My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Jangan Ganggu Pacarku


__ADS_3

Noa tertegun mendengar pernyataan Tian. Rasanya suasana menjadi begitu canggung.


Tian masih menatap Noa dengan penuh harap. Berharap Noa memberikan jawaban yang dia inginkan. Berharap Noa menyukainya sama seperti dia menyukai Noa.


Bunyi air laut terdengar jelas, menjadi backsound suasana canggung di antara mereka.


" Tian, maafkan aku. Aku tidak bisa", jawab Noa masih sama seperti tadi.


Tian menunduk, dia sudah mengira Noa tidak akan mudah untuk di taklukan.


" Aku memiliki orang lain Tian", lanjut Noa berharap jawaban itu akan membuat Tian mundur.


"Aku tahu", jawab Tian cepat. " Tapi aku tetap menginginkanmu. Karena aku menyukaimu Noa", jawab Tian.


" Tapi... Aku tidak bisa. Maafkan aku", jawab Noa pasti.


Tian tersenyum, dia tahu gadis seperti Noa tidak bisa di paksa. Noa berbeda. Wanita lain mungkin akan terlena dengan uang dan perhiasan. Tetapi Noa, dia akan terlena dengan perhatian dan cinta yang tulus sebagai teman dan kekasih.


" Baiklah. Kalau begitu bolehkah aku menjadi sahabatmu?", tanya Tian.


Noa tersenyum ramah "Ya tentu, kita adalah sahabat", jawab Noa.


***


“Jadi apa yang Tian katakan padamu?”; tanya Cleo.


“ Dia menyatakan cintanya padaku”, jawab Noa sambil menatap Mili yang mondar mandir di bawah kakinya.


“ Serius? Wah gila. . . sejak kapan?”, tanya Cleo.


“ Sejak SMA”, jawab Noa lagi.


“ Nah… kan aku udah bilang, dia itu suka kamu Noa. Dia selalu melihat ke arah kamu terus kalau lagi ekstrakurikuler bareng”, teriak Cleo di telepon. 


“ Jangan keras-keras ngomongnya, nanti Ran dengar”, kata Noa. 


“ Oh iya maaf..maaf”, Cleo langsung sadar bahwa mereka sedang membicarakan hal yang rahasia. “ Apa kamu bimbang sekarang?”, tanya Cleo.


“ Tidak. Aku tidak bimbang, karena aku benar-benar menyukai Cruz. Hanya saja, aku jadi sedikit canggung padanya”, jawab Noa. “ Aku jadi berpikir, semua kebaikan yang dia berikan padaku itu karena dia menyukaiku Cle dan itu menjadi beban untukku “, curhat Noa.


“ Iya aku paham maksudmu Noa. Apa Cruz tau kau pergi bersama Tian kemarin?”, tanya Cleo.


“ Ya, aku sudah memberitahu Cruz dan aku merasa bersalah karena itu”, kata Noa.

__ADS_1


“ Bersalah kenapa?”, Cleo bingung.


“ Seharusnya aku dengar perkataannya. Tidak ada persahabatan di antara pria dan wanita. Tetapi aku bersikeras mengatakan bahwa kami hanya berteman dan perkataan Cruz terjadi”, kata Noa.


“ Sebenarnya Cruz memberitahumu karena kau kurang peka Noa. Kau selalu tidak menyadari jika ada pria yang menyukaimu. Kau hanya kurang peka”, kata Cleo.


“ Sepertinya memang begitu Cle”,Noa mengiyakan perkataan Cleo. 


“ Tapi apakah kau tau Tian pernah datang ke pemakaman ayahmu?”, tanya Cleo hati-hati.


Noa sedikit kaget. “ Tian datang ke pemakaman ayahku? Aku tidak bertemu dengannya”,jawab Noa. Tentu saja saat itu Noa sangat terguncang, air mata selalu membasahi pipinya. Noa tidak bisa memastikan siapa yang datang untuk berbagi duka bersamanya. 


“ Iya waktu itu kau terlalu syok untuk mengenal orang Noa. Aku yang menemui dan menyapanya saat itu dan aku sangat yakin saat itu aku melihat air mata di pipinya. Apa mungkin dia menangis saat itu?”, Cleo bertanya seperti pada dirinya sendiri.


Noa terdiam, tidak menyangka dengan apa yang baru dikatakan oleh Cleo. Apa Noa benar-benar tidak peka sampai tidak mengetahui Tian begitu memperhatikannya selama ini. 


***


Cruz mondar-mandir di ruangan Loco. Brook yang sejak tadi berusaha berlatih lirik yang merupakan bagiannya merasa terganggu dengan aktivitas Cruz itu. 


