
" Jadi kamu tinggal bersama Cruz sekarang? Kalian pacaran?", Ibu Noa bertanya penasaran.
Noa menggeleng " Aku bukan pacar Cruz tante. Aku dan Cruz hanya bersahabat baik", jawab Noa sopan.
Ibu Cruz mengangguk pelan. " Anakku itu tidak pernah membicarakan tentang gadis manapun padaku, tapi suatu hari dia menyebut namamu. Aku kira kamu adalah pacar Cruz", kata Ibu Cruz.
Noa tersenyum. "Mungkin karena kami bersahabat baik", jawab Noa sopan.
" Kakak jangan tergoda pada rupa kakakku. Dia itu playboy, waah lihat banyak sekali yang patah hati karenanya. Bahkan teman sekolahku", kata adik Cruz. "Ngomong-ngomong, aku suka saat kakak merusak gundamnya di episod itu hahaha", Tiara tertawa jahat.
" Tiara kamu tidak boleh begitu sama kakakmu", ibu Cruz mengomel pelan.
" Habisnya kakak tidak mau pertemukan aku sama kak Joy. Padahal aku suka sekali sama kakak Joy", Tiara mengomel.
Ibu Cruz menggeleng. " Noa bagaimana kabar Cruz? Apakah dia sehat? Apakah makannya teratur? Sudah lama dia tidak pulang ke rumah. Dia sibuk sekali, aku jadi cemas padanya", ibu Cruz bertanya.
Noa tersenyum lalu menjawab. " Cruz baik-baik saja tante. Dia makan dengan teratur. Manajer letu merawatnya dengan baik", Lapor Noa.
" Syukurlah. Aku mmebawa banyak bahan makanan untuk Cruz, tolong nanti taroh di kulkas kalian ya", Kata ibu Cruz seolah-olah Noa adalah istri Cruz.
" Baik tante. Nanti akan saya atur di kulkas", Noa menjawab sopan.
" Noa apa pekerjaanmu?", tanya ibu Cruz.
" Aku seorang penulis Novel tante", jawab Noa sopan.
Ibu Cruz mengangguk paham. " Noa sepertinya kau dekat dengan anakku. Apa kamu punya pacar?", tanya ibu Cruz.
"Aku tidak punya pacar tante. Aku dan Cruz bersahabat cukup baik", Jawab Noa tenang.
" Iya, aku yakin kalian sangat dekat karena aku tidak pernah melihat anakku membiarkan wanita di dalam rumahnya", kata Ibu Cruz.
"Benar. Bahkan dulu kakak punya pacar. Si artis terkenal itu July.. Tapi tidak pernah tinggal bersama dengannya. Dan juga tidak pernah mengenalkannya pada mama", celoteh Tiara.
Noa terdiam, ternyata benar bahwa July adalah mantan kekasih Cruz. Seharusnya dia tahu dari awal, bahkan Cleo dan Ran tidak pernah membahas soal itu dengan Noa.
__ADS_1
" Noa, nanti kamu datang dan mainlah ke rumah bersama Cruz ya. Tante jago masak loh, nanti tante masakin makanan enak untuk kamu", ajak ibu Cruz.
" Wah, aku boleh main ke rumah tante?", Noa gembira.
" Tentu saja boleh. Kamu kan sahabat baik Cruz", Ibu Noa begitu ramah.
" Terima kasih tante. Aku pasti akan membawa Cruz pulang ke rumah", kata Noa dengan senyum lebar di wajahnya.
Ibu Cruz tersenyum. Gadis inilah yang sering di sebut oleh anaknya akhir-akhir ini. Gadis yang membuat Cruz teralihkan. Ibu Cruz lega, di umurnya yang sudah senja ini dia memiliki harapan seperti ibu-ibu lain pada umumnya.
Menginginkan anaknya menikah dan memberikannya cucu yang banyak. Melihat anaknya hidup bahagia bersama keluarga baru mereka sendiri. Agar jika suatu saat dia harus meninggalkan anak-anaknya, tidak ada lagi beban di hatinya untuk mereka.
" Noa kamu sudah makan?", tanya ibu Cruz.
" Belum tante", jawab Noa sopan.
