My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Apakah karena Noa?


__ADS_3

Noa menatap buku stampel miliknya. Masih banyak stampel yang di perlukan untuk melunasi utangnya pada Cruz.


Noa menyeruput jusnya dengan cepat, saat ini dia sedang menunggu Cleo datang untuk makan siang bersamanya. Yang di tunggu akhirnya nongol.


" Kenapa dengan wajah lesumu itu?", tanya Cleo.


" Aku kurang tidur" Noa menjawab lemas.


" Bagaimana program TVmu bersama Cruz?".


" Minggu ini berjalan lancar, tapi aku belum menontonnya. Sebenarnya aku takut respon dari penggemar Cruz", Terang Noa.


" Sebenarnya pada saat trailer program itu di rilis repsonnya memang kurang enak sih. Penggemarnya kecewa karena Cruz berpasangan bukan dari kalangan selebritis", Jelas Cleo pada sahabatnya itu. Cleo memaksa Ran dan Jim untuk membuat akun, lalu membangun fansbase untuk Noa.


" Ya aku membacanya. Makanya aku tidak mau menonton episod awal itu", kata Noa.


" Jangan salah. Responnya lumayan oke kok, walaupun tidak semua sih. Sebagaian kecilnya mulai suka kepadamu terutama saat adegan awakward kau merusak robot Cruz dan wawancaramu yang mengatakan robot itu harus di perbaiki di luar negri hahaha. Itu lucu", Cleo menertawakan Noa tanpa belas kasihan.


" Ck... Iya dia membuatku terlihat bodoh. Aku meminta Damar untuk mengedit bagian itu tapi dia mengatakan itu adalah yang paling lucu. Saat aku terlihat bodoh", Noa berdecak.


" Kau tidak bodoh kok hanya... Kurang pengetahuan", Cleo tertawa lagi.


" Diam kau", Noa memarahi sohibnya itu.


" Jadi, apa jantungmu tidak berdebar setiap bersama Cruz?", tanya Cleo


Noa memandamg Cleo dengan tatapan aneh. "Berdebar? Ya tentu saja, jantungku berdebar sangat kuat karena setiap kali aku bertemu dengannya dia selalu berhasil membuat emosiku naik sampai ke atas langit", Noa mulai mengomel lalu menyeruput jusnya lagi.


Alis Cleo bertaut. " Kok bisa? Cruz itu orangnya sangat cool loh, dia dingin banget kalau sama cewek yang mendekatinya", Cleo berkata heran.


" Cool apanya. Dia itu punya sindrom aneh tau gak", bisik Noa pada Cleo takut ada fans Cruz yang memdengar percakapan mereka.


"Oh ya, apa?", Cleo penasaran.

__ADS_1


" Sindrom superstar", Jawab Noa.


" Tapi dia memamg superstar kan !", Cleo tersenyum karena sahabatnya ini sepertinya sangat tidak menyukai Cruz.


" Bukan, maksudku sindrom superstar yang egois, merasa paling tampan, suka menyuruh-nyuruh, marah-marah dan suka seenak jidatnya", Noa berkata dengan berapi-api sudah lupa bahwa fans Cruz bisa mencabik-cabiknya karena mengatai idola mereka.


" Oh ya? Wah aku baru tau kepribadiannya yang itu", Cleo menanggapi Noa.


" Memang dia kan iblis, mukanya ada dua", maki Noa pelan.


Cleo tertawa " Beb, coba kamu berteman dengannya pelan-pelan. Mungkin dia hanya tidak bisa mengekpresikan perasaannya padamu. Perasaannya mempunyai teman baru", kata Cleo bijak.


" Ha? Kamu belain dia ya?", Noa ngambek.


" Bukan. Kalian berdua sahabatku. Tapi sejauh ini yang ku tahu Cruz tidak punya sahabat wanita lagi selain aku dan Tan. Akupun karena berstatus istri Ran. Makanya aku sedikit heran padanya saat dia terus menganggumu, mungkin dia hanya ingin berteman. Dia anak yang baik kok, siapa tau kalian cocok berteman", Nasihat Cleo.


Noa termenung ' Dia kan superstar, kenapa dia tidak bisa memilki teman? Aneh', Noa membatin.


" Jadi, kita mau pesan apa?", tanya Cleo


***


" Hai semuanya", July menyapa ramah.


