My Exotic Wife

My Exotic Wife
Hari Pernikahan


__ADS_3

Gedung megah berkapasitas 5000 orang tampak penuh di hadiri tamu undangan. Terlihat Oma yang sedang sibuk sedari tadi menyapa rekan bisnis nya. Ana yang masih berada di ruang ganti merasa gugup, padahal dari tadi dia sudah siap. Tapi karena belum ada aba2 pengantin harus keluar jadi Ana masih bisa bernafas sedikit mengalihkan rasa gugup nya. Mia dengan langkah pelan masuk ke dalam ruangan Ana, "An selamat ya," Mia memeluk sahabat nya dengan penuh haru.


"Kamu pasti gugup banget ya An? semangat yah, hihi."


"Mi rasanya jantungku mau copot nih,"


"Semangat ya An, kamu pasti bisa melewati ini," Mia mengepalkan tangan nya memberi Ana semangat. Obrolan dua sahabat itu berakhir ketika seorang wanita dari tim WO menghampiri Ana."


"Apa kakak sudah siap? sekarang saatnya pengantin masuk ke gedung."


Tangan Ana semakin berkeringat.


Terlihat Bhumi dengan setelah jas hitam dan dasi kupu-kupu sangat tampan. Mia yang menyadari kedatangan Bhumi langsung pergi meninggalkan Ana. Bhumi mengulurkan tangan pada Ana.


"Ayo sekarang saatnya," tidak ada sedikit raut muka tegang di wajah Bhumi, semua terlihat biasa. Seperti dia sudah sering melakukan hal semacam ini.


Ana meraih tangan Bhumi berjalan perlahan menuju gedung resepsi. Iringan lagu beautiful in white menambah suasanya semakin indah.


Semua mata tertuju pada Ana, Ana terlihat sangat cantik dan anggun memakai gaun dangan ekor yang panjang menyapu lantai. Begitu indah, seandainya saja pernikahan ini di dasari dengan cinta maka akan lebih indah. Oma yang sedari tadi selalu tersenyum bahagia seakan-akan ini kisah cinta yang nyata. Tapi sayang Oma tidak mengetahui kenyataan nya.


Tamu undangan silih berganti memberi selamat pada Bhumi dan Ana. Rasanya tak ada habis nya, entah berapa undangan yang datang. Ana sampai merasa pusing melihat terlalu banyak orang yang lalu lalang.


"Oh sekarang gini cara lu, nikah gak bilang-bilang untung aja gue dapet undanga dari Andi." seorang laki-laki nampak kesal dengan Bhumi.


"Bukan begitu jun, ini semua mendadak makanya gue titip undangan sama Andi. Nah lu juga pergi ke luar negri dari beberapa minggu yang lalu, gima gue bisa ketemu sama lu."


"Oke baiklah gue terima alasan lu, tapi mana nih istri lu?"


Bhumi menghampiri Ana yang berdiri tak jauh darinya sedang mengobrol dengan Mia.


"Sni sebentar," Bhumi menarik tangan Ana.


"Apaan sih?" Ana merasa kesal.


"Kenalin ini istri gue," Bhumi mengenalkan Ana pada sahabat nya.


Betapa kaget nya Ana melihat Juna ada disana, dan ternyata adalah teman Bhumi.

__ADS_1


"Kamu??"


"Juna," Ana semakin salah tingkah.


Juna malah terlihat lebih kaget dengan kejadian ini.


"Kalian saling kenal?" Bhumi bertanya pada Ana dan Juna.


"Kita kenal di pesawat," Juna tampak sangat kecewa melihat wanita yang dia sukai malah menikah dengan sahabat nya.


"Sejak kapan lu pacaran sama Ana? setau gue Ana gak punya pacar.


Sial ngapain Juna nanyain hal seperti itu dan kenapa Juna tau detail tentang Ana. Bhumi bingung harus jawab apa. Ana masih diam tak keluar sepatah kata pun.


"Mmmm... baru sebulan, kita sudah merasa cocok jadi mending kita nikah ya kan sayang?"


"ii-iiiaa begitulah," Ana mengiyakan alasan Bhumi.


Juna masih penasaran, karena Ana bukanlah tipe perempuan yang Bhumi suka. Mungkin Juna memang selalu kalah kalau urusan wanita dengan Bhumi. Dulu semasa kuliah pun Bhumi dengan tega nya menikung wanita yang Juna suka. Tapi memang pesona Bhumi tidak bisa di


"Oh jadi kalian melupakan aku?" suara seorang wanita begitu terdengar lembut dan anggun. Jasmine seorang wanita yang begitu cantik, badan nya yang proposional bak model terlihat sangat sempurna.


Raut wajah Bhumi berubah melihat kehadiran Jasmine. Berbeda dengan Juna yang begitu bahagia Jasmine bisa ada disni.


"Kamu kapan balik jas," tanya Juna.


"Tadi siang, langsung kesini nih menghadiri pernikahan tuan Bhumi yang terhormat." Jasmine yang tampak menyindir Bhumi. Bhumi hanya tersenyum menananggapi hal itu.


"Bhumi kenalin dong istrimu,"


Ana dengan sigap mengulurkan tangan nya terlebih dahulu ke arah Jasmine,


"Ana," Ana menyebutkan nama nya sambil tersenyum.


"Ana kamu pasti merasa beruntung sekali yah mendapat suami seperti Bhumi."


Ana hanya tersenyum.

__ADS_1


Yaelahhh beruntung dari hongkong! si mbak nya nih lagi ngelawak apa gimana sih.


Obrolan ketiga orang itu semakin seru sudah seperti reuni teman TK yang ceritanya gak habis-habis. Ana ijin permisi meninggalkan mereka dan lebih memilih mengobrol dengan teman nya. Karena Ana juga tidak mengerti dengan arah pembicaraan mereka.


Resepsi telah selesai, para tamu sudah meninggalkan gedung.


Malam ini Ana dan Bhumi menginap di hotel tempat resepsi karena besok mereka akan berangkat berbulan madu.


Ana yang terlihat begitu kelelahan sedang menghapus make up nya.


"Nanti mau tidur dimana coba kasur cuma satu, gak mungkin kan tidur seranjang dengan orang itu." Ana menggerutu.


Bhumi yang duduk di sofa sedang mengecek e-mail masuk karena dua hari ini dia tidak datang ke kantor.


Ana merebahkan badan nya di kasur,


"Huhhhh lelah banget hari ini," Ana pun sudah siap dengan posisi tidur nya, tanpa mempedulikan Bhumi.


Belum juga ada 5 menit, Ana sudah tepar.


Bhumi mendekati Ana yang sedang tertidur pulas, di pandangnya lekat wajah Ana.


Terlihat begitu lelah dan banyak tekanan, tiba-tiba Ana tersenyum mungkin dia lagi mimpi ketemu Lee Min Ho haha.


Bhumi semakin mendekatkan wajah nya pada Ana.


Sial gadis ini manis sekali, ingin rasanya aku mencium bibir nya.


Ana kembali bergerak membuat Bhumi kaget, untung saja Ana tidak bangun kalau dia sampai bangun mungkin disangkanya bumi sedang ingin mencium dirinya. Mau di taru dimana muka Bhumi yang sok misterius itu.


Bhumi kembali duduk di sofa, masih membayangkan wajah Ana.


"Ahhh kenapa aq jadi terpesona melihat nya," gumam Bhumi.


Lebih baik aq tidur saja.


Bersamabung...

__ADS_1


__ADS_2