My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Rencana Ulang Tahun July


__ADS_3

July menatap manajernya yang sedang menjelaskan tentang rencana mereka untuk merayakan ulang tahun July.


“ Tapi aku mau private party. Tidak mengundang banyak orang. Hanya orang terdekat kak”, pintah July sambil duduk bersandar dengab santai di kursinya.


“ Baiklah, 100 orang?”, manajernya memberikan usul.


“ 50 “, jawab July enteng.


“ Hanya 50?”, manajernya bingung mendengar jawaban spontan dari artisnya itu.


Ini seperti bukan July. Biasanya di momen seperti ini, July akan dengan senang hati mengundang banyak orang dan menajdikan dirinya sendiri sebagai pusat perhatian.


“ Ya..Hanya 50 orang, beberapa orang akan aku list. Sisanya kakak yang mengurus”, ujar July lalu berdiri menandakan meeting kecil itu sudah usai.


"Agendaku selanjutnya apa?", tanya July saat akan masuk ek dalam lift.


" Variety show masak memasak", jawab manajernya.


"Ck ah.. Merepotkan sekali. Setelah itu aku ingin ke salon", kata July.


" Ya, aku akan membuat janji dengan salonmu", kata manajer July.


Saat duduk di dalam mobil July terus berpikir, bagaimana cara yang baik agar Cruz bisa menjadi pasangannya saat pesta ulang tahun nanti.


July ingin semua yang hadir saat pesta itu melihat Cruz masih bersamanya. Karena gosip akan cepat memanas jika di sebarkan dari mulut ke mulut.


Saat July menemui Christian kemarin, July mengetahui bahwa Christian menyukai Noa. 


“ Ck, apa sih yang disukai oleh mereka dari gadis itu. Gadis kampung”, July ngedumel sendiri jika mengingat itu. 


Tiba-tiba muncul ide di dalam kepala July terkait pesta ulang tahunnya. July mengambil ponsel dan menelpon Tian, setelah cukup lama berdering akhirnya Tian mengangkat telpon.


“ Ada apa?”, suara Tian terdengar datar dan dingin.


“ Adikku sayang, kau sedang sibuk ya?”, July bertanya sambil tersenyum


“ Aku bukan adikmu, jangan pernah memanggilku seperti itu atau aku akan mencabut semua dukungan untuk karirmu”, Tian menjawab dingin dan ketus.


“ Baiklah, maafkan aku Tian. Jangan ketus seperti itu. Aku ingin mengundangmu ke ulang tahunku nanti”,kata July.


“ Aku menolak”, Tian langsung menjawab.


“ Dengarkan dulu. Aku juga mengundang Noa. Aku tahu kau sangat menyukai Noa, jadi bawalah Noa bersamamu ke pesta ulang tahunku”, kata July seperti memberi perintah.


“ Kenapa aku harus menuruti kemauanmu?”, Tian berkata tidak senang.


July menghembuskan nafasnya tidak sabar, ‘Dasar sumbu pendek’, maki July di dalam hati.

__ADS_1


“ Ini bukan hanya kemauanku tapi ini untuk mendukung kau bersama Noa. Coba pikirkan, kau menggandeng Noa, tunjukan padanya bahwa kau menyukainya. Semua orang akan tahu bahwa kalian adalah pasangan”, terang july.


 “ Pikirkan baik-baik tawaranku, sebelum aku menyebarkan undangan dan Cruz mengajaknya duluan. Lalu kau tidak akan punya kesempatan lagi terhadap Noa”, lanjut July lalu menutup telepon. 


“ Iss.. dasar sumbu pendek. Kau kira aku mau bersaudara denganmu”, July memaki pelan.


***


Tian duduk termenung memikirkan apa yang dikatakan oleh July. Saudara tirinya itu tidak pernah berubah, selalu melakukan segala cara untuk mendapatkan keinginannya. 


Hubungan Tian dan July tidak hangat seperti kebanyakan cerita drama tentang saudara tiri. Tian tidak pernah ingin menerima JUly dan ibunya sebagai keluarga, ada alasan di balik itu semua.


Ayah Tian berselingkuh dengan ibu July sejak ibu Tian masih hidup dan sakit-sakitan. Itulah mengapa Tian sangat tidak menyukai ayah dan istri barunya itu.


Tapi kali ini sepertinya dia harus sedikit lebih lembut pada July. Untuk mendapatkan hati Noa, Tian terpaksa harus mengikuti ide dari saudara tirinya itu.


Tian mengambil ponsel dan menelpon July.


“ Halo, kau sudah memutuskan?”, tanya July.


