My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Siasat July


__ADS_3

Noa sedang berendam di dalam bathtub. Dia masih bisa merasakan sentuhan Cruz di tubuhnya. Rasanya ada yang berbeda, Cruz memperlakukannya dengan cara yang berbeda.


Menjaga Noa seperti porselen yang mudah retak, menyentuhnya dengan penuh kasih. Mencium setiap jengkal punggung Noa dengan rasa cinta yang belum pernah Noa rasakan sebelumnya.


Noa masih bisa merasakan aroma alkohol dan maskulin bercampur menjadi satu didalam kepalanya. Bagaimana jarinya menelusuri setiap jengkal perur Cruz yang menggoda.


Hangatnya ciuman Cruz membuat Noa mabuk kepayang, bahkan saat ini hanya dengan mengingatnya. Walaupun hanya sampai di sana dan Cruz pingsan, Noa tetap menyukai semua yang mereka lakukan.


Tetapi kenapa Cruz belum menghubunginya? Apakah dia belum sadar juga.


Apakah Noa harus menghubunginya lebih dulu, tapi apa yang harus Noa katakan?. ' Cruz kau pingsan semalam saat kita akan melakukan itu', Noa berpikir.


" Kau gila kalau mengatakan itu Noa", Noa menggelengkan kepalanya heran pada dirinya sendiri.


Tidak mungkin Cruz lupa soal semalam? Atau bisa pura-pura lupa karena alkohol.


Noa cemas memikirkan jika Cruz melakukan itu karena alkohol dan langsung melupakannya di pagi hari.


Dan sekarang hubungan seperti apa yang akan mereka jalani? Apakah mereka akan menjalin hubungan khusus atau hanya kembali seperti sebelumnya.


" Ah gak tau .. Pusing", Noa mengeluh sendiri lalu bergegas menyelesaikan ritual mandinya. Setelah itu kembali pada rurinitas duduk di depan laptop selama berjam-jam.


Yang pada akhirnya membuat Noa sedih adalah sampai siang Cruz tetap tidak menghubungi Noa sama sekali.


" Apa aku menghubunginya lebih dulu ya?", Noa menimbang-nimbang sambil melihat ponselnya.


Tiba-tiba telpon berdering, Noa sangat senang mengira itu adalah Cruz. Tetapi bukan seperti yang di harapkannya, yang menelpon adalah July.


" Hai July", Noa menjawab ceria.


" Hai Noa. Apa kau sibuk?", July bersuara dari sebrang telpon.


***


July menatap dirinya di cermin, wajahnya yang jelita terpantul di sana.


Manajer July datang menghampirinya. " July siang ini kau ada janji dengan siapa?",tanya manajernya.

__ADS_1


" Temanku. Aku ada janji dengan temanku namanya Noa", jawab July dengan senyum.


"Baiklah aku akan mengantarmu. Tapi Noa itu siapa ?kekasih Cruz yang baru itu? Kalian bersahabat?", Manajer July bertanya penasaran.


July tersenyum kecut. " Mereka hanya berteman", July mempertegas.


" Baiklah. Bersiaplah, syuting iklan kali ini sedikit berat. Setelah itu kau boleh makan sesuatu yang berat", kata manajernya kasihan pada July yang sudah melakukan diet ketat untuk projec ini.


"Terima kasih manajer", jawab July.


***


Noa duduk di cafe dekat CAIN Entertaiment. Dia terus menatap ke arah pintu masuk gedung besar itu berharap Cruz muncul di sana.


Tapi yang di tunggu tidak muncul-muncul. Hanya ada gambar besar wajah Cruz dengan video klip terbarunya dan beberapa artis CAIN entertaiment terus menghiasi layar berukuran 80x20 meter yang menempel di dinding itu.


" Hai Noa", July menghampiri Noa dan menegurnya dengan ramah.


Noa yang memang sedari tadi sibuk mencari sosok Cruz, tidak sadar bahwa July sudah sampai di cafe yang mereka janjikan.


" Hai...", Noa menjawab ramah.


" Ya tidak apa-apa. Aku juga baru datang", Noa sedikit berbohong untuk mengurangi rasa bersalah July.


Sebenarnya July sudah selesai sejak tadi, hanya saja July sengaja membuat Noa menunggunya. July tersenyum manis mendengar jawaban Noa.


" Ayo kita pesan makanan. Hari ini aku boleh makan enak jadi aku akan mentraktirmu", kata July ceria.


