My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Tamu Tidak Terduga


__ADS_3

Noa terdiam saat Cruz menciumnya. Noa terlalu kaget untuk bereaksi akan tindakan Cruz.


Cruz menciumnya dengan lembut dan dalam. Pikiran Noa ingin menolak tindakan Cruz, tetapi tubuhnya menikmati ciuman itu membuat Noa tidak berdaya.


Semakin lama Cruz semakin dalam mencium Noa. Salah satu tangannya di tarik oleh Cruz dan Noa terpojok ke pintu mobil.


Noa bisa merasakan aroma alkohol mengalir masuk ke dalam mulutnya. Noa hampir kehabisan nafas saat Cruz lebih agresif dari itu.


" Hmmm... ", Noa berusaha mendorong Cruz menjauh.


Cruz melepaskan ciumannya dan beralih ke pundak Noa yang terbuka. Dress yang di pakai Noa sangat mendukung kegiatan mereka subuh itu.


Cruz mengigit pelan bahu Noa, membuat Noa menjerit kecil karena rasa sakit yang berbeda.


" Akh... Cruz ...ber..henti", Noa menjatuhkan wajahnya di bahu Cruz dengan nafas tesegal. Jika di lanjutkan Noa pasti akan jatuh karena pesona Cruz.


Cruz menghentikan aktifitasnya dari bahu Noa. Dia memejamkan matanya menahan diri untuk tidak menyerang Noa lebih dari ini.


Cruz lalu mencium leher Noa penuh sayang. Noa tetap membenamkan wajahnya pada dada Cruz.


Cruz menghela nafas " Kau marah ?", tanya Cruz.


" Aku malu. Wajahku panas karena malu. Jangan lihat aku", Noa membenamkan wajahnya erat-erat di dada Cruz.


Cruz tersenyum legah, mengira Noa akan menghajarnya. Cruz lalu mengelus rambut Noa penuh sayang. Lalu Cruz mengambil jaket dari kursi belakang dan menyelubungkannya di kepala Noa.


" Aku tidak akan menatapmu, sampai kamu mengijinkannya", kata Cruz.


Noa merapatkan jaket itu menutupi wajahnya sampai tidak ada bagian yang bisa terlihat oleh Cruz.


Cruz tertawa kecil melihat tingkah Noa, lalu melajukan mobilnya ke apartemen mereka. Cruz tidak tahu apakah ini tanda mereka berdamai atau masalah akan semakin runyam. Cruz tidak peduli, pokoknya dia hanya akan menunjukan perasaanya pada Noa sebelum terlambat.


***


Sampai di apartemen Noa langsung berlari masuk ke dalam kamarnya tanpa menengok ke belakang.


Cruz tersenyum melihat tingkah Noa yang seperti itu. Cruz mengetuk pintu kamae Noa pelan.


" Noa, Noa... Kamu gak mau ngucapin selamat tidur sama Milli?", Cruz mulai menggoda Noa.


Tidak ada jawaban dari kamar Noa. Cruz terdiam di depan pintu, rasanya seperti cintanyan sedang dingantung oleh Noa. Ingim rasanya Cruz menerobos masuk ke dalam kamar Noa dan menegaskan pada Noa bahwa dia ingin kejelasan tentang hubungan mereka itu.

__ADS_1


Tapi Noa tetap diam sampai keesokan harinya. Cruz terbangun karena memiliki jadwal padat sejak pagi. Cruz harus pergi keluar negri.


Sebelum pergi Cruz memandangi pintu kamar Noa yang belum terbuka. Cruz memgetuk pintu kamar itu, baru 2 ketukan Noa sudah membuka pintu.


Cruz kaget dan jadi salah tingkah begitu melihat Noa.' Apa Noa akan menghajarnya sekarang?', Cruz membatin.


" Hai, selamat pagi", Cruz menyapa canggung.


"Ya pagi ", Noa menjawab lebih canggung.


"Aku akan keluar negri untuk 2 hari. Jadi mungkin kamu akan sendirian di sini", Kata Cruz lagi.


Noa mengangguk paham. " Mungkin setelah kau kembali aku sudah memindahkan barang-barangku kembali ke rumah", kata Noa.


Hati Cruz mencelos, ingin rasanya dia menahan Noa tapi Cruz menekan keegoisannya itu.


" Maafkan aku yang sudah meninggalkanmu di party itu. Maafkan aku juga karena sudah membohongimu tentang penguntit itu", Cruz tulus meminta maaf.


