My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Hanya Aku Seorang


__ADS_3

Cruz turun dari mobilnya dan menghampiri Brook. Noa tidak terlihat.


" Di mana dia?", tanya Brook cemas.


" Di dalam mobilku", jawab Brook. " Ternyata kau benar-benar menyukainya sampai berlari seperti itu kemari", lanjut Brook sambil tersenyum.


" Yaa aku memang menyukainya. Terima kasih karena sudah menolongnya", kata cruz tulus.


"Ya untunglah dia duduk di depan mobilku. Bukan di depan mobil orang lain", kata Brook.


" Kau sendirian ke sini? " , tanya Cruz.


" Tidak, aku bersama manajerku. Kami baru selesai meeting dan sedang minum-minum. Noa berusaha membuka mobilku dan membuat kebisingan. Jangan biarkan dia minum sendirian", terang Brook.


Cruz mengangguk paham, lalu membuka pintu mobil dan membangunkan Noa yang sedang tidur di dalam mobil Brook.


" Noa ayo bangun", kata Cruz.


Noa membuka matanya dan melihat Cruz lalu nyengir.


" Waahh... Ayah Milli datang menjemputku. Terima kasih", Noa merangkul lengannya ke leher Cruz.


" Yaa... Aku datang menjemputmu tuan putri. Ayo bangun", kata Cruz lagi.


" Emmm.... Aku ngantuk", kata Noa lalu tidur di pelukan Cruz.


Akhirnya Cruz mengangkat Noa dan memindahkannya ke dalam mobilnya sendiri di bantu oleh Brook.


" Bro, aku dulan. Terima kasih karena sudah menjaganya", kata Cruz sekali lagi.


" Yaa, santai saja", Brook menjawab Cruz.


Cruz lalu meninggalkan parkiran itu dengan Noa yang terus mengoceh di kursi sampingnya.


" emmm... nyam ... Nyam....", Noa berbicara sambil menutup mata.


"Hah... Liat dia mulai mengunyah makanan lagi", Cruz menatap heran ke arah Noa.


" Aku suka permen... Permen... Aku suka Milli... Aku suka ayah Milli",Noa mengoceh-ngoceh sambil menutup matanya.


Cruz terpaku lalu tersenyum. " Siapa ayah Milli? ", tanya Cruz.


Noa menghela nafas " itu, Cruz.. aku suka.... ", Jawab Noa. " Tapi dia seperti bintang di langit. Aku takut jatuh", lanjut Noa.


Cruz terdiam, dia paham apa yang di katakan Noa. Sedikit kecewa, Cruz melajukan mobilnya menuju apartemen bukan ke rumah Noa.

__ADS_1


Sampai di apartemen Cruz membawa Noa dengan menggendongnya, lalu masuk ke dalam apartemen. Noa yang sudah setengah tertidur tidak bisa membantu sama sekali untuk bisa di tuntun berjalan.


Cruz meletakan Noa di atas kasur dan menatap Noa yang sudah tertidur itu. Cruz keluar kamar dan pergi mengambil minum untuk dirinya sendiri dan di berikan kepada Noa.


Cruz kembali dengan segelas air di tangannya dan terpaku di pintu karena menemukan Noa sedang menanggalkan bajunya satu persatu dengan menutup mata.


Kejadian yang lalu seperti terulang di depan matanya. Wajah Cruz memanas melihat bahu Noa yang bebas tanpa di tutupi apa-apa.


Lalu detik berikutnya Noa merangkak naik ke atas tempat tidur dan tertidur tanpa beban apapun.


Cruz menggengam erat gelas di tangannya untuk menahan hasrat dalam dirinya. Air yang semula ingin dia berikan pada Noa, langsung dinteguk begitu saja oleh Cruz untuk menenangkan dirinya sendiri.


" Gadis ini bagaimana bisa punya kebiasaan buruj begini? waahh.. Masih suka minum-minum sendiri. Kalau di culik orang bagaimana?", Cruz mengomel.


Dia menghampiri Noa dan memberikan selimut pada Noa. Menutupi Noa sampai leher.


Cruz mengangguk setelah sukses menutup Noa tanpa menyentuh gadis itu, dia lalu berjalan keluar kamar sambil mengucapkan mantra.


" Aku pria baik, aku pria baik, aku pria baik... Tidak boleh menyerang wanita mabuk", lalu Cruz menutup pintu kamar itu dan masuk ke dalam kamarnya sendiri.


