
Mulutku terbuka lebar. "Berarti Aaron anak tirinya om Jacky?" Ya Tuhan, berapa lama aku menghilang dari kota ini sampai aku tidak tahu ada kabar mengejutkan seperti ini.
"Kumohon Mama jangan ceritakan masalah ini kepada om Jacky," Zuri menghalaukan keterkejutanku, "Om Jacky dan Billy tidak tahu masalah ini. Bahkan kedua orang tua om Jacky juga tidak tahu. Yang tahu masalah ini hanya kakeknya om Jacky."
"Kakeknya om Jacky? Kata siapa?"
"Jadi begini, Ma," Zuri berkata lalu menarik napas dan membuangnya perlahan, "Waktu itu Anggie mengajakku ke suatu tempat di tengah hutan. Tempat itu terdapat rumah besar dan mewah. Rumah itu milik istrinya om Jacky."
"Anggie?" aku mengingat-ingat.
"Anggie itu sekertarisnya om Jacky. Dia juga wanita yang dijodohkan tante Debora dengan Billy."
Aku ingat. Jacky pernah bilang padaku soal wanita itu saat makan siang bersama. "Lalu?"
"Anggie tidak senang padaku sejak aku menginjakkan kaki di perusahan om Jacky. Dia sempat mengancamku dan Billy mengetahuinya. Karena ibunya bersahabat dengan tante Debora, Anggie mengajakku bertemu tante Debora. Mungkin Anggie ingin tante Debora memberiku pelajaran karena mendekati Billy. Namun bersyukur aku bertemu tante Debora sebelumnya di saat aku bersama Aaron."
Aku semakin penarasan. "Lalu?"
"Begitu tiba di rumah itu aku di ajak masuk. Di rumah pengawal dan ada ruangan di bawah tanah di mana tante Debora berada. Aku di bawa ke sana. Begitu melihatku tante Debora menyuruh Anggie keluar. Anggie protes, tapi tante Debora bersikap keras."
"Tunggu, kenapa bisa kamu ikut bersama Anggie? Kamu tahu dia jahat, kenapa kamu percaya padanya?"
"Anggie membohongiku, Mama. Singkat cerita waktu itu aku baik-baik saja. Anggie tidak menyakitiku sampai akhirnya aku dan Anggie tiba di rumah itu."
Aku mengangguk. Secara langsung aku tidak begitu tertarik dengan cerita Anggie. Yang membuatku mati penasaran sekarang adalah keterikatannya Jacky dan Aaron. Ya ampun, aku tak menyangka mantan kekasihku itu menikah dengan seorang janda anak satu.
"Sikap tante Debora padaku langsung berubah begitu Anggie meninggalkan ruangan. Beliau sangat ramah padaku. Aku pikir beliau akan marah padaku, ternyata tidak."
"Mungkin beliau setuju kamu dan Billy daripada Anggie."
Zuri tersipu malu. "Aku tidak tahu. Yang jelas awal pembicaraan kami, beliau langsung bertanya apakah aku menyukai Aaron atau Billy."
Aku tertawa. "Mama masih tidak percaya kalau Aaron anak dari istrinya om Jacky."
"Aku juga begitu, Ma. Namun setelah mendengar alasan tante Debora rasanya aku ingin menangis. Aku mengira hanya kita yang menjalani kehidupan yang begitu pahit. Ternyata kehidupan tante Debora jauh lebih pahit dari yang kita rasakan."
Aku memeluk Zuri. "Sebagai manusia kita harus selalu bersyukur, Sayang. Apapun hidup yang kita jalani, baik buruknya harus kita syukuri."
__ADS_1
"Mama tahu," kata Zuri sambil melepaskan pelukannya dariku. Dengen ekspresi sedih Zuri mulai berkata, "tante Debora menikah dengan om Jacky karena terpaksa. Suami tante Debora saat itu lumpuh dan membutuhkan uang untuk biaya pengobatan."
"Lalu apa hubungannya dengan tuan Daniel?"
"Waktu itu tante Debora hendak mencari tumbuhan untuk membuat obat. Karena tidak punya uang beliau membuat obat herbal untuk suaminya. Di jalan tante Debora menemukan kakeknya om Jacky dalam keadaan sekarat."
Alisku berkerut. "Sekarat?"
"Iya, Ma. Kakeknya om Jacky waktu itu kecelakaan dan tante Debora-lah yang membawa beliau ke rumah sakit. Mungkin kalau tante Debora lama, kakeknya om Jacky pasti sudah meninggal."
Aku cukup terkejut mendengar itu. Namun, aku tidak pernah tahu lagi kabar keluarga Daniel semenjak kejadian hari itu.
"Merasa berhutang budi kepada tante Debora, kakeknya om Jacky menawarkan beliau untuk menjadi menantu di keluarga Daniel. Di samping itu kakeknya om Jacky memang sedang mencari menantu untuk dinikahkan dengan om Jacky. Jadi, beliau mendesak tante Debora untuk menikahi om Jacky."
"Tuan Daniel mendesaknya menikahi om Jacky, kenapa?"
"Alasan beliau kepada tante Debora agar om Jacky segera menikah dan cepat memberikannya cucu."
Aneh, kenapa tuan Daniel memilih wanita bersuami sebagai menantu, ya. Gadis lajang di luar sana kan banyak yang cocok untuk Jacky.
