My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Foto Prawedding


__ADS_3

Pada akhirnya Noa pindah ke apartemen Cruz. Kamar mereka bersebrangan. Kamar yang Noa pakai adalah kamar yang di gunakan untuk keperluan syuting.


Noa melepaskan Mili dan memberikan makan pada kucing kesayangannya itu. Cruz memperhatikan pergerakan Noa yang sibuk ke sana kemari dengan bebat di tangan kirinya itu.


" Cruz, tolong aku dong", Noa memanggil dari dalam kamarnya.


" Ya. Ada apa?", Cruz menghampiri.


" Tolong bukakan kaleng makanan Mili dan tuangkan ke sini ", Noa menyerahkan sebuah kaleng makanan kepada Cruz.


"Oke", Cruz melakukan yang di minta Noa.


Setelah itu Noa mulai beberes lagi dan Cruz sibuk dengan PSnya.


Noa memanggil lagi " Cruz tolong aku", panggil Noa.


Cruz meletakan stik PSnya dan menghampiri Noa.


" Ya, ada apa?", tanya Cruz.


" Bantu aku pasangkan sprei kasur", Noa tersenyum.


" Oke", Cruz melakukan permintaan Noa.


Setelah itu melanjutkan bermain PS lagi. Tapi belum 5 menit Noa memanggil lagi.


" Cruz...tolong aku".


" Cruz sini deh".


" Cruz tolooong".


" Cruz.... Cruz... Cruz....".


Cruz menatap Noa yang tanpa rasa bersalah menyodorkan plastik berisi sampah ke arah Cruz.


" Tolong buangkan sampah ini", kata Noa


Cruz menatap plastik ukuran sedang di tangan Noa lalu tertawa kesal. " Kau bisa membuangnya sendiri Noa", kata Cruz heran pada kelakuan Noa yang dari tadi sibuk menyuruh-nyuruhnya.


" Tanganku sakit dan aku belum terbiasa dengan lingkungan apartemen ini. Ayo", kata Noa.

__ADS_1


" Tapi yang sakit hanya tangan kirimu bukan tangan kanan dan kakimu kan?", Cruz mulai kesal sadar Noa sedang mengerjainya.


" Tanganku sakit karena fans gilamu kan. Badanku juga sakit karena berguling dari tangga yang tinggi itu. Rasa sakitnya tidak bisa di deskripsikan. Jadi ayo tolong buang", Noa menyerahkan sampah itu kepada cruz yang mau tidak mau langsung di terima dengan lapang dada.


Cruz menggerutu kesal "Kenapa aku harus menurut sih".


Noa yang langsung mengambil posisi santai di sofa masih bisa mendengar omelan Cruz dan tersenyum senang karena berhasil mengusik musuhnya itu.


Sebenarnya Noa bisa melakukannya sendiri tapi melihat Cruz sepertinya sedang santai membuat Noa ingin mengerjainya malam-malam.


Saat Cruz kembali dari membuang sampah, Noa langsung menyodorkan sekaleng soda ke arah Cruz.


" Buka", pintah Noa tanpa kata tolong.


Cruz mendengus lalu menatap Noa kesal tapi masih melakukan yang di minta. Noa tersenyum sok manis ke arah Cruz dan di balas dengan senyuman penuh dendam dari Cruz.


Kejadian 'suruh suruh' ini masih berlangsung sampai hari berikutnya. Saat syuting dengan begitu manisnya Noa meminta Cruz mengupas buah untuk sarapan pagi Noa, membawakan beberapa barang Noa, termasuk hal remeh seperti Noa meminta Cruz membukakan pintu mobil untuknya.


Jika Cruz melotot ke arahnya maka Noa akan memasang wajah kesakitan sambil memeganh tangannya yang di bebat. Mau tidak mau Cruz menuruti permintaan Noa.


Betapa dongkol hati Cruz sepanjang hari ini dan lihat betapa bahagia wajah Noa melihat Cruz menahan omelannya karena banyak kamera.


Mereka lalu pergi untuk melakukan fitting gaun pengantin dan akan melakukan foto prawedding.


" Kau pasti tampak cantik dengan gaunmu", Cruz menenangkan Noa.


Noa mengangguk lalu mulai mencoba gaun yang sudah di siapkan oleh tim mereka. Cruz bertanya kepada karyawan butik " Berapa gaun yang di siapkan oleh Tim?", tanya Cruz.


"Sekitar 7 gaun pak Cruz", jawab karyawan itu sopan.


