My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Ini Ayahku


__ADS_3

" Kenapa tiba-tiba muncul di kantorku?", Noa mengomel saat sudah duduk di dalam mobil Tian.


Tian tertawa ringan. " Aku datang untuk membuat suprise ke kamu. Sepertinya berhasil", kata Tian.


" Ya sangat berhasil sampai semua orang memperhatikanmu. Kau terlihat sangat mencolok", omel Noa.


" Kau tidak menyukainya? Kalau begitu lain kali aku datang dengan membawa bunga agar seisi kantormu keluar", tambah Tian.


Noa memukul bahunya pelan " jagan aneh-aneh", ancam Noa.


Tian tertawa kesenangan melihat Noa yang panik. " jadi mau ke mana kita?", Tian bertanya.


" Ha? Kau datang tanpa planning?", Noa kaget.


" Ya. Aku tiba di bandara dan langsung menemuimu. Lihat betapa kangennya diriku padamu", ujar Tian lagi.


Noa pura-pura melengos mendengar perkataan Tian. " Aku kira kamu akan tinggal di luar negri karena sudah lama sekali tidak menghubungiku", kata Noa.


" Bisnisku di luar negri agak sedikit bermasalah. Jadi aku memerlukan lebih banyak waktu di sana", kata Tian. " Jadi bagaimana kabarmu selama aku pergi? ", tanya Tian basa basi.


"Tentu saja kabarku sangat baik. Bagaimana kabarmu?", Noa bertanya balik.


"Kabarku baik. Aku hanya sedikit kesepian di sana", Tian berkata sedikit sedih.


Noa tersenyum mendengar perkataab Tian. " Sekarang masih sedih?", tanya Noa mencoba bercanda.


" Tidak. Karena sudah bertemu dengan sahabatku yang cantik ini", jawabnya.


Noa tertawa kecil. " Sekarang kau sangat pandai memuji", tuduh Noa membuat Tian tertawa.


***


Jay melajukan mobilnya ke arah pinggiran kota. Jay tau di mana dia bisa menemukan July.


Jay di buat kebingungan seharian ini. Manajernya melaporkan bahwa sejak pagi July menghilang dari radarnya. Awalnya July bertemu orang tuanya, setelah itu tidak ada kabar sama sekali dari July dan yang lebih paranya ponsel July mati.


Jay sudah mencari ke semua tempat yang mungkin akan di kunjungi July tetapi hasilnya nihil dan akhirnya Jay memutuskan untuk pergi ke perkebunan buah milik ayah July.


Jay sangat yakin July ada di sana. Karena itu saat ini Jay makin melajukan mobilnya, karena hari ini adalah hari kerja jadi jalanan tidak semacet di hari libur.


Menjelang sore hari Jay baru tiba di perkebunan. Suasana tampak sepi, tidak ada tanda-tanda pekerja di sana.

__ADS_1


" Apa mereka semua sudah pulang? Tapi ini baru setegah 5 sih", Jay celingak celinguk ke salah satu tenda buah.


" Cari siapa dek?", sebuah suara dari belakang punggung membuat Jay terlonjak kaget.


" Asataga... ", Jay terpekik kecil dan langsung berbalik ke arah pemilik suara. Jantung Jay berdebar kencang.


Di hadapannya tampak pria paruh baya berdiri lalu tersenyum begitu melihat reaksi Jay.


" Kamu terkejut? Maaf ya. Soalnya kamu terlihat kebingungan. Nyari siapa?", tanya pria itu.


" Selamat sore pak. Saya ke sini mencari teman saya, namanya July. Anak dari pemilik perkebunan ini", jawab Jay sopan.


" Oooohh.... Kamu temannya? ", tanya pria itu.


" Iya saya temannya", jawab Jay sopan.


" Bukan pacarnya?", pria itu mengelus dagunya sambil memperhatikan Jay dengan seksama.


" Pengennya sih begitu pak. Tapi belum ada kesempatan", jawab Jay malu-malu. Loh kok aku jadi curhat ya batin Jay tersadar.


" Sejak kapan kenal July?", tanya pria itu.


" Maaf bapak siapa ya? Tapi Julynya ada?", tanya Jay yang heran karena di tanya terus.


" Iya pak. Tapi bapak jangan bilang-bilang ya. Ini rahasia. Saya suka banget sama dia tapi dia gak tau sampai sekarang. Ini saya lagi usaha mau ngejar dia", kata Jay sok curhat. Gak apa-apalah dari pada di pendam sendiri.