Noa mengangguk paham " Ya. aku tidak marah lagi", jawab Noa.


"Dan. . . Untuk apa yang aku lakukan semalam padamu. Itu bukan karena alkohol. Aku ingin menunjukan perasaanku padamu. Aku menyukaimu bukan hanya sebagai sahabat. Aku tidak akan memaksamu menjawab sekarang tapi pikirkanlah selama aku pergi. Aku akan menagihnya saat kembali", kata Cruz pada Noa.


" Aku pergi dulu", pamit Cruz.


" Ya, hati-hati di jalan", jawab Noa.


Cruz mengangguk memandang Noa. Ingin rasanya memeluk wanita ini tapi Cruz menekan keinginannya. Cruz pergi meninggalkan Noa yang terdiam memandangi punggung Cruz menghilang di balik pintu.


***


Noa sedang membersihkan beberapa barang dan memasukannya ke dalam kardus. Noa menatap berkeliling ruangan dan menemukan kesunyian.


Secara tidak langsung, selama 3 bulan ini Noa mulai terbiasa dengan keberadaan Cruz di dekatnya.


" Meoong....", Mili hilir mudik di bawah kaki Noa.


" Kamu gak mau pindah? Tapi kita harus pulang Milli. Rumah kita bukan di sini", Noa mengelus kucing gendutnya itu.


" Meoong... Meoong....", Milli mengeong seperti mengerti.


Noa menghela nafas panjang."Aku juga suka tinggal bersamanya Milli. Tapi gak bisa, kalau ketahuan kita tinggal di sini. Media akan membuat skandal tentang Cruz. Kasihan nanti dia jadi susah. Jadi kita harus pulang ", lanjut Noa lagi.

__ADS_1


Noa berjalan ke ruang tamu untuk mengambil tasnya di ruang tamu. Noa memegang tasnya saat terdengar kunci pintu di buka dari luar.


" Ha? Cruz sudah pulang ya? Katanya dua hari", Noa heran.


Seorang wanita muda usia belasan masuk ke dalam rumah dengan wanita kisaran usia akhir 40an mengikuti di belakang.


Noa menatap mereka tidak berkedip. ' Apa mereka penguntit', Noa membatin.


Gadis remaja itu terkejut melihat Noa di ruang tamu. Mereka saling bertatap, sama-sama menaruh curiga.


" Oh halo, selamat siang", wanita yang lebih tua menyapa Noa sopan.


" Ya selamat siang. Maaf anda siapa?", tanya Noa.


" Mam, kita tidak salah masuk apartemen kan? Ini apartemen kak Jay kan ya?", Gadia remaja itu bertanya kepada ibunya dan Noa bersamaan.


" Ya benar. Maaf anda siapa?", tanya Noa.


"Perkenalkan nama saya Rini, saya ibu Cruz ", kata wanita itu ramah dan keibuan.


" Ibu Cruz?", Noa kaget. Saking kagetnya tas di tangannya jatuh ke lantai.


Gadis remaja itu mendekati Noa. " Kamu, kakak cantik yang satu program sama kakak ku kan?", tanya gadis itu.


Noa mengangguk gugup. ' Sialan Cruz, dia tidak bilang keluarganya akan datang ke sini. Tau begini aku bisa memakai baju lebih baik', Noa memaki di dalam hati. Saat ini Noa hanya memakai baju baby doll dan bando dengan telinga kucing di kepalanya. Bahkan Noa belum mandi.


"Meoong...", Milli mendekat.


" waaahhh ini si Milli ya? Milli yang gendut gemoy itu", Adik Cruz histeris melihat Milli. Langsung mengendong kucing gendut itu tanpa ba bi bu lagi.


" Kamu Noa ya? Wah.. Ayo kita duduk", ajak ibu Cruz. " Maklum tante sudah tua, tidak kuat berdiri lama-lama", katanya ramah.


" Yaa.. Silahkan duduk tante. Mau minum apa? Teh atau kopi? ", Noa menawarkan.


" Teh saja", jawab ibu Noa.


" Aku mau soda saja", kata adik Cruz. " Oh ya nama aku Tiara", adik Cruz memperkenalkan diri sambil terus menggendong Milli.


Noa tersenyum ramah. " Saya Noa, sahabat Cruz", Noa memperkenalkan diri malu-malu.


***

__ADS_1


__ADS_2