
Noa menarik nafasnya sebelum turun dari mobil. Dia menatap keluar jendela mobil, tampak sebuah Club malam yang cukup terkenal tempat party ulang tahun itu diadakan. Noa lalu berpaling menatap Cruz.
“ Janji kamu tidak akan meninggalkanku seperti kemarin?”, Noa mengangkat kelingkingnya ke arah Cruz.
“ Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi sendirian”,Cruz menautkan jari kelingkingnya pada kelingking Noa.
“ Oke ayo turun”, ajak Cruz.
“ Tunggu.. sebentar… aku belum siap”, Noa menahan lengan Cruz.
Cruz kembali duduk di posisinya. “ Apa kau yakin aku harus ikut ke acara ini? aku kan tidak diundang”, kata Noa pada Cruz.
“ Joy mengundangmu. Dia melarangku datang jika aku tidak membawamu”, jawab Cruz.
Noa mengangguk mendengar jawaban Cruz.
“ Jadi ayo kita turun”, ajak Cruz lagi.
“ Tunggu Cruz”, Noa menahan tangan Cruz lagi.
“ Ada apa lagi?”, Cruz berkata sabar sambil menatap Noa.
“ Apakah aku terlihat cantik? atau aku terlihat norak?”, Noa bertanya dengan rasa cemas.
Cruz tersenyum lalu membelai wajah Noa dengan jari telunjuknya. “ Kau sangat cantik dan paling cantik di mataku. Jangan peduli dengan tatapan orang lain, lihat saja aku. Malam ini hanya ada kau dan aku”, Cruz berkata lembut.
Noa tersenyum dan mengangguk. “ Baiklah aku siap. Ayo kita pergi”, ajak Noa.
Cruz tersenyum lalu mereka turun dari mobil dan bergandengan tangan masuk ke dalam tempat party itu.
***
Sampai di dalam Club tampak suasana yang ramai hingar bingar. Banyak wajah Famous yang Noa lihat di TV ada di sana. Para artis pengiat media sosial juga berada di sana.
Cruz terus menggenggam tangan Noa agar gadis itu tidak terpisah darinya. Tidak peduli pada tatapan semua orang yang ada di sana. Sedangkan Noa malah merasa gerah di tatap seperti itu oleh orang-orang di sekelilingnya.
“ Yo, Joy. Happy birthday”, Cruz memeluk Joy dengan sebelah tangannya.
“ Waah.. akhirnya datang juga. Terima kasih ucapan dan kadonya”, Joy menatap Cruz girang, lalu berpaling kepada Noa. “ Kakak juga datang, wah makasih ya kadonya”, kata Joy langsung memeluk Noa.
“ Happy birthday Joy. Semoga makin cantik dan makin sukses”, doa Noa untuk Joy.
“ Amiinnnn”, Joy menjawab.
“ Jadi dimana para CAIN?”, tanya Cruz.
Joy menunjuk ke sisi lain ruangan, disana berkumpul banyak artis bukan hanya yang berada di bawah agensi Jay tapi juga dari agensi lain.
“ Bergabunglah di sana dan nikmati pestanya”, kata Joy sambil mengedipkan matanya padaku memberi kode bersenang-senang.
Noa tersenyum ringan dan Cruz membawaku ke tempat yang ditunjuk Joy.
__ADS_1
Sampai di sana Cruz menegur banyak sekali temannya dan yang membuat Noa nyaman adalah Cruz tidak melepaskannya sama sekali.
Malah sekarang Cruz mengganti posisi mereka dengan Noa berdiri didepannya dan Cruz menjaganya dari belakang.
Brook sedikit menunduk dan bebricara kepada Noa di tengah kebisingan lagu yang hingar bingar.
" Nona pemabuk, apakah kau sudah bangun?", kata Brook dengan senyum jahil di wajahnya.
Noa tersenyum malu. " Tolong rahasiakan itu. Terima kasih karena sudah menjagaku kemarin", Noa berkata tulus.
" Santai saja. Cruz adalah saudaraku, aku akan menjaga sesuatu yang berharga baginya", jawab Brook memberi kode bahwa Cruz suka pada Noa.
Noa hanya tersenyum mendengar perkataan Brook. Mereka lalu minum dengan memainkan beberapa game.
Beberapa kali Noa kalah dan harus minum setiap gelas yang di berikan.
Cruz beberapa kali juga mengambil minuman Noa untuk menjadi tamengnya, membuat teman-teman Cruz bersorak jahil.
