
July duduk di meja makan dengan canggung. Sedangkan Jay dengan santainya meletakan sepiring Spaghetti di hadapan July.
July melihat Jay tampak biasa saja. Seperti tidak terjadi sesuatu yang aneh di antara mereka. Pengakuan Jay saat itu ternyata hanya berdampak pada July. Hanya July yang gelisah, hanya July yang canggung.
" Ada apa? Makanlah. Kenapa terdiam seperti mumi?", Jay menatap July yang terpaku menatap piring di depannya.
July yang kaget karena di tegur Jay langsung gelagapan. "Ha, iya iya. Ini mau makan", katanya.
Mereka makan dalam diam, July makan dengan pelan dan malu tidak seperti biasanya.
" Maaf, karena rencana makan malam kita harus batal dan menjadi seperti ini. Aku tadi ada sedikit kerjaan", terang Jay lalu menegak wine di gelasnya.
" Ya tidak masalah. Aku mengerti", July tersenyum kaku. "Tapi, ada apa kamu mengajakku makan malam?", July bertanya penasaran.
" Karena ingin bersamamu", jawab Jay sambil mengulung spaghettinya di garpu dengan santai.
July terbatuk mendengar jawaban Jay, lalu tertawa kecil. " Ha ha... Kita sudah bertemu kan setiap hari", July berkata lagi.
" Iya tentu saja. Sebagai CEO dan karyawan. Saat ini aku ingin bertemu denganmu sebagai Jay dan July. Aku ingin bertemu Sahabat kecilku", Jay berkata sambil tersenyum penuh arti ke arah July.
Mendengar itu July terdiam, entah bagaimana dia langsung cegukan. Mungkin karena terlalu gugup menghadapi kejujuran dari Jay.
" Kau cegukan ", Jay meletakan garpunya melihat ke arah July.
" Aku tidak apa-apa", jawab July lalu menegak winenya. Tentu saja cegukannya tidak hilang. July memukul pelan dadanya dengan tangan, berharap cegukannya bisa hilang dengan cara itu. Tapi itu tindakamnya itu tidak membuahkan hasil.
Jay berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah kulkas. Menuangkan segelas air dan membawanya kepada July. Saat sampai di dekat July, Jat menarik kursi July dan menghadap ke arahnya. Jay berlutut dengan satu kakinya di hadpaan July.
July terpaku menatap Jay yang tiba-tiba melakukan hal itu sambil tetap cegukan.
" Teguk air ini sedikit-sedikit sebanyak 7 kali dalam 1 tarikan nafas. Cegukanmu akan hilang", terang Jay sambil menyondorkan gelas itu ke arah July.
July menerima gelas itu dari Jay dan melakukan apa yang Jay instruksikan. Setelah tegukan ke 7, mereka berdua sama-sama terdiam menunggu apakah cegukan itu masih ada atau tidak.
" Hilang, cegukannya hilang", kata July ceria. Ternyata cara Jay sangat ampuh.
__ADS_1
" Baguslah", Jay mengusap kepala July penuh sayang.
Saat tangan Jay menyentuh kepala July, rasanya seperti darah July berdesir di seluruh pembuluh darahnya menyebabkan jantungnya berdengup dengan cepat dengan tiba-tiba.
Biasanya tidak begini. Dulu jika Jay memperlakukannya penuh sayang July selalu menganggap itu karena mereka adalah sahabat kecil.
Tapi sejak pengakuan itu, July tidak bisa menepis bahwa sentuhan ini terasa berbeda. Sentuhan dengan maksud yang berbeda. Jika July tidak mendengarkan pengakuan Jay, mungkin semua ini akan terasa biasa saja. Tidak menjadi luar biasa seperti ini.
" Kenapa kau menatapku seperti itu?", tanya Jay pada July yang sejak tadi tanpa sadar terus memperhatikan Jay.
" Tidak, aku hanya memikirkan pekerjaan", jawab July cepat-cepat lalu memutar kursinya dengan beberapa gerakan.
Jay tersenyum karena mendapati wajah July yang bersemu merah. Apa Jay sengaja melakukan itu?