"Sudah, Ma. Tante Debora justru menolak. Tante Debora tidak ingin meninggalkan suaminya dan Aaron, tapi tuntutan yang sangat dibutuhkan membuat tante Debora akhirnya menyetujui permintaannya beliau. Jadi, sampai sekarang om Jacky dan keluarga Daniel yang lain tidak tahu kalau sebenarnya tante Debora itu masih berstatus istri orang saat menikah dengan om Jacky."
"Lalu apa respon Aaron dan papanya?"
"Aaron melarikan diri. Sementara suaminya tante Debora bunuh diri karena di provokasi oleh tante Stella dan om Gilbert."
"Om Gilbert papanya Billy?"
Zuri mengangguk.
"Lalu tante Stella, siapa dia?"
"Tante Stella adalah mamanya Anggie. Beliau bersahabat dengan tante Debora dan om Gilbert. Tante Debora berencana akan memberitahukan soal tawaran tuan Daniel kepada suaminya jika waktunya sudah tepat. Namun pernikahan itu belum terjadi, tante Stella dan om Gilbert memprovikasi papanya Aaron hingga akhirnya beliau meninggal. Mereka juga memprovokasi Aaron sampai akhirnya Aaron kabur dan menabrak mobilnya kakek."
"Kalau soal Aaron kakek pernah cerita kepada mama. Iya, mama tahu kalau soal itu, tapi mama tidak pernah tahu kalau ternyata istrinya om Jacky adalah mamanya Aaron."
"Apa kakek tahu soal itu?"
__ADS_1
Aku menggeleng kepala. "Mama belum tanya pada kakek. Sejauh ini kakek juga tidak menceritakan perihal itu kepada mama. Mungkin Aaron telah merahasiakannya dari kakek."
"Apa Mama tidak tertarik untuk bertanya?"
"Tentu saja ada. Setelah mendengar ceritamu sejak tadi mama justru tak sabar lagi ingin bertanya kepada kakekmu. Mama yakin kakekmu juga pasti tidak tahu, kalau mamanya Aaron adalah istrinya om Jacky."
"Tapi ada satu hal yang ingin kukatakan kepada Mama. Apa Mama bisa membantuku?"
"Tergantung. Kalau permintaanmu merugikan, sudah pasti mama akan menolaknya."
Zuri meraih tanganku dan menggenggamnya. "Saat ini tante Debora dalam masalah besar. Tante Stella dan om Gilbert akan mengadukan soal Billy kepada om Jacky jika beliau tidak memberikan mereka uang. Mereka berdua selalu memeras tante Debora."
"Bukannya Gilbert adalah papanya Billy? Gilbert juga selingkuhannya Debora, kan?"
"Iya, tapi om Gilbert memanfaatkan tante Debora demi kepentingan pribadinya. Om Gilbert memanfaatkan kondisi itu demi mendapatkan uang."
"Itu salahnya Debora. Lagi pula kenapa dia harus terlibat dengan Gilbert, sedangkan dia punya Jacky sebagai suaminya."
Zuri melepaskan tanganku. "Setelah menikah dengan om Jacky tante Debora keguguran. Takut om Jacky akan menceraikannya, tante Debora terpaksa menjalin hubungan dengan om Gilbert demi mendapatkan bayi. Tante Debora terpaksa melakukannya karena sudah menerima uang dan perusahan dari tuan Daniel. Tidak ingin dituntut oleh tuan Daniel, tante Debora terpaksa melakukannya dengan om Gilbert."
"Mama tak menyangka Debora tega melakukan itu. Jika rahasia ini sampai terbongkar, Debora akan dituntut atas dasar penimpuan."
"Itu dia, Ma. Aku ingin Mama membantu tante Debora. Kita jangan menilai beliau dari keterkaitannya dengan keluarga Daniel, kita harus menilai beliau dari keterikatannya dengan Aaron. Beliau melakukan ini semua demi Aaron, tapi ke dua sahabatnya memanfaatkan masalah ini demi kepentingan mereka."
Zuri benar. Debora menikah dengan Jacky kan atas permintaannya tuan Daniel. Tapi Debora juga salah karena sudah mencari anak dengan laki-laki lain. Kenapa wanita itu tidak jujur saja jika waktu itu dia mengalami keguguran. Aku rasa keluarga Daniel pasti akan memberinya kesempatan untuk mengulangnya lagi.
"Ma?"
"Ada apa?"
"Mama mau kan membantu tante Debora?"
"Mama ingin membantu, tapi mama tidak tahu apa yang harus dilakukan. Masalah ini sangat pribadi, Sayang. Kalau pun mama bicara dengan om Jacky, tante Debora tetap salah kalau om Jacky tahu selama ini dia telah dibohongi."
"Bukan soal itu, Ma. Aku ingin Mama membantuku agar om Gilbert dan tante Stella tidak mengganggu tante Debora lagi. Aku tidak ingin mereka terus menguras tante Debora. Apalagi saat ini tante Debora dan om Jacky sudah bercerai. Aset yang diberikan keluarga Daniel sudah ditarik. Itu artinya tante Debora sudah tidak ada apa-apa lagi untuk diberikan kepada mereka. Jadi sudah pasti sebentar lagi om Gilbert dan tante Stella akan melakukan sesuatu untuk menghancurkan tante Debora. Aku tidak ingin mereka menyakiti tante Debora, Mama."
Bersambung____
__ADS_1