My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Perkelahian


__ADS_3

Saat mereka tiba di luar, mereka bisa menemukan Cruz dan beberapa temannya berkumpul di sana sambil merokok. Salah satunya Loco, dia terlihat gusar dan terus menatap ke arah sisi lain parkiran.


Yang menarik perhatian Noa adalah seorang wanita di sisi lain parkiran sedang bersama dengan seorang pria. Wanita itu putih, cantik dan tinggi, rambutnya panjang ujungnya di ikal. Sedangkan pria itu tampak masih muda seumuran Cruz.


Mereka seperti sedang bertengkar hebat dan sepertinya Cruz dan yang lainnya sedang menunggu sesuatu.


Melihat Noa dan rombongan tidak mengikuti perintahnya membuat Cruz sedikit tidak senang. Cruz menghampiri Noa.


" Kenapa keluar? Aku kan bilang di dalam saja", Cruz menatap Noa.


" Aku hanya cemas padamu ", Noa menjawab Cruz.


Cruz menghela nafas lalu tersenyum. " baiklah tetap di dekatku", Cruz menarik Noa kedekatnya.


" Ada apa sih?", Noa berbisik ke bahu Cruz.


"Ada cokelat", Cruz menjawab cuek.


" iss...", Noa mencubit lengan Cruz dengan kesal.


Cruz tersenyum karena Noa sepertinya mulai terbiasa dengan keberadaanya. Apakah ini sebuah kemajuan?


Tiba-tiba Loco menjatuhkan rokoknya dan berjalan menghampiri wanita di tengah parkiran yang ternyata adalah Kim. Kim adalah manajer sekaligus wanita yang di cintai Loco.


Belum sempat Loco sampai di dekat Kim, tangan pria yang bersamanya mendarat di pipi Kim. Bunyi plak cukup keras mengagetkan mereka semua. Noa dan Joy yang melihat itu dengan mata mereka terpekik kaget. Cruz menjatuhkan rokoknya.


" ck... Si bangsat itu membuat kita bekerja malam-malam", Gilli memaki.


Kim terjatuh tapi tidak tersungkur karena sebelah tanganya masih di pegang oleh pria itu. Pria itu menarik Kim kasar.


" Lepasin aku", Kim menangis sesegukan.


" Kenapa sih aku suka mancing emosi? ", Pria itu berteriak ke arah Kim yang menangis ketakutan.


Lapangan parkir itu tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa orang dan juga Cruz beserta teman-temannya. Tapi kejadian itu cukup menarik perhatian.


Loco berlari cepat ke arah Kim dan dengan cepat menangkap wanita kesayangannya itu, saat Pria yang bersamanya menarik tangan Kim agar berdiri dan mendorongnya ke tanah karena Kim tidak mau masuk ke dalam mobilnya.


Dengan refleks Noa dan Tan berlari menghampiri Kim untuk menolongnya juga, sedangkan Loco yang emosi langsung menyerang pria itu membabi buta. Kim menangis karena rasa sakit dan malu karena banyak yang menonton mereka.


Brook dan Cruz datang menahan Loco yang mengamuk.


" Bangsat, lepasin. Mati kau anjing", Loco mengumpat merontah-rontah.

__ADS_1


" Hei sudah Loco ... sudah ", Cruz menenangkan Loco yang kedua tangannya di kunci oleh Brook.


Sedangkan pria itu terjatuh ke aspal karena kaget di serang tiba-tiba.


" Oooh . . Ini manusia yang selalu Kim banggakan. Artis macam apa kau mengambil barang milik orang.. Kim itu milik saya dari awal. Saya yang biayai rumah sakit adiknya. Dia milik saya", Laki-laki itu berkata sombong sambil menyeka bibirnya yang berdarah.


Kim menangis di dalam pelukan Tan. Sepertinya dia tidak kuat berdiri karena terlalu syok dengan kejadian ini.


" Kau kira Kim barang yang bisa kau perlakukan seperti itu? Bangsat... lepasin. Sini kau anjing... ", Loco memberontak.


" Bangsat kau. kau tidak ada urusan sama saya dan kim.


Jangan ikut campur", pria itu membalas makian Loco.


Pria itu berpaling dari Loco yang di tarik oleh teman-temannya menjauh, dia melihat ke arah Noa dan Tan yang sedang berusaha membantu Kim berdiri.


" Manja banget kau. Cepet bangun, gak usah sok sakit. Ternyata kau ke sini senang-senang sama banyak laki-laki. Dasar *****", Pria itu menarik Kim dengan sangat kasar.


Noa yang emosi karena perkataan laki-laki itu tanpa sadar langsung mendaratkan sepatu teplek Kim yang dari tadi di pegangnya ke pipi laki-laki itu.


" Plaak".


