My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Tian menyatakan Perang


__ADS_3

" Kenapa kau tidak mengangkat telponku?", Cruz berbisik pada Noa yang sedang syuting bersamanya.


" Aku sibuk", Noa beralasan.


" Jangan bohong padaku", kata Cruz.


" Aku tidak berbohong. Aku terlalu sibuk menghabiskan waktu dengan mengikutimu. Buku yang sedang aku tulis tidak tidak selesai", Noa menjawab tidak sepenuhnya berbohong karena editor Ying sudah mulai menagih tulisan yang di buat Noa.


"Baiklah, kapan kau ada waktu. Aku ingin bertemu dan bebicara denganmu. Hari ini?", tanya Cruz memaksa.


" Tidak bisa. Setelah syuting aku harus bekerja", jawab Noa.


Mereka berdua tampak kasak kusuk di tengah kegiatan syuting itu. Setelah itu semua proses syuting berjalan dengan lancar.


Selesai syuting, Noa benar-benar pergi meninggalkan Cruz tanpa mengatakan apapun. Permintaan July menjadi beban di hatinya. Ingin rasanya dia mengabaikan permintaan itu, tapi July terus menangis saat bertemu dengannya kemarin. Noa jadi tau seberapa besar cinta July pada Cruz. Rasa cinta yang tumbuh di hati Noa mungkin tidak bisa di bandingkan dengan rasa yang di miliki July.


Noa duduk di dalam mobilnya dan pergi untuk menemui Cleo. Saat ini dia patah hati, benar-benar patah hati.


***


Cruz duduk di sofa sambil melamun. Memikirkan kenapa Noa menghindarinya berhari-hari.


Apa Noa marah karena dia pingsan saat itu? Atau Noa menganggapnya aneh?


"Ah, bisa gila aku", Cruz membaringkan dirinya di sofa studio.


"Aku harus bagaimana agar bisa bertemu dengannya ya", Cruz memikirkan berbagai cara agar bisa menemui Noa dan membicarakan soal hubungan mereka.


Ponsel Cruz bergetar, Letu menelponnya. " Ya halo kak", jawab Letu.


" Cruz, Siang ini kamu ada jadwal meeting untuk syuting iklan makanan ringan", jelas Letu. "Aku akan menjemputmu, ke apartemen atau studio?", tanya Letu.


" Aku ada di studio kak. Aku akan pergi ke sana dengan mobilku, kita bertemu di sana saja. Tolong kirim alamatnya", jawab Cruz lalu memutuskam sambungan telepon.


Cruz bangun dari tidurnya dan bergegas pergi ke alamat yang di kirimkan Letu. Dan di sana dia cukup kaget karena bertemu dengan Christian. Ternyata Christian adalah CEO dari brand yang akan di iklankan oleh Cruz.


"Senang kau menerima tawaran perusahaanku", Christian menjabat tangan Cruz saat bertemu di lobby kantornya.


"Ya, tapi bukan aku yang menerimanya. Manajemenku", Cruz menjawab tenang.

__ADS_1


" Mumpung kita bertemu di sini aku ingin menanyakan sesuatu padamu di luar pekerjaan. Tidak mengurangi rasa profesionalku", Christian menatap Cruz lalu maju selangkah lebih dekat pada Cruz agar pembicaraan mereka lebih privasi.


Cruz menduga pertanyaan yang akan di berikan padanya adalah tentang Noa dan itu benar.


" Apakah kau memiliki hubungan khusus dengan Noa?", tanya Christian datar.


" Kenapa kau bertanya? Itu adalah urusan pribadiku", Cruz menjawab dingin.


" Aku bertanya, karena ingin memastikan bahwa kau dan Noa tidak memiliki ikatan khusus. Aku menyukai Noa sejak SMA hingga sekarang. Kali ini aku akan serius untuk mengejar dan mendapatkannya. Jadi baguslah jika kalian hanya berteman", Tian berkata sambil menyunggingkan sedikit senyum di sudut bibirnya.


Cruz yang mendengar perkataan Tian hanya bisa tertawa kecil.


" Baiklah, selamat bekerja", Tian tersenyum dan berjalan melewati Cruz.


Tapi langkah Tian berhenti saat Cruz berkata. " Hentikan usahamu karena itu akan menjadi sia-sia. Noa menyukai orang lain", terang Cruz tanpa berbalik menatap punggung Tian.