"Mari kita makan. Tante tadi bawa maknan banyak sekali untuk Cruz. Kamu cobaik sedikit ya, terutama rendang buatan tante. Tante jamin enak sekali", Ibu Cruz memegang tangan Noa.
Noa tersenyum senang karena ibu Cruz sangat baik padanya. " Terima kasih tante", Noa mengiyakan.
Tiara mengandeng tangan Noa lalu berbisik " Jadi kak Noa pernah bertemu kak Joy?".
***
Sebuah foto terlampir. Cruz cukup terkejut karena melihat ibu dan adiknya berada di rumahnya.
Foto itu memiliki pesan singkat. ' Hari ini ibu dan adikmu datang ke rumah. Mereka membawa makanan banyak sekali. kami makan bersama, rendang buatan tante enak sekali. Ternyata ibumu jago masak'.
Cruz tersenyum melihat Noa dan adiknya tersenyum lebar ke arah kamera. Mereka seperti sudah sangat akrab.
Ibu Cruz tampak sudah lebih menua. Cruz menghela nafas, memikirkan apakah dia sudah benar-benar membahagiakan ibunya. Cruz selalu ingin menjadi anak yang baik untuk ibunya.
Cruz mengambil ponselnya dan menelpon ibunya. Setelah dering kesekian ibunya mengangkat telpon.
" Halo anakku", jawab ibunya.
__ADS_1
" Halo bu, bagaimana kabar ibu?", tanya Cruz.
" Ibu sehat dan baik-baik saja. Adikmu juga baik-baik saja nak. Kamu sudah pulang dari luar negri?", tanya ibunya.
" Sudah bu. Aku baru tiba di bandara. Ibu kemarin ke apartemen ya?", tanya Cruz.
" Iya nak, ibu ndak tau kalau kamu sedang pergi. Oh ya ibu sudah ketemu sama pacarmu, Noa. Dia gadis yang baik ya, ramah, santun pula. Kapan kamu bawa pulang ke rumah? Ibu sudah gak sabar", cerocos ibu Cruz.
Cruz tertawa mendengar ibunya yang bersemangat karena Noa.
"Ibu doakan saja. Semoga Noa segera luluh hatinya dan mau menerima anak ibu ini sebagai pacar", kata Cruz.
" Loh jadi benar kalian belum pacaran? Aduh nak, ayo cepat di pepet. Gadis cantik, baik dan sopan seperti itu jarang ada loh. Nanti di rebut yang lain", kata Ibunya memberi semangat.
Cruz tersenyum, senang rasanya ibu Cruz begitu menyukai Noa. " Baiklah bu, aku akan berusaha", Kata Cruz semangat.
" Nak, kamu kan jarang pulang. Nanti kalau kamu ada waktu mainlah ke rumah ya. Bawa sama Noa, oh ya juga manajer letu dan Mbak Tan. Nanti ibu masajin makanan enak untuk kalian", kata Ibu Cruz.
"Iya bu, nanti kalau ada waktu aku akan pulang. usaha katering ibu lancar kan?", tanya Cruz.
" Lancar nak. Ibu senang punya kegiatan di usia segini. Ya sudah nanti kamu istirahat kalau sudah di rumah dan jangan lupa jaga kesehatanmu nak", pesan ibunya.
" Siap madam, akan di laksanakan. Ibu juga jaga kesehatan jangan capek-capek ", Jawab Cruz.
Lalu sambungan telpon terputus. Cruz tidak memberitahu ibunya jika setelah ini masih banyak rentetan jadwal yang harus dia ikuti.
Cruz hanya bisa tidur di pesawat dan sekarang dia melanjutkan tidurnya di mobil, berharap macet parah terjadi agar dia bisa tidur lebih lama.
Ternyata benar, macet membuat Letu mengomel sepanjang jalan dan Cruz dengan santainya tertidur di belakang.
Sampai Letu membangunkannya setelah bergulat dengan jalnan. "Cruz bangun, kita sudah sampai".
Cruz membuka matanya dan menemukan mereka sudah tiba di sebuah gedung besar. Cruz dengan malas membuka matanya dan turun dari mobil.
Cruz kaget melihat Letu yang memiliki lingkaran hitam di matanya. " Kakak sudah seperti zombie", kata Cruz.
__ADS_1
" Aku tahu, ayo cepat. Aku sudah rindu tempat tidur", kata Letu lelah.
***