Noa mengangguk mengiyakan perkataan July, paham bahwa mereka pasti di minta untuk diet dan memakan makanan yang sudah di tentukan.


Karena Cruz melakukan hal yang sama. Cruz selalu mengomel jika Noa memberikan sedikit makanan enak padanya saat mereka makan bersama. Dia selalu menolak dan mengatakan tidak boleh tapi terus mengunyah setiap Noa menyuapinya. Noa tersenyum mengingat tingkah laku Cruz itu.


July menatap Noa heran karena Noa tersenyum sendiri tapi mengabaikannya dan memesan spaggety dalam porsi besar, cola diet dan ice cream.


Mereka banyak mengobrol sampai tiba di saat July mulai menarik simpati Noa.


“ Noa ada sesuatu yang ingin kuceritakan padamu”, kata July dengan wajah sedih.

__ADS_1


“ Apa kau tahu bahwa aku adalah mantan Cruz?”, tanya July.


“ Kau mantan Cruz?”, Noa sedikit kaget dan mulai mengingat beberapa headline news yang mencatut nama model inisial J, ternyata adalah July. 


Banyak rumor yang beredar tentang mereka dan ternyata rumor itu benar adanya. Noa memaksakan diri untuk tersenyum.


“ Ya, apa yang ingin kau ceritakan padaku”, kata Noa. 


“ Aku senang kau berteman dengan Cruz karena aku tahu kau tidak akan jatuh cinta padanya. Dulu semua wanita yang dekat dan mengaku berteman dengan Cruz selalu jatuh cinta padanya. Aku tidak bisa mempercayai mereka saat berada di dekatku. Mereka hanya berusaha mencari informasi tentang Cruz”, July berkata dengan raut wajah sedih. 


“ Tapi aku senang bahwa yang bersamanya sekarang adalah kau. Aku yakin kau tidak akan jatuh cinta dengannya mengingat cerita Jay tentang kalian yang tidak cocok dan selalu bertengkar. Jadi aku percaya padamu untuk menceritakan ini”, July memegang tangan Noa dengan wajah yang sangat polos. 


Jantung Noa berdegup kencang. Rasanya seperti sedang mencuri barang milik orang lain. 


“ Ya… aku… “, Noa sedikit ragu.


“ Jadi aku akan menceritakan kepadamu rahasiaku. Rahasia aku dan Cruz”, kata July memotong perkataan Noa.


***


Noa duduk di dalam mobilnya cukup lama, merenung. Badannya sedikit bergetar mengingat perkataan July. Ada sedikit penyesalan di dalam kepalanya karena datang menemui July.


“ Noa aku dan Cruz bersama cukup lama. Cruz merintis karir lebih dulu, tapi kami tumbuh bersama di dunia entertain. Kami saling bergantung dan akhirnya bersama. Kami saling mencintai dan mengasihi. Aku masih bisa merasakan Cruz begitu mencintaiku saat itu”.


“ Suatu hari kami bertengkar. Pertengkaran hebat yang baru terjadi dalam hubungan kami, aku di jebak dan Cruz tidak mempercayaiku. Aku selalu berusaha menjelaskan pada Cruz tapi aku sudah kehilangan kepercayaannya”.


“ Aku tahu dia masih mencintaiku tapi rasa bencinya menutupi semua yang dia rasakan. Sekarang dia selalu bersikap dingin padaku. Hatiku sakit, sangat sakit”, July mulai terisak. 


Noa hanya bisa terdiam, tidak tahu penghiburan apa yang harus diberikan kepada July. 


“ Aku masih sangat mencintainya. Noa apakah kau bisa menolongku? aku mohon. Bantu aku kembali pada Cruz. Aku mohon padamu”, pintah July sambil menangis. 


Ponsel Noa bergetar menampilkan nama Cruz di sana. Noa hanya menatap ponsel itu tanpa mengangkatnya sama sekali.


Hatinya terasa perih karena sadar bahwa July secara tidak langsung sedang mengingatkannya, bahwa dunia Cruz dan Noa berbeda .


Mungkin Noa adalah pelarian bagi Cruz dan dengan bodohnya Noa menenggelamkan diri dalam perasaan itu. Noa menitikan air mata. Entah apa yang di tangisinya. Kebodohannya atau perasaannya pada Cruz.

__ADS_1


" Cruz apa yang harus aku lakukan dengan perasaanku? Aku masuk ke dalam air tenang yang kau suguhkan dan sekarang aku hampir tenggelam karenamu", Noa berkata sedih.


***


__ADS_2