My Devilish Daddy

My Devilish Daddy
Penyebab Kematian Tante Elis.


__ADS_3

Aku tetap duduk dan menatap paman Robbie dengan perasaan tak karuan. Pengakuan paman barusan sangat membuatku terkejut. Aku tak menyangka pamanku sendiri telah menyuruh orang untuk menghajar Jacky hingga tak sadarkan diri. Sekarang pun aku sadar kenapa para penjahat itu tidak melukaiku. Mereka tidak menyakitiku sama sekali.


Mengingat mereka memukul Jacky hingga babak belur di atas aspal membuat dadaku sesak. Masih jelas dalam ingatanku kejadian malam itu, di mana Jacky diserang oleh lima orang bertopeng. Jacky sudah minta ampun agar mereka berhenti, tapi mereka terus membabibuta hingga Jacky tak bergerak.


Aku mulai menangis membayangkan kejadian itu. Bersyukur malam itu Jacky tidak meninggal. Seandainya Jacky meninggal hari itu, pamanku lah yang harus bertanggung jawab. Aku tak menyangka pamanku tega menyakiti cinta pertamaku. Aku tak menyangka jika pamanku sendiri nyaris melenyapkan orang yang sangat kucintai.


Melihatku menangis paman menatapku dengan sendu. Aku tidak berani menatap pamanku. Aku membuang muka karena rasa kecewa dan benci yang tiba-tiba menyerangku. Aku masih tak percaya paman Robbie tega melakukan itu padaku. Aku tak menyangka orang yang sangat menyayangiku tega menyakitiku.


"Aku tak menyangka Paman tega melakukan ini padaku," kataku dengan air mata yang terus menetes tak henti-hentinya, "Di balik dukungan yang selalu Paman berikan padaku dan Jacky, ternyata Paman menyembunyikan kejahatan untuk menyakiti kami. Betapa malu-nya aku jika Jacky tahu soal ini. Berapa marahnya Jacky jika dia tahu Paman yang telah memisahkannya dirinya dengan wanita yang mengandung anaknya."


"Paman melakukan itu bukan karena tidak setuju kamu mendapatkan suami seperti Jacky. Paman justru senang kamu bisa mendapatkan suami tampan, kaya dan mapan seperti Jacky."


"Pembohong! Kalau benar Paman ingin aku mendapatkan lelaki masa depan seperti Jacky, lalu kenapa Paman memisahkan kami berdua? Paman sudah memisahkan satu keluarga yang saling mencintai!"


Aku menutup ke dua mataku dengan tangan dan menangis. Kecewa, benci, rindu dan rasa bersalah menyatu dalam diriku. Aku kecewa dan benci kepada paman. Aku juga merasa bersalah kepada Jacky dan keluarganya, karena dulu sempat menyumpaihi mereka. Saking sakit hatinya mendengar pemberitahuan dari paman bahwa Jacky akan menikah dan keluarga Daniel yang telah menyuruh orang untuk menghalangi perjalanan kami, aku mengutuk mereka semua termasuk Jacky.


Malam itu Jacky akan membawaku bertemu kedua orangtuanya. Jacky ingin segera melamarku waktu itu, tapi sesuatu terjadi hingga akhirnya kami terpisah. Aku masih tak percaya pamanku sangat pintar merekayasa masalah ini. Pamanku menjadikan keluarga Daniel sebagai kambing hitam agar aku membenci mereka. Ya Tuhan, aku harus bagaimana? Aku ingin sekali minta maaf kepada Jacky dan keluarganya. Apa yang harus kulakukan, Tuhan?


"Kamu ingat tante Elis, wanita yang paman ceritakan padamu tempo hari?"


Pertanyaan paman Robbie membuatku berhenti menangis dan menoleh. Tante Elis? Aku diam sambil berpikir. Kurang lebih satu menit aku mengingat akhirnya aku ingat. "Tante Elis pacarnya Paman?"

__ADS_1


"Benar."


Aku menghapus airmataku. "Bukannya beliau sudah meninggal?"


"Memang. Tapi ada satu hal yang belum paman ceritakan padamu soal Elis. Ini ada hubungannya dengan alasan kenapa paman ingin memisahkan kamu dan Jacky."


Aku terdiam dan menyimak.


