
Cruz memainkan ponselnya, saat ini dia tengah berkumpul bersama teman-temannya di sebuah Club malam. Cruz meneguk sedikit minumannya.
Temannya Teddy sibuk menceritakan kisah hidupnya dengan penuh komedi. Ceritanya di sambut tawa teman-temannya. Saat mereka berkumpul, tidak selalu mereka menceritakan tentan karya mereka.
Pada dasarnya Cruz dan teman-temannya sama seperti anak muda kebanyakan. Berkumpul dan menceritakan kisah lucu dari hidup mereka sehari-hari. Kadang saling memberi saran untuk karya mereka dan kadang menceritakan tentang wanita cantik yang mereka lihat di suatu tempat.
Cruz mengetik cepat di ponselnya.
Cruz : Hei wanita bulan. Kau ada di mana?
Cukup lama Noa membalas pesan Cruz. Ponsel Cruz bergetar di atas meja.
Wanita Bulan: Tengah malam. Aku sedang menemani Cleo di party temannya. Club X.
Cruz: Aku juga di Club X. Ayo pulang bareng.
Wanita Bulan: Nanti Cleo sendirian pulangnya. Kamu sudah kasih makan Milli kan? malam ini tugasmu.
Cruz melotot ke arah ponsel, dia lupa dengan tugasnya. Mereka sudah sepakat untuk saling berbagi tugas memberi makan ikan dan kucing peliharaan mereka.
Cruz: Ya.. aku lupa. Tapi akan ku suruh kak Letu memberi makan.
Wanita Bulan: ckckckck .... ayah macam apa kau membiarkan anak-anaknya kelaparan.
Cruz tersenyum membaca pesan Noa. Mereka seperti sedang bermain rumah-rumahan.
Cruz: Yaa. Maafkan aku. Kau di sebelah mana sih? Coba foto.
Cruz meletakan ponselnya dan menunggu balasan Noa. Cruz mendengarkan Teddy yang masih bercerita.
" Kemarin aku di marahi ibuku ... Gila sih", Teddy menggelengkan kepala.
" Kenapa lagi? Kau jual lagi Televisi ibumu?", Gilli bergurau.
" Tidak itu dulu. Sudah tobat aku melakukan hal haram itu. Aku sudah beli TV baru untuk beliau", katanya di sambut tawa seisi ruangan.
" Jadi?", Brook tidak sabar.
" Karena tato. Minggu lalu kalian tau kan aku nambah tato. Setiap pulang ke rumah selalu aku sembunyikan dengan baik. Tapi kemarin bisa ketahuan juga. Ibuku ngamuk. Katanya ' Tato lagi kau ya. Badan kau kotor banget, kayak orang gak mandi. kalau kau nambah gambar-gambar di badanmu lagi, kamu jangan pulang ke rumah. Masuk neraka nanti kau nak', Teddy berbicara sambil menirukan nada suara ibunya.
Semua orang yang mendengar ceritanya tertawa, ekspresi Teddy tentu saja berlebihan tapi itulah yang membuatnya menjadi lucu.
" Apa jawabanmu?", pancing Gilli.
" Sambil nahan sapu yang di bawa ibuku, ku teriak ampun mak. Gak gambar lagi tulisan aja ", jawab Teddy sambil menirukan gayanya saat itu.
__ADS_1
Seisi ruangan makin riuh mendengar candaan Teddy. Cruz tertawa terpikal-pikal karena cerita itu. Ponsel Cruz bergetar, sambil tetap tertawa Cruz membuka pesan dari Noa.
Beberapa foto terlampir, foto Noa dan Cleo. Lalu foto Noa bersama beberapa temannya.
Awalnya Cruz tidak terlalu memperhatikan tetapi setelah melihat dengan seksama, ada July di sana. Di sebelah Noa dan Cleo.
Bagaimana bisa mereka duduk di bangku yang sama. Cruz berpikir sejenak, mungkin teman yang membuat party adalah teman July juga.
Wanita Bulan: Nanti kita bisa pulang bersama. Ran sedang menyusul Cle.
Cruz: Bagus. Kabari aku jika pesta kalian sudah selesai.
Wanita Bulan: Okey!
Cruz meletakan ponselnya ke dalam tas kecil yang di bawa. Lalu kembali mengobrol bersama teman-temannya.
***
" Noa aku senang sekali bisa bertemu kamu di pesta ini", July mengenggam tangan Noa dengan wajah gembira.
