My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Aktivitas Sang Superstar


__ADS_3

Tan datang bersama Letu dan beberapa orang timya ke apartemen Cruz.  Letu menjelaskan jadwal Cruz malam itu. 


“ Malam ini kau ada beberapa event, lalu kau ada syuting iklan, lalu promosi album, lalu meeting, kau harus kunjungi pembuatan video klip terbaru Moon dan setelah itu sekitar jam 10 malam kamu harus menghadiri party Joy”, terang Letu. 


“ Setelah party  itu ada acara apa?”, Cruz bertanya saat Tan memakaikan slayer di lengan Cruz. 


“ Setelah itu bebas”, jawab Letu. “ Tapi aku yakin kau akan berada sampai tengah malam di sana, hanya saja besok kau harus syuting iklan pagi-pagi sekali”, lanjut Letu. 


“ Baiklah. Noa akan bersamaku sepanjang hari ini, dia akan menjadi asistenku hari ini”, Cruz berkata pada Letu sambil menatap mata manajernya itu. 


“ Tenang saja, aku sudah menyiapkan beberapa baju untuknya. Apa kalian pacaran?”, Tan  berbisik pada Cruz.


Cruz tersenyum. “ Aku sedang berusaha”, Cruz balas berbisik. 


Tan mengangguk paham. “ Kau tau kan, aku suka gadis ini. Dia anak baik”, ujar Tan sambil menatap Noa yang baru keluar dari kamar. Noa menggunakan baju yang diberikan oleh Tan. Baju kali ini lebih nyaman dari dugaan Noa.


 Letu hanya diam saja mendengarkan percakapan ibu asuh dan anaknya itu. Dalam pikiran Letu berkecamuk kecemasan tinggi untuk karir Cruz, saat ini Cruz akan menjalin kerjasama dengan agensi luar yang sangat besar. Letu berharap tidak akan ada skandal yang menghalangi Cruz untuk berkarir kedepannya. 


“ Aku hanya berharap yang terbaik untukmu Cruz, tapi ingat hindari segala sesuatu yang bisa menyebabkan skandal”, kata Letu.


“ Tenang saja, aku tidak akan menyusahkanmu kak”, jawab Cruz patuh.


Letu menepuk pundak Cruz memberikan dukungan seperti seorang kakak yang sedang menasehati adiknya.


***


“ Jadi aku harus bersamamu sepanjang hari ini?”, Noa protes sambil berbisik saat Cruz siap-siap naik ke atas panggung.


“ Ya, tentu saja. Kau lihat kak Letu sangat sibuk jadi tidak bisa terus-terusan bersamaku. Kau yang harus menjagaku, selain memberikan minuman kau juga bisa taekwondo kan? jadi apalagi yang aku takutkan”, ujar Cruz santai.


“ Wah, bukannya kau yang harus melindungiku? Kenapa aku merangkap menjadi bodyguardmu?”,  Noa masih protes. 


“ Air minum”, Cruz menjawab ocehan Noa dengan meminta air minum.


“ Aku juga harus bekerja mencari uang, untuk makan aku dan Milli”, Noa masih protes sambil menyodorkan air kepada Cruz. 


“ Aku yang akan memberikan kalian makan jika kau kehabisan uang”, jawab Cruz santai.


“ Tapi aku juga harus…”, Noa masih akan mengajukan protes tapi Cruz menaruh jari telunjuknya ke depan mulut Noa.

__ADS_1


“ Ssstt… diam.. jangan berisik. Aku sedang konsentrasi menghafal lirik laguku”, ujar Cruz sambil melihat Noa.


Noa terdiam lalu mengangguk patuh membuat senyum Cruz sedikit tersungging di sudut bibirnya.


Noa selalu protes tetapi tetap menurut saat Cruz membawanya kesana kemari. Cruz lalu menutup matanya sambil melatih lirik lagu yang akan dinyanyikannya. 


“ Cruz giliran kamu, ayo… cepat”, Letu menghampiri Cruz.


Cruz berdiri dan masih sempat berbicara kepada Noa pelan. “ Duduk di sini, aku akan kembali. Jangan ke mana-mana ”, kata Cruz pada Noa.


Noa mengangguk patuh melihat staf yang sibuk mengekor di belakang Cruz, sesempat mungkin merapikan baju Cruz atau merapikan rambutnya yang sedikit mencuat. 


‘Wah seperti ini saat menjadi bintang. Semua orang akan sibuk saat dia bergerak’, batin Noa. 