“ Cruz, tolong duduk. Apa ada cacing kremi di ususmu, sampai kau terus mondar mandir? aku tidak bisa konsentrasi”, Brook marah-marah. 


Tentu saja brook ngamuk, agenda mereka berkumpul di ruangan Loco adalah untuk membicarakan tentang comebacknya. Tetapi dua orang itu malah sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. 


“ Ada apa lagi dengan Noa?”, tanya Loco.


“ Ada pria lain yang mencoba merebutnya dariku”, jawab Cruz tanpa basa basi.


“ Hajar saja pria itu”, kata Loco sambil membalik kertas di tangannya.


“ Aku sedang merencanakan untuk menghajarnya”, jawab Cruz.


“ Siapa?”, tanya Brook penasaran.


“ Christian, CEO perusahaan G”, jawab Cruz sambil memejamkan matanya.


“ Bukannya kau BA mereka? kau bisa dituntut”, kata Brook kaget. 


“ Tapi aku ingin sekali memukul kepalanya, biar dia sadar bahwa Noa adalah pacarku”, kata Cruz bertekad.


“ Apa tanggapan Letu?”, tanya Loco tenang.


“ Dia mengatakan akan membunuhku dan membunuh dirinya sendiri jika aku merusak kontrak itu”, jawab Cruz kesal.

__ADS_1


Brook dan Loco tertawa mendengar jawaban manajer Cruz.


" Kalau begitu, lebih baik kau jaga Noa lebih ketat. Jangan sampai Tian menemukannya", kata Loco dengan tertawa tapi itu adalah nasihat serius darinya.


Cruz diam saja tidak menanggapi. Dia masih memikirkan bagaimana caranya agar bisa bertemu Tian segera mungkin. ***


Pada akhirnya Cruz bertemu Tian di sebuah acara amal yang diadakan oleh perusahaan milik Tian. Karena Cruz adalah BA dari perusahaan Tian maka Cruz harus menghadiri acara itu.


Setelah amal itu selesai, Cruz menghampiri Tian yang berdiri bersama asistennya. 


“ Bolehkah kita bicara sebentar pak CEO?”, tanya Cruz ramah.


“Ya Cruz.Terima kasih karena sudah meluangkan waktumu untuk menghadiri acara ini”, kata Tian.


“ Ya. Aku kesini juga karena ingin bertemu denganmu. Aku ingin membicarakan tentang Noa”, kata Cruz langsung ke intinya.


Tian menatap Cruz penuh arti. Suasana berubah menjadi tegang, mereka sama-sama tahu kemana arah pembicaraan ini. 


“ Ada apa dengan Noa?”, tanya Tian.


“ Aku keberatan karena kau mengajaknya pergi”, kata Cruz menatap tajam ke arah Tian.


“ Tapi Noa tidak keberatan. Semua keputusan adalah miliknya, Kau tidak memiliki hak untuk melarangnya”, kata Tian sama tenangnya seperti Cruz. 


Cruz tertawa pelan. “ Noa adalah gadis yang baik, dia akan merasa tidak enak hati jika menolak ajakanmu. Karena dia menganggapmu seorang sahabat”, kata Cruz. “ Tapi aku tahu niatmu berbeda, jadi berhentilah mengganggu pacarku ”, lanjut Cruz lagi.


Tian tertawa kecil, tertawa seperti mengejek. “ Apa kau takut Noa berpaling darimu dan jatuh dalam pelukanku?”, tanya Tian memprovokasi. “ Jangan cemas, itu memang tujuanku”.


Cruz tersenyum “ Pertemanan yang lama tidak menjamin kau akan memilikinya. Aku lebih mengenalnya daripada kau, jadi aku tahu kepada siapa dia jatuh hati. Jadi berhentilah”, kata Cruz dingin lalu berbalik meninggalkan Tian. 


Tian terdiam, perkataan Cruz memang benar. Tian terlalu mengandalkan pertemanannya dengan Noa yang telah terjalin lama. Padahal jika di pikirkan kembali, mungkin Noa tidak mengenalnya dan hanya Tian yang mengetahui segala sesuatu tentang Noa. Cintanya yang bertepuk sebelah tangan. 


Seharusnya dia membuat Noa lebih mengenalnya dulu, sebelum mengatakan dia menyukai Noa. Cruz membuatnya sadar, bukan untuk mundur tetapi memulai dengan langkah yang lebih pasti.  


“ Pak, apa perlu kita memutuskan kontrak dengan management merek?”, tanya asisten Tian.


“ Tidak. Jangan campur adukan masalah pribadi dan pekerjaan. Ini masalah pribadiku”, jawab Tian bijak.


“ Baik pak”.


***


 

__ADS_1


__ADS_2