasan yang parah.


" Apa kakak sudah memberitahu Noa?", Cruz bertanya sambil menatap Noa yang sedang mengobrol bersama Joy. Mereka baru bertemu tapi sudah banyak mengobrol.


" Belum. Akan ku sampaikan nanti", jawab Letu.


" Tidak, jangan. Jangan beritahu dia. Biarkan saja seperti ini", cegah Cruz.


" Kau yakin? Bukannya kau tidak suka jika tinggal bersama orang lain?", tanya Letu.


" Aku yakin dan aku tidak keberatan jika itu Noa ", Cruz tersenyum dan di jawab dengan anggukan setuju dari Letu.


Loco, Lucas, Jay dan beberapa teman Cruz datang. Mereka saling bertegur sapa dan bercanda. Jay adalah yang paling pendiam di antara yang lain, dia datang untuk mendukung artisnya saat melakukan performa.


" Di mana Noa?", tanya Jay pada Cruz.


" Untuk apa kau mencari Noa?", Cruz menyipitkan mata.


Jay tertawa keras " Aku ingin memberikan selamat karena dia sudah berhasil membuatmu pusing", kata Jay lalu tertawa lagi.


Cruz berdecak " Ck... Kak Tan memang ember ya".


" Bagaimana rasanya di buat pusing?"Jay bertanya.


"Aku suka", Cruz menjawab sambil tersenyum mambuat Jay memukul bahunya pelan.


"Kejar saja jika suka", kata Jay.


" Aku harus pelan-pelan, dia bukan tipe yang akan langsung luluh jika kita memberikan dia kartu nama kita", kata Cruz merujuk pada nama superstarnya.


Jay mengangguk " Kau benar, sepertinya dia hanya bisa di taklukan dengan ketulusan" , jawab Jay.


Seseorang menepuk pundak Jay pelan, Jay berbalik dan menemukan July ada di sana bersama temannya.


" Hai kak Jay, Hai Al", July menyapa.


" Hai July", Jay menjawab. Sedangkan Cruz hanya tersenyum sedikit.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan di sini?", tanya Jay pada July.


" Aku sedang bersenang-senang bersama temanku. Kak Jay lupa aku berulang tahun hari ini", kata July.


" Oh, selamat ulang tahun", Jay menyelamati July.


July tersenyum senang dan menunggu Cruz mengucapkan juga. Jay menyenggol lengan Cruz dengan sikuny agar peka dan memberi ucapan selamat.


" Selamat ualng tahun", Cruz berbicara terpaksa.


" Terima kasih", July senang. " Aku ingin mengajak kalian untuk bergabung dengan kami", tawar July.


" Ahhh... Emmm aku sepertinya belum bisa July. Aku di sini untuk keperluan manajemen", tolak Jay halus. "Mungkin Cruz bisa pergi", Jay mendorong Cruz ke dalam jebakan yang tadi baru dia lalui.


"Tidak bisa. Aku sibuk. Sorry", Cruz menolak mentah-mentah membuat Jay sedikit melotot.


' si ****** ini, basa basi dulu kek', Jay memaki Cruz di dalam hati.


Raut wajah July berubah kecewa, tapi dia tidak patah arang. July mengaitkan lengannya dengan manja kepada Cruz.


" Al, padahal aku pengen kamu gabung di party aku malam ini", July bermanja-manja seperti dulu.


Cruz menepis tangan July tanpa perasaan. " Maaf aku tidak bisa, aku sibuk. Pergilah bersama CEOku ini", Cruz tersenyum pada Jay kembali menjebak Jay.


" Tapi aku maunya sama kamu", July merengek manja sambil mengandeng lagi lengan Cruz.


" Jay, aku duluan", Cruz berkata kepada Jay.


" Oke, nanti main PS di kantorku ya", Jay mengiyakan.


July meraih tangan kanan Cruz "Al, mau ke mana?", tahan July cemas karena Cruz mengabaikannya.


Cruz melepaskan tangan July dari tangannya. " Aku sibuk. Sana mainlah sama Jay", Cruz tersenyum hambar lalu berlari kecil ke arah Noa dan Joy.


July menatap Cruz marah, Bagaimana tidak Cruz langsung merangkul leher Noa tanpa beban. Tapi saat July memegang tangannya, Cruz selalu menolak.


" Lupakan saja July. Jangan membuat dirimu susah karena keinginanmu sendiri", Jay menasehati. " kau tau kan Cruz tidak akan pernah merubah keputusannya. Seberapapun usahamu", Jay melanjutkan.


July menatap Jay " Aku juga begitu Jay. Jika menginginkan sesuatu akan aku dapatkan, bagaimanapun caranya". Setelah berkata begitu July pergi meninggalkan Jay.


***


Setelah performace Cruz dan teman-temannya selesai. Loco datang menghampiri Cruz dan lainnya.

__ADS_1


Saat ini waktu menunjukan jam 1 pagi. Lengan Cruz sedang di tarik-tarik pelan oleh Noa. Noa mengajak Cruz pulang karena harus mengerjakan sesuatu. Noa benar-benar tidak betah di keramaian seperti ini.


Kepulangan mereka tertunda karena Loco datang menghampiri mereka dan berbisik mengatakan sesuatu yang Noa tidak bisa dengar karena suara musik terlalu hingar bingar.


Tetapi Noa bisa melihat Wajah Loco sangat tegang dan ada kemarahan di sana. Mungkin karena di pengaruhi alkohol. Cruz langsung mengenggam tangan Noa membawanya ke arah Joy, Tan dan Nina. Saat itu Letu sedang pergi mengurus sesuatu.


" Noa, kamu di sini dulu sama mereka. Nanti aku menjemputmu. Aku keluar bentar sama Loco", Cruz berkata ke arah Noa. " Joy titip ya", lanjut Cruz.


" Kamu mau ke mana?", Noa bertanya cemas sambil tetap memegang tangan Cruz. Noa tau ada yang tidak beres dengan situasi ini.


Cruz hanya tersenyum lalu berjalan keluar mengikuti temannya yang lain.


"Kak mereka mau ke mana?", Noa bertanya ke arah Tan dan Nina.


" Mereka ada urusan di luar Noa", Joy membantu menjawab. Karena yang di tanya pun sama bingungnya dengan Noa.


" Nina, cepat telpon Letu. Ada yang tidak beres dengan artisnya.


Nina mengambil ponsel dan segera menelpon Letu. Pada deringan ke tiga Letu mengangkat telpon.


" Ya ada apa? Aku sedang menyetir mobil", jawab Letu.


" Cepat datang, sepertinya ada masalah di sini", Nina memberitahukan Letu.


" Baiklah aku segera ke sana", Letu menjawab dari sebrang telpon lalu mematikan sambungan.


" Aku akan ke luar memastikan", Kata Joy.


" aku ikut", Noa berdiri.


" Kami juga ikut", Tan mengikuti dari belakang bersama Nina.


Ke empat wanita itu berjalan keluar Club melanggar larangan yang sudah ditetapkan oleh Cruz tadi.


"Joy, apa mereka sedang melakukan sesuatu yang buruk?", tanya Noa.


" Sepertinya terjadi sesuatu di luar. Mungkin mereka bertengkar dengan seseorang", jawab Joy.


"Sepertinya, tadi wajah Loco sangat tegang", Nina ikut nimbrung.


" Berarti ini masalah kekasihnya. Dia tidak akan ribut dengan orang lain kalau bukan karena kekasihnya", Joy menimpali.


" Tapi aku memang tidak melihat Kim samasekali, mungkin dia pergi sebelum Loco selesai perform", Tan menambahkan.

__ADS_1


Noa tampak sangat cemas. Dia belum terbiasa dengan situasi seperti ini. Tapi jika benar mereka berkelahi, Noa akan menjewer telinga Cruz. Karena berkelahi itu tidak baik, begitu pikir Noa.


***


__ADS_2