
Brakkkkk!!!"
Ana terjatuh menabrak seseorang dengan postur tubuh yang tinggi dan atletis. Ana jatuh sampai terduduk dan terlihat meringis kesakitan memegang pinggang nya. Kaca mata nya entah jatuh terlempar kemana.
"Nona!!!!" Roby yang berada di belakang Bhumi terkejut melihat Ana. Dan beberapa staf Bhumi yang juga berada dibelakangnya.
Sadar akan semua memperhatikan Ana yang sedikit aneh. Bhumi dengan santai mendekati Ana membantunya berdiri. Seakan mereka masih suami istri seperti yang orang luar tau.
"Selamat sore nyonya." Beberapa orang menyapa Ana, ya karena yang mereka tau istri Bhumi sedang berada di luar negeri beberapa tahun terakhir ini. Mereka tidak tau kalau Ana kabur dari Rumah meninggalkan Bhumi.
"Apa kamu terluka? aku minta maaf membuat mu menunggu."
"Aku mau pulang saja. Aku rasa tidak ingin menggagu mu." Ana sedikit salah tingkah mencoba berakting di depan para staf.
Bhumi kemudian merangkul Ana dan menggiring keruangan nya. Ana terlihat bingung dengan situasi ini, dia ingin pergi tapi takut orang brfikir yang tidak-tidak tentang mereka. Keluarga ini terlalu pintar menyembunyikan masalah dan berpura-pura bahagia.
"Menurutlah." Bhumi berbisik sambil menuntun Ana agar tetap berjalan.
Kekonyolan apa ini? kenapa harus bertemu seperti ini. Harusnya aku bertemu dengan mu kemudian mengabaikan mu begitu saja, tapi kenapa aku malah menurut pada mu. Ah sial, batin Ana.
Gara- gara kamu Mia aku jadi susah, Bhumi pasti mengira aku mencarinya kesini.
__ADS_1
Sampai di ruangan Bhumi, Ana melepaskan rangkulan Bhumi dari bahu nya. Dia berdiri sedikit menjauh dari Bhumi. Bhumi yang melihat nya hanya tersenyum saja.
"Aku kesini untuk mencari Drake, jangan salah paham." Ana mengawali pembicaraan, dia tidak mau terjadi salah paham antara mereka berdua.
"Duduklah nona," Roby membawakan air mineral untuk Ana dan mempersilakan nya duduk.
"Kamu boleh keluar." Bhumi melihat ke arah Roby dan menyuruhnya keluar.
"Tunggu tunggu aku juga mau pergi." Tapi ketika Ana ingin keluar pintu di kunci oleh Roby. Ana mengguncang-guncangkan pintu ruang kerja Bhumi sangat kesal.
"Sial, mau apa mereka sebenarnya, awas kau Roby." Gumam Ana dengan wajah merah padam.
Ana kembali duduk di sofa, meminum air mineral yang di suguhkan Roby tadi. Ana melihat ke arah Bhumi, yang sedang sibuk dengan laptop nya. Tidak ada respon yang berarti sedikit pun.
"Aku akan pergi, masih banyak pekerjaan yang menunggu ku." Ana melihat ke arah Bhumi.
"Apa pacar mu sudah menunggu?" Bhumi bertanya sedikit kesal.
"Ya tentu saja." Ana menjawab asal supaya dia bisa pergi dari tempat ini. Lama-lama bersama Bhumi membuatnya hilang akal sehat.
Bhumi berjalan ke arah pintu, membawa kunci cadangan, Ana diam dan mngikutinya dari belakang. Ana keluar saat pintu di buka tapi mungkin karena Ana grogi dia malah menabrak pintu.
__ADS_1
"Auwww sakit." Ana memegang jidat nya sambil menoleh ke arah Bhumi. Bhumi hanya tersenyum melihatnya, tanpa berkata sepatah katapun.
"Hari yang benar-benar sial, awas saja kau Mia." Ana bergumam sambil melangkah meninggalkan kantor Bhumi.
"Kenapa aku menikmati pertemuan yang tidak seharusnya ini. Aku datang bukan untuk memperbaiki hubungan dengan nya. Kenapa jantung ku rasanya ada yang aneh." Ana kembali bergumam sambil mencari nomor di ponsel nya.
"Halo Mia, aku akan membuat perhitungan dengan mu. Anakmu sudah aku kembalikan pada Drake. Awas saja kau datang ke apartemen ku, akan ku gunduli rambut mu." Belum sempat Mia menjawab Ana langusng mematikan telpon nya.
Bhumi duduk di kursi kebesarannya, mengingat kelakuan Ana. Ana dari dulu kalau grogi memang suka aneh. Bhumi terus tersenyum sambil melamun. Tak sadar kalau Roby sudah berada di depan meja nya.
"Maaf pak, ini sudah malam apa anda tidak pulang?" Pertanyaan Roby tidak mendapat respon dari Bhumi.
"Pak Bhumi apa anda tidak pulang?" Roby bertanya kembali.
"Menurutmu aku akan tidur di kantor ini? Dasar kamu memang aneh Roby." Bhumi mengambil jas nya kemudian melangkah keluar ruang kerjanya disusul Roby dari belakang.
Hah malah balik bilang aku yang aneh? oke oke aku yang aneh. Batin Roby.
"Coba kamu selidiki apa benar Ana masih berhubungan dengan laki-laki yang pernah aku lihat dulu. Cari secepatnya, hmmm ya besok, besok pagi harus sudah ada di meja ku." Bhumi memang selalu tidak sabaran.
"Baik pak."
__ADS_1
Kagilaan yang dulu kambuh lagi, tapi saya senang anda tidak pendiam lagi seperti saat nona Ana meninggalkan anda pak Bhumi.
Bersambung...