Lalu selanjutnya Noa bisa mendengar Cruz menyanyikan lagunya di atas panggung. Noa menghela nafas panjang. Karena Cruz membawanya ke mana-mana membuat Noa jadi mengenal banyak orang. 


Noa menatap ke arah Tan, dia sedang sibuk merapikan peralatannya. Noa berdiri dan menghampiri Tan. 


“ Kak ada yang bisa ku bantu?”, tanya Noa.


“ Terima kasih Noa. Tolong tancapkan jarum-jarum ini di tempatnya”, Tan meminta tolong. 


“ Terima kasih”, Tan mengucapkan terima kasih pada Noa sambil terus beberes.


“ Apakah akan selalu sibuk seperti ini?”, tanya Noa.


“ Ya.. ini bukan apa-apa. Biasanya kita lebih sibuk lagi. Jadi pastikan Cruz makan sesuatu. itu tugasmu Noa”, kata Tan.


Noa mengangguk paham. “ Aku akan mengurusnya”, jawab Noa sambil membantu Tan.


***


Noa terduduk di kursi penumpang sambil meluruskan kakinya. mengikuti kegiatan Cruz seharian ini ternyata bukan hal yang mudah. 


Sekarang adalah jam makan siang dan mereka akan makan di salah satu restoran yang sudah direservasi oleh Letu. 


Cruz masuk ke dalam mobil diikuti oelh Letu yang langsung duduk di kursi pengemudi. 


“ Kita makan siang lalu meeting dan setelah itu kau bisa istirahat 1 jam dan mengunjungi pembuatan video klip Moon”, Letu menjelaskan. 

__ADS_1


“ Ya. Aku mau cemilan”, kata Cruz. 


Noa langsung terduduk dan mengambil sebungkus cemilan dari dalam kantong tas yang sudah disiapkan dan memberikannya pada Cruz dengan sigap. 


Cruz menatap Noa dan tersenyum, terlihat mata Cruz menunjukan kelelahan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Noa tersenyum lalu kembali duduk di posisinya semula bersama Tan.


Noa mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Cruz.


Noa: Semangat ! ingat kamu harus mencari uang yang banyak. Sekarang Milli makannya banyak.


Cruz mengambil ponselnya yang bergetar, lalu tersenyum membaca chat dari Noa.


Cruz: Ya aku semangat. Bilang pada Milli aku akan mencari uang yang banyak untuk cemilan dan salonnya.


Noa tersenyum membaca balasan pesan dari Cruz. Setelah itu Cruz tampak tertidur di dalam mobil, Noa berharap macet akan memberi waktu yang panjang untuknya tidur.


Ternyata tidak semudah itu untuk menjadi seorang superstar, banyak waktu bekerja tidak sebanding dengan waktunya untuk beristirahat. Cruz harus terus tersenyum ke arah kamera yang menyorotinya dan terlihat ramah di sekililing orang-orang yang bersamanya. Jika tidak Cruz akan dianggap sebagai selebriti yang sombong. 


Noa pun mulai menutup matanya ikut tidur, kepalanya masih sedikit pusing karena minuman yang diminumnya malam tadi.


Rasanya baru sebentar tertidur Noa sudah di bangunkan oleh Tan. 


“ KIta sudah sampai Noa, ayo bangun”, Tan membangunkan Noa. 


Noa terbangun dan melihat Cruz yang sudah bersiap-siap untuk turun. Mereka lalu makan siang dan melanjutkan aktivitas sampai jam 8 malam.


Setelah semua kegiatan itu mereka kembali ke apartemen Cruz. Tim yang lain langsung pulang. Hanya tersisa Letu, Tan dan Noa yang langsung merebahkan diri saat melihat sofa.


Noa merebahkan dirinya setelah sebelumnya melakukan perengangaan. Dia benar-benar kelelahan, mereka punya waktu satu jam untuk istirahat sebelum pergi ke party Moon.


Bukannya tidur Cruz malah mengerjakan sesuatu di studio dalam apartemennya. 


“ Wah, dia tidak lelah ya”, Noa berkomentar.


“ Dia memang begitu. Gila kerja. Kalau ada kerjaan yang masih belum selesai maka tidak peduli jam berapa itu Cruz akan langsung menyelesaikannya ”, jawab Tan yang juga meluruskan kakinya dengan berbaring di sofa sebelah Noa. 


“ Waah tidak heran dia secemerlang ini sekarang”, kata Noa lalu menutup matanya untuk istirahat.


***

__ADS_1


__ADS_2