My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Kepingan Memori Saat Malam


__ADS_3

Kembali di malam itu...


Saat memasuki hotel Cruz melihat Noa menangis. Entah apa yang di tangisi oleh wanita ini.


" Kenapa Kau menangis?", Cruz bertanya kepada Noa yang menangis di atas tempat tidur.


" Aku ... sedih... Mili tidak punya ayah dan ibu .... Huaaaa ", Noa menangis dalam mabuknya. 


Cruz bengong mendengar alasan itu. Cruz lalu menepuk bahu Noa pelan berusaha menenangkan karena bingung, penghiburan apa yang harus Cruz berikan kepada Noa karena kucingnya yang yatim piatu.


"Kenapa di sini panas sekali ", tiba-tibaNoa berkata sambil berdiri dengan limbung.


" Itu karena alkohol yang kau minum terlalu banyak. Sekarang kau tidur di sini saja. Setelah bajuku datang aku akan pulang lebih dulu", Cruz berdiri dari duduknya, dia memakai memakai kimono mandi dari hotel itu sambil menunggu bajunya.


Noa membaringkan badanya dan mulai tertidur. Cruz menggelangkan kepala melihat kelakuan Noa yang absurd itu .


" Bisa ya ada yang merusuh saat minum ck ck", Cruz duduk di sofa memperhatikan Noa.


Setengah jam berlalu, Noa tiba-tiba bangun dari tidurnya dnegan mata terpejam dia menggumamkan sesuatu dengan suara pelan. Cruz yang saat itu sedang memainkan ponselnya tentu saja kaget. Cruz mendekati Noa dan berusaha mendnegarkan perkataannya.


" Air... Air ... Aku haus.. Air ", gumamnya.


Cruz langsung membuka botol air mineral dan memberikannya kepada Noa. Dengan cepat Noa meneguk air mineral itu sampai setengahnya lalu aksi berikutnya membuat Cruz menelan ludahnya.


Noa berdiri masih dengan mata tertutup. Dia mulai menanggalkan pakaiannya. Mulai dari sepatunya, jaket, baju, lalu celananya. Meninggalkannya hanya dengan pakaian dalam.


Cruz terpaku menatap aksi Noa itu. Lekukan tubuh indah Noa terpapang jelas di depan mata Cruz. Noa hanya mengenakan Bra warna hitam senada dengan bawahannya. Setelah itu Noa merangkak ke atas tempat tidur dan tertidur di sana tanpa beban.


Cruz memegang dadanya yang berdebar tak karuan. Wanita bukanlah hal yang baru baginya. Melihat wanita yang setengah telanjang di setiap party celebrity bukanlah hal yang baru baginya. Tapi saat melihat Noa melepas semua bajunya membuat wajah Cruz bersemu merah. Jantungnya berdebar tidak karuan, ada sesuatu di bawah sana yang langsung bangun tanpa perlu di sentuh.


" Gila... Cuma liat doang bisa langsung bangun. Ini bukan gue", Cruz memaki dirinya sendiri dan langsung terduduj di sofa.

__ADS_1


Cruz melirik ke arah tempat tidur melihat kaki panjang Noa yang mulus tampak menarik hati untuk di sentuh.


" Tidak ! Cruz kau bukan binatang.. Kau tidak pernah begini. Jangan menyerang. Tenangkan dirimu tarik nafas, buang nafas... Tarikkk.... Buang. Bangsat", Cruz mengoceh sendirian.


Setelah beberapa menit Cruz menguatkan hatinya, dia beridir dari sofa dan berjalan menuju tempat tidur. Menarik selimut tebal hotel dan menutupi tubuh Noa dari ujung kepala sampai ujung kaki. Bahkan tidak ada satu helai rambutpun yang terlihat . Setelah itu Cruz cepat-cepat menuju kamar mandi untuk mandi air dingin, menetralkan pikiran dan hasratnya yang kacau balau.


Setelah selesai mandi Cruz kembali dan melihat Noa tidak bergerak sama sekali. Tidur atau mati orang ini pikir Cruz.


Lalu Cruz mengambil tidur di sofa untuk menghindari siapa tau Noa menyerangnya di tengah malam. Laundrynya sudah datang tetapi dia membatalkan niatnya untuk pulang. Dan entah bagaimana Cruz pun akhirnya bergabung tidur di atas tempat tidur bersama Noa, tanpa menggunakan baju.


***


Noa duduk terbengong di depan laptopnya. Apa yang dia lakukan saat mabuk adalah hal yang paling terkutuk. Aku pasti membuka bajuku dengan begitu pede pikirnya. Noa lalu menghela nafas panjang, tidak menemukan ide apapun untuk di tulis. Pikirannya melayang ke sana kemari.


