My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Teman Sekolah Noa


__ADS_3

Noa memperbiki letak kacamatanya. Dia sedang mengerjakan tulisannya di cafe dekat tempat kerja Cleo. Hari ini dia dan Cleo akan makan bersama seperti biasa.


Noa memutar otaknya memikirkan segala ide cerita yang bisa di hasilkan. Tetapi sepertinya kapasitas memori kepalanya sudah sampai pada ambang batas.


Noa menutup laptopnya dan menyeruput milkshake di hadapannya. Kenapa Cleo lama sekali, pasti dia sedang mendengarkan ocehan salah satu pasiennya.


" Permisi. Anda penulis Noa kan?", seorang gadis remaja menegur Noa.


" Ya benar. Ada yang bisa saya bantu?", Noa bertanya ramah.


Wanita itu tampak senang dan mencubit pelan teman yang bersamanya. " Aku penggemarmu. Namaku Ami. Boleh aku minta tanda tangan dan foto bersama?", tanyanya.


" Hai Ami.. Ya boleh ", Noa mengiyakan ramah.


Gadis itu menyerahkan sebuah buku dan bolpen. Noa menandatanganinya. Noa pernah melakukan jumpa fans karena salah satu bukunya tapi baru pertama kali dia di kenal orang seperti ini.


" Aku selalu mengikuti program Couple star kalian. Aku suka tingkah kalian sangat alami. Kalian sangat cocok ", oceh gadis itu.


"Terima kasih sudah mengikuti program kami", Noa berterima kasih dengan ramah. Mereka lalu berfoto bersama.


" Aku sangat mengidolakan Cruz. Tolong jaga dia sebaik mungkin dan aku akan menjadi idola kalian berdua nantinya jika kalian benar menikah", kata gadis itu sebelum pergi membuat Noa hanya bisa tertawa ringan.


' Alami dari mana? Seharusnya dia tau aku hampir terkena serangan darah tinggi karena garam di dalam mangkok serealku', batin Noa setelah gadis itu pergi.


Noa kembali duduk menunggu Cleo. Belum berapa menit seorang pria tinggi dan wajah yang tampan berdiri di hadapan Noa.


" Kamu Noa ya? Noa Rylie anak SMAN 3?", tanya pria itu.


' Hadeh siapa lagi ini', Noa membatin sambil menatap heran pria itu. " Ya, maaf siapa ya?", Noa balik bertanya.


" Ini Aku. Christian. Kau ingat? Anak kelas 3 IPS kapten basket SMAN 3? Yang kau lempari es cendol", dia menjelaskan panjang lebar karena Noa terlihat bingung.


Mendegar kata es cendol membuat Noa membelalakan matanya. " Christian... Christian Wijaya. Yang itu?", Noa tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


Bagaimana Noa tidak terkejut, Noa sangat ingat penyebab terjadinya pelemparan cendol itu. Dan Noa masih malu jika ada yang mengungkit hal itu.


"Oh ****", Noa mendesis pelan pada dirinya sendiri.


" Haha... Apa kabar? Sebuah kebetulan ya.. Haha Apa yang kau lakukan di sini?", Noa brtanya kaku.


" Kabarku baik. Aku adalah owner cafe ini. Ini adalah salah satu bisnisku", jawabnya. " Kamu apa kabar?", dia mengulurkan tangan pada Noa.


Noa menjabat tangan Christian sedikit ragu " Kabarku baik. Sangat baik".


***


Cleo menatap Noa tidak percaya. "Kau yakin itu Christian yang kau lempari cendol karena mengira dia akan menyatakan cinta padamu tapi ternyata... Ha ha ha ha ha ha", Cleo tidak sanggup melanjutkan bicaranya karena rasa lucu yang menyerang.


Noa menatap Cleo jengkel. Setelah bertemu Christian, Noa cepat-cepat angkat kaki dari cafe itu dan menelpon Cleo untuk mengganti tempat makan siang mereka.


"Itu semua terjadi karena kau Cleo dodol... ck...", Noa mengomel pada Cleo sambil menarik ujung rambut sahabatnya itu.


"Ha ha ha... Iya ya... Haha maafkan aku ... maaf... ", Cleo menenangkan dirinya. Dia menyeka air mata yang keluar di ujung matanya karena tertawa.


" Sepertinya dia sudah memperhatikan aku lama Cle. Dia awalnya tidak yakin, lalu entah bagaimana dia yakin dan menperkenalkan dirinya sebagai kapten basket yang ku lempar es cendol... ", Noa bercerita sambil menghela nafas pendek.


Cleo cekikian mendengar kata es cendol " sayang sekali ya padahal itu cafe favorit kita", ujar Cleo.


Noa mengangguk mengiyakan. Jadi ceritanya dulu saat SMA, Noa dan Cleo masih kelas 2 dan christian kelas 3 SMA. Noa adalah ketua dari extrakulikuler taekwondo dan Christian adalah kapten basket SMA mereka. Christian sangat populer saat itu.


Entah bagaimana Christian terus memperhatikan Noa. Saat Noa latihan, saat bertemu di lapangan. Awalnya biada saja tapi lama-lama Noa mulai terganggu. Rasanya seperti selalu di awasi.


Penyebab kekacauan ini adalah Cleo. Noa bercerita pada Cleo tentang rasa tidak nyamannya karena di perhatikan oleh kakak kelasnya itu.


" Aku yakin 100% dia suka sama kamu. Sangat yakin. Kan dia baru putus dari pacarnya", Cleo berkata yakin.


Dan Noa yang pengalaman pacarannya saat itu nilainya 0, dengan bodohnya percaya pada sahabatnya itu. Situasi mendukung kesalapahaman itu, Christian beberapa kali membantunya saat Noa kesulitan. Semakin yakinlah Noa dan Cleo bahwa Christian menyukai Noa.

__ADS_1


Suatu hari saat Noa dan Cleo sedang jajan di kantin Christian datang kepada Noa. Jantung Noa berdebar sangat cepat karena si dodol Cleo mengatakan dia pasti akan nembak kamu hari ini.


" Hai Noa, nama aku Christian. Ada yang ingin ku katakan padamu. Aku sebenarnya... ", Belum sempat Christian menyelesaikan kata-katanya, Noa dengan cepat menyiramkan cendol ke baju seragam Christian karena gugup mengira Christian akan menyatakan cinta di depan banyak orang.


Tentu saja seisi kantin terdiam. Ternyata ujung-ujungnya adalah christian ingin mengajak kerjasama untuk pertunjukan pentas seni sekolah. Paham kan betapa malunya Noa? Dan Cleo adalah yang paling tertawa di atas rasa malu sahabatnya.


" Sudahlah tidak apa-apa. Toh kau tidak akan bertemu dengannya lagi", kata Cleo yakin.


"Itu masalahnya Cle", Noa menutup wajahnya dengan tangan.


" Apa masalahnya?", tanya Cleo mengunyah makanannya.


"Dia adalah penggemar semua tulisan hororku", kata Noa panik.


" Apa?", Cleo kaget.


Noa mengangguk mengiyakan. Cleo tampak seperti berpikir.


"Kalau begitu dekati saja dia, siapa tau kali ini dia benar menyukaimu", Cleo melanjutkan jahil membuat Noa emosi.


Noa menatap Cleo kesal. "Cle, tutup mulutmu sebelum aku marah", Noa kesal.


Cleo tertawa " Baiklah. Baiklah... Tapi dia tidak akan bisa menghubungimu kan. Toh dia hanya seorang penggemar", kata Cleo.


" Itu masalahnya. Dia meminta nomor telponku. Aku tidak mungkin menolak permintaannya. Jelas-jelas ponselku ada di depan mata", Noa tertunduk lagi.


Cleo menghela nafas. " Kalau begitu terpaksa kau harus telrihat biasa saja jika dia menghubungimu Noa. Ingat itu kan masa lalu, sekarang adalah masa depan. Anggap saja kau tidak pernah melakukan itu", Cleo memberi solusi sok bijak.


Noa menatap Cleo. " Apa aku menghindar saja?", tanya Noa.


" Hmmm... Coba saja. Dulu kau pernah menghindari Cruz kan? kali ini lakukan lebih niat dan gigih", Cleo memberi semangat.


" Yaa.. Akan ku lakukan. Tapi aku yakin dia tidak akan menghubungiku", kata Noa yakin.

__ADS_1


" Aku sih yakin dia akan menghubungimu", Cleo lebih yakin.


***


__ADS_2