My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Terusik


__ADS_3

Wawancara Cruz.


PD: Cruz bagaimana kesan pertamamu saat bertemu Noa?


Cruz: Aku senang saat melihatnya muncul di pintu cafe. Kesan pertamaku padanya adalah Noa gadis yang ceria. Karena dia langsung tersenyum padaku dan menyapaku ramah. Dan dia sangat manis seperti kucing.


PD: Apa kau marah karena Noa merusak Gundammu?


Cruz: Tidak! ( ....Hening...) Jika manajerku yang melakukannya mungkin aku sudah marah-marah (Tersenyum).


PD: Bagaimana masakan Noa?


Cruz: Enak... Hanya ku rasa kurang garam (jujur).


Wawancara Noa


PD: Noa Bagaimana kesan pertamamu bertemu Cruz?


Noa: Aku sedikit takjub karena bertemu seorang idol. Dia memang menawan dan sangat ramah. Dan dia banyak mengobrol ya hahaha.


PD: Bagaimana perasaanmu saat Gundam milik Cruz rusak?


Noa: Aku tidak sengaja. Aku benar-benar tidak sengaja. Aku merasa bersalah karena itu. Dia bilang harus memperbaikinya ke Jepang. (polos)


PD: ( tertawa) Apa kau tahu robot itu bisa di rangkai sendiri?


Noa: (Hening... Terlihat bodoh)... Haha begitu ya? Haha sepertinya dia sedang mengerjaiku. (dongkol)


***


July menatap layar ipadnya. Dia sedang melihat cuplikan promosi acara Couple Star yang sedang di ikuti oleh Cruz dan Noa.


Dengan kesal July menutup ipadnya dan melemparkan salah satu barang di atas meja ke arah dinding. Cruz terlihat senang di dalam video itu dan wanita kampungan itu beraninya merayu Cruz dengan berpura-pura polos.


" Wanita kampungan tidak tahu diri", July melihat kertas profil Noa di atas meja kerjanya. " aku akan mengajarimu di mana harusnya kau berada ", July meremas kertas itu dan melemparnya ke dalam tong sampah di sebelahnya.


Besok harinya.


July melangkah masuk ke area pemotretan. Cruz sudah duluan berada di sana. July tersenyum kecil pada dirinya sendiri karena melihat pujaan hatinya ada di sana.


" Hai Cruz kau sudah di sini rupanya", July menyapa Cruz yang sedang sibuk dengan ponselnya.


" Ya", Cruz menjawab singkat.


" Bagaimana syutingmu kemarin? Apa berjalan lancar?", tanya July duduk di sampingnya.

__ADS_1


" Ya begitulah", Cruz menjawab acuh tak acuh sambil terus menatap ponselnya.


July menghela nafas, dia kesal karena tidak bisa menarik perhatian Cruz. Dulu saat masih bersama, Cruz akan terus menatapnya jika mereka duduk sedekat ini. July ingin semua keadaan ini kembali seperti dulu. Mata July terus menatap Cruz.


" Cruz kau harus melakukan pemotretanmu lebih dulu",Letu memanggil Cruz.


Cruz langsung berdiri dan menyerahkan ponselnya pada Letu. " Noa akan ke sini, kakak tolong jemput dia di depan ya", kata Cruz pada Letu.


" Oke, aku akan menjemputnya", jawab Letu. Cruz lalu pergi ke area pemotretan.


" Kak Letu, apakah Noa adalah yang berpasangan dengan cruz di acara itu?", tanya July.


Letu tersenyum ramah " Ya July, kau benar", jawab Letu.


" Apa mereka seakrab itu?", July bertanya lagi.


Letu berpikir " Hmm... sepertinya mereka mulai akrab", Jawab Letu. " Bersiaplah, sebentar lagi giliranmu", Letu mengakhiri pembicaraan mereka.


July tersenyum pada Letu dengan ramah. Hanya Letu yang masih bersikap baik padanya setelah dia berpisah dari Cruz.


July masuk ke area pemotretan dan melakukan pemotretan dengan bergitu menawan.


Saat July sedang melakukan pemotretan bersama Cruz, dia bisa merasakan aura Cruz yang sangat dingin untuknya. Untuk menarik perhatian Cruz, July pura-pura sedikit limbung. Cruz menariknya agar tidak terjatuh. July tersenyum hangat.


" Terima kasih Cruz", kata July lembut.


" Bekerjalah secara profesional, jangan melakukan sesuatu yang tidak perlu".


July tersenyum kaku mendengar bisikan Cruz. Hatinya terasa sakit di perlakukan dingin oleh Cruz.


