My Exotic Wife

My Exotic Wife
Belum Sadar


__ADS_3

Ana membuka tirai di ruang perawatan Bhumi, pagi telah menyapa nya untuk yang kesekian kali nya tanpa suara Bhumi. Sinar matahari pun belum nampak dari arah timur. Masih terlalu pagi.


"Selamat pagi sayang." Ana mencium kening Bhumi yang masih terbalut perban.


Masih tidak ada jawaban dari Bhumi, sudah hari ke 3 hari ini dia belum sadarkan diri. Ana dengan setia menunggu tak pernah sekalipun dia merasa lelah. Ana mengambil air hangat dan baskom, setiap pagi Ana pasti mengelap badan Bhumi. Ana selalu melakukan nya sendiri, dia tidak ingin di bantu oleh perawat jaga, walapun mereka dengan sigap akan membantu Ana.


"Sayang gimana kabar kamu hari ini? sudah 3 hari aku tidak mendengar suaramu, rasanya sudah seperti betahun-tahun. Aku kangen berdebat dengan mu, aku kangen pelukan mu. Terlalu lama kamu tidur, kamu pernah bilang tidak bisa tidur tanpa aku di samping mu tapi kenapa tidur mu sekarang begitu nyenyak? Tidak kah kau merindukan ku?"


Ana menumpahkan semua isi hati nya yang begitu sesak tanpa sadar air mata Ana menetes begitu saja. Sementara Bhumi masih memejamkan mata nya tidak ada suatu perubahan.


Ana memesan sarapan nya di kantin Rumah sakit. Tiba- tiba pintu kamar Bhumi ada yang mengetuk. Ana pikir pelayan kantin yang mengantarkan sarapan untuk nya. Ana segera membuka nya.


"Juna?" Ana sedikit kaget melihat nya, semenjak kejadian terkahir di mall itu Ana tidak pernah bertemu dengan Juna lagi.


Ana mempersilakan Juna masuk ke dalam.


"Maaf aku baru bisa datang An, tadi malam aku baru tiba dari luar negeri,"


Karena Juna baru datang berkunjung untuk pertama kali nya.


"Kamu udah sarapan?" Juna melajutkan kata-kata nya sambil menunjukan paper bag yang dia bawa.


"Belum, tapi aku sudah pesan di kantin," Ana menjawab singkat.


"Kita sarapan yuk, kalau Bhumi tau kamu sekarang sedang duduk seperti ini bersama ku pasti dia akan segera mamukul ku. Bhumi bangun dong, Ana lagi sama aku nih," Juna sedikit berteriak, dia ingin sahabat nya segera bangun.


Ana sedikit tersenyum mendengar candaan Juna, wajah sendu nya kini sedikit berubah. Juna memang tidak pernah berubah, dari dulu dia selalu bisa menghibur Ana.

__ADS_1


"Ayo dong dimakan sarapan nya, kok di bengongin aja." Juna membuyarkan lamunan Ana.


"Eh, iia maaf." Ana masih terlihat murung.


"An kamu harus makan, kasian bayi kamu tuh, pasti dia kelaparan di dalam sana. Setidaknya pikirin bayi kamu An, kamu pasti lebih tau dari aku, kalau ibu hamil tidak boleh stres." Juna memberi nasihat pada Ana, tapi bukanya Ana memakan sarapan nya, dia malah menangis mendengar kata-kata Juna.


"Juna." Hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Ana, seperti tidak bisa melanjutkan apa yang ingin dia katakan.


Juna mengusap lembut bahu Ana mencoba menenangkan nya. Juna tau pasti saat ini sangat berat bagi Ana.


Juna memcoba menghibur Ana, dengan berbagai candaan.


Setelah beberapa lama Juna berkunjung dia harus pergi karena ada kepeluan mendadak, Juna mendekati Bhumi yang sedang terbaring di tempat tidur nya dengan alat-alat medis lengkap.


"Bro gue mau balik dulu ya, besok pasti gue dateng lagi, lo cepet sadar donk, jangan lembek gtu." Juna tidak mau bersedih di depan sahabat nya, dia memang pintar menyembunyikan perasaan nya.


Ana melambaikan tangan ke arah Juna tidak lupa mengucapkan terimakasi karena sudah datang.


Ana kembali duduk di samping Bhumi, mengelus lembut rambut Bhumi dan menggam erat tangan nya. Diciumnya punggung tangan Bhumi berkali-kali.


Suara monitor mengiringi setiap detik yang mereka lewati di ruangan ini.


Ana merebahkan kepala nya di sebelah tangan Bhumi. Lelah bercampur ngantuk jadi satu, 3 hri ini Ana tidak pernah istrhat dengan baik. Tanpa sadar Ana memejamkan mata nya dan tertidur.


Sayup-sayup terdengar suara memanggil nama Ana, dengan terpaksa Ana membuka mata nya. Mia datang dengan Drake membawa makan siang untuk Ana. Entah sudah berapa jam Ana tidur dengan posisi seperti itu.


"An lu udah makan siang belum? Nih gue bawain makanan, kita juga belum makan, kita makan bareng yuk." Mia sengaja berencana makan bareng Ana, kalau dia hanya membawakan makanan pasti Ana tidak akan mau makan.

__ADS_1


"Kalian duluan saja, aku bisa nanti." Ana menolak ajakan Mia.


"Jangan seperti itu Ana, setidaknya pkirikan bayi dalam kandungan mu." Drake mencoba membujuk Ana kembali.


Ana yang mandapat paksaan dari kedua orang ini tidak bisa berkilah lagi. Ana memakan makanan nya dengan tidak semangat, tapi sudah membuat Mia senang dari pada kemarin-kemarin Ana sama sekali tidak mau makan. Yah Walapun sedikit setidaknya Ana mau makan begitu pikir Mia.


Seharian ini Mia menemani Ana, menghibur Ana sebisa mungkin, mengajak Ana bergosip hal yang tidak penting. Ana hari ini sudah lebih bisa di ajak mengobrol dan tidak melamun atau menangis lagi tanpa sebab seperti kemarin-kemarin.


Seseorang mengetuk pintu kamar Bhumi, Roby masuk dengan masih memakai pakian kerjanya. Sepertinya dari kantor dia langsung datang ke rumah sakit.


Roby mengucapkan salam pada semua orang yang ada di ruangan itu. Roby masih merasa bersalah atas kecelakan yang di alami Bhumi.


"Nona sebaiknya hari ini anda istrahat di rumah saja, biar saya yang menjaga pak Bhumi malam ini."


"Ia Ana Pak Roby benar kamu sebaiknya malam ini istirahat di rumah saja dulu." Mia ikut membujuk Ana agak mau menuruti kata-kata Roby.


Ana seperti enggan meninggalkan Bhumi tapi dia merasa bagian bawah perut nya sedikit nyeri mungkin karena telalu lelah. Akhirnya Ana menuruti kata-kata Mia dan Roby, Ana tidak ingin terjadi sesuatu juga dengan bayi nya.


Hