
" Noa dari mana kamu dapat rekaman CCTV itu?", tanya Cleo saat mereka ada di dalam mobil Ran.
Mobil Noa harus di bawa ke bengkel untuk di bersihkan. Noa harus mengeluarkan uang untuk itu.
" Salah satu polisi itu adalah temanku Cle", jawab Noa sambil tersenyum.
Cleo mengangguk kagum karena aksi nekat sahabat mereka ini. " Jadi sekarang kau mau ke mana?", tanya Cleo. "Mau di antar pulang ke rumah?",lanjut Cleo.
" Tidak bisa, Cruz meminta Noa untuk datang ke apartemennya", terang Ran.
Noa menatap Ran sedikit bingung. "Kamu kasih tau Cruz tentang masalah ini?", tanya Noa.
" Iya ", jawab Ran sambil cengegesan matanya tetap fokus ke jalanm
"Raaaannn ", Cleo bsrkata gemas.
" Aku hanya cemas karena kejadian kemarin. Aku kira ini penguntit yang sama. Jadi aku memutuskan untuk menelpon Cruz",Ran membela diri.
Noa menatap Ran ikut gemas sama seperti Cleo. Rasanya Noa ingin menjambak rambut Ran.
Ada alasan mengapa Noa tidak memberitahu Cruz, pertama Cruz sedang sangat sibuk dan jika mendengar Noa terkena masalah, Cruz pasti akan berlari meninggalkan pekerjaannya untuk bisa menemui Noa.
Kedua, Noa merasa ini adalah masalah sepele yang bisa dengan mudah di selesaikan.
Ketiga, Noa masih ingat dengan jelas wajah Cruz yang pucat karena ulah penguntit itu dulu. Noa tidak ingin hal seperti itu terulang lagi untuk Cruz.
Noa menghela nafas dan tepat saat itu ponslenya berdering. Cruz menelpon, Noa mengangkat telpon dari Cruz dengan suara yang tenang.
" Halo Cruz", jawab Noa.
__ADS_1
" Noa kamu di mana? aku akan menjemputmu? Apakah kamu baik-baik saja? Pekerjaanku sudah selesai jadi aku bisa menjemputmu sekarang", Cruz berbicara tanpa memberi kesempatan pada Noa untuk bersuara.
" Hei Cruz. . Aku baik-baik saja. Tidak apa-apa. Aku bersama Ran dan Cleo, jadi tenang ya. Aku baik-baik saja", kata Noa.
"Kamu yakin baik-baik saja? ", tanya Cruz masih cemas.
" Yaa, aku baik-baik saja. Aku akan ke rumahmu malam ini", lanjut Noa.
" Baiklah, aku akan menunggumu di apartemen", kata Cruz mengakhiri telponnya.
Noa menutup telpon dan memijat keningnya pelan. Melihat itu Ran hanya tertawa pelan.
" Baru pertama kali aku lihat Cruz sebucin itu", kata Ran
"Masa? Dulu saat bersama July apa dia tidak begitu?", tanya Cleo.
Noa terdiam mendengarkan percakapan suami istri itu.
Noa terdiam, semua yang di katakan Ran berbanding terbalik dengan cerita yang keluar dari mulut July.
Apa yang Noa dengar adalah July seolah-olah sangat mencintai Cruz sepenuh hatinya.
" Apa Cruz tau tentang itu?", tanya Noa.
" Tidak, Cruz mengira July benar-benar menyukainya. Sampai satu ketika saat Cruz sudah membuka hatinya, July meninggalkannya. Meninggalkan Cruz di tengah depresinya", jawab Ran. " Apa Cruz pernah bilang bahwa dia memiliki gangguan kecemasan?", tanya Ran pada Noa.
" Tidak, Cruz tidak pernah mengatakannya", jawab Noa dengan hati mencelos.
" Dia tidak akan mengatakannya karena pengalaman itu", kata Ran lagi.
__ADS_1
Noa sangat sedih mendengar itu, Cruz tidak mau di tinggalkan. Dia pasti sangat kecewa saat itu, merasa sendirian.
Noa menatap keluar jendela mobil, memperhatikan gedyng tinggi yang lewat seperti tertinggal di belakang mereka.
***
" July, apa kau sudah memutuskan tawaranku?", tanya Jay saat bertemu July di sela jadwalnya yang padat.
" Ya, aku masih mempertimbangkannya ", jawab July tapi tidak menatap Jay.
Masih terngiang-ngiang di telinga Julu tentang pernyataan cinta yang di buat oleh Jay. Entah kenapa setiap bertemu Jay, rasanya July ingin lari bersembunyi.
" Waktumu tinggal 1 minggu lagi. Pikirkan dan berikan jawabanmu padaku nanti. Aku tunggu", kata Jay pelan.
July terpaku, suara Jay terdengar terdengar sangat halus dan menggoda.
Sebelum pergi Jay berbalik lagi dan menatap July.
" Akhir-akhir ini, sepertinya kamu selalu menghindariku. Ada apa?", Jay bertanya penasaran membuat July kelabakan.
"Aku tidak menghindarimu. Aku hanya sedang sibuk", July beralasan.
Jay hanya mengangguk paham. Lalu pamit meninggalkan July sendirian.
Memang benar, setelah hari itu setiap bertemu Jay sebisa mungkin July menghindarinya. Jika melihat Jay di ujung lorong maka July dengan cepat berputar arah, jika Jay memanggilnya untuk mengobrol dengan cepat July berpura-pura sedang menelpon.
Sebenarnya July sangat capek menghindari Jay, tetapi hanya itu yang bisa dia lakukan sekarang.
Setiap bertemu dengan pria ini, July selalu teringat tentang ungkapan perasaan itu. Yang lebih parah adalah tsrkadang July terus mengingat-ingat kelakuan memalukan apa saja yang sudah dia lakukan di depan Jay. Wajahnya akan bersemu merah jika mengingat semua kejadian itu.
__ADS_1
July menatap dirinya di cermin. Mau sampai kapan dia menghindadi Jay? Suatau saat dia harus berani menghadapi Jay dan perasaannya.
***