
Lokasi syuting berpindah ke dalam apartemen milik Jay yang sedang di tempati oleh Cruz. Sesuai dengan arahan PD dan Tim, Cruz dan Noa saling menunjukan barang kesayangan apa yang mereka bawa untuk tinggal bersama.
Noa dan Cruz masuk ke dalam apartemen dan menemukan bahwa sebagian rumah sudah di desain secantik mungkin. lebih cerah dari aslinya dan lebih nyaman untuk di lihat. Noa dan Cruz berkeliling untuk melihat dapur dan kamar mereka.
Noa menatap kamar itu seolah tidak percaya. Tanpa sadar Noa bertanya kepada Cruz.
" Apa kita akan tidur berdua di sini?", tanya Noa.
Cruz cukup kaget mendengar pertanyaan itu. " Ya, ini kamar kita nanti", jawab Cruz canggung.
Noa tersenyum sama canggungnya seperti Cruz. Cruz lalu mengajak Noa untuk duduk kembali di sofa ruang tamu.
" Sesuai perjanjian kita di telpon, aku membawa barang-barang yang aku sukai dari rumahku", kata Cruz lalu menarik sebuah koper kecil mendekat padanya.
" Aku juga membawa barang-barangku", Noa menarik koper kuning miliknya.
Mili yang baru saja di keluarkan dari tasnya berbaring manja di dekat kaki Cruz, sepertinya dia tidak merasa tertekan sama sekali dengan keadaan di sekelilingnya.
" Cruz sudah jam berapa ini?", tanya Noa.
" Jam 3 sore. Ada apa?", Cruz bertanya balik.
Noa cepat-cepat mengambil sesuatu dari saku tas milik Mili. " Jam camilan Mili", Noa mengeluarkan cemilan dan memberikannya pada Mili yang berbaring santai di bawah kaki Cruz.
Kucing gendut itu dengan santainya menjilati cemilan itu. Cruz dan para crew tersenyum melihat kelakuan imut kucing Noa. Sepertinya kucing Noa lebih cepat mendapat tempat di hati para crew.
Noa lalu membuka kopernya dan menunjukan beberapa barang kesayangannya. " Ini adalah Bola kristal salju pemberian Fansku, dari film kaca berdarah", kata Noa.
Cruz mengangguk menerima bola kristal itu dan memandanginya.
" Begini cara mainnya", Noa menggoyangkan bola kristal itu dan di dalam bola itu seperti terbentuk salju buatan yang mengelilingi 2 patung pasangan di dalamnya.
" Ini bola baseball dari ayahku. Ini adalah sabuk taekwondo saat aku memenangkan kompetisi untuk pertama kalinya. Lalu ini adalah koleksi anime one piece miliku. Ini Luffy, ini Nami, ini zoro, ini usop, ini robin dan ini chopper. Aku kekurangan dua anggota", Noa asik mengoceh pada Cruz yang memperhatikannya.
" Ini bonekaku dari kecil namanya xiu", Noa menunjukan boneka jerapah kecil dengan leher panjang itu pada Cruz.
Cruz mengangguk. Lalu Cruz membuka kopernya, mereka berdua sangat asik memperkenalkan barang milik masing-masing, sedikit lupa bahwa mereka tengah berada di area syuting.
" Aku juga punya barang dari kecil. Ini bantal yang selalu ku bawa ke mana-mana. Ini adalah baju basket dari salah satu pemain internasional MJ dan ini adalah yang paling ku sayang robot Gundam HGUC seri Gunpla. Aku merakitnya sendiri. Sebenarnya masih banyak tapi hanya ku bawa satu untuk ku perlihatkan padamu", Cruz berkata bangga sambil meletakan robot itu di atas meja.
Noa kagum pada robot gundam milik Cruz. " boleh aku pegang ?", tanya Noa.
" Boleh.. Lalu ini aku juga ba...", Cruz langsung terdiam. Noa terdiam. Ruangan tiba-tiba terasa sepi.
Perisai yang terpasang di tangan gundam itu lepas. Noa mengerjapkan matanya tidak percaya pada tangannya sendiri.
" Cruz.. Aku benar-benar tidak sengaja", kata Noa jujur. " Aku hanya ingin memegang tangannya dan dia terlepas", Noa menjelaskan takut.
Cruz bengong, tidak tau harus memberi respon apa. Letu tersenyum di balik layar. Bagaimana tidak, sudah lama Letu ingin memegang robot itu tapi tidak di perbolehkan oleh Cruz dan sekarang lihat wanita ini menghancurkannya hanya dengan sekali pegang.
__ADS_1
" Hahaha ... Tidak apa-apa akan ku perbaiki", Cruz berkata dengan senyum di paksakan. Kalau tidak ada kamera mungkin Cruz dan Noa sudah bergelut lagi.
" Akan ku perbaiki, aku bisa merangkai", Noa bersikeras karena rasa bersalah.
" Jang.....an", Cruz melarang tapi terlambat begitu Noa memasang perisainya tangan robot itu langsung copot. Noa menelan ludah melihat belahan robot di tangannya itu.
Noa menatap Cruz takut. ' Tamatlah riwayatku hari ini Tuhan. Duh Noa kenapa keras kepala sih", Noa membatin.
" Noa... hmmmm...", Cruz menggeram gemas. " letakan di meja", Cruz berkata berusaha lembut.
' Jika tidak ada kamera mungkin sekarang aku sudah mencubit pipimu itu Noa', Cruz membatin.
