
"Kenapa itu bisa terjadi?" tanyaku penasaran. Aku masih ingat soal curahan hati Aaron waktu itu. Di mana papanya meninggal setelah mamanya menikah. Sekarang kata tante Debora suaminya meninggal karena tante Stella dan om Gilbert. Ada apa sebenarnya dengan tiga orang ini? Bukankah mereka berteman, kenapa mereka saling menjatuhkan seperti ini.
Kutatap tante Abigail. Wanita itu menarik napas kemudian berkata, "Selama beberapa hari di rumah tante sering berkunjung untuk melihat kondisi tuan Daniel. Tante tidak pergi sendiri, tante datang bersama Stella. Kadang Gilbert juga ikut mengantarkan kami. Karena lumpuh, Alex tidak bisa ikut. Sebenarnya bisa, tapi dia tidak mau merepotkan kami.
"Sehari sebelum keluar rumah sakit, tuan Daniel memanggil tante secara pribadi dan bicara. Tuan Daniel menanyakan kondisi keuangan, status hubungan dan pekerjaan tante. Tante tidak menyembunyikan apa-apa dari tuan Daniel. Tante jujur semuanya, apalagi soal Alex. Tante ceritakan kepada tuan Daniel sampai kenapa Alex lumpuh hingga. Tante juga cerita soal pekerjaan yang tidak semua wanita bisa melakukannya demi menyambung hidup. Pokoknya tante jujur semuanya sampai akhirnya tuan Daniel menawarkan tante untuk menikah dengan Jacky."
Aku tercengang. "Jadi kakek buyut tahu kalau Tante sudah bersuami?"
Tante Debora mengangguk. "Kasihan dengan kondisi kehidupan tante, tuan Daniel ingin membantu dengan catatan tante harus menjadi menantu di keluarga Daniel. Kata tuan Daniel dia punya cucu satu-satunya. Cucunya itu tidak punya pacar, sedangkan beliau sudah menginginkan cucu sebagai penerus generasi. Cucunya itu adalah Jacky."
"Lalu ... apa om Jacky tahu tante sudah bersuami saat itu?"
"Tidak, Sayang. Tuan Daniel tidak memberi pilihan kepada tante. Beliau langsung menawarkan perjodohan itu jika tante ingin keluar dari masa sulit. Beliau hanya menginginkan cucu, dan beliau akan memberikan apa yang dinginkan jika tante berhasil memberikannya cucu laki-laki."
Tante Debora terdiam sesaat.
"Waktu itu dalam pikiran tante hanya Alex dan Aaron. Tante merasa ini mungkin kesempatan bagi tante untuk membuat Alex sembuh. Jika tante menyutujui perjodohan itu, tante pasti akan dapat uang banyak. Uang itu akan tante pakai untuk pengobatan Alex dan pendidikannya Aaron. Tante tidak memikirkan kesenangan sendiri, karena di otak tante waktu itu hanya kesembuhan Alex dan masa depan yang cerah buat Aaron."
__ADS_1
Oh jadi itu alasan tante Debora menerima perjodohan itu. Memang sih, jika di posisi itu aku pasti akan menerima tawaran tuan Daniel.
"Tante tidak langsung menerimanya. Tante meminta waktu untuk berpikir. Keputusan itu tidak semudah pergi ke luar kota dalam jangka waktu panjang lalu kembali. Ini soal status dan keluarga. Tante harus meninggalkan suami dan menikah dengan laki-laki lain. Alex pasti tidak akan setuju dengan itu, tapi tante harus melakukannya agar dia cepat sembuh.
"Dan syukurlah waktu itu tuan Daniel memberi tante kesempatan selama satu minggu. Tidak tahu harus bertukar pikiran dengan siapa, tante akhirnya menceritakan hal itu kepada Stella dan Gilbert. Tante meminta pendapat mereka. Dan seperti dugaan tante, mereka setuju tante menikah lagi. Kata mereka Alex sudah tidak pantas lagi dipertahankan."
Aku menggeleng kepala. "Sahabat yang baik seharusnya bukan seperti itu. Maaf, kata-kataku ini mungkin akan sedikit membuat Anda tersinggung."
Tante Debora tersenyum.
