My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Jay dan July


__ADS_3

July duduk di tempat tidurnya termenung, menatap portal berita di ipadnya. Cruz sedang menjadi perbincangan hangat karena bertengkar dengan kekasihnya, di saat hari ulang tahunnya kemarin.


" Dasar sialan", July melempar ipad ke sebelahnya dan membaringkan dirinya di kasur.


July menatap langit-langit kamarnya. Seharusnya dulu dia tidak meninggalkan Cruz. Tapi saat itu karirnya di pertaruhakn. Jika dia memilih tinggal bersama Cruz maka dia tidak akan segemilang sekarang.


July selalu tenang karena Cruz tidak pernah memiliki skandal apapun dengan wanita manapun. Tapi lihat sekarang, berita tentang Cruz dan kekasihnya bertebaran di mana-mana.


Mungkin orang lain tidak tahu siapa wanita itu, tapi segelintir orang termasuk July tahu bahwa itu adalah Noa. Wanita yang entah datang dari dunia mana merusak semua keadaan.


Keadaan yang awalnya tenang untuk July menjadi kacau karena perubahan Cruz. July terlalu percaya diri, merasa Cruz hanya mencintainya. Merasa Cruz tidak akan pernah bisa mencari yang lain selain dirinya. Merasa bahwa dia sanggup meluluhkan hati Cruz.


Tapi lihat sekarang. Ternyata sejak awal July memang sudah tidak memiliki arti bagi Cruz.


" Kalau tidak menjadi milikku, maka Cruz tidak boleh menjadi milik siapapun", gumam July pada langit-langit kamarnya.


Alfa manajer July masuk ke kamarnya. " Kau sudah bangun?" ,tanya Alfa.


" Ya. Aku sudah lebih baik", jawab July tidak berpaling dari langit-langit kamarnya.


“ July, seseorang datang untuk bertemu denganmu”, kata Alfa.


“ Siapa?”, tanya July tidak minat.


“ Jay, CEO datang untuk bertemu secara pribadi denganmu”, terang Alfa lalu meninggalkan kamar itu.


Mendengar nama Jay disebut, July langsung duduk di tempat tidurnya. 


 Jay masuk dan tersenyum pada July. “ Bagaimana kabarmu?”, tanya Jay


“ Aku baik-baik saja. Terima kasih karena mengunjungiku”, kata July.


Jay duduk di kursi sebelah tempat tidur July. “ Kemarin, kau kehilangan kontrolmu lagi. Ada apa?”, tanya Jay menatap July lembut. 


July hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan dari Jay. 


“ Karena Cruz? Lagi?”, Jay memastikan. 


“ Aku, hanya ingin bersamanya kak”, jawab July.


Jay menghembuskan nafas berat. “ Apa kau tahu bahwa Cruz tidak menatapmu sekarang?”,Jay menanyakan fakta yang July pun tahu. 

__ADS_1


“ Dia hanya sedang marah padaku”, jawab July.


“ Dia tidak mencintaimu lagi July”, Jay berkata dengan suara cukup keras dan tegas.


Air mata July jatuh ke pipi mendengar perkataan Jay. 


“ Berhentilah menyukainya. Aku tidak ingin kau menyakiti dirimu sendiri karena Cruz”, kata Jay. “ Cruz adalah sahabatku. Kau adalah teman kecilku. Aku membawamu ke dunia entertain untuk membuat kau mewujudkan mimpimu menjadi seorang bintang. Jika hal ini menyakitimu aku akan menyesal seumur hidupku July”, Jay menatap July dengan raut wajah sedih. 


July masih menangis dalam diam. “ Aku menyesal karena meninggalkannya Jay. Aku begitu menyukainya sampai membuatku gelisah. Aku ingin dia kembali bersamaku”, kata July sedih.


“ Cukup. Aku tidak ingin kau membahas tentang Cruz, aku tidak ingin kau menangis karena dia. Aku mengirimkan beberapa hal tentangmu ke manajemen di luar negri. Mereka akan mempertimbangkan apakah kau bisa debut di paris atau tidak. Jika itu terjadi kau harus pergi ke sana dan lupakan tentang Cruz. Persiapkan dirimu”, terang Jay sambil berdiri dari kursinya.


July hanya terdiam mendengarkan perkataan Jay. Saat Jay berjalan ke arah pintu July memanggil. 


“ Jay, apa kau membenciku ?”, tanya July.


Jay berbalik dan menatap July lalu tersenyum “ Aku masih sama seperti dulu July. Masih seperti saat itu”, ucap Jay. 


Jantung July berdegup mendengar perkataan Jay. 


“ Istirahatlah “, kata Jay lalu pergi meninggalkan July sendirian di kamar itu. 


***


July menatap laki-laki yang tampak lebih tua darinya itu dengan wajah jutek. 


“ Aku kapten di kompleks ini, kau anak baru ya?”, dia masih berteriak. “ Kau bisu?”, katanya lagi karena pertanyaannya tidak kunjung dijawab oleh July.


Dengan penuh percaya diri, laki-laki kecil itu melompat turun dari atas pohon seperti seekor monyet. Lincah dan cepat, beberapa detik kemudian dia sudah berdiri di hadapan July. 


“ Halo, namaku Jay… pria paling tampan dan berani di seantero dunia ini”, ucapnya penuh percaya diri.


July menatapnya masih dengan wajah jutek ‘ percaya diri sekali dia’. July melengos pergi tidak menyambut uluran tangan Jay. 


July terus berjalan ke arah taman bermain tidak memperdulikan Jay yang terus mengoceh di belakangnya.


“ Hei aku sedang bertanya padamu, namamu siapa? tinggalnya di mana? umurmu berapa? wajahmu kenapa jutek sekali?”, Jay terus mengoceh. 


“ Iih berisik banget sih”, July berbalik membentak Jay.


Jay kaget “ galak banget”, kata Jay.

__ADS_1


Mereka sampai di taman, July bermain ayunan seorang diri sedangkan Jay duduk di atas perosotan lalu membaringkan badannya di sana. 


July baru pindah ke daerah ini. Dia sedang sedih karena ibunya menikah lagi dengan seorang duda anak satu. Saat pindah ke rumah ini, sangat terlihat anak dari ayah barunya itu sangat tidak menyukai July dan ibunya.


Tetapi ibunya selalu berkata, nanti anak itu yang akan menjadi adiknya akan terbiasa dengan kehadiran mereka. Tetapi July tetap merasa tidak nyaman. 


Segerombolan anak laki-laki berusia 8 sampai 9 tahun masuk ke dalam taman. Mereka tertawa-tawa dan saat melihat July salah satu diantara mereka menyenggol yang lain. 


“ Kau anak baru ya? aku baru melihatmu”, tanya seseorang yang badannya lebih besar dari antara yang lain. 


“ Bukan urusanmu. Tinggalkan aku sendiri”, jawab July ketus. 


“ Bukan uyusanmu, tingalkan akyu”, salah seorang menirukan perkataan July degan mengejek. 


“ Kau tau ini daerah kekuasaan kami. Taman ini adalah milik kami. Kau harus pergi dari sini”, kata si badan besar.


“ Aku tidak mau. Lepaskan tanganmu dari bajuku”, July berteriak saat salah seorang menariknya untuk turun dari ayunan. 


“ Wooooiiii…..”, Jay berteriak dari balik perosotan. “ Kalian berisik sekali. Kalian mau melawan anak perempuan?”, kata Jay sambil bangun dari tidurnya.


“ Siapa kau?”, tanya si badan besar. 


“ Aku? Aku di Jay si paling tampan seantero jagat. Kau siapa? banci ya?”, tanya Jay.


“ Banci? kau mau mati ya”, teriak si badan besar. 


“ Laki-laki sejati tidak akan menindas wanita. Paham?”, teriaknya. 


“ Kau… akan ku hajar kau”, teriak di badan besar tetapi seorang di antara mereka menahannya. 


“ Jangan, nanti kau kalah. Dia Jay itu loh. Yang ku ceritakan kemarin, si sabuk hitam taekwondo… ayo pergi”, kata seorang di antara mereka. 


Mereka berlari berhamburan keluar taman. “ Awas kau… nanti kami balas”, teriak si badan besar. 


Jay hanya menatap mereka dengan wajah sombong. July tersenyum senang melihat mereka berlari keluar taman. Dia lalu menghampiri Jay yang kembali berbaring di perosotan.


“ Hai Jay, terima kasih sudah menolongku. Maafkan aku karena kasar padamu”, kata July.


“ Hmm tidak masalah”, Jay menjawab santai. 


“ Namaku July”, July mengulurkan tangannya pada Jay sambil memberikan senyum manis di wajahnya. 

__ADS_1


****


__ADS_2