***


Noa membuka matanya dan rasa pusing menyerang kepalanya. Mulutnya terasa kering dan matanya terasa sangat berat.


Noa melihat ke kiri dan ke kanan, ruangan baru yang tampak asing terlihat di hadapannya. Noa langsung terduduk dan sadar bahwa dia entah berada di mana dan semakin kaget karena hanya mengenakan baju dalam.


Noa mencari-cari tasnya dan tidak menemukan apapun di sana. Noa turun dari tempat tidur, menutupi badannya dengan selimut lalu memunguti bajunya satu-satu.


Pintu tiba-tiba terbuka membuat Noa kaget dan jatuh terduduk di pinggir tempat tidur sambil menarik erat selimutnya.


" Selamat pagi pemabuk. Apakah kau sudah sadar? ", tanya Cruz sinis.


" Cruz? bagaimana kau bisa membawaku pulang?", tanya Noa.


" Telepati. Sana mandi, kita akan pergi", kata Cruz.


" Ke mana?", tanya Noa.


" Bekerja. Kau harus membayar utangmu", Kata Cruz lalu menutup pintu.


Noa terbengong, bagaimana bisa dia bekerja dengan keadaan masih mabuk darat seperti itu.


Noa memakai pakaiannya dan berjalan keluar kamar untuk menemui Cruz.


Cruz menyodorkan air mineral ke depan wajah Noa dan dengan sekali teguk Noa menghabiskan air mineral itu.

__ADS_1


" Aku tidak membawa baju ganti dan lagi ya kepalaku masih pusing. Kamu kerja apa sih di akhir pekan?", Noa protes.


" Ada event yang harus aku hadiri. Untuk urusan baju tenang saja itu gampang", Cruz berkata sambil menatap Noa.


" Semalam, apa kau melihatku melakukan hal yang sama?", tanya Noa memastikan.


" Ya, aku melihat kau membuka bajumu", jawab Cruz.


Noa langsung terbatuk-batuk mendengar jawaban Cruz. Wajahnya tampak bersemu merah.


Cruz maju selangkah ke arah Noa dan berbisik " aku suka setiap melihat kupu-kupu birumu ", kata Cruz.


Noa terdiam di tempatnya tidak berani mengeluarkan suara.


" Tenang saja, aku memang menyukaimu tapi aku tidak akan memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerangmu. Aku lebih suka jika kau sadar dan memilih bersamaku", Cruz berkata jujur sambil merapihkan ujung rambut Noa yang menjuntai ke mana-mana.


Noa menghela nafas lega mendengar perkataan Cruz. Setidaknya Cruz tidak sebrengsek itu.


" Ada satu hal yang ingin ku tanyakan padamu Noa", Cruz melanjutkan.


" Ada apa? Kau ingik bertanya tentang apa?", jantung Noa berdebar cemas.


"Apa kau selalu seperti itu setiap mabuk?", Cruz bertanya.


" Selalu apa?", Noa kurang konek.


" Melepaskan bajumu", kata Cruz dalam jarak yang sangat dekat.


Noa sedikit tergagap. " Aku.. Mungkin... kadang aku merasa panas. Tapi aku selalu berada di rumah setiap mabuk. Cleo dan Ran selalu menghantarku pulang", jawab Noa.


" Apa orang lain pernah melihatmu seperti itu?", tanya Cruz.


" Hanya Cleo ", Noa menjawab yakin.


Noa tidak pernah melakukan hal seperti itu di hadapan orang lain. Hanya Cleo dan Cruz yang melihatnya seperti itu.


Cruz mengangguk paham mendengar pengakuan Noa, lalu dia maju selangkah lagi ke arah Noa. Membuat gadis itu mundur selangkah.


" Ingat perkataanku, mulai hari ini kau di larang minum-minum di luar rumah tanpa aku. Di larang menyentuh alkohol jika aku tidak berada di sampingmu. Kau hanya boleh mengkonsumsi alkohol jika bersamaku", Cruz memberikan peringatan.


Noa menatap Cruz lalu berkata " Kenapa aku harus menurut?".


Cruz tersenyum lalu menyentuh dagu Noa dengan jarinya " Karena aku tidak rela pria lain melihatmu seperti itu. Hanya aku seorang yang boleh".


***

__ADS_1


__ADS_2