" Hai July", Loco menjawab, sedangkan Gilli hanya tersenyum ramah.


" Hai Cruz, aku mau bicara sebentar sama kamu", July berkata kepada Cruz yang di sambut tatapan dingij dari Cruz.


" Tentang apa?", tanya Cruz masih tetap duduk di tempatnya.


" Bolehkan kita bicara berdua saja di luar?", July tersenyum kaku pada kedua teman Cruz.


" Bicara saja di sini. Mereka sahabatku", Terang Cruz malas.

__ADS_1


July terdiam lalu menatao Loco seolah meminta mereka pergi dari situ. Dengan berat hati Loco mengajak Gilli untuk pergi meninggalkan ruangan itu. Melihat itu Cruz hanya bisa tertawa kecil.


" Ada apa", Cruz berdiri. Merasa terganggu dengan kelakuan July


Juli menghela nafas panjang " Ayo kita balikan, aku tau kamu masih marah padaku. Aku bersalah Cruz, maafkan aku. Aku ingin kita bisa membangun hubungan yang lebih baik sekarang", July berkata dengan suara yang penuh harap dan sedih.


Mungkin pria lain yang mendengar suara July dan berdiri di hadapan July yang Jelita ini tidak akan mampu menolak permintaanya. Karena July memang sangat mempesona dan pandai berakting.


Tapi tidak bagi Cruz, sudah ada tembok besar yang dia bangun untuk membatasi perasaannya terhadap July. Malah mungkin perasaan itu sudah tidak ada sekarang.


" Apa kau menganggap kita sedang beramin rumah-rumahan?", tanya Cruz dingin.


" Tidak Cruz. Aku tau aku bersalah, saat itu aku masih terlalu muda dan merasa bahwa mimpi itu adalah segala-galanya. Maafkan aku yang meninggalkanmu Cruz. Aku tau kau masih menyimpan sedikit rasa untukku kan?", July berkata sedih, matanya mulai berkaca-kaca.


Dulu ini adalah cara yang ampuh untuk merayu Cruz, jika mereka bertengkar maka July akan menangis. Dengan air mata Cruz akan luluh padanya.


Cruz menatap July tanpa ekspresi. " July, tembok yang ku bangun di antara kita sudah sangat jelas, perasaan yang dulu ada sudah hilang bertahun-tahun ", Cruz menjelaskan dingin.


Cruz lalu meraih dagu July agar wanita itu menatap matanya " Sebelum kau melangkah keluar dari pintu rumahku, aku ingat kau pernah berkata. ' Cruz aku tidak mencintaimu lagi. Tolong lupakan semua tentang aku dan kisah kita'. Aku sudah melakukannya dengan baik July, aku bahkan bisa membuang rasa cintaku yang besar itu".


" Jadi jangan melakukan hal yang sia-sia sekarang July. Tidak perlu berusaha kembali padaku karena aku tidak akan kembali padamu", lanjut Cruz lagi.


July benar-benar menangis sekarang. Dia telah mengumpulkan keberaniannya dan merendahkan harga dirinya untuk meminta Cruz kembali. Tapi pengorbanannya sia-sia.


Dengan tidak peduli Cruz berbalik hendak keluar dari pintu saat July berkata " Apa semua ini karena wanita bernama Noa itu?".


Cruz berhenti lalu menghela napas panjang dan berkata. " Bukan urusanmu July. Aku harap kau tau batasanmu", Cruz berkata sedikit memperingati.


July tertawa kecil membuat Cruz tetap diam di tempatnya tanpa berbalik ke arah July lagi.


" Aku masih mencintaimu Cruz. Tidak ada yang lebih mengenalmu selain aku. Hanya aku yang benar-benar memahamimu, aku tau kau hanya masih amrah padaku sekarang kan? Aku akan menunggumu Cruz, menunggumu membuka hati padaku", July terisak.


Cruz berbalik dan menatap July dengan tatapan kasihan " Sudah ku katakan jangan melakukan hal yang sia-sia. Aku tidak menyukaimu lagi. Tidak ada perasaan yang tersisa untukmu July", Cruz tersenyum dingin lalu pergi meninggalkan July dengan air matanya.

__ADS_1


July menatap Cruz dengan penuh kemarahan " jika aku tidak bisa memilikimu lagi, maka wanita lainpun tidak Cruz", July berbicara pada dirinya sendiri.


***


__ADS_2