July lalu mengatur nafasanya agar lebih tenang lalu menoleh ke arah Cruz, tetapi Cruz sedang tersenyum pada seseorang di luar area pemotretan. July melihat ke arah yang sama dengan Cruz dan menemukan Noa berdiri di sana, di sebelah manjar dan stylist Cruz.


July menatap Noa datar, sepertinya wanita ini berhasil mengusik Cruz. July tidak pernah melihat Cruz tersenyum selebar itu pada wanita lain sejak berpisah darinya. Dan perubahan dari Cruz ini membuat hati July menjadi sangat tidak tenang.


Selama ini July merasa aman karena walaupun Cruz menolaknya, setidaknya Cruz tidak tertarik pada wanita lain lagi. Jadi July merasa masih memiliki banyak kesempatan yang terbuka untuk membuat Cruz kembali padanya. Dan sekarang wanita kampungan ini benar-benar merusak ketenangannya.


Saat break pemotretan July memperhatikan interaksi antara Cruz dan Noa. Mereka terlihat sangat akrab dan saat ini Noa sedang menyuapi Cruz dengan bekal yang di bawanya. Betapa panasnya hati July. Dengan penuh amarah July memalingkan wajahnya.


***


" Kau membawa yang ku suruh kan?", tanya Cruz pada Noa saat waktu break.


" Hmm", jawab Noa malas lalu memgeluarkan kotak bekal yang di bawanya.


Tadi pagi sebelum pemotretan Cruz menghubungi Noa dan membuat wanita itu mencak-mencak. Bagaimana tidak, Noa baru saja bisa tidur setelah menyelesaikan pekerjaannya dan tanpa ampun Cruz menganggunya.

__ADS_1


Begini kira-kira isi pesan itu.


Iblis: Bawakan aku sushi dan cola diet. Aku mau sushi di letakan dalam kotak bekal bergambar kucing. Ke gedung Z. Jika terlambat utangmu akan ku kalikan 3.


Sebenarnya Noa tidak membaca pesan itu tetapi Cruz menelponnya berkali-kali membuat Noa tidak bisa tidur dengan tenang.


" Ini bukan gambar kucing, ini bebek. Kucing dan bebek berbeda", Cruz menunjuk gambar bebek kuning di atas tutup kotak bekal.


" Tidak ada edisi kucing. Kau mau makan atau tidak? Kalau tidak mau ku bawa pulang", Noa mengambil lagi kotak bekal itu dan memasukannya ke dalam tas.


" Oke oke..", Cruz menahan tangan Noa. " Baiklah aku terima bebek kuning ini", Cruz tersenyum manis.


Noa menatap Cruz kesal, lalu mengeluarkan air mineral bukan cola diet.


" Mana colanya?",Cruz protes lagi.


" Air putih lebih sehat", jawab Noa lalu mengeluarkan kotak yang lain dan memberikannya kepada Letu dan Tan.


" Ini buat Manajer dan ini buat kak Tan", Noa tersenyum manis membuat Cruz mendengus.


" Terima kasih Noa", Letu menerima kotak bekal bergambar panda itu.


" Oh manis sekali Noa, aku suka gambar koala ini", Tan tersenyum pada Noa lalu memanggil tim mereka untuk makan bersama.


Cruz kesal, ternyata dia tidak sespesial itu karena Noa memberikan kotak bekal yang sama kepada orang lain. Hanya gambarnya saja yang berbeda.


" Suapi aku ", kata Cruz kekanak-kanakan membuat Tan dan Letu heran.


" Makan sendiri. Tanganmu masih utuh kan? Jangan banyak mau Cruz", Noa berbisik kesal.


" Tanganku masih sakit karena tendanganmu", Cruz berkata santai.


" Hah, itu sudah lama sekali", Noa berdecak kesal.


" Baiklah. Kalau begitu 3 %", Cruz menatap Noa dengan raut wajah penuh keangkuhan.


Dengan dongkol Noa membuka kotak bekal itu dan dengan menggunakan sumpit dia menyuapi Cruz.


" Buka mulutmu", Noa mendesis kesal karena Cruz makan sambil menutup matanya. Mengantuk begitulah alasan cruz yang membuat kepala Noa nyut-nyutan.


' Dia kira aku tidur nyenyak. Aku juga mengantuk gila', Noa membatin.


Tan melirik ke arah Letu seolah tidak percaya dengan perubahan Cruz. Entah ke mana perginya kepribadian cruz yang cool dan berwibawa itu.


Letu hanya mengangkat bahu untuk menjawab lirikan Tan. Dan di sisi lain ruangan itu seseorang menatap mereka dengan penuh amarah dan rasa kesal.

__ADS_1


***


__ADS_2