Ekspresi paman berubah serius. "Elis itu bukan hanya wanita yang paling paman cintai. Elis adalah adiknya Theo Daniel. Tante-nya Jacky Daniel."


"Apa?" aku sangat terkejut mendengar itu, "Wanita yang Paman bilang mati tertembak itu adalah tante-nya Jacky?"


"Iya, Abigail. Kakeknya Jacky tidak merestui hubungan paman dengan putrinya. Waktu itu paman belum punya apa-apa. Paman masih meniti karir dan baru saja di terima sebagai pegawai biasa di salah satu bank swasta. Hubungan paman dan Elis sudah berlangsung sejak kami SMA. Tak peduli latar belakang keluarga maupun komentar-komentar spekulatif yang keluar dari mulut semua orang, Elis tetap setia dan mencintai paman apa adanya."


"Semua orang yang ingin mendekati Elis. Mereka memprovokasi Elis dengan latar belakang keluarga kita. Elis tidak peduli, bahkan Elis mengabaikan seorang dokter muda yang ingin mengencaninya."


Aku ingat. Waktu itu paman pernah menceritakan soal hubungannya dengan mantan kekasih yang paling paman cintai. Di jaman itu keluarga Oliver belum memiliki kekayaan seperti keluarga Daniel. Bahkan sampai sekarang keluarga Oliver tidak bisa menyaingi kekayaan keluarga Daniel. Walaupun tidak akan pernah bisa, setidaknya sekarang aku bisa membuat perusahan keluarga Oliver terkenal seperti perusahan keluarga Daniel. Dan tentu saja waktu itu Jacky dan aku belum lahir ke dunia.


"Hari itu paman sudah bicara dengan Elis. Tiga bulan lagi paman akan melamarnya menjadi istri paman. Papamu siap menjadi donatur waktu itu. Namun ...."


"Namun apa, Paman?" aku penasaran ingin tahu kelanjutannya.

__ADS_1


"Hari itu paman dapat panggilan dari Elis. Tuan Daniel mengurung Elis di kamar dan tidak memberinya makan."


Alisku berkerut. "Kakeknya Jacky melakukan itu kepada putrinya sendiri, kenapa?"


"Karena dokter muda itu mendatangi kediaman keluarga Daniel dan melamar Elis. Elis menolak. Elis juga mengatakan alasannya kepada tuan Daniel, bahwa dia menolak menikah dengan dokter itu karena paman."


"Lalu apa yang terjadi, Paman?"


"Elis memberitahuku soal rencana jahat tuan Daniel. Beliau menyuruh orang untuk membunuh paman hari itu juga. Setelah medengar pembicaraan itu, Elis segera menghubungi paman dan mengatakan semuanya. Elis bahkan menyuruh paman untuk segera pulang dan mencari tempat persembunyian. Namun dalam perjalanan orang-orang itu menghadang mobil paman. Mereka menyuruh paman keluar dan menodongkan pistol jika paman menolak."


Pistol? Membayangkan benda itu membuatku teringat pada kejadian malam itu juga. Orang-orang bertopeng itu menodong pistol dari luar mobil dan mengarahkannya ke posisi Jacky jika dia tidak keluar. Mau tidak mau akhirnya Jacky keluar dan membiarkanku di dalam mobil.


"Apa Paman menuruti permintaan mereka?"


"Paman keluar dari mobil. Paman sudah pasrah waktu itu saat salah seorang dari mereka menekan pelatuk pistol ke arah paman. Jika dengan kematian paman Elis bisa menikah dengan pria pilihan ayahnya, paman berharap Elis bisa bahagia setelah paman tiada. Dan ketika orang itu melepaskan tembakan dari desert eagle yang ada di tangannya, paman terkejut diriku masih hidup dan masih berdiri."


"Apa yang terjadi, Paman? Kalau bukan Paman lalu siapa yang mereka tembak?"


Paman diam. Paman menangis kemudian menatapku. "Elis berdiri tepat di hadapan paman. Elis muncul tiba-tiba saat orang itu melepaskan tembakan."


Ya ampun. Aku tak menyangka tante Elis meninggal di tangan orang suruhan papanya. Apakah hal ini diketahui Jacky? Apa kakeknya Jacky tahu kalau Zuri adalah cucu dari pria yang tidak diinginkannya?

__ADS_1


Bersambung____


__ADS_2