
Tan dengan heboh masuk ke dalam apartemen Cruz, 30 menit dari sekarang Cruz harus ikut pemotretan dan wawancara dengan sebuah majalah ternama. Lihat dengan cuek bebeknya Cruz masih tidur tanpa memasang alarm sama sekali. Betapa jengkelnya Tan.
Letu dan beberapa stafnya yang lain ikut masuk dengan membawa beberapa barang. Letu hanya menutup telinga saat Tan memulai keributannya dengan Cruz didalam kamar.
“ Banguunnn pemalass…. kau ada jadwal penting”, Tan menarik selimut Cruz.
“ Kakak aku ngantuk”, Cruz mengomel dengan suara keras.
“ Siapa suruh kau begadang tadi malam. Aku sudah suruh kau tidur cepat kan. Awas saja kalau wajahmu bengkak dan tidak layak di makeup. Aku akan menghajarmu”, Tan masih ngomel sambil membuka kopernya yang besar mencari-cari baju yang sudah di siapkan untuk Cruz.
Cruz masih tetap berbaring tengkurap di atas tempat tidurnya , tidak beranjak dari sana walaupun tanduk emosi sudah muncul di kepala Tan. Melihat itu Tan berjalan mendekati tempat tidur Cruz dan mengayunkan tangannya memukul bokong anak asuhnya itu. Hanya Tan yang boleh melakukan itu, bahkan Letupun tidak diperkenankan oleh Tan untuk memukul Cruz.
Bunyi Pletak keras mengagetkan staf yang sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu di tambah teriakan keras dari Cruz.
“ Arrrkkhhhh… sakiiiittttttt… iya aku bangun”.
Setelah suara itu berlalu semua kembali sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing seperti sudah maklum dengan pertengkaran yang seperti itu.
Beberapa saat kemudian Cruz sudah duduk di meja rias dengan wajah cemberut. Dia masih marah karena dipukul oleh Tan.
" Kau masih marah pada kakak? Jangan cemberut lagi nanti fotomu jadi jelek", kata Tan sambil memilih baju yang akan di pakai.
Cruz diam saja, wajahnya masih di tekuk. Tetapi begitu mendengar suara Noa di belakangnya, wajah Cruz langsung berubah ceria dan banyak senyum. Noa baru saja tiba di apartemen Cruz.
Cruz meminta Noa untuk datang melihat wawancaranya hari ini.
"Kau sudah datang ", Cruz melihat Noa dengan kegirangan.
" Ya, aku baru sampai", Noa tersenyum, lalu menegur Tan dan staf lainnya.
Letu datang dan berbicara dengan Cruz tentang isi dari wawancara yang akan di lakukan.
"Cruz jika mereka menanyakan tentang pacarmu, apa yang akan kau jawab?", tanya Letu.
Noa yang mendengar itu hanya terdiam di sebelah Cruz. Dia tahu wawancara ini sangat penting untuk Cruz, jadi jawabannya harus ' aku masih sendiri'. Tetapi jawaban Cruz malah membuat Noa tercengang.
" Aku akan menjawab kalau aku punya pacar", jawab Cruz cuek.
Letu terdiam, sudah menduga Cruz akan mengatakan hal itu. " Tidak, bisakah kau menjawab masih single? Kau sedang promosi album keluar negri, aku ingin tidak ada skandal", kata Letu.
Cruz melengos tidak setuju. " Aku tidak mau, aku tidak suka berbohong. Kenapa privasiku harus di atur", bantah Cruz.
__ADS_1
" Cruz kali ini saja", pintah Letu hati-hati. Letu tau jika dia memaksa dengan keras maka Cruz akan semakin keras kepala, jadi bicara dengan anak ini harus sabar dan pelan.
"Cruz... Lakukan apa yang di minta manajer. Jangan membuat kak Letu pusing", Noa berkata lembut sambil menatap Cruz.
“ Tapi aku tidak ingin berbohong Noa, itu sama saja dengan aku tidak mengakui keberadaanmu”, jawab Cruz tidak senang.
“ Manajer bisakah meninggalkan kami sebentar? aku akan berbicara dengan Cruz”, kata Noa kepada Letu.
Letu mengangguk setuju dan meninggalkan mereka berdua sendiri di dalam ruang tamu. Noa menatap wajah Cruz dan menggenggam tangan pacarnya itu.
“ Cruz dengarkan aku. Tidak menyebut tentangku di wawancara itu bukan berarti kau tidak mengakuiku. Yang aku butuhkan hanya kau menyadari hatimu untukku dan aku tahu kau adalah pacarku. Kita tidak perlu semua orang tahu, cukup hanya kita berdua saja itu sudah membuat bahagia”, kata Noa tenang sambil menatap mata Cruz.
Cruz membalas tatapan Noa dengan sedih. “ Baiklah, tapi kau harus tahu bahwa aku menyukaimu dengan sepenuh hatiku”, kata Cruz.
“ Ya, aku tahu Cruz”, Noa memeluk Cruz. Mereka berpelukan selama beberapa menit dan Noa melepaskan pelukannya saat Letu masuk dan mengajak mereka pergi ke tempat wawancara.