Tian berdiri diam beberapa saat lalu menjawab yakin dan pasti. " Keadaan bisa berubah kan? Begitu juga perasaan".


Setelah berkata begitu Tian pergi meninggalkan Cruz yang langsung berbalik menatap punggung Tian.


" Sial, dia benar-benar niat", maki Cruz pelan.


***


Setelah beberapa saat akhirnya Noa mengangkat telpon dari Cruz. " Halo Cruz".


" Noa, mari kita bertemu. Aku tidak ingin seperti ini", Cruz langsung bicara ke intinya.


" Baiklah. Aku akan menemuimu", jawab Noa.


" Kita bertemu di restoran X, aku harap kau tidak akan menghindariku lagi", kata Cruz sebelum menutup telponnya.


Noa menghembuskan nafasnya sedikit ragu. Saat bertemu Cleo kemarin, Noa menceritakan tentang perasaanya terhadap Cruz. Dan bagaimana July datang dan meminta pertolongannya.


" Kau harus memperjuangkan perasaanmu Noa. Yang benar saat ini adalah kau harus memikirkan tentang dirimu lebih dulu. July adalah masa lalu Cruz, mereka sudah selesai. Jika Cruz masih mencintainya mereka pasti sudah kembali sejak dulu. Ingat, pikirkan dirimu sendiri", Cleo berkata tegas.


Noa manggut-manggut di depan cermin riasnya. " Ya, aku akan memperjuangkan perasaanku lebih dulu pada Cruz. Aku menyukainya", Noa berkata pada dirinya sendiri.


Noa lalu berangkat ke tempat yang di janjikam Cruz padanya. Dia berdadan cantik lebih dari biasanya, tapi berusaha tetap natural.

__ADS_1


Noa mengemudikan mobilnya menuju restoran X. Sampai di sana dia memarkirkan mobilnya dan melihat cermin sekali lagi. Setelah yakin tidak ada yang kurang, barulah Noa turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran.


Cruz sudah menunggu Noa di kursinya. Saat melihat Noa datang, Cruz tersenyum senang.


" Kau sudah datang", Cruz menyapa Noa sembari berdiri dan mempersiapkan kursi untuk Noa. Sisi manis Cruz keluar.


" Ya, maaf kalau kau menunggu terlalu lama", Noa lalu duduk di kursi itu.


" Tidak lama. Aku baru datang juga. Bagaimana kabarmu ? Kau lihai dalam menghindar dariku", ujar Cruz langsung ke intinya.


Noa terdiam, senyum kecil tersungging di sana. " Maafkan aku. Aku hanya bingung dengan situasi kita sekarang", Noa berkata jujur.


" Ah, malam itu. Aku menyesal karena pingsan", ujar Cruz yang membuat Noa lega.


Lega karena Cruz tidak mengatakan 'maafkan aku karena melakukan itu' , Noa senang karena Cruz menyukainya.


Noa mulai tersenyum malu lalu bertanya polos " Apa kau sakit kemarin?".


Cruz kaget dengan pertanyaan Noa, harga dirinya sebagai laki-laki seketika tercoreng.


" Tidak, aku sehat sangat sehat. Hah... Tapi karena minuman itu. Lucas menaruh sesuatu di minumannya, aku sampai menghanjarnya karena itu", kata Cruz dengan raut wajah kesal.


Noa tertawa mendengar perkataab Cruz. " Tapi aku senang bisa bersamamu malam itu", Noa berkata malu.


Cruz tersipu malu di hadapan Noa." wah minuman sialan itu", Cruz masih memaki pelan.


Noa tertawa memdengar perkataan Cruz. " Jadi kita mau makan apa sekarang?", Noa membuka buku menu lebih rileks.


" Apa saja yang kamu mau akan ku belikan. Termasuk restoran ini", kata Cruz sambil membuka buku menu.


Noa bergidik " Hm... sejak kapan kau menjadi gombal seperti ini?", tany Noa.


Cruz cengegesan. " Sejak jatuh cinta padamu", jawab Cruz.


Noa tersenyum riang, lalu memilih menu. Tiba-tiba seseorang muncul di hadapan mereka. Seseorang yang tidak di undang dan membuat hati Noa mencelos.


"Hai Al, Hai Noa", July menegur mereka berdua.


Cruz mengangkat wajahnya dan menatap July heran. Sama herannya seperti Noa.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan di sini?", tanya Cruz dingin.


***


__ADS_2