Bunyi plak keras, membuat Cruz dan teman-temannya berbalik. Cruz melihat dengan sekuat tenaga Noa menendang laki-laki itu pada bagian perut sambil mengucapkan sesuatu yang Cruz dengar seperti kata sumpah serapah.


" Wow..", Gilli dan Loco berkata bersamaan mendengar Noa memaki.


Cruz melepaskan pegangannya pada Loco karena tau Noa dalam bahaya karena pria itu berdiri dan menatap Noa dengan penuh kemarahan


Dengan cepat pria itu berdiri dan berusaha menggapai Noa yang sudah bersiap dengan kuda-kudanya. Pria itu maju dan Noa menendang lagi di bagian dada pria itu.


Pria itu memegang dadanya lalu berdiri dan dalam jarak cukup dekat dia menarik Noa dan menampar wajah Noa.


Noa yang sedang menolong membantu Tan untuk membawa Kim ke arah Loco tidak siap dengan serangan itu, Noa terjatuh ke atas aspal. Joy dan Tan memekik histeris melihat Noa tersungkur di aspal.


Melihat kejadian itu jantung Cruz rasanya hampir copot. Nina berlari ke arah Noa untuk menolong sedangkan Cruz berlari ke arah pria itu dan dengan cepat Cruz sudah menghantam wajah pria itu tanpa ampun.


Amukan Cruz membuat Loco terdiam. Belum pernah dia melihat Cruz semarah itu. Gilli berusaha menghentikan Cruz tetapi Loco diam saja.


" Bangsat kau. Dasar biadap ", Cruz masih memukul pria itu bertubi-tubi, pria itu berteriak kesakitan.


Brook dan Gilli menarik Cruz sekuat tenaga.


" Gila makan apa sih kau, tenaganya kek banteng bangsat ", Brook menggerutu sambil menarik Cruz menjauh.

__ADS_1


" Lepas ", Cruz berusaha melepaskan pegangan Gilli.


Pria itu berdiri dan mengambil ponsel hendak menghubungi seseorang. Brook juga sibuk berteriak ke arah Joy agar menghubungi Letu.


Cruz mengusap pipinya yang sedikit berdarah lalu berjalan balik dan setegah berlari ke arah mobilnya dan membuka bagasi.


Loco berdiri di tempatnya menunggu. Cruz datang memegang 2 tongkat baseball yang selalu dia bawa ke mana-mana di mobilnya. Salah satunya dia lempar ke arah Loco yang di tangkap dengan sempurna.


Gilli ribut menyuruh semua wanita masuk ke dalam mobil.


" Masuk... masuk cepet ... kalian pulang duluan ",Nina langsung mengambil alih kemudi dan menginjak gas meninggalkan keributan itu.


***


Cruz mengayunkan tongkat baseballnya ke sana kemari. Pria Kim yang belakangan di ketahui bernama Tony sibuk berbicara di ponsel. Sepertinya sedang meminta bantuan kepada temannya.


Melihat Loco dan Cruz memegang tongkat baseball dan berjalan ke arahnya, secara refleks dia langsung berlari menjauh dari mobilnya.


" Artis gila. Psikopat kalian semua", Tony berteriak sambil berlari menjauh.


Cruz mulai menghantam kaca mobil samping pria itu diikuti Loco yang menghancurkan spion dan kaca depan mobil.


Setelah semuanya hancur Loco mengeluarkan rokok dan korek, memberikan 1 batang rokok ke Cruz.


Mereka berdua merokok sambil menunggu apakah ada lagi yang akan datang menyerang. Lucas duduk di cap mobil yang hancur itu sedangkan Loco berjongkok di bawahnya dengan di tahan tongkat baseball di tangan yang lain. Sampai rokok habis tidak ada satu orangpun yang datang lagi.


Brook, Gilli dan Jim hanya memperhatikan mereka dari Jauh.


Letu yang baru datang setengah berlari ke arah mereka dan langsung menghampiri Cruz dan Loco.


Cruz menyerahkan tongakat baseballnya ke Letu yang hanya bisa mengjela nafas.


" Maaf kak, sepertinya kakak tidak bisa tidur malam lagi dengan tenang", Cruz berkata sedikit menyesal ke arah Letu.


Letu melihat ke arah mereka berdua seperti seorang kakak yang sedih melihat adiknya yang di pukuli.


" Gimana perasaan kalian sekarang? lebih baik?", Letu bertanya tulus.


Cruz tidak menjawab, malah berjalan pergi meninggalkan Letu dan Loco. Hatinya campur aduk, dia sudah pernah berjanji tidak akan melakukan hal brutal lagi.


Tapi melihat Noa di lukai depan matanya membuat hatinya sakit. Bagimana mungkin dia tidak hati-hati saat menjaga wanita itu. Cruz terlalu menganggap remeh keadaan.


Cruz masuk ke mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan parkiran Club itu, mencari Noa yang di bawa pergi Joy.

__ADS_1


***


__ADS_2