My Devilish Daddy

My Devilish Daddy
Penjelasan.


__ADS_3

Jantungku berdetak tak karuan. Tidak hanya aku, Jacky juga terlihat panik saat melihat Billy.


"Papa bisa menjelaskannya, Billy. Ini tidak seperti yang kau pikirkan."


"Tidak bagaimana, Pa? Tadi aku melihat Papa meniduri perempuan dan sekarang kalian keluar seperti pasangan yang baru menikah. Apa Papa akan bilang kalau perempuan yang Papa tiduri tadi bukan mamanya Zuri?"


Aku dan Jacky hanya terdiam. Ketakutan yang kupikirkan akhirnya terjadi.


"Kenapa harus mamanya Zuri, Pa? Kenapa harus calon mertuaku?"


Jacky hendak mendekati Billy. Namun, Billy langsung menjauhi kami dan berkata, "Aku tak menyangka kalian setega ini. Kalian tidak hanya menyakitiku, tapi kalian juga menyakiti Zuri."


"Billy, tunggu! Billy!"


Billy pergi dengan kebencian yang tinggi. Aku panik bukan main. "Bagaimana ini, Jack? Aku takut."


Jacky memelukku. "Kamu tidak perlu takut. Besok aku akan bicara padanya. Aku akan menceritakan yang sebenarnya."


"Kalau dia tidak mau menerimanya, bagaimana?"


Jacky mengarahkan wajahku ke wajahnya. "Billy anak yang penurut. Apa yang kukatakan dia pasti menurut."


"Aku takut, Jack. Aku takut Billy akan membatalkan pernikahan mereka. Seandainya Billy dan Zuri sudah menikah, kita bisa dengan gampang menjelaskan padanya. Mau tidak mau Billy harus menerima kenyataa dan tidak akan meninggalkan Zuri."


"Percaya padaku, Billy tidak mungkin meninggalkan Zuri."


"Kalau mungkin, bagaimana?"


"Tidak mungkin. Percayalah."


#Sudut Pandang Zuri.


Sudah jam satu malam kenapa mama belum pulang? Mama sebenarnya di mana? Ponsel mama tidak aktif, lagi. Apa sebaiknya aku hubungi om Jacky saja ya untuk menanyakan mama. Kan mama bersama om Jacky dan tante Debora.


Tok! Tok!


Pintu kamarku berbunyi. Dengan cepat aku berdiri dan membukanya.


Clek!

__ADS_1


Kulihat mamaku berdiri dengan wajah khawatir. "Mama. Kenapa, Ma? Mama dari mana saja?"


Mamaku tak menjawab. Mama masuk ke kamar lalu duduk di atas ranjang.


"Ma, jawab aku. Mama kenapa, kenapa ekspresi Mama seperti itu?"


Aku duduk di samping mama. Kulihat mata mamaky ke sana kemari. Pikirannya sedang melayang.


"Apa Billy ke sini?"


Pertanyaan mama membuatku terkejut. "Tadi dia yang mengantarku pulang. Kenapa?"


Saat itulah mama menatapku. "Dia sudah mengetahuinya."


"Mengetahui, mengetahui apa maksud Mama?"


Mama memegang ke dua tanganku. "Ini semua salah kami. Kesalahan mama dan om Jacky."


Aku semakin bingung. Kesalahan, memangnya kesalahan apa yang mamaku dan om Jacky perbuat? Lalu apa hubungannya dengan Billy?


"Tadi setelah mengantarkan tante Debora ke rumahnya, mama dan om Jacky mampir ke apartemennya."


"Awalnya mama bilang di hotel saja, om Jacky keberatan dan memilih apartemenmu sebagai tempatnya."


Alisku berkerut. Aku tidak mengerti apa yang dimaksud mama. "Apartemenku?"


Wajah mamaku merah merona. "Mama sebenarnya malu menceritakan ini padamu, tapi mama tidak ingin kamu salah paham, jika ke depannya terjadi sesuatu pada hubunganmu dan Billy."


"Memangnya ada apa, Ma? Kenapa ada sangkutpautnya dengan hubungan aku dan Billy?"


Mama menarik napas panjang. "Om Jacky dan mama berduaan di apartemenmu. Billy masuk dan melihat kami melakukannya."


"Billy melihat om Jacky dan mama ...," aku sengaja tidak meneruskan kalimat itu.