Wajah Noa bersemu merah karena perlakuan Cruz. Karena efek minuman yang di minum Noa membuat dadanya terasa panas.
" Berhenti saja kalau kau sudah tidaj kuat", kata Cruz.
" Ya, aku ingin berhenti saja", bisik Noa pada Cruz.
Cruz mendudukan Noa di sofa dekatnya. Dan melanjutkan permainan mereka.
dari sebranh ruangan July terus memperhatikan pergerakan Noa dan Cruz. Lalu berjalan ke arah toilet saat Noa pergi ke toilet.
" Cle, kau si sebelah mana?", tanya Noa.
" Aku dan Ran udah di dalam club kok. Gak kedengeran, nanti telpon lagi ya", kata Cleo lalu sambungan telpon terputus.
July masuk dan berpura-pura kaget berteme Noa.
" Hai Noa, kamu datang juga ke sini?",tanya July.
" Hai July, Ya aku bersama Cruz", jawab Noa ramah. ' Gila, dia cantik banget', Noa membatin.
" Oh ya? Aku tidak melihatmu tadi", jawab July. " Noa boleh aku minta nomormu?", tanya July.
Noa kaget, bagaimna bisa seorang artis meminta nomor orang biasa sepertinya.
" Kita kan berteman, aku ingin menjadi lebih akrab denganmu", kata July.
" Ya boleh, mari kita berteman lebih akrab", Noa menjawab lalu memberikan nomor ponselnya pada July.
July lalu menelpon ke nomor Noa. " Itu nomorku. Simpan ya", kata July.
" Ya ", Noa menjawab ceria.
" Yuk balik, acaranya bakal di mulai", kata July mengandeng tangan Noa.
__ADS_1
Noa tersenyum lalu mereka berjalan beriringan kembali ke tempat Cruz tadi berada.
Melihat Noa kembali bersama July membuat senyum di wajah Cruz sedikit memudar. July langsung mengandeng tangan Cruz dengan manja.
" Al, kamu sudah datang dari tadi ya? Aku bertemu Noa di toilet jadi kami bersama ke sini", kata July do telinga Cruz.
Cruz hanya tersenyum sedikit dan berbicara pada Noa. " Jagan pergi lagi, duduk saja di dekatku", kata Cruz.
Noa mengangguk mengiyakan. July yang di abaikan merasa kesal karena perlakuan Cruz itu.
" Hei July ayo minum", Lucas menyerahkan segelas kecil minuman pada July.
July tersenyum manis. "Emm aku baru sembuh sakit bagaimana ini?", jawab July sambil melihat ke arah Cruz.
Cruz yang cuek dan tidak peduli malah sibuk menegak minumannya sendiri.
" Hei Cruz minum ini untuk July", Lucas menyondorkan pada Cruz.
" Tidak, kau saja yang minum. Aku tidak kuat lagi", Cruz menolak membuat wajah July memerah.
Melihat situasi yang tidak kondusif seperti itu Jay mengambil gelas dari tangan Lucas dan menegaknya.
" Sudah, kosong", Kata Jay lalu tersenyum penuh arti ke arah July. Seperti memberitahu bahwa ' jangan merusak mood orang lai karena tindakanmu'.
July tersenyum " terima kasih Jay", kata July berat.
Ran dan Cleo muncul membuat suasana kembali santai. July pergi meninggalkan area itu kembali ke kawanannya disebranh ruangan dengan hati dongkol. Misinya untuk menarik hati Cruz gagal total.
" Noa kamu kebanyakan minum ya", Cleo duduk di samping Noa.
"Ya, semalam aku minum banyak di tempat Ran dan sekarang minum lagi. Rasanya aku tobat sekarang", kata Noa dan membuat sahabatnya itu terkekeh.
" Mau segelas lagi?", tanya Cleo menyondorkan segelas minuman pada Noa.
" Tidak", jawab Noa.
Cruz datang dan membaringkan badannya di sebelah Noa juga.
"Ah sialan, mereka masukina apa ke minumannya", maki Cruz sambil menutup matanya.
" Hei Cruz, kau harus sadar. Kita tidak bisa pulang kalau kau mabuk", kata Noa.
" Wahh dia tepar", Cleo berkata sambil tertawa.
" Tidak bisa, besok dia ada kegiatan pagi. Sepertinya kami harus pulang", jawab Noa.
"aku baru sampai. Ayo minum sedikit", Cleo menyodorkan minuman ke arag Noa.
Pada akhirnya Noa menegak minuman itu dengan terpaksa.
***
__ADS_1