Noa dengan cepat meletakan robot gundam itu di atas meja dan duduk semanis mungkin. Cruz tersenyum berusaha memanjangkan sabar dan mulai melanjutkan penjelasannya.
" Aku juga membeli 2 gelas dan piring baru untuk kita", kata Cruz.
Noa melihat gelas yang di angkat oleh Cruz. Gelas couple dengan warna biru dan pink, memiliki corak yang sama dengan piring yang di beli Cruz.
" waahh ini cantik ", Noa melihat gelas bergambar wajah salah satu karakter anime jepang.
" Kau membelinya sendiri?", tanya Noa sambil memegang gelas itu.
" Ya.. Tentu saja", jawab Cruz santai. Seandainya Noa tau yang pergi membeli barang itu adalah Letu, mungkin Noa akan mencibirnya habis-habisan.
" Apa kau lapar?", tanya Noa.
" Ya.. ", Cruz menjawab.
" Kau bisa masak?", tanya Cruz.
" Tentu saja. Masakanku sangat enak", Noa lalu berdiri dan mengajak Cruz ke dapur.
Noa membuka kulkas dan menemukan crew sudah menyiapkan bahan makanan di sana. Noa mengambil daging ayam, telur ayam dan sayur-sayuran.
" Aku akan memasak sop ayam. Kau mau membantuku kan?", tantangan terselubung Noa pada Cruz.
" Ya, aku bisa mengoreng telur dan memasak nasi", jawab Cruz yakin.
" Kalau begitu bantu aku memasak nasi dan aku akan memotong ayam ", pintah Noa.
" Oke", Cruz menjawab. Sementara Noa memotong ayam menjadi beberapa bagian, Cruz sibuk dengan takaran berasnya. Setelah menaruh beras di dalam tempatnya Cruz lalu membuka sebotol besar air mineral untuk di tuangkan ke dalam tempat memasak beras itu. Melihat itu Noa langsung menegur.
" Apa yang mau kau lakukan?", tanya Noa di belakang Cruz.
" Memasak nasi", jawab Cruz yang siap menuangkan air mineral itu.
" Stop Cruz. Kau harus mencuci beras itu dulu", perintah Noa.
" Masa? Memangnya beras bisa di cuci?", Cruz bertanya bego.
__ADS_1
" Kapan terakhir kali kau memasak nasi?", Noa bertanya.
Cruz berpikir sejenak " kelas 3 SMP ".
Jawaban Cruz membuat Noa bengong dan semua crew yang ada di situ tertawa.
" Baiklah ikuti instruksiku ya", Noa memberi perintah. Noa mengajari Cruz cara menanak nasi. Setelah selesai Cruz tersenyum dan mengangguk-angguk ke arah kamera dengan bangga.
" Cruz bantu aku mengupas bawang ini", pintah Noa lagi.
Dengan sigap Cruz membantu Noa mengupas bawang. Air matanya mengalir deras saat mengupas bawang ke tiga. Noa memberikan Cruz cukup banyak bawang untuk di kupas.
" Kenapa sebanyak ini?", protes Cruz dengan aie mata menggenang di pelupuk matanya.
" Karena besok kita harus memasak lagi", jawab Noa santai. Padahal Noa ingin mengerjai Cruz habis-habisan.
" Sebentar ya", Cruz lalu pergi meninggalkan area dapur membuat para crew cemas, mereka mengira Cruz marah karena di suruh mengupas bawang. Noa yang memberi tugas malah terlihat santai-santai saja.
Beberapa menit kemudian Cruz kembali dengan menggunakan kacamata hitamnya. Noa yang melihatnya sampai tertawa terpikal-pikal.
" Aku tidak ingin menangis karena bawang Noa", jelas Cruz.
Akhirnya Noa menyerah dengan kelakuan Cruz. Setelah berkutat di dapur, mereka akhirnya bisa makan bersama. Cruz mengakui bahwa masakan Noa memang enak dan layak untuk di makan.
" Bagaimana rasanya?", tanya Noa.
" Emmm. . Enak", Cruz tersenyum.
" Sudah ku katakan aku pandai memasak", Noa berkata bangga.
" Tapi dapur menjadi sangat berantakan", kata Cruz melihat berkeliling. Dia begitu mencintai kebersihan.
" Aku ada ide. Bagaimana kalau kita bermain game, siapa yang menang dia bebas dari tugas mencuci piring dan membersihkan dapur", tawar Noa.
" Baiklah. Apa gamenya?", tanya Cruz.
Noa berdiri dan mengambil salah satu permainannya. "Ini adalah game buaya gigit, siapa yang tangannya tergigit dia harus mencuci piring", tantang Noa.
" Oke ", Cruz mengangguk setuju.
Mereka mulai bermain game dengan Crew yang ada di situ sebagai juri. Setelah pertarungan yang cukup sengit, Noa keluar sebagai pemenang.
Cruz menghela nafas panjang, di acara variety show seperti ini Cruz harus melakukan semuanya sendiri. Tidak boleh di bantu oleh manajer atau timnya.
"Cruz selamat membersihkan dapur ya. Semangat", Noa memberikan semangat menggunakan tangannya dan membentuk tanda hati. Puas juga hatinya membalas Cruz yang semena-mena padanya selama ini, ternyata tidak ada ruginya Noa mengikuti acara ini.
Noa lalu meninggalkan ruangan itu dengan Cruz yang berwajah cemberut dan mulai melakukan tugasnya.
Syuting selesai di akhiri dengan adegan Noa dan Cruz mengucapkan selamat malam dan tidur di kamar yang sudah di tentukan.
__ADS_1
***