
Aku terkejut dan penasaran. Kenapa tante Debora menangis begitu tahu aku cucunya kakek Robbie, ya? Ya Tuhan, ada kabar apalagi ini. Apalagi yang menyebabkan tante Debora mengenal kakek Robbie? Kemarin kabar bahwa nenek om Jacky ternyata mantan kekasih kakek Robbie. Sekarang istrinya om Jacky mengenal kakek. Ya Tuhan, jangan sampai tante Debora mengaku mantan pacar kakek Robbie dan yang menyebabkan nenek Elis meninggal. Semoga bukan, Tuhan.
Tante Debora melepaskan pelukan kemudian menghapus airmatanya. "Kamu tahu, Sayang. Sudah lama tante ingin sekali bertemu beliau, tapi tidak pernah bisa. Semua cara sudah tante lakukan tetap saja tidak bisa. Sampai akhirnya tante berdoa, meminta agar dipertemukan dengan orang yang bisa membawa tante kepada beliau. Tuhan telah mengabulkan doa tante, Sayang. Kamu satu-satunya orang yang bisa membawa tante menemui kakekmu."
Alisku berkerut. "Tante tidak bisa bertemu kakek, kenapa? Bukankah Tante mengenal Aaron, seharusnya Tante bisa bertemu kakek jika buat janji dulu dengan Aaron."
"Itu dia masalahnya, Sayang. Aaron tidak pernah mengijinkan tante menemui kakekmu. Tante tidak tahu kenapa, yang jelas tante tidak punya akses untuk berinteraksi langsung. Padahal tante ingin bertemu hanya untuk berterima kasih. Tante ingin sekali berterima kasih karena beliau telah menolong anak tante."
"Anak Tante ... Siapa?"
"Aaron. Aaron itu anaknya tante, Sayang."
Zet!
Aku terpaku di tempat duduk. Ya Tuhan, hukumlah aku. Aku sudah berdosa karena berprasangka yang tidak baik. "Aaron anaknya Tante? Sumpah Tante, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud berpikir yang tidak-tidak terhadap Tante dan Aaron. Aku sama sekali tidak menyangka kalau ternyata Tante adalah mamanya Aaron. Sikap Aaron waktu itu membuatku berpikir, bahwa Tante punya hubungan spesial dengannya. Sumpah, aku tidak berpikir sampai ke sana, Tante. Maafkan aku."
"Tidak apa-apa, Sayang. Ini semua salah tante. Aaron sudah tahu sejak lama soal tante, tapi dia menyembunyikannya dari semua orang. Bahkan bertemu tante saja dia tidak mau. Kamu lihat sendiri kan waktu itu, Aaron langsung menghindar begitu tante mendekatinya. Aaron marah pada tante. Aaron sangat membenci tante."
Aku masih ingat curahan hati Aaron pagi itu. Pagi di mana pria itu akan mengantarkanku ke Daniel Corporation untuk wawancara. Pantas saja waktu itu Aaron bilang ibunya tinggal di kota yang sama dengan kami. Pantas saja Aaron sangat sensitif saat aku memberitahukan Daniel Corporation. Ternyata semua itu ada sangkutpuatnya dengan tante Debora. Ya Tuhan, petanda apalagi ini.
Aku meraih sebelah tangan tante Debora lalu menggenggamnya. "Aku tidak mau ikut campur urusan orang lain, apalagi menyangkut masalah pribadi. Tapi aku juga tidak mau Tante menyalahkan diri sendiri seperti ini. Mungkin ada sesuatu hal yang tanpa sengaja dilakukan Tante, sehingga Aaron sangat membenci Anda."
__ADS_1
Tante Debora menunduk sesaat lalu kembali menatap wajahku. Dengan ekspresi menyayangkan tante Debora kembali meneteskan air mata. Aku tak berkata apa-apa. Tidak juga melakukan apa-apa. Aku membiarkan tante Debora mengeluarkan beban hidup dalam dirinya saat ini lewat air mata.
"Semua ini salah tante, Zuri. Seharusnya waktu itu tante bicara terlebih dari pada Aaron dan papanya. Pada saat itu kalau tante membicarakan masalah ini kepada mereka, mungkin sampai sekarang papanya Aaron masih hidup. Aaron juga pasti tidak akan membenci tante seperti sekarang.