Tante Debora menggenggam tanganku. "Tante tidak ada pilihan lain waktu itu selain menyutujuinya, Zuri. Tante sudah bisa menilai bahwa Stella dan Gilbert memang sengaja ingin menghancurkan tante sejak mereka muncul dan memprovokasi Alex. Tapi waktu itu di dalam pikiran tante hanya ada Alex dan Aaron. Tante tidak punya pilihan lain demi kesembuhan Alex dan masa depan Aaron."
Tante Debora mengalihkan pandangan ke luar. Tatapannya kosong.
"Tante menghubungi kontak tuan Daniel setelah mengamnil keputusan. Rencana tante waktu, tante akan menikah diam-diam. Tante akan memberi alasan kepada Alex dan Aaron, bahwa tante telah diterima bekerja di pusat kota. Jadi, demi pengobatan dan biaya sekolah serta kebutuhan hidup, tante harus meninggalkan mereka. Tante akan menyewa pengasuh untuk merawat Aaron dan Alex."
"Tante bukannya tidak ingin jujur kepada Alex. Tante takut kondisinya akan semakin parah jika tahu tante meninggalkannya demi laki-laki lain, walaupun tujuan tante sebenarnya baik. Suami mana yang mau istrinya seperti itu. Tidak ada, Zuri. Tapi tante juga tidak mungkin bertahan hidup dengan kondisi seperti itu."
__ADS_1
Aku melapisi tangan tante Debora. "Pasti itu sulit bagi Tante untuk mengambil keputusan."
"Seandainya bisa memilih, matipun tante rela demi Alex dan Aaron," ekspresi sedih tante Debora lenyap berganti marah, "Ketika memutuskan untuk pergi menemui tuan Daniel, tante sama sekali tidak memberitahu Stella dan Gilbert. Tante ingin bernegosiasi dengan tuan Daniel. Tante ingin beliau memberikan perawatan medis lengkap dan bagus untuk Alex dan pendidikan yang layak untuk Aaron. Tante sengaja tidak memberitahu hal itu kepada Stella dan Gilbert agar mereka tidak ikut campur.
"Begitu tuan Daniel setuju tante ingin segera kembali untuk melihat Alex dan Aaron untuk terakhir kali. Tapi tuan Daniel menahan tante selama seminggu. Katanya tante harus menetap agar keluarga Daniel yang lain tidak curiga. Bukan hanya tante yang menyembunyikan masalah itu dari Alex, tapi tuan Daniel juga menyembunyikan status tante kepada keluarganya."
Aku sangat terkejut mendengar itu. Teganya kakek buyut membohongi keluarganya demi membantu tante Debora. Di posisi om Jacky, beliau pasti akan sangat kecewa kepada kakeknya jika dia tahu cerita ini. Apalagi kata bibi om Jacky sampai menghentikan pencarian kekasihnya karena perjodohan ini. Pasti om Jacky akan sangat murka jika tahu wanita yang dinikahinya masih berstatus istri orang.
"Untung saja waktu itu tante sudah memberikan alasan kepada Alex dan Aaron, bahwa tante tidak bisa pulang beberapa hari karena pekerjaan. Tapi begitu tante kembali semuanya hilang. Alex dikabarkan meninggal karena bunuh diri. Sedangkan Aaron ... Aaron kabur dari rumah dan ...."
Tante Debora menghentikan ucapannya lalu menunduk. Wanita itu menangis lagi. Tangisannya membuat hatiku sedih dan bisa merasakan apa yang dirasakannya. Perjuangan hidup yang berat demi suami dan anak membuat tante Debora justru kehilangan mereka.
Aku memeluk tante Debora dan membiarkan wanita itu menangis sejadi-jadinya. Biarkan tante Debora mengeluarkan semua beban hidup yang menyesakkan dadanya selama bertahun-tahun. Ini pasti tidak mudah bagi tante Debora. Tidak semua wanita bisa sekuat tante Debora.
Begitu tante Debora melepaskan pelukan aku membantunya menghapus air mata. Sambil membasuh wajahnya dengan tisu aku bertanya, "Tante tahu dari mana om Alex meninggal?"
Bersambung____
__ADS_1