“ Sudah, aku akan mengikuti apa yang kau katakan. Hanya kali ini’, kata Tian.


“ Baguslah kau memang yang..”, belum selesai July menyelesaikan pujiannya, Tian sudah mematikan sambungan telepon.


“ Berisik”, kata Tian datar sambil menatap teleponnya.


Tian bangun dari kursinya dan berjalan keluar ruangan diikuti Daren di belakangnya.


“ Baik tuan”, jawab Daren lalu berjalan mendahului bosnya itu.


Tian mengambil ponsel dan menelpon Noa. “ Halo Noa, kamu sedang apa?”, tanya Tian tanpa basa basi.


“ Aku sedang bekerja. Ada apa?”, tanya Noa.


“ Di mana? kantor?”, tanya Tian.


“ Tidak, aku sedang mengikuti Cruz untuk promosi albumnya”, jawab Noa.


Tian menghentikan langkahnya mendengar nama Cruz disebut. “ jam berapa kamu selesai bekerja? Aku akan menjemputmu”, kata Tian.


“Emm.. mungkin jam 5 sore. Ada apa?”,tanya Noa lagi.


“ Aku ingin mengajakmu makan malam. Aku akan menjemputmu nanti, ada yang ingin kukatakan”, terang Tian.


“ Baiklah”, jawab Noa.


Tian menghembuskan nafasnya saat sambungan telepon terputus. Daren membukakan pintu untuk Tian.

__ADS_1


“ Perubahan rencana. Kita ke agenda selanjutnya saja”, perintah Tian pada Daren.


“ Baik pak”, jawab Daren.


***


Cruz menatap Noa yang sibuk dengan ponselnya. Tadi Cruz mengajak Noa untuk pergi bersamanya setelah kegiatan mereka selesai tetapi Noa mengatakan sudah memiliki janji. 


Cruz memutar otak memikirkan cara agar Noa bisa bersamanya. “ Kak Letu setelah ini ada kegiatan apa lagi?”, tanya Cruz.


“ Tidak ada. Apa kau mau ke studio?”, tanya Letu.


“ Tidak aku ingin istirahat”, Cruz melihat Noa yang menatapnya. “ Temani aku”, kata Cruz.


“ Tapi aku sudah ada janji?”, jawab Noa sedikit memalingkan wajahnya. Dadanya masih terus berdebar setiap menatap wajah Cruz.


“ Batalkan janji itu”, kata Cruz.


“ Tidak bisa, aku tidak enak”, kata Noa.


“ Aku sakit. Kau sebagai asistenku harus merawatku”, kata Cruz.


Noa terdiam, tidak kesal pada keinginan Cruz yang semena-mena ini. Noa hanya tidak paham. Jika Cruz menyukainya kenapa Cruz tidak mengajaknya bersama. Menggantung perasaan Noa seperti ini malah membuat Noa bingung.


“ Tidak, aku akan pergi. Aku tidak bisa merawatmu Cruz. Aku akan pergi menemui temanku”, Noa berkata tegas. Noa tidak ingin terlena lagi pada Cruz, jika Cruz hanya menginginkannya untuk bersenang-senang maka Noa akan mengubur perasaannya untuk Cruz.


“Baiklah jam kerjaku sudah selesai. Selamat istirahat”, Noa berubah Formal.


Cruz terdiam hanya menatap Noa yang turun dari mobilnya. Setelah kepergian Noa, Cruz masih termenung. Cruz merasa hatinya terluka karena Noa lebih memilih untuk bertemu Tian dibanding bersamanya. 


“ Kenapa dia menjadi formal?”, Letu bingung.


“ Aku tidak tahu. Apa dia sedang marah?”, tanya Cruz pada Letu.


“ Mungkin. Apa kau membuat kesalahan?”, Letu balik bertanya.


“ Sepertinya tidak”, jawab Cruz.


Letu ikut berpikir. “ Setelah kejadian kau pingsan apakah kau mempertegas tentang hubungan kalian?”, tanya Letu.


Cruz menggeleng dengan bodohnya. 


“ Ya jelas dia pergi dengan pria lain. Kau terlihat seperti playboy sekarang Cruz”,Letu menggelengkan kepalanya melihat Cruz yang seperti tidak berpengalaman.


Cruz menutup wajahnya dengan tangan,  sadar pada apa yang sedang terjadi. 


“ Haaahh”, Cruz menghela nafas.

__ADS_1


“ Dan terkait artikel kalian. Kau harus menjelaskannya pada Noa Cruz”, Letu mengingatkan.


***


__ADS_2