Noa melihat Mili berjalan hilir mudik di bawah kakinya. " Oh saatnya cemilan ya. Enak ya jadi kamu. Kerjanya baring, makan, bertingkah imut langsung di kasih makan ", Noa mengoceh tidak jelas sambil memberikan cemilan kepad Mili yang di sambut bahagia oleh kucingnya itu.


" Sudah Noa. Lupakan pria itu, anggap saja kau sedang tidak beruntung. Toh kau tidak akan bertemu dengannya lagi, mulai sekarang fokus mencari ide dan cari uang sebanyak-banyaknya", Noa memberi motivasi untuk dirinya sendiri.


" Selamat pagi penonton di rumah, pagi minggu cerah ini kita akan memulai hari kita dengan melihat menu sehat apa ni yang bisa kita buat di rumah dengan menghemat biaya".


Chef di acara TV itu memulai acara masaknya dengan suara yang merdu.


" Wah... Ched Brian memang yang terbaik. Aku suka bahkan suaranya. Iya kan Mili?", Noa mengoceh ke arah Mili yang sedang berbaring malas.


" Oh ya. Pagi ini kita kedatangan tamu terbaik kita, penyanyi sekaligus aktor yang paling populer setanah air bahkan keluar negri. Ini dia Cruz...", koki Brian bertepuk tangan heboh di dalam layar.


Dan Noa yang mendnegar nama Cruz di sebut langsung terbatuk-batuk sampai mengeluarkan air mata. " Cruz? ", Noa menegok ke arah TV dan menemukan Cruz yang dia temui waktu itu ada di sana. Sedang tersenyum ke arah kamera dan menebarkan pesonanya.


" Udah gila ya? Pagi-pagi nongol di TV aku", Noa menegak air minumnya dengan cepat.


" Wah... Ternyata kamu lebih bercahaya dari yang ku lihat di TV ya. Luar biasa. Terima kasih karena sudah meluangkan waktu untuk hadir di acara masak ini Cruz", kata Brian.

__ADS_1


Cruz tampak tersenyum malu-malu ke arah kamera. Noa yang melihat senyumnya langsung tertawa mengejek "Lihat wajahnya seperti malaikat sekarang, tadi pagi bengis sekali. 'Kamu harus menganti rugi perbuatanmu'", Noa menirukan gaya bicara Cruz.


" Terima kasih karena sudah mengundangku Chef Brian. Aku merasa terhormat sekali bisa memasak bersama Chef", jawab Cruz dengan seyum manis.


"Waaahh. . . Mili dengar mulutnya manis sekali.... Haha ", Noa tertawa masih mengejek.


Jika Mili adalah manusia, mungkin dia akan mengatakan "Homan untuk apa kau mengomentari orang itu, lebih baik kau mencari uang yang banyak untuk kehidupan kita", kira-kira seperti itu.


Acara masak-memasak itu di mulai dengan Noa sebagai komentator. Saat Cruz menyebut kunyit sebagai jahe, Noa menertawakannya sampai air matanya keluar. Mungkin bagi fans Cruz itu adalah kesalahan yang imut, tetapi bagi Noa itu adalah hal yang patut di tertawakan.


Pada akhirnya Acara itu selesai dengan kedipan mata dari Cruz untuk para fansnya. Noa mendegus kasar melihat adegan itu.


"Lihat betapa menakjubkannya dia saat berada di TV. Ckck aku bahkan sampai lupa seperti apa perangainya di dunia nyata", Noa berbicara sendiri.


Tepat saat itu ponselnya berbunyi. Nomor baru tertera di sana, Noa langsung mengangkat telpon itu.


" Halo, selamat siang dengan Noa".


" Halo Noa, ini aku Cruz", Suara di sebrang telepon membuat Noa kaget dan langsung secara otomatis mematikan telpon itu.


Noa melihat berkeliling, apa ada yang mengawasinya? Baru saja dia menonton dan mengejek pria itu sekarang dia menelpon. Ponsel Noa berdering lagi dengan nomor yang sama, bukan mengangkat Noa malah membiarkan ponsel itu terus berbunyi sampai akhirnya senyap. Lalu bunyi pesan masuk berbunyi. Tring...


+63457***: Beraninya tidak mengangkat telponku. Mau lari dari tanggung jawab? Awas saja kalau ketemu.


Noa bergidik melihat isi pesan itu Dengan cepat dia menonaktifkan ponselnya, lalu masuk ke dalam kamar dna mengunci pintunya.


" Dasar psycopat mesum", maki Noa.


***


 

__ADS_1


__ADS_2