My Devilish Daddy

My Devilish Daddy
Keinginanku.


__ADS_3

Aku ingin mencegah wanita itu tapi dia terus mengejar Aaron. Aku jadi penasaran, siapa sebenarnya wanita itu dan apa hubungannya dengan Aaron. Dilihat dari penampilan wanita itu adalah orang kaya dan berkelas. Kaca mata dan topi yang dipakai saja harganya sangat mahal. Aku tahu harga itu karena mama sering memilih brand tersebut sebagai fashionnya sehari-hari. Namun ada satu hal yang membuatku sangat-sangat penasaran, wanita itu sangat tidak asing dalam benakku. Sepertinya aku pernah bertemu wanita itu tapi lupa di mana.


"Nona?" Wanita itu kembali dan menghampiriku, "Apa kamu pacarnya Aaron?"


"Tidak Tante, aku bukan pacarnya Aaron."


Wanita itu akhirnya membuka kaca mata, menghapus airmatanya lalu menatapku dengan mata merah sehabis menangis.


Zet!


Aku tercengang menatap wajah asli wanita itu. Pantas saja sejak tadi aku merasa tidak asing melihat sosok tersebut. Tapi ... apa hubungan wanita ini dengan Aaron, ya?


"Mungkin aku terlalu gegabah. Mungkin kalau aku tadi tidak menunjukkan diri Aaron pasti masih bersamamu."


Aku semakin penasaran. "Maaf, bisa saya tahu Anda siapanya Aaron?"


Wanita yang tak lain adalah ibunya Billy sekaligus istri om Jacky ini tersenyum manis kepadaku. "Tante ... Maafkan tante Sayang, tante tidak bisa menceritakannya padamu. Tante ingin tahu satu hal darimu, kenapa kamu bisa mengenal Aaron?"


Nyonya Debora dan Aaron memiliki hubungan? Apa jangan-jangan Aaron simpanan nyonya Debora, ya? Kenapa Aaron pergi begitu saja ketika nyonya Debora datang, apa Aaron takut ketahuan kalau ternyata dia memiliki hubungan gelap dengan istri bosku sendiri?


"Nona?"


Suara nyonya Debora membuatku terkejut. "Maaf, Tante. Tadi Tante tanya apa?"


Drtt... Drtt...


Getaran ponsel tante Debora membuatnya menoleh. "Maaf Sayang, tante angkat telepon dulu."


Aku mengangguk kemudian menatap rambut hingga ujung kaki nyonya Debora. Benar-benar wanita yang luar biasa. Secara visual penampilan dan tubuh tante Debora sangat sempurna. Wajah dan kulitnya lembut, cantik dan sangat terawat. Nyonya Debora tidak terlihat tua. Penampilannya sangat serasi dengan om Jacky. Tapi kenapa tante Debora memilih berselingkuh, ya? Menurut cerita Billy lelaki yang berselingkuh dengan mamanya sudah tua dan jelek. Lalu kenapa sekarang wanita ini mengejar Aaron sampai menangis? Apa jangan-jangan tante Debora memang suka mengoleksi laki-laki?

__ADS_1


Untung saja beliau bicara membelakangiku. Jika tidak, mungkin aku akan dimarahi karena ketahuan menatapnya dengan teliti.


"Maafkan tante karena harus pergi. Bisa tante minta kontakmu? Kapan-kapan tante akang mengajakmu makan sekaligus membicarakan soal Aaron."


Aku setuju kemudian memberikan nomor teleponku. "Iya, Tante."


"Kalau begitu tante pergi dulu, ya. Terima kasih."


Kulihat tubuh seksi tante Debora berlalu mendekati mobil mewah yang terparkir cukup jauh. "Apa hubungan Aaron dengan istrinya om Jacky, ya? Apa Billy tahu soal ini?"


Melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul dua siang, aku segera masuk dan mengemudikan mobil menuju apartemen. Di sana aku memasukan semua belanjaan ke dalam lemari es kemudian kembali ke kamarku. Kejadian hari ini benar-benar membuatku pusing. Bertemu dengan Anggie yang super gila, serta istri bosku yang sambil menangis mengejar ajudannya kakekku. Aku semakin penasaran dan ingin mencaritahu.


Drtt... Drtt...


Ponselku bergetar. Nama mama terpampang di depan layar. Dengan cepat aku segera menekan radial untuk menyambungkan. "Halo, Ma?"


"Sayang, kamu di mana?"


"Mama peritahin padamu, Nak. Mama tidak pernah menyuruhmu memasak, tapi kamu malah bekerja kepada orang lain sebagai juru masak."


Saat ini aku sedang berbaring di ranjang menatap langit-langit berwarna kuning. "Tidak masalah, Ma. Kan aku ingin mencari pengalaman."