Jawabannya adalah Ya. Untuk rasa suka yang sudah di pendamnya sejak lama, Jay akan berusaha mengungkapkannya sekarang. Walaupun persahabatan mereka akan rusak.
" Ayo makan lagi, aku akan mengantarmu pulang setelah ini", kata Jay.
" Mengantar pulang? ", July protes, rasanya seperti di usir dari rumah Jay.
Jay menatap July heran lalu berkata santai "Kalau kau ingin menginap di sini aku tidak masalah. Toh dulu kau sering tidur di rumahku walaupun aku tidak ada di rumah".
" Baiklah. Alfa memintaku mengantarmu pulang akrena besok jadwalmu padat", Jay menjelaskan.
" Ya, baiklah", jawab July patuh membuat senyum Jay tersungging di sudut bibirnya.
***
" Gadis itu Moon. Artis di bawah naungan CAIN entertaiment dengan CEOnya adalah Cruz", Dini menjelaskan panjang lebar.
" Moon? Kau yakin?", Noa menerima sepenggal kertas itu dari Dini.
" Tentu saja, Wartawan itu tidak akan berbohong padaku", jawab Dini penuh keyakinan.
Noa terdiam menatap sepenggal kertas dengan tulisan ' Moon' di sana. Sedikit melenceng dari perkiraan, karena Noa berpikir July adalah dalang di balik semua berita itu.
__ADS_1
" Apa kau berselilih dengannya?", tanya Dini.
" Tidak. Aku bahkan tidka pernah bertemu dengan gadis ini", jawab Noa lalu memasukan kertas itu ke dalam saku jaketnya.
"Waahh ada apa ini. Apa cinta segitiga? Mungkin kau punya masalah dengannya saat dia belum menjadi artis?", selidik Dini lagi.
"Tidak mungkin. Kau tau secinta apa aku pada perdamaian", kata Noa kesal.
" Ah.. Iya. Kau bisa saja bekerja di PBB saking cinta damainya", kata Dini dengan ekpresi lucu yang membuat Noa tersenyum.
" Makanlah. Nanti keburu dingin. Terima kasih sudah mencari tahu", Noa berkata tulus.
" Bukan masalah. Tapi apa kau tau salah satu peraturan di CAIN?", tanya Dini.
" Peraturan apa?", Noa penasaran.
" Dulu aku pernah mewawancarai Joy. Aku bertanya padanya apa peraturan teraneh yang ada di entertaimentnya. Joy bilang bahwa ada peraturan tentang di larang saling jatuh cinta di sana. Jadi para artis tidak boleh menyukai sesama artis di bawah naungan CAIN entertaiment. Jika itu terjadi maka artis itu tidak akan di perpanjang kontraknya", terang Dini panjang lebar.
" Masa? Aku tidak pernah membaca kau menulis itu?", kata Noa.
"Ya aku hanya menulis sampai di bagian tidak boleh saling jatuh cinta karena Joy memintaku seperti itu. Dan kau tau siapa pencetus peraturan itu?",Dini mulai berteka-teki.
" Siapa? Jay", Jawab Noa.
" No No..", Dini menggeleng dramatis. " Tentu saja Cruz. Dan Joy mengeluh dia susah mendapat jodoh karena peraturan itu. Aku cukup akrab dengam Joy", ujar Dini mulai kumat sombongnya.
Noa terdiam mendengar jawaban Dini. Noa bingung dengan situasi yang terjadi sekarang.
Noa tidak mengenal Moon. Apa tujuan Moon melakukan hal ini, hal yang jelas-jelas sangat merugikan Noa.
Saat di rumah, Noa membuka saluran Utub dan melihat beberapa video clip dari Moon.
Noa menutup ponselnya dan menatap kosong ke arah dinding seolah berpikir. Mau di lihat berapa kalipun Noa tetap tidak mengenal Moon.
Apa yang harus di lakukan Noa saat ini. Memberitahukan kepada Cruz atau diam saja.
__ADS_1
Noa bimbang, lalu sebuah pikiran muncul. Noa berniat akan bertemu dengan Moon. Entah kapan itu bisa di lakukan dan bagaimana caranya, akan Noa pikirkan nanti.
***