Mamaku mengangguk. "Awalnya dia tidak tahu kalau itu mama. Om Jacky memadamkan lampu dan tubuh mama terhalang sofa."


Aku tersenyum. Entah kenapa aku senang mendengar kebersamaan mama dan om Jacky. Itu artinya hubungan mama dan om Jacky akan berlanjut.


Meskipun masih ada kejanggalan yang harus diperjelas oleh mama, saat ini yang terpenting mama dan om Jacky sudah bersama.

__ADS_1


"Sebagai Billy aku minta maaf, aku yang menyuruh dia ke sana untuk mengambil gaun. Mama juga kenapa tidak bilang kalau ada di sana. Kalau tahu begitu aku tidak akan menyuruh Billy ke sana."


"Mama tidak terpikir lagi soal itu."


"Aku mengerti, dan Mama berhutang penjelasan padaku."


"Penjelasan apa?" ekspresi mamaku berubah.


"Penjelasan soal kemunculan Mama di rumahnya om Jacky. Penjelasan tentang kedekatan antara Mama dan tante Debora juga penjelasan kepulangan Mama yang mendadak. Apa benar Mama akan pulang lusa?"


"Jangan dulu membahas itu, Zuri. Mama janji akan menjelaskan padamu. Yang terpenting sekarang adalah Billy. Billy marah melihat mama dan om Jacky berduaan. Dia sepertinya tidak senang mama bersama om Jacky. Mama takut dia tidak akan menikahimu karena apa yang dia lihat.


"Aku mengerti maksud Mama. Tenanglah, biar nanti aku bicara padanya. Mungkin dia takut aku akan mengetahui hal ini dan membatalkan pernikahan kami. Dia kan belum tahu kalau sebenarya dia bukan anaknya om Jacky."


Mama menatapku. "Lalu bagaimana cara kamu menjelaskan padanya? Mama ingin kamu menjelaskan padanya setelah kalian menikah."


"Tidak ada cara lain selain mengatakan yang sejujurnya, Ma."


"Kalau dia tidak mau menikah denganmu, bagaimana?"


"Kami saling mencintai, Ma. Kalau dia benar-benar mencintaiku, dia akan menerima apa pun kondisiku. Begitu juga sebaliknya. Lagi pula om Jacky dan keluarganya mau menerima dia. Aku yakin Billy akan mau dan terima apa pun kondisinya."


"Semoga saja, Sayang. Mama khawatir kalau pernikahan kalian akan gagal. Mama tidak mau kebahagiaan putri mama akan hilang hanya karena kesalahan yang mama buat. Maafkan mama, Sayang. Mama terlalu ceroboh."


Aku memeluk mama. "Aku akan lebih bahagia kalau mama dan om Jacky bisa menikah. Seperti yang kubilang tadi ... Kalau Billy tulus mencintaiku, dia tetap akan menikahiku apa pun kondisinya."


"Besok designer-nya akan datang. Mama harap setelah itu kamu akan menjelaskan padanya. Dia juga pasti menanyakan hal itu padamu. Sebab waktu Billy khawatir kamu tahu soal ini om Jacky bilang padanya, bahwa kamu sudah mengetahuinya. Kemungkinan besok dia akan meminta penjelasanmu."


Aku tak menjawab lagi. Rasa bahagiaku saat ini mendengar mamaku dan om Jacky ikut mewakilkan rasa penasaranku sejak tadi. Aku tidak peduli meski Billy membatalkan pernikahan kami, yang terpenting adalah om Jacky bisa menjadi ayahku. Saat ini aku lebih membutuhkan sosok ayah di sampingku dibanding seorang suami.


#Sudut Pandang Billy.


Sesuatu yang baru saja kudengar benar-benar membuatku syok, Zuri mengetahui hubungan papaku dengan mamanya. Kenapa dia tidak pernah bilang padaku?


Saat ini aku masih di dalam mobil. Aku menyetir dengan arah yang tak pasti. Pikiranku terlalu sibuk dengan apa yang baru saja kualami.


Baru saja rasa bahagia menyelimuti karena aku dan Zuri akan menikah, rasa bahagia itu lenyap setelah melihat papaku meniduri mamanya Zuri.


Kalau benar apa yang papa bilang, bahwa tante Abigail akan menjadi calon ibu sambung, masa iya ibu sambungku akan menjadi mertuaku?

__ADS_1


Bersambung___


__ADS_2