****
Noa duduk menatap ponselnya. Pagi ini Cleo mengirimkan sebuah link tautan berita untuknya. Noa dibuat membeku karena tautan berita itu berisi tentangnya, tentang Noa dan Tian.
Pengusaha C memiliki kekasih seorang penulis inisial N. Foto Noa saat pergi ke party bersama Tian , foto mereka saat di luar parkirkan restoran, foto saat mereka di mobil ketika pergi ke pantai juga terpampang di sana. Foto-foto itu terlihat sangat jelas.
Lalu berita lama tentang Noa dan Cruz yang sedang bertengkar di parkiran juga ada di sana, dengan judul Penulis N berselingkuh dari selebriti C, apakah ini cinta segitiga?
Beberapa komentar menanyakan siapa Noa, beberapa lagi mengatakan Noa wanita gampangan, beberapa lagi menuduhnya selingkuh dan mengatainya.
Noa hanya terduduk di sofa dan terdiam, menatap Milli yang sedang berbaring di tower kucing tanpa beban. Apa yang harus dilakukannya sekarang? apa Cruz akan marah karena portal berita ini.
Ponselnya berbunyi, Cleo menelpon. Noa hanya menatap ponsel itu sampai deringnya berhenti. Cleo menelpon sekali lagi, mau tidak mau Noa mengangkat telepon itu.
“ Ya, halo Cle”, jawab Noa.
“ Noa, kau baik-baik saja kan?”, tanya Cleo cemas.
“ Ya, aku baik-baik saja”, jawab Noa pura-pura ceria.
“ Aku cemas karena sepertinya komentar-komentar itu kurang bagus Noa”, kata Cleo.
“ Ya aku sudah membacanya Cle, tidak masalah. Aku baik-baik saja Cle”, jawa Noa meyakinkan Cleo, padahal hatinya tidak sebaik itu.
“ Noa, jika kau merasa tidak tenang jangan lupa hubungi aku”, kata Cleo.
__ADS_1
“ Terima kasih Cle, tapi aku baik-baik saja. Kau jangan cemas ya”, kata Noa lalu menutup sambungan telepon.
Telepon yang ditunggu Noa datang, Cruz menelpon Noa beberapa menit setelah Cleo menelpon. Noa ingin mengangkat telepon dari Cruz tapi ada keraguan di hatinya. Apa Cruz tau tentang berita itu? apa Cruz akan membencinya dan melihatnya dengan cara yang berbeda? Noa takut.
Pada akhirnya Noa tidak mengangkat telpon dari Cruz. Noa hanya terdiam duduk di sofa tidak berani membuka sosial media apapun. Cruz hanya menelpon Noa sebanyak dua kali, itu meyakinkan Noa akan besar kemungkinan Cruz marah padanya.
Yang tidak Noa duga adalah, di tengah malam pukul 2 pagi Cruz tiba di pintu rumahnya dengan sedikit bau alkohol di mulutnya.
“ Kenapa kau tidak mengangkat teleponku?”, tanya Cruz saat sudah berada di ruang tamu Noa.
NOa terdiam salah tingkah tidak bisa menjawab apapun. Dia takut Cruz belum membaca terkait berita itu.
“ Aku sudah membaca tentang berita itu”, kata Cruz seolah bisa membaca pikiran Noa.
Noa menelan ludahnya menunggu Cruz melanjutkan perkataannya.
“ Aku percaya padamu”, kata Cruz membuat Noa tertegun.
***
Sedikit cuplikan wawancara Cruz.
Presenter: Cruz apakah anda memmpunyai kekasih?
Cruz : ( terdiam sejenak).
Manajernya Letu dan Noa harap-harap cemas menunggu jawaban dari Cruz. Mereka tahu Cruz adalah si keras kepala yang susah di atur.
Cruz: Tidak. Hanya saja aku mempunyai seseorang yang aku suka.
Letu yang awalnya bernafas lega, menjadi sedikit kaget karena perkataan Cruz.
Presenter: Oh ya? Boleh berbagi dengan kami seperti apa pribadi gadis beruntung ini?
Cruz: (Menarik nafas sambil berpikir). Dia selalu menolakku dan kami sering tidak akur. Dia keras kepala seperti batu, jago taekwondo dan selalu menjawab sesukanya. Dia saat ini sedang suka membaca buku, judulnya Love is You dan sangat suka kucing.
Presenter: ( Heran) jadi kenapa kamu menyukainya jika pribadinya seperti itu?
Cruz: Aku menyukainya karena dia jujur, tidak berpura-pura memujaku. Dia adalah pribadi yang dewasa, berani dan mandiri. Dia selalu mendengarkan ceritaku. Memperlakukanku dengan tidak berlebihan dan mengajarkanku arti mencintai.
Presenter: ( tersenyum ) sepertinya dia memiliki sisi yang menyenangkan.
__ADS_1
Cruz: Ya betul dan bukan dia yang beruntung tetapi aku yang beruntung karena bisa mengenal dan menyukainya.
***