Noa tersenyum senang. " Ya, aku juga tidak menyangka bisa bertemu kamu July". Ada ketulusan pada mata Noa.
July tersenyum ramah kepada Noa. " Kamu tadi bersama siapa?", tanya July.
"Bersama Cleo temanku. Ini Cleo temanku ", Noa memperkenalkan July pada Cleo.
"Hai, aku July teman Noa dan cruz", sambut July ramah.
" Ya, aku sering melihatmu di iklan ", Kata Cleo pada July.
July tersenyum pada Noa dan Cleo, tampak malu-malu.
" Noa, di mana Cruz? ", tanya Cleo.
Mendengar nama Cruz di sebut membuat wajah July berubah. July mendengarkan percakapan mereka dengan hati-hati.
" Dia sedang bersama teman-temannya. Sepertinya di ruangan lain", jawab Noa.
" Oh ternyata Al datang ke sini?", July ikut nimbrung.
" Al? Siapa Al?", Cleo dan Noa bingung.
" Al itu Cruz. Itu adalah panggilan kesayanganku untuknya", July tersenyum sok polos.
Noa dan cleo mengangguk paham.
__ADS_1
" Jadi dia mau ke sini?", July bertanya.
" Ya. Sebentar lagi sepertinya akan ke sini", Noa menjawab.
July mengangguk senang. Tidak lama berselang Cruz muncul di ujung ruangan itu. Dia datang bersama Ran. Rupanya Ran sempat mampir di tempat Cruz sebelum menghampiri Cleo.
Noa melambai ke arah Cruz yang di sambut dengan senyuman dari Cruz. Melihat hal itu betapa cemburu hati July.
July mengigit bibir bawahnya menahan kemarahan yang akan meledak. Cruz dan Ran mendekat ke arah para wanita itu.
Belum sempat Noa menegur Cruz, July sudah lebih dulu mengandeng lengan Cruz. Tindakan itu membuat wajah Cruz berubah sedikit tidak senang.
" Hai Al, mau bergabung bersama kami ya?", July berkata manja.
Melihat itu Noa dan Cleo sama-sama membeku. Terutama Noa, secara tidak langsung Noa merasa cukup insecure dengan penampilannya. Karena saat July mengandeng Cruz rasanya seperti mereka adalah dewa dan dewi pemilik dunia ini.
" Tidak. Aku ke sini untuk menjemput sahabatku", jawab cruz datar dan berusaha melepaskan lengannya dari tangan July.
" Hmm... Siapa? Aku kira kau datang untukku. Jahat sekali", July memukul manja lengan Cruz.
" July, lepaskan aku. Aku sedang sibuk sekarang", Cruz berusaha sabar.
July tahu, Cruz tidak akan memperlakukannya dengan buruk saat di depan banyak orang. Jadi inilah kesempatannya untuk bisa dekat dan menempel pada Cruz seperti lintah.
" Dasar jahat. Kau mau minum sesuatu?", July masih keras kepala.
Yang di tawarkan malah memandang Noa dengan penuh damba. Sedangkan Noa merasa terasing karena perbuatan July. Tidak ada kesempatan bagi Noa untuk berbicara dengan Cruz karena July mendominasi keadaan.
" Ayo Noa kita pulang", Ajak Cruz.
Belum sempat Noa menjawab July sudah memotong. " Al, bukannya kau harus bersamaku malam ini. Noa bolehkan Al tinggal di sini?. Kau bisa pulang bersama Cleo kan?", July memandang Noa bukan seperti meminta tetapi perintah.
Noa bingung dengan situasi ini. Noa tidak tahu harus menjawab apa. Karena yang mengajak pulang bersama adalah Cruz.
" Aku... Ya... Jika Cruz amu seperti itu aku akan pulang bersama Cleo", Kata jawab Noa. " Kalau begitu Cruz aku duluan ya. Aku akan pulang bersama Cleo", Ujar Noa pada Cruz lalu berjalan keluar ruangan itu cepat-cepat menyusul Cleo dan Ran.
" Cleo, apa aku bisa pulang bersamamu dan Ran?", bisik Noa pada Cleo saat sudah bersama pasangan itu.
" Ya bisa saja. Asal Cruz mengijinkanmu pergi bersama kami", Cleo balas berbisik.
" Aku tidak perlu ijinnya. Dia bukan suamiku", kata Noa lagi.
Cleo mengangguk dan mereka berjalan bersama menuruni tangga Club. Tetapi seseorang menarik tangan Noa.
" Kau mau ke mana tanpa aku?".
__ADS_1
***