
Ana duduk di sofa sedang menonton tv sambil menikmati makanan ringan di pangkuan nya. Bhumi yang dari tadi selesai makan malam berada di ruang kerja nya tak kunjung kembali ke kamar.
Ana menguap beberapa kali sudah tidak tahan dengan rasa ngantuk nya.
Ana beranjak dari sofa dan mematikan tv menyeret langkah nya menuju tempat tidur. Belum juga ada beberapa menit Ana sudah tidak sadarkan diri. Bhumi yang melihat Ana tertidur sangat pulas memperbaiki selimut nya.
"Dasar tukang tidur," Bhumi bergumam sendiri.
Ponsel Bhumi trus bergetar membangunkan Ana dari tidurnya terlihat beberapa panggilan tak terjawab di layar ponsel Bhumi, seketika ekspresi wajah Ana berubah. Dia melihat nama Angel, mambuatnya berpikir yang tidak-tidak.
Kegundahan hati nya membuat Ana tidak bisa tidur, dia turun dari tempat tidur mencoba menonton tv. Tapi tetap saja pikiran itu tidak bisa hilang dari benak nya.
Apa Bhumi masih berhubungan dengan Angel, kalau masih kenapa dia mendekatiku? Aku tidak mungkin bertanya padanya, apa aku harus?
"Kenapa kamu bangun tengah malam begini?" suara Bhumi mengagetkan Ana yang sedang melamun di depan tv.
"Aku lapar, jadi aku gak bisa tidur lg hehe," Ana menggaruk-garuk kepalanya, terlalu banyak berpikir membuat Ana jadi merasa lapar.
"Ya sudah aku telpon Bu Marni dulu." Bhumi meraih saluran telpon di rumah nya.
"Tidak perlu membangunkan orang rumah tengah malam begini." Ana mendekati Bhumi dan mengambil gagang telpon di tangan Bhumi dan menaruh kembali ketempatnya.
"Ya sudah akan ku buatkan omlete untuk mu." Bhumi melingkarkan tangan nya di pinggang Ana.
"Apa kau bisa masak?" Ana menaikan salah satu alisnya, tidak percaya suami nya bisa masak.
"Tunggu saja disini." Bhumi meninggalkan Ana di kamarnya dan segera turun ke dapur.
Selang 30 menit Bhumi membawa hasil masakan nya untuk Ana. Dua buah piring satu piring berisi omlete yang dari penampilan nya saja sudah enak, dan satu piring lagi berisi buah yang sudah di potong, tidak lupa segelas susu hangat untuk Ana. Tanpa aba-aba Ana langsung melahap makanan nya, jarang-jarang nih dapat perlakuan super vip dari suami nya yang kaku ini.
"Makasih ya, makanan nya enak sekali." Sepertinya Ana sudah lupa dengan masalah Angel.
Bhumi mengusap sudut bibir Ana bekas noda susu yang tertingal dengan jamari nya. Seketika wajah Ana memerah, entah setan dari mana yang merasuki mereka berdua, Bhumi mendekatkan bibir nya ke bibir Ana. Mencium dengen lembut, Ana yang mendapat perlakuan seperti itu hanya diam saja, dia selalu menikmati setiap ciuman nya dengan Bhumi. Bhumi melancarkan aksinya semakin panas, ******* bibir Ana dengan ganas. Bhumi menggendong Ana ke atas tempat tidur dan melanjutkan kembali ciuman panas mereka.
Sial, gairah ini tidak bisa aku bendung lagi!
Perlahan Bhumi menurunkan ciuma nya ke leher Ana. Meremas bagian dada Ana dan menarik paksa kancing piyama Ana yang sepertinya sudah lepas smua. Bhumi sudah tidak bisa menahan gairah nya yang sudah memuncak.
__ADS_1
Malam pertama merekapun di lewati dengan saling menikmati satu sama lain. Berbeda dengan dulu mereka melakukan nya secara tidak sadar. Ana ambruk di pelukan Bhumi dengan nafas terengah.
"Apa yang telah kita lakukan?" Ana memperbaiki posisi tidur sambil mentupi tubuh polos nya dengan selimut.
"Malam pertama yang tertunda sayang," bisik Bhumi di telinga Ana.
"Ini melanggar perjanjian kita Bhumi? Ana mengingatkan tentang perjanjian awal pernikahan mereka.
"Perjanjian itu tidak berlaku lagi ketika aq jatuh cinta pada mu." Bhumi menatap mata Ana membuat wajah Ana merona merah.
Apa jatuh cinta? Rasanya jantungku mau melompat mendengar kata-kata yang Bhumi ucapkan.
Bhumi mengecup kening Ana memeluknya dengan hangat, dan posisi tidak berubah sampai pagi.
