
Ana dan Mia sedang berada di butik mewah milik designer kenamaan. Besok adalah ulang tahun Drake jadi Mia harus berdandan cantik mungkin. Ana yang melihat Mia mondar mandir tak kunjung mendapatkan gaun yang dia inginkan.
"An gimana nih, kok semua nya gak ada yang cocok yah?" Mia tampak panik sudah 1 jam mereka disini tapi belum mebuah kan hasil.
"Coba deh lo tarik nafas dulu Mi, gak usah tegang gitu, acara nya kan besok bukan sekarang." Ana menanggapi santai sambil memainkan ponsel nya.
"Mba tolong dong keluarin gaun yang paling mahal di butik ini." Ana dengan enteng mengatakan itu sambil terkekeh. Mia yang sadar di kerjai sabahat nya mencubit lengan Ana gemas.
Akhirnya Mia mendapat gaun yang dia inginkan, setelah 3 jam berada di butik itu membuat Ana sangat bosan. Mereka melanjutkan perjalannya menuju kedai kopi yang berlambang wanita hijau dengan rambut terurai. Ana dan Mia duduk menikmati secangkir kopi dan 2 potong kue red valvet penuh dengan krim manis.
"An kapan rencana kamu balik ke rumah itu lagi?" Mia bertanya pada sahabat nya, dengan sangat hati-hati.
"Entahlah, selama Oma masih memberi ku ijin tinggal bersama mu jadi aku akan tinggal sepuasnya di apartemen mu." Ana tersenyum pada Mia, sambil memasukan sesuap kue ke mulut nya.
"Kenapa? kamu gak suka?" Ana melanjutkan kata-kata nya.
"Apapun yang membuat mu bahagia, aku pasti selalu mendukung mu An." Mia memegang tangan Ana, Mia tau Ana masih memikirkan masalah nya. Terkadang Mia sering melihat Ana termenung sendiri. Tapi Ana adalah orang yang pintar menyembunyikan isi hati nya.
"Mi lo gak usah romantis gitu deh." Ana terkekeh sambil melirik Mia.
Mi makasi ya, hanya kamu orang yang selalu ada di saat aku susah maupun senang, beruntung aku punya kamu Mi. Ana melihat Mia yang sibuk memakan sepotong demi sepotong kue nya.
Siang di kantor Bhumi, sudah 3 hari Ana pergi dari Rumah. Bhumi yang awal nya biasa saja tanpa Ana sekarang merasa kehilangan. Tapi Bhumi merasa itu cuma karena Ana yang selalu menemaninya sekarang tiba-tiba tidak ada. Jadi Bhumi menganggap semua ini biasa saja.
__ADS_1
"Roby kamu tau gak kemana pergi nya dokter itu?" Bhumi kembali bertanya pada Roby.
"Maaf pak saya tidak tau. Kenapa bapak tidak bertanya pada nyonya besar saja. Beliau pasti tau dimana dokter Ana."
"Kamu kan tau Oma belum pulang dari Paris." Bhumi memberi alasan.
"Tapi kan ada telpon pak, anda bisa menghubungi nyonya sekarang juga." Roby masih juga berusaha memaksa Bhumi.
"Kalau kamu terus ngoceh, akan aku potong gaji mu." Bhumi melirik Roby kesal.
"Baik pak." Roby tersenyum setelah membuat bos nya salah tingkah.
Bhumi tidak melanjutkan obrolan nya dengan Roby, dia memilih fokus dengan tumpukan dokumen di di meja kerja nya.
"Nih berkas yang lo minta." Drake menyerahkan sebuah map biru pada Bhumi.
"Oh ya minggu besok lo datang ya, gue rencana mau melamar Mia." Drake melanjutkan kata-katanya.
"Bukanya lo besok ulang tahun?" Bhumi mendongakan kepala nya menghentikan kegiatan nya sebentar.
"Iia makanya lo kasi gue bonus kek, biar gue bisa beliin cin-cin berlian buat Mia." Drake terkekeh menggoda Bhumi.
"Sudah-sudah lo pergi sana, gue lagi banyak kerjaan." Bhumi mengusir Drake yang dari tadi terus mengganggu Bhumi.
__ADS_1
Mia? bukanya gadis itu teman dekat nya Ana. Apa jangan-jangan Ana berada di rumah pacar nya Drake? Bhumi ingat pernah bertemu Mia di rumah sakit saat ia masih di rawat saat kecelakaan dulu.
Bhumi segera memanggil Roby kembali, sekarang Bhumi tau dimana Ana berada. Bhumi terlalu gengsi untuk mengkui kalau dia peduli dengan Ana malah sengaja membuat Ana pergi dari rumah. Dan sekarang Bhumi jadi pusing sendiri mencari Ana.
Roby hanya mengiyakan perintah dari Bhumi padahal dia sudah tau dimana Ana berada. Dan sesegera mungkin Roby harus melaporkan hasil pencarian nya pada Bhumi.
Ditempat lain Angel yang berada di sebuah kafe sedang bertemu dengan laki-laki berbadan tegap, memakai jaket dan topi hitam. Wajah nya tidak terlalu jelas, hanya kelihatan dari hidung ke bawah. Angel terlihat menyerahkan amplop coklat pada laki-laki itu.
"Ini yang terakhir dan jangan pernah lagi muncul di depan ku." Angel menegaskan pada laki-laki itu.
"Kamu tidak akan pernah bisa menghindar dari ku nona." Laki-laki itu sedikit bernada mengancam.
"Terimakasi nona atas bantuan nya." Laki-laki itu menunjukan amplop coklat yang di berikan Angel tadi pada nya, dan meninggalkan Angel pergi.
"Sial, berani-berani nya dia memerasku. Awas saja kalau kau berani datang lagi." Angel bergumam sendiri.
Di cafe yang sama ternyata Roby juga berada di tempat itu, sedang mengamati Angel. Bukanya nyariin Ana sesui perintah Bhumi malah mengikuti Angel. Entah apa yang Roby curigai dari Angel sampai dia selalu mengikuti Angel dan mencari informasi tentang kegiatan Angel belakangan ini.
Roby mengeluarkan ponsel nya, mangambil foto laki-laki misterius yang di temui Angel. Dengan sigap Roby sudah mendapatkan beberapa foto yang dia inginkan.
Melihat laki-laki itu keluar dari kafe, Roby segera menyelinap mengikuti laki-laki itu keluar menuju parkiran. Tapi sayang Roby kehilangan jejak nya. Tapi bukan Roby nama nya kalau dia menyerah hanya karena kehilangan jejak.
Akan ku cari kamu sampai dapat!!!
__ADS_1
Bersambung...