
Hari ini IGD sangat sesak, pasien terus berdatangan. Ana masih sibuk dengan urusan nya menangani pasien padahal sudah saatnya jam pulang.
"An ada yang nyari kamu, di tunggu di lobby." Mia menghampiri Ana.
"Siapa mi?"
"Gak tau An, tadi aku cuma nerima telpon dari lobby,"
"Oke, beresin lagi dikit, sekalian aku mau pulang juga."
"Yaudah sana sana bumil pulang dulu," Mia sedikit mengusir Ana.
Ana menghampiri meja resepsionis,
"Mbak ada yang nyari saya ya?"
"Oh iia dok, wanita yang duduk di sofa itu," mbak resepsionis menunjuk ke arah sofa. Ana berjalan mendekati wanita itu.
"Maaf apa anda mencari saya?" wanita itu masih sibuk dengan ponsel nya.
"Oh ia, apa anda Ana? Saya Angelina,"
Ana nampak bingung karena dia sma sekali tidak mengetahui siapa wanita ini.
"Kamu istri nya Bhumi kan?" Angel langsung menanyai Ana tanpa basa basi.
"Ia saya istrinya Bhumi, maaf kalau boleh tau ada perlu apa anda mencari saya?" Ana penasaran siapa sebenarnya wanita ini.
"Saya pacar Bhumi." Angel dengan bangga mengaku pacar Bhumi.
Deg... jantung Ana rasanya jatuh ke dasar jurang, hati Ana merasa terkoyak. Tapi masih dengan wajah tenang.
Pacar? Apakah dia memang punya pacar dari dulu? Kenapa dia tidak pernah cerita. Ana sangat bingung.
"Saya langsung saja ke point nya. Saya sarankan tinggalkan Bhumi secepatnya, karena kamu itu tidak pantas berada si sisinya," Angel mulai menunjukan sifat aslinya.
__ADS_1
"Maaf kalau untuk hubungan anda dengan Bhumi saya tidak ada urusan, entah anda hanya masa lalu nya dan mungkin belum bisa di lupakan sampai sekarang, atau anda sekarang masih berhubungan dengan Bhumi, itu bukan urusan saya, dan untuk pantas atu tidaknya yang jelas saat ini saya istri sah Bhumi." Dengan suara gemetar Ana menjawab kata-kata Angel.
"Baik kalau kamu tidak mau menuruti kata-kata saya, akan saya buat kamu menderita berada di samping Bhumi."
"Silakan saja, maaf saya harus pulang? Oma menunggu saya di rumah." Ana meninggalkan Angel begitu saja.
Angel yang merasa tidak terima, memasang muka kesal.
"Awas saja kau!!! gumam Angel.
Di mobil Ana merasakan dadanya sesak, sakit sekali.
Perasaan apa ini ya Tuhan. Kenapa sakit sekali, padahal aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Bhumi. Kenapa aku sekecewa ini. Ana menahan air mata nya. Ana menarik nafasnya mencoba menenangkan diri.
"Dia memang pantas berada di sisi Bhumi dengan wajah cantik nya sangat serasi dengan Bhumi." Ana berusaha meyakinkan dirinya bahwa dia dan Bhumi hanya teman, sperti yang Bhumi pernah katakan.
Pintu ruangan Bhumi terbuka, Angel masuk dengan muka kesal sambil mengerucutkan bibirnya. Bhumi yang sedang sibuk dengan setumpuk dokumen, tidak sadar akan kedatangan Angel.
"Sayanggggg," Angel memanggil Bhumi.
"Eeemmmm," Bhumi hanya menjawab seadanya.
"Ya udah km mau kita kemana sekarang? mumpung kerjaan ku sudah selesai," Bhumi membujuk Angel.
"Kita makan yuk, aq lapar abis itu kita ke mall ya," Tujuan Angel dari dulu mendekati Bhumi memang karena Bhumi adalah orang kaya. Wajah nya yang begitu cantik dan prilaku nya yang manis dengan mudah memikat smua laki-laki. Smua laki-laki terpesona melihat kecantikan Angel kecuali Juna.
Angel dan Bhumi menyusuri mall, dua orang laki-laki bertubuh besar dengan sigap membawa barang belanjaan Angel.
Mereka berhenti di salah satu store jam ternama. Angel sibuk memilih jam yang dia inginkan, Bhumi hanya menunggu di Sofa memainkan ponsel nya.
"Hei ngapain lo di sini?" Juna menyapa Bhumi.
Bhumi terlihat gelapan melihat keberadaan Juna.
"Hay Juna," Angel yang melihat Bhumi dan Juna langsung mendekati mereka.
__ADS_1
"Loh kok bisa barengan?"Juna pura-pura gak tau.
"Kita sudah sepakat memperbaiki hubungan kita," Angel menjawab dengan senyum manis sambil menggandeng tangan Bhumi.
Bhumi hanya diam melihat Angel yang antusian menjelaskan tentang hubungan mereka.
"Oh jadi kalian balikan? kalau gitu boleh dong gue deketin Ana? Juna melirik Bhumi dengan senyum licik nya.
Bhumi sedikit jengkel mendenger kata-kata Juna, dia hanya membalas dengan tersenyum sinis.
"Juna kita duluan ya bye bye," Angel pergi mengikuti Bhumi.
"Sekarang sudah jelas, setidaknya aku bisa mendekati Ana mulai sekarang." Gumam Juna.
Ana yang belum tidur terlihat masih sibuk dengan ponsel nya sesekali Ana tertawa membaca chat yang masuk. Terlihat sangat seru, Bhumi yang masih duduk di sofa penasaran dengan kelakuan Ana.
Apa yang dia lakukan sampai tertawa seperti itu.
"Bisa minta tolong ambilkan aku air," Bhumi sengaja menyuruh Ana agar dia bisa tau apa yang Ana lakukan.
Ana turun kebawah mengambilkan Bhumi air. "Sudah kembali lagi sifat asli nya, sabar-sabar Ana." Ana mengelus dadanya sambil berjalan menuju dapur.
Bhumi mendekati ponsel Ana, yang tergeletak di atas kasur. Beberapa pesan masuk atas nama Juna. Bhumi terlihat kesal melihat Ana yang akrab dengan Juna.
"Ternya dia tidak main-main."
Pintu kamar sedikit terbuka, Bhumi segera menaruh ponsel Ana.
"Ini air nya," Ana menaruh segelas air di atas meja. Ana kembali ke tempat tidur mengambil ponsel nya. Mulai lagi senyum-senyum kecil di bibir nya. Bhumi terus memperhatikan ekspresi wajah Ana, Bhumi kesal melihat Ana seperti itu.
Kenapa dia begitu mudah akrab dengan orang lain.
Ana sesekali melirik Bhumi, Ana sebenarnya ingin menanyakan tentang Angel tapi dia mengurungkan niat nya. Ana tau hanya di anggap teman kalaupun dia bertanya tantang Angel buat apa, toh antara Bhumi dan diri nya tidak ada sesuatu jadi Bhumi tidak perlu memberikan Ana penjelasan tentang hubungannya dengan Angel. Ana lebih memilih memendam kejadian tadi siang dalam hati nya.
"Hufffttt.." Ana menenggelamkan wajahnya dalam selimut menerawang jauh.
__ADS_1
"Seandainya ada seseorang yang benar-benar mencintai ku, pasti sangat bahagia rasanya."
Bersambung...