My Devilish Daddy

My Devilish Daddy
Masa Lalu Tante Debora.


__ADS_3

Baru mendengar awal masa lalu tante Debora sudah membuatku penasaran. Keterikatan mamanya Anggie dan om Gilbert. Belum lagi meninggalnya om Alex karena tante Stella dan om Gilbert. Apa sebenarnya yang mereka lakukan sampai hidup tante Debora yang menjadi korban.


"Seminggu menjalin hubungan Alex menyuruh tante keluar dari pekerjaan. Alex menjamin kehidupan tante. Waktu itu tante tinggal di kontrakan bersama tante Stella. Orang tua tante sudah meninggal jauh sebelum tante tahu dunia. Tante di adopsi orangtuanya tante Stella sampai akhirnya kami berkelana untuk melanjutkan hidup masing-masing."


Ya Tuhan, betapa tidak bersyukurnya diriku. Tante Debora sejak kecil hidupnya sudah menderita. Tidak punya orang tua, bahkan harus bekerja sendiri demi bertahan hidup. Sementara aku ... Maafkan aku, Tuhan. Maafkan aku karena tidak pernah bersyukur.


"Di kota inilah aku dan Stella mengubah nasib. Di kota ini juga aku bertemu Gilbert dan Alex. Tapi di antara keduanya, Alex-lah pria terbaik dalam hidup tante."


Dari perkataan itu aku bisa menyimpulkan, bahwa sampai sekarang tante Debora pasti sangat mencintai papanya Aaron. "Maaf. Tadi Tante bilang papanya Aaron kecelakaan karena tante Stella dan om Gilbert. Bisa aku tahu alasan tante menyalahkan mereka?"


Ekspresi sedih di wajah tante Debora hilang. "Enam bulan setelah bertemu Alex mengajak tante menikah. Tante tidak banyak berpikir lagi dan langsung menerimanya. Awalnya hanya selingan kemudian dijadikan pasangan sehidup-semati pasti adalah impian semua wanita. Alex adalah laki-laki baik dan bertanggung jawab. Kerja kerasnya membawa kehidupan kami sangat bahagia. Tante dilarang bekerja dan diam di rumah untuk mengurus Aaron. Tante merasa wanita paling bahagia di dunia ini waktu itu, Zuri. Tapi kebahagiaan itu hilang ketika Gilbert datang dan mengacaukan semuanya."


Aku terkejut. "Om Gilbert datang lagi?"


"Iya dan dia datang bersama Stella. Stella membawanya bertamu di rumah tante malam itu. Tante sedikit khawatir, karena sampai Aaron lahir pun tante tidak pernah menceritakan soal hubungan tante dan Gilbert kepada Alex. Tante bukannya tidak mau jujur, tante tidak mau mengatakan soal Gilbert kepada Alex karena bagi tante Gilbert sudah mati. Dia tidak penting bagi tante.


Tapi ketakutan itu ternyata terjadi. Seandainya Stella tidak mengajak Gilbert ke rumah malam itu, Alex pasti tidak akan pernah tahu masa lalu kami. Dan yang paling membuat tante sakit hati, Gilbert menghasut Alex bahwa tante masih sering bertemu dengannya meskipun sudah menjadi istrinya Alex. Suami mana yang terima istrinya melakukan hal seperti itu. Jadi malam itu tanpa meminta penjelasan tante, Alex keluar dengan mobil hingga paginya tante mendapat kabar dirinya kecelakaan."

__ADS_1


"Ya, ampun. Tapi dari mana Tante tahu om Alex pergi karena masalah itu?"


"Alex sendiri yang menceritakannya pada tante, Sayang. Di rumah sakit Alex meluapkan semua kesakithatiannya kepada tante. Tante hanya bisa diam karena tante yang salah. Seandainya sebelum menikah tante menceritakan siapa Gilbert dan apa hubungannya dengan tante dan Stella, pasti kemunculan Gilbert malam itu tidak akan menjadi masalah besar bagi kami."


"Kenapa juga tante Stella membawa om Gilbert ke sana. Jangan-jangan tante Stella sengaja ingin menyakiti om Alex."


Tante Debora membuang napas panjang. "Entalah, Sayang. Tante juga tidak mau berasumsi karena Stella sudah seperti kakak tante sendiri. Kalau tidak ada orangtuanya mungkin tante sudah meninggal sejak lama."


"Mungkin Tante berpikir seperti itu, tapi tante Stella tidak. Buktinya tante Stella membawa mantan pacar tante di depan suami tante."


Tante Debora menunduk. "Syukurlah setelah tante menjelaskan semuanya kepada om Alex, dia mau menerimanya dan memaafkan tante. Alex akhirnya menyesal karena tidak meminta penjelasan tante malam itu. Pengaruh alkohol membuatnya emosi dan bersikap impulsif. Namun penderitaan itu tidak berhenti sampai di situ, Zuri."