Cruz mengangguk paham, dia tentu saja sudah memikirkan pembalasan untuk Noa.


Cruz duduk di sofa menunggu Noa selesai memakai gaun di dalam tirai. Lalu tirai di buka dan Noa berdiri di sana dengan gaun putih yang membuatnya tampak bersinar dan menawan. Jantung Cruz berdengup kencang melihat Noa.


" Cruz, bagaimana menurutmu?", tanya Noa.


Cruz berdehem pelan menenangkan jantungnya. " Bagus tapi coba yang lain", jawab Cruz


Tiari di tutup lagi, Noa mencoba gaun keduanya.


" Bagaimana yang ini?", tanya Noa pada Cruz.

__ADS_1


" Emmmm.. Coba berputar", Cruz berlagak mengamati "Tidak, ganti", jawab Cruz sambil tersenyum.


Noa menghela nafas malas, belum sadar Cruz sedang mengerjainya.


" Bagaimana yang ini ", tirai di buka.


"emmmm .... No. Terlalu terbuka", jawab Cruz santai lalu mengambil majalah di atas meja.


Noa mulai tidak sabar ini sudah gaun ketiga dan Cruz dengan santainya menyuruh ganti. Noa mengganti bajunya dengan mengomel.


"Duh, kan susah pakai gaun begini. iss", omel Noa di balik tirai.


Tirai terbuka lagi. "Cruz ini bagaimana?", tanya Noa.


Cruz yang sedang membaca majalah hanya melirik sekilas lalu mengebaskan tangannya menyuruh ganti. Noa mengigit bibirnya mulai kesal, tangannya mulai terasa nyeri karena terlalu banyak di gerakan.


Noa menatap dirinya di cermin, mulai sadar bahwa Cruz sedang mengerjainya. Dia tidak mungkin mencak-mencak di depan kamera. Noa menarik nafas lalu menghembuskannya sampai kepalanya terasa dingin.


Tirai terbuka dan wajah Noa terlihat memaksakan diri tersenyum.


" Cruz ini gaun ke lima dan tanganku mulai sakit", Noa berbicara sok manis.


Cruz menatap Noa yang tersenyum penuh arti ke arahnya.


" Baiklah, sepertinya kau lebih cocok dengan gaun yang pertama. Kau pakai gaun yang pertama saja", kata Cruz singkat lalu berdiri meninggalkan Noa yang melotot ke arah Cruz . Noa menghela nafas menenangkan dirinya agar tidak berlari dan menendang punggung Cruz.


" haha... Ternyata gaun yang pertama ya. haha", Noa memaksakan dirinya tertawa. Di balik layar Letu memberi isyarat kepada Noa agar sabar dan tidak marah. Noa tersenyum kepadanya lalu tirai tertutup.


" Tunggu saja kau, iblis", Noa bergumam pada dirinya sendiri saat melepaskan gaunnya dengan susah payah.


***


Persiapan prawedding selesai. Noa berdandan dengan sangat cantik dan Cruz terlihat sangat menawan. Mereka melakukan foto prawedding tanpa kendala apapun.


Damar bebicara ke arah Letu. "Sepertinya mereka sering bertengkar ya?", tanya Damar curiga.


" Anggap saja mereka sedang membangun Chemistry produser", jawab Letu pasrah.


" Tapi cukup seru karena mereka berdua tanpa sadar mengemasnya dengan baik saat syuting. Aku kenal Noa, dia sebenarnya gadis yang baik tapi kau tahu di kepalanya ada batu yang harus di pecahkan", lanjut Damar.


Letu mengangguk paham. Satu hal yang Letu tau, hanya Noa yang mampu membuat Cruz melakukan hal yang tidak pernah dia lakukan. Dia bisa tertawa lebar bersama Noa, bisa marah-marah, mengomel, Cruz mengatakan dia mulai cukup tidur dan yang terbaru adalah dia cemburu.

__ADS_1


Letu tau Cruz cemburu jika Noa baik kepada orang lain. Tapi Letu hanya memperhatikan saja. Apapun yang terjadi, Letu akan membuat Cruz menemukan dirinya yang dulu. Mungkin awalnya Noa adalah sebuah kesalahan dalam karir Cruz yang menimbulkan skandal. Tetapi sekarang Noa adalah obat untuk hidup Cruz, mungkin Noa bisa membantu Cruz keluar dari depresinya. Letu sangat yakin dengan pengelihatannya terhadap Noa.


***


__ADS_2