Ana sangat kelelahan terpaksa bangun mendengar alarm yang otomatis hidup setiap pagi karena sudah di seting sedemiakn rupa. Ana berlari ke kamar mandi membersihkan tubuhnya seblum Bhumi bangun, karena pasti sangat membuat nya malu kalau sampai Bhumi melihatnya berlari ke kamar mandi tanpa sehelai benang pun.
Bhumi yang melihat istrinya berlari sambil memunguti baju nya hanya tersenyum.
Kenapa kamu begitu polos Ana, dan aku terlalu lama menyadari perasaan ini.
Ana keluar dari ruang ganti memakai dres di atas lutut berbahan satin tanpa lengan, membuat tubuh nya telihat sexy. Ana mencoba membangunkan Bhumi yuang masih tertidur pulas.
Tapi Bhumi tidak bereaksi dengan ganguan yang Ana lakukan.
Sadar tidak ada reaksi dari Bhumi, Ana meninggalkan Bhumi dan bangun dari tempat duduknya di pinggir kasur tapi Bhumi menarik tangan Ana sampai Ana jatuh kepelukan Bhumi.
"Seharusnya kau membangunkan ku dengan ciuman mesra bukan dengan menggoyang-goyangkan bahu ku." Bhumi protes pada Ana.
Ana mengangkat wajah nya menatap wajah Bhumi
"Apakah seperti ini yang kau mau?" Ana mencium bibir Bhumi.
"Sayang jangan membuatku mengulangi kegiatan tadi malam, kau mau menggoda ku lagi?" Bhumi sengaja membuat Ana terpojok.
"Lepaskan aku, kalau kamu tidak mandi kamu pasti akan telat ke kantor." Ana mencoba melepaskan diri nya dari pelukan Bhumi yang sangat erat.
"Siapa yang peduli, aku pemilik perusahaan itu. Aku ingin seharian bercumbu dengan istri ku." Bhumi mengelus lembut rambut Ana.
__ADS_1
"Baiklah tuan, tapi kamu harus bekerja anak dan istrimu perlu makananan enak dan barang-barang bermerk haha." Ana tertawa terkekeh.
"Sejak kapan istriku jadi sematre ini haha?" Bhumi tertawa dengan candaan yang dikatakan Ana.
Bhumi sudah siap dengan setelan jas yang selalu membuat Ana terpesona melihat ketampanan suami nya. Dari dulu setiap pagi Ana selalu mencuri curi pandang ke arah Bhumi melihat pemandangan yang begitu indah setidaknya dengan melihat saja sudah membuat Ana bahagia.
"Sayang pasangkan dasi ku." Bhumi menyerahkan dasi pada Ana seketika lamunan Ana buyar di buatnya.
Ana mengambil nya dan segera mendekat pada Bhumi.
"Lebih dekat," Bhumi melingkarkan tangan nya di pinggang Ana agar bisa menempel di tubuh nya.
"Kamu ini bisa saja mengambil kesempatan." Ana melirik Bhumi sinis.
"Oh ya hari ini kamu libur kan?" Bhumi bertanya pada Ana yang masih sibuk merapikan dasi nya.
"Apa kamu selalu tau jadwal ku?" Untuk pertama kali nya Ana berani bertanya tentang ini pada Bhumi.
"Dari dulu sampai saat ini apapun yang kamu lakukan aku selalu tau, dan begitu juga seterusnya, jadi jagan coba-coba bertemu dengan Juna di belakang ku." Bhumi mengejek Ana sambil tertawa terkekeh.
"Betapa malang nya Juna tidak bisa bertemu dengan pujaan hatinya." Ana tidak mau kalah membuat Bhumi panas.
"Oke baiklah, apa perlu aku mengurung mu di rumah lg?
"Jangan sanyang, aku hanya bercanda," Ana mencium bibir Bhumi sambil menjinjitkan kaki nya.
Apa merayu lelaki harus seperti ini?
Di apartemen nya Angel merasa sangat kesal Bhumi tidak pernah perduli dengan nya lagi. Sumber uang Angel jadi hilang semenjak Bhumi tidak lagi membiayai hidup nya. Angel memutar otak dengan sangat keras bagaimana cara bisa mendapatkan Bhumi lagi. Dia tidak terlalu memikirkan Ana, Ana bukanlah penghalang yang berarti bagi nya.
Mengingat Ana dan Bhumi hanya menikah kontrak. Angel tidak tau kalau salah satu alasan Bhumi memutuskan nya karena menyukai Ana.
"Aku harus mendapatkan Bhumi kembali bagaimanapun cara nya." Gumam Angel geram.
Apa aku harus datang ke kantor nya?
Angel terlihat mondar mandir di kamar nya sedikit membuat rencana agar akting nya membuat Bhumi luluh dan percaya padanya. Dengan rencana yang sudah matang Angel memutuskan datang ke kantor Bhumi untuk melancarkan aksi nya.
__ADS_1
Bersambung...