"Semenjak kecelakaan itu Alex tidak bisa berjalan. Semua pengobatan sudah dilakukan, tapi tidak ada hasilnya. Alex putus asa dan sempat ingin bunuh diri. Dia takut tante akan meninggalkannya. Tapi berkat semangat dan motivasi tante, akhirnya Alex mau berjuang walaupun dirinya sudah tidak bisa berbuat apa-apa.


"Demi hidup tante menerima jasa cuci di rumah. Uang tabungan tante dan om Alex dipakai untuk membiayai sekolah Aaron. Hidup melarat seperti itu tidak mengurasi cinta tante kepada om Alex. Tante Stella sempat menghasut tante untuk kembali bersama Gilbert, tapi tante menolaknya. Tante sangat mencintai om Alex bagaimanapun kondisnya. Dia laki-laki yang mengambil tante di saat terburuknya tante waktu itu. Jadi sampai matipun tante tidak akan meninggalkan om Alex apapun yang terjadi. Tapi manusia hanya bisa berencana. Tuhan yang mengatur segalanya. Tuhan mendengar setiap doa yang tante panjatkan setiap malam, dan paginya tante dipertemukan dengan tuan Daniel."


Tante Debora terdiam lagi. Melihat ekspresinya yang tenang membuatku bangga. Betapa kuatnya wanita ini. Tidak semua orang bisa menceritakan kembali masalalunya yang berat seperti ini.

__ADS_1


"Saat ini tante ingin mengambil tumbuhan untuk dibuat ramuan. Demi menghemat uang pengobatan dokter kami hentikan. Setiap hari Alex mengkonsumsi obat herbal yang dibuatkan tante. Tante tahu ramuan itu dari mamanya Stella. Sejak kecil beliau sudah mengajarkan hal itu kepada kami. Dan benar saja, ilmu itu ternyata sangat bermanfaat di kehidupan mendatang."


Tante Debora menarik napas.


"Belum sempat mengambil tumbuhan itu tante melihat ada seseorang tergeletak di bahu jalan. Kondisi orang itu sangat mengenaskan. Tanpa memikirkan soal tumbuhan itu, tante segera menghubungi Stella. Syukurlah waktu itu Stella cepat merespon panggilan tante. Jika tidak mungkin orang yang tak lain adalah tuan Daniel pasti sudah meninggal dunia."


Aku terkejut tapi tidak berkata apa-apa. Aku terus menunggu kelanjutan sambil menatap tante Debora yang kini menatapku dengan sendu.


"Syukurlah kami tiba di rumah sakit tepat waktu. Dokter juga berhasil menyelamatkan tuan Daniel dari masa kritisnya. Berkat Gilbert dan Stella tante berhasil menyelamatkan nyawa tuan Daniel."


"Om Gilbert?" aku terkejut, "Om Gilbert juga ada di rumah sakit itu?"


"Waktu itu Stella datang bersama Gilbert. Karena mobilnya di bengkel, Stella menghubungi Gilbert. Tante ingin marah dan menolak, tapi kondisi tuan Daniel waktu itu sudah sangat kritis. Mau tidak mau tante terpaksa membuang dan melupakan apa yang sudah Gilbert lakukan. Tante tidak lagi menyimpan marah atau dendam kepadanya karena bagi tante, cukup om Alex percaya dan mau memaafkan itu sudah cukup."


Keheningan terjadi sesaat. Tante Debora mengambil gelas berisi air putih. Tante Debora menelan setengah dari isi gelas itu. Begitu juga aku. Saking keringnya tenggorokan, aku menelan semua jus orange itu sampai habis.


"Karena hari sudah sore tante memutuskan untuk pulang. Pihak rumah sakit juga sudah menghubungi keluarga tuan Daniel. Jadi tante, Stella dan Gilbert akhirnya pulang. Tante mengundang mereka ke rumah. Tante juga menceritakan kronologinya kepada om Alex dan dia tidak mempermasalahkannya. Alex juga sudah tidak marah atau benci kepada Gilbert, karena tante sudah menjelaskan semuanya di rumah sakit waktu itu.

__ADS_1


"Tante merasa hari itu semuanya kembali normal. Persahabatan tante dan Stella kembali seperti dulu. Alex juga sudah memaafkan dan menganggap Gilbert seperti teman sendiri. Namun bahagia itu lagi-lagi hanya terjadi sesaat. Gara-gara Stella dan Gilbert juga Alex akhirnya meninggalkan tante dan Aaron. Alex mengakhiri hidupnya karena tahu tante akan menikah dengan Jacky."


Bersambung___


__ADS_2