"Asal kamu tahu Zuri, semua ini tante lakukan demi Aaron dan papanya. Tante terpaksa menikahi papanya Billy karena satu alasan. Tante melalukan itu bukan karena kepentingan sendiri atau ingin meninggalkan mereka," tante Debora menggeleng kepala, "Tante sangat mencintai Aaron dan papanya, Zuri. Tante sangat mencintai mereka."
Aku segera memeluk tante Debora. Apa yang dirasakan tante Debora pasti sama dengan wanita-wanita lain di dunia ini. Salah satunya mamaku sendiri. Mama sengaja mengorbankan perasaannya demi kebahagiaan orang lain. Begitu juga tante Debora. Rela mengorbankan rumah tangganya demi kebahagiaan suami dan anaknya.
Walaupun tante Debora belum menjelaskan alasan yang sebenarnya aku sudah bisa menebak apa tujuan tante Debora. Menggabungkan cerita ini dengan cerita Aaron tempo hari membuatku yakin pasti ada alasan tersembunyi di balik pernikahan om Jacky dan tante Debora.
"Bisa dibilang kehidupan tante sebelum bertemu tuan Daniel sangat memperihatinkan. Sejak kecelakaan yang menimpa papanya Aaron kehidupan kami berubah drastis. Aku tidak punya pekerjaan, sedangkan papanya Aaron tidak bisa melakukan apa karena lumpuh total. Waktu itu usia Aaron lima tahun. Dan bisa dibilang kehidupan kami sangat bahagia sebelum kecelakaan itu terjadi."
"Seandainya bukan karena Gilbert dan mamanya Anggie, papanya Aaron pasti tidak akan kecelakaan waktu itu. Hidup keluarga kami pasti masih bahagia sampai sekarang," tante Debora menarik cairan hidungnya, "Semua sudah terjadi dan inilah dampak dari semuanya, Zuri. Inilah hasil dari ujian hidup yang tante alami."
"Niat Tante baik. Percayalah, suatu saat pasti ada hikmah dari kejadian ini."
"Niat tante memang baik, tapi cara tante salah dan inilah hasilnya."
Aku tak berkata apa-apa. Aku diam sambil menatap tante Debora.
"Apa kamu mau menjadi pendengar tante, Sayang? Selama ini tidak punya teman untuk berbagi masalah ini. Maukah kamu mendengar semua beban hidup yang dialami tante?"
__ADS_1
Aku tak menjawab. Aku segera memeluk tante Debora kemudian mengusap punggungnya. Tante Debora kembali menangis. Dari isak tangis yang kudengar bisa diketahui betapa tertekannya hidup tante Debora selama ini.
Tante Debora melepaskan pelukannya. Aku memeberikan tisu agar wanita itu bisa membuang semua cairan hidung dan menghapus airmatanya.
"Aku tidak keberatan menjadi pendengar Tante. Aku juga berterima kasih karena Tante mau mempercayaiku."
"Percaya atau tidak, tante yakin kamu adalah malaikat berwujud manusia yang dikirim Tuhan untuk tante."
Aku terharu mendengar itu.
"Sebelum bertemu papanya Aaron tante pernah menjalin hubungan dengan om Gilbert. Gilbert itu cinta pertama dan tante sangat menginginkannya."
Aku terkejut. "Maaf, maksud Tante om Gilbert yang sekarang menjadi selingkuhan Tante?"
"Iya, Sayang. Tapi tante hubungan kami tidak berlanjut karena Gilbert memilih wanita lain dan meninggalkan tante. Saat itulah tante dipertemukan oleh papanya Aaron. Mamanya Anggie yang mempertemukan kami. Mamanya Anggie bernama Stella. Stella dan papanya Aaron bekerja di perusahan yang sama. Papanya Aaron bernama Alex. Stella menghubungi tante untuk bertemu di saat jam kerja selesai. Tante waktu itu bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran. Jadi begitu jam operasional selesai, Stella membawa Alex untuk menemui tante."
Aku terus menyimak.
"Alex orang yang memiliki jabatan di perusahan tersebut. Stella adalah asistennya. Karena tidak punya pasangan, Alex meminta Stella untuk mencarikan selingan saja. Karena sakit hati diduakan Gilbert, tanpa berpikir panjang lagi tante langsung menerima Alex untuk menjadi kekasihnya."
Bersambung____
__ADS_1