
Kicauan burung di taman rumah Bhumi sangat luas menandakan kalau sudah pagi. Ana yang sudah bangun sedari tadi cuma memandang wajah suami nya, terlalu indah.
"Morning kiss,"
Ana mencium bibir Bhumi yang masih berada di alam bawah sadarnya. Tapi memaksakan diri untuk membuka mata nya.
"Masih terlalu pagi sayang." Bhumi enggan bangun dari tidurnya malah memeluk Ana makin erat.
"Jangan macam-macam lagi, aku sudah lelah," gerutu Ana.
"Tidurlah lagi sebentar, aku akan menyiapkan pakaian mu." Ana melanjukan kata-kata nya dan beranjak menuju ruang ganti.
"Bagaimana aku bisa tidur kalau kau tidak ada di sampingku," Bhumi merubah posisi nya sekarang dari tidur menjadi duduk.
"Roby bilang hari ini kau ada meeting ke luar negeri, sudah jangan malas-malasan, pulanglah sesegera mungkin, nanti malam aku menunggu mu." Ana sibuk menyiapkan barang-barang Bhumi.
Bhumi menuruti kata-kata Ana dan dengan berat hati pergi ke kamar mandi untuk bersiap. Pergi ke kantor pun sekarang jadi malas kalau tidak karena urusan bisnis yang memaksa.
Roby yang sudah menunggu Bhumi di ruang keluarga selalu melihat ke uwuan bos nya itu.
"Selamat pagi pak, semua sudah siap kita bisa langsung ke airport sekarang." Roby mengingatkan jadwal Bhumi hari ini.
"Emmm..." Bhumi menjawab singkat.
"Sayang tunggu aku nanti malam ya, aku janji tidak akan pulang terlambat, bayi kecil daddy jaga mami baik-baik ya, jangan nakal." Bhumi mengelus perut Ana yang sudah terlihat membesar.
Balik malam ini? kegilaan apa yang akan di buat orang ini. Roby ngebatin mendengar kata-kata bos nya.
"Ayo berangkat, ngapain masih bengong," Bhumi menyuruh Roby keluar dari rumah nya karena dari tadi dia berdiri mengamati pasangan suami istri yang sedang jatuh cinta itu.
"Aku menunggu mu." Ana mencium bibir Bhumi dan melambaikan tangan sampai pintu mobil tertutup.
Ana menerima pesan wa dari Mia, dalam 5 detik sudah beberapa pesan yang masuk, Ana segera membuka nya.
Mia:
P
__ADS_1
P
P
P
Ana.....
Ana:
Apaan sih Mi? gak sabaran banget!!!
Mia:
Gue di ajakin jalan sama Drake, menurut lo gimana?
Ana:
Yaudah sih ia'in aja, dari pada lo jadi perawan tua, jarang-jarang ada yang ngajakin lo jalan hahaha.
Mia:
Mia mengikuti saran Ana yang menyuruhnya menerima ajakan dari Drake.
Kalau di lihat Drake sepertinya orang yang baik dan cocok untuk Mia yang tipe cuek. Itu sebabnya Ana selalu memuji Drake agar Mia mau menerima pendekatan dari Drake.
Ana tertawa bisa membuat sahabat nya itu marah, tapi dia bersyukur ada yang suka sama Mia, karena dari awal mereka kenal, Mia sama sekali tidak pernah pacaran, entah apa yang salah dengan gadis cantik nan kaya itu.
Bhumi memulai meeting dengan investor di luar negeri, setelah jet pribadinya landing dia langsung menemui rekan bisnis nya, berbeda dengan dulu dia selalu istrahat sebelum melanjutkan kegiatan nya.
Dia harus pulang sesegera mungkin karena ada orang yang selalu menunggu nya.
Meeting selesai, Bhumi memberi perintah pada Roby untuk mengunjungi toko perhiasan terkenal Tif*a*y & Co. Brand perhiasan yang sangat terkenal di Dunia.
Fokus Bhumi tertuju pada kalung berlian bermata putih, sangat cocok untuk Ana yang bisa membuat Bhumi damai bila di sisinya.
Bhumi meminta pelayan toko membungkusnya seperti kado dan tidak lupa memberi kata-kata indah di dalam nya.
__ADS_1
Dear my wife, maafkan aku selalu membuat mu sedih dulu, aku berjanji akan selalu menyayangi dan mencintai mu. Setiap waktu yang aku lewati, setiap mimpi yang aku lalui, tak pernah sedikitpun kau hilang dari benak ku. Kau adalah jawaban dari segala doa, dan hadir bagaikan keajaiban.
I love u my exotic
Bhumi berharap Ana akan sangat senang mendapat hadiah dari nya. Karena semenjak menikahi Ana, Bhumi belum pernah membelikan perhiasan yang cantik untuk Ana. Selalu saja Oma yang perhatian pada Ana.
Aku harap kamu senang dengan hadiah ku ini Ana. Maafkan aku dulu selalu membuat mu susah, mulai sekarang aku akan selalu berada disisi mu, tidak akan pernah menyakiti mu lagin sayang. I love you my wife.
"Berapa jam lagi kita akan sampai?" Bhumi menggerutu pada Roby.
"Maaf pak, sekitar 4 jam lagi." Roby menjawab pertnyaan gila Bhumi.
"Suruh ngebut saja pilot nya, kenapa lamban sekali."
Memangnya dia kira naik metro mini bisa ngebut sesuka hati. Sepertinya kegilaan nya semakin menjadi semenjak jatuh cinta dengan nona.
Roby hanya diam menanggapi Bhumi, dia tidak mau kena masalah kalau terlalu banyak bicara.
Bhumi terlihat gelisah sudah tidak sabar untuk sampai di rumah.
Ana melihat jam di layar ponsel nya, sudah jam 11.00 pm, tapi Bhumi belum juga memberi kabar pada Ana. Ana sudah mulai menguap beberap kali menahan ngantuk nya. Ana mencoba menelepon Bhumi beberapa kali tapi tidak aktif.
Kemana sebenarnya dia, awas saja kau sampai rumah nanti akan ku hajar habis-habisan.
Ana mencoba menelpon Bhumi beberapa kali lagi tapi tetap tidak bisa. Ana makin gelisah, karena tidak seperti biasa nya begini.
"Kenapa hp nya tidak aktif." Ana tidak bisa mengendalikan dirinya.
Ana coba menghubungi Roby, tapi belum sempat di jawab oleh Roby, ponsel Ana kehabisan batre. Ana segera mencolokan ponselnya ke kabel charger. Di pegang nya terus berharap setelah hidup akan ada pesan masuk dari Bhumi.
Ponsel Ana berdering sesegera mungkin dia menjawab, ternyata dari Roby. Padahal dia berharap dari Bhumi.
"Halo? iia kenapa Roby? Bhumi sedang bersamamu kan? Ana nyerocos tanpa memberi jeda untuk Roby berbicara.
Ana diam sejenak, tiba-tiba hp nya lepas dari genggaman dan jatuh di lantai.
Bersambung...
__ADS_1