
Cruz menatap tepat ke manik mata Noa. Gadis itu menatapnya dalam diam lalu dia bertanya polos.
" Apakah aku boleh jatuh cinta padamu ?", Noa bertanya sambil menatap Cruz.
" Tentu saja. Karena aku juga mencintaimu", jawab Juan lalu meraih dagu Noa dan menciumnya hangat dan dalam.
Noa menerima ciuman itu sambil menutup matanya. Cruz menciumnya dengan lembut dan penuh sayang. Setelah beberapa saat Cruz melepaskan ciumannya pada Noa, lalu menatap wanita yang membuatnya spaneng sepanjang minggu ini.
“ Kau adalah milikku, hanya untukku. Kau hanya boleh bersamaku karena kau akan menjadi milikku malam ini”, kata Cruz pada Noa.
Noa menatap Cruz, nafasnya sedikit memburu karena ciuman dari Cruz. “ Aku menyukaimu Cruz.. aku sangat menyukaimu”, kata Noa memainkan jarinya di dada Cruz.
Cruz tersenyum dan mulai mencium Noa, kali ini dengan penuh gairah. Noa mengikuti irama yang lebih bersemangat dari sebelumnya.
Cruz menuntun Noa menuju kamarnya sambil tetap mencium Noa. Saat menutup pintu kamarnya Cruz merobek gaun Noa dengan sekali tarikan dan terpampang dengan jelas lekuk tubuh Noa yang pernah di lewatkannya dulu.
Cruz mengecup leher Noa dan menggigit bahunya pelan.
“ Ah…”, Noa terkesiap karena gigitan kecil dibahunya. Cruz berlama-lama di bibir Noa, mel*matnya dengan lembut, mengigit dagu Noa dengan sayang.
Cruz membuka bajunya dan Noa dapat melihat perut sixpack milik Cruz. Noa memainkan jarinya di sana, mengabsen setiap inci perut itu dan menggigit bibirnya sendiri menahan keinginan untuk mencium perut itu.
“ Apakah susah mendapatkan perut berkotak ini?”, tanya Noa memainkan jarinya di sana.
“ Cukup sengsara. Tapi aku harus melakukannya”, jawab Cruz membelai rambut Noa penuh sayang. Posisi mereka masih berdiri di dekat tempat tidur.
“ Aku ingin menciumnya. Apakah boleh?”, Noa bertanya sambil menatap perut Cruz.
Cruz tersenyum penuh arti. “ Tentu saja sayang. Itu milikmu”, jawab Cruz tidak menyangka dengan permintaan itu.
Noa mulai berlutut dan mencium perut Cruz, merasakan otot perut itu di bibirnya. Noa mencium perut itu lalu naik sampai ke dada Cruz.
Cruz memejamkan matanya merasakan ciuman hangat dari mulut Noa, ada yang bergerak di bawah sana. Tidak sabar untuk keluar dari sarangnya dan mencicipi madu yang menggodanya saat ini.
“ Aku suka merasakan kulitmu di bibirku”, ujar Noa menatap wajah Cruz. Kata-kata yang dapat di artikan sebagai sebuah godaan untuk Cruz.
__ADS_1
Cruz membalas tatapan Noa dan langsung mencium wanitanya itu. Ciuman yang berbeda dari sebelumnya, ciuman penuh nafsu dan rasa sayang bercampur di sana.
Tangan Cruz menyusuri tulang punggung Noa sampai ke pinggang dan turun ke bokong Noa. Cruz meremas bokong Noa dengan salah satu tangannya membuat wanita itu tersenyum kecil dalam ciuman Cruz.
Tangan itu berpindah dari bokong ke paha Noa dan dua jarinya menyusuri bagian inti kewanitaan Noa dibalik pelindungnya dengan lembut.
Noa memejamkan matanya merasakan sentuhan itu. Kedua keindahannya menegang karena sentuhan Cruz.
Cruz meninggalkan daerah itu dan tangannya sibuk melepaskan pengait Noa. Benda antik itu terjatuh ke lantai dan Cruz di suguhkan dengan dua pemandangan indah yang membuatnya tersenyum senang.
Noa terdiam menatap Cruz sedikit malu. Cruz mencium belikat Noa dan menyusuri sampai ke puncak keindahan Noa. Sedikit memainkan lidahnya di puncak ranum berwarna pink itu.
“ Hmmmm…”, Noa sedikit bersuara tidak bisa menahan perlakuan Cruz pada benda keramatnya.
Cruz menenggelamkan diri di sana. Tangan kirinya menahan punggung Noa dan tangan kanannya memainkan inti Noa di bawah sana.