" Oohh.. Tapi July itu manja. Sama bapaknya aja manja banget", kata pria itu.


" Iya memang dia seperti itu. Waah dia dulu waktu kecil seperti princess. Suka nyuruh-nyuruh saya, sampai sekarang sih. Tapi saya suka, July itu sebenarnya hatinya lembut. Baik hati, cantik waahh pokoknya saya suka sama dia sudah lama. Haahh... Tapi gak berani bilang ", curhat Jay dengan raut wajah sedih.


Pria itu mengangguk-angguk paham. " Kamu yang sabar ya. Memang tidak mudah, apalagi sudah berteman lama. Pekerjaanmu apa?", tanya pria paruh baya itu penasaran.


" Emm... Itu.. Saya ....", Jay bingung mau menjawab apa karena tiba-tiba suasana seperti sedang di interogasi polisi. Padahal tujuan Jay datang untuk menjemput July.


Belum sempat Jay menjawab seseorang sudah memanggil namanya. " Jay... Kamu ngapain di sini?", July memanggil.


Pria paruh baya itu dan Jay sama-sama melihat ke arah July.


" Hai July. Aku datang menjemputmu", jawab Jay tanpa ragu merasa terbebas dari pria yang terus bertanya tentang dirinya.


" Ayah... Kok balik lagi? Ada yang ketinggalan?", tanya July pada pria paru baya itu.

__ADS_1


" Iya tadi sekop ayah ketinggalan", jawab pria itu.


Jay terbengong mendengar kata ' ayah' keluar dari mulut July dan di tujukan kepada pria di hadapannya. Selama ini Jay belum pernah melihat sosok ayah July sama sekali, karena July tidak pernah membicarakan soal ayahnya.


Dan sekarang Jay berhadapan langsung dengan ayah July, tidak mengenalnya dan dengan mudahnya langsung mengakui perasaan cinta bertepuk sebelah tangannya. Bukan ke anaknya tetapi ke bapaknya.


" Ayah?", Jay mengulang perkataan July.


" Iya Jay aku tidak pernah bilang tentang ayahku kan? Kenalkan ini ayahku. Ayah ini Jay, CEO perusahaan sekaligus sahabatku sejak SD", July memperkenalkan.


Jay merasa dunia ini berputar dengan cepat di dalam kepalanya dan dia akan segera pingsan saat ayah July menjabat tangannya.


" Beni. Ayah dari July, artis tercantik di seluruh tanah air", ayah July menjabat tangan Jay terlewat erat.


"Jay ", cicit Jay lemas.


Mati aku batin Jay


***


" Kamu bertemu siapa?", tanya Cruz tidak percaya.


" Tian. Dia tiba-tiba datang ke kantorku dan bebricara tentang akan memproduksi salah satu novelku", terang Noa sekali lagi.


Malam ini Noa datang bertandang ke apartemen Cruz. Setelah konsel Cruz yang lama akhirnya mereka bisa duduk berdua, hanya berdua tanpa staf dan kamera.


Sial, ternyata dia masih berusaha maki Cruz di dalam hati.


" Trus kamu terima ?",tanya Cruz sok tenang padahal jiwanya meronta-ronta ingin memaki manusia bernama Tian ini.


" Aku tidak bilang iya karena bagaimanapun juga sekarang aku ada di bawah manajemen . Nanti manajemen yang akan menjawab tawarannya", jawab Noa lalu duduk di hadapan Cruz dengan secangkir coklat di tangannya.


" Bagus... Sebaiknya jangan. Kau harus fokus untuk menulis novel", kata Cruz mencoba mempengaruhi Noa.


" Ya aku sedang melakukannya ", jawab Noa yang tau Cruz cemburu.


Cruz menarik Noa mendekat padanya. " Aku kangen sama kamu. Rasanya mau mati kalau gak ada kamu", Cruz menyandarkan kepalanya di bahu Noa.


Noa mengelus kepala Cruz penuh sayang. " Ya, aku juga kangen banget sama kamu. Kamu tampaknya tambah kurus, selama konser manajer tidak ngasih kamu makan ya?", tanya Noa penasaran.


" Hahaha... Iya aku di suruh diet. Marahin saja kak Letu. Dia buat aku sengsara", jawaban Cruz mengundang tawa Noa.

__ADS_1


" Aku .... Ingin mengisi dayaku",bisik Cruz di leher Noa.


***


__ADS_2