"Mama tahu, Sayang. Tapi bukan menjadi juru masak. Posisimu di masa depan tidak ada sangkutpautnya dengan pekerjaanmu saat ini. Mama tidak ingin kamu menjadi pelayan di rumah orang. Mama mampu memberikan uang yang banyak padamu, Zuri."


Tempo hari aku sudah memberitahukan kepada mama soal gaji yang kudapatkan dari hasil memasak. Mama sangat terkejut, tapi tetap saja beliau tidak ingin aku bekerja seperti itu.


"Ma, aku hanya membuat. Membersihkan dan membereskan bekas peralatan dan apartemen ada orang lain. Aku sangat santai bekerja di sini. Bahkan bosku sudah menganggap aku seperti anaknya sendiri. Mereka sangat baik, Mama."


"Tetap saja, Sayang. Mama tidak ingin anak gadis mama menjadi mendapatkan profesi itu. Memasak itu sangat melelahkan, Zuri."

__ADS_1


"Maafkan aku, Ma. Bukan maksud aku membantah perkataan Mama. Aku tahu Mama mengatakan itu demi kebaikanku sendiri. Tapi Mama tahu, di sini aku seperti mendapatkan keluarga. Kasih sayang yang tidak pernah kudapatkan dari papa kini kudapatkan dari bosku sendiri. Billy dan neneknya juga sangat baik padaku. Mereka sudah seperti nenek dan saudaraku sendiri. Jadi kumohon, Ma. Biarkan aku tetap di sini. Biarkan aku merasakan hangatnya keluarga yang tidak pernah kudapatkan dari keluarga kita."


Mamaku terdiam.


"Maafkan aku, Ma. Bukannya aku menganggap keluarga Oliver tidak pernah memberiku kasih sayang. Mama dan kakek Robbie adalah orang paling berharga dalam hidupku. Tapi kumohon injinkan aku merasakan kebahagian ini. Ini tidak akan selamanya, Ma. Begitu tugasku selesai aku janji akan kembali ke Mama dan menggantikan posisi Mama. Mama tahu, malam ini aku akan menghadiri makan malam keluarga bersama bosku. Ibu dari bosku yang mengundangku untuk datang ke sana. Jadi, jam tujuh malam aku akan dijemput oleh Billy."


"Mama minta maaf jika selama ini mama tidak bisa membahagiakanmu. Mama___"


"Jangan berkata begitu, Ma. Aku tidak menyalahkan Mama atas kejadian ini. Aku juga tidak mempermasalahkannya, karena aku yakin ada sesuatu yang membuat Mama tidak ingin menggantikan posisi papa. Aku hanya ingin Mama tahu, betapa rindunya aku dengan sosok papa. Aku iri setiap kali melihat teman-temanku yang memiliki keluarga lengkap seperti kakek, nenek, papa, kakak, adik, bahkan sepupu. Dan sekarang ... meskipun tidak dengan ikatan yang resmi, tapi aku senang sudah dianggap seperti anak oleh bosku sendiri. Beliau benar-benar menggantikan posisi papa dalam hidupku. Beliau telah memberikanku kasih sayang yang tidak pernah kudapatkan dari papa kandungku sendiri. Jadi kuharap Mama bisa mengerti akan hal itu. Hal yang selama ini kunantikan dan sangat kuinginkan."


Selepas mengatakan itu aku menjadi merasa bersalah. Mama pasti merasa sangat terbeban oleh kata-kataku. Tapi di satu sisi aku ingin sekali berada di sini, berada di dekat om Jacky dan Billy, yang selalu memberikanku kebahagian tersendiri. Kebahagiaan yang tidak pernah kudapatkan sebelumnya. Kebahagiaan yang selalu kunantikan sejak lama. Aku hanya bisa berdoa, semoga mama bisa mengerti dan mau memberiku kesempatan.


"Baiklah, mama tidak akan melarangmu lagi. Tapi ingat, suatu saat kamu harus kembali kepada mama. Cepat atau lambat kamu harus menggantikan posisi mama, Zuri."


"Kalau itu Mama tenang saja. Beri aku kesempatan berapa tahun untuk menikmati semua ini. Setelah itu aku janji akan kembali untuk membantu Mama mengurus perusahan."


"Mama cinta kamu, Zuri."


"Aku juga sangat mencintai, Mama," sesaat aku langsung teringat soal kejadian tadi siang, "Oh iya, ada yang ingin kutanyakan pada Mama."


"Soal apa?"


"Soal Aaron."


"Aaron ajudannya kakek?"


"Iya, Ma."


"Kenapa dengan Aaron? Apa kamu menyukainya?"

__ADS_1


Bersambung___


__ADS_2