Noa menggigit bibirnya menikmati sentuhan Cruz sambil memeluk kepala pria yang sedang tenggelam di kedua keindahannya itu. Noa membenamkan wajahnya di rambut Cruz saat Cruz memainkan jemarinya di sana dengan lembut.
Cruz mengangkat wajahnya dan menatap wajah Noa yang menikmati sentuhan Cruz di balik pelindungnya, nafas Noa sedikit memburu saat Cruz menaikkan tempo sentuhannya.
“ You High, baby?”, bisik Cruz di pipi Noa.
“ Hmmm… “, jawab Noa terlena.” aah..”, badannya bergetar saat mencapai klimaksnya dan tubuhnya langsung lemas dalam pelukan Cruz.
Cruz tersenyum senang melihat Noa menikmati setiap sentuhannya. Cruz membaringkan Noa di atas tempat tidur. Noa mengatur nafasnya, dia polos tanpa menggunakan apapun.
Cruz membuka semua pakaian yang tersisa di badannya dan bergabung dengan Noa diatas tempat tidur. Cahaya remang-remang kamar itu tidak menutupi penglihatan mereka.
Hangatnya tubuh Noa begitu terasa saat Cruz menempel pada wanita itu. Cruz mencium Noa, mereka larut dalam gairah terdalam.
Cruz memasuki Noa membuat wanita itu menjerit kecil. Cruz merobek sesuatu di sana, tapi Cruz tidak memikirkan apapun lagi. Yang dia inginkan hanya Noa.
Noa selalu mendesah dan menjerit kecil di setiap hentakan yang diberikan oleh Cruz. Sedangkan Cruz terus mendengus kenikmatan karena permainan mereka.
Cruz membalik badan Noa untuk memunggunginya, bisa di lihat kupu-kupu kecil di pinggang Noa. Cruz mengelus lembut kupu-kupu itu dan mulai memasuki Noa lagi. Kali ini memainkan tempo yang lebih cepat.
__ADS_1
“ Cruz… mmmm… ah…”, Noa menarik ujung sprei karena rasa sakit dan nikmat yang datang bersamaan. Tubuh Noa bergetar hebat karena mencapai ******* untuk yang kesekian kalinya.
“ Cruz.. ah….”, Noa memanggil Cruz yang mencium punggungnya, tubuh Noa bergetar tidak bisa menahan lagi.
“ Arkh… sayang…”,Cruz hampir mencapai klimaksnya dan langsung melepaskan setiap tetesnya di dalam Noa.
“ Arkh…haaah.. ”, Cruz mengeluarkan suara baritonnya dengan puas, lalu dia ambruk diatas tubuh Noa.
Cruz memejamkan matanya dan memikirkan baru pertama kali merasakan nikmatnya bercinta karena rasa cinta itu sendiri, bukan semata karena hawa nafsu. Dan dengan berani Cruz tidak menggunakan pengaman apapun. Dia benar-benar mencintai Noa.
Cruz menggulingkan badannya ke samping Noa, Noa sedikit menggeliat karena rasa lelahnya. Noa tertidur dan Cruz memandanginya.
Cruz menarik Noa ke dalam pelukannya. Mereka sama-sama terlelap di atas kasur milik Cruz.
***
Noa terbangun dalam pelukan Cruz.
Noa menatap Cruz yang masih tertidur dengan nyenyaknya. Rasa sakit di sekitar selangkangannya mulai terasa.
Sebelumnya Noa pernah memiliki kekasih yang di cintainya, tapi pria itu bahkan tidak pernah menciumnya. Pria itu tidak ingin hubungan mereka di ketahui banyak orang. Ternyata karena dia memiliki hal yang lain yang harus di jaga.
Baru kali ini Noa melakukan hal ini bersama seorang pria. Pria yang benar-benar mencintainya.
Noa masih takut Cruz akan meninggalkannya jika Cruz bangun nanti. Noa menatap Cruz sedih lalu menepis pikiran itu. Noa bergerak bangun dari tidurnya dan menatap berkeliling kamar.
Baju mereka berdua bertebaran sampai ke pintu masuk. Noa menarik selimut tipis pelan-pelan untuk menutupi tubuhnya dan meninggalkan Cruz dengan selimut tebal. Cruz terlihat sangat nyenyak sampai tidak sadar Noa bangun.
Noa memunguti pakaian mereka dan menemukan gaunnya sudah robek dari atas sampai bawah.
" Wah, ganas sekali dia", ucap Noa menatap gaunnya.
Lalu Noa tersenyum mengingat malam yang mereka lewati tadi. Noa bahagia berada di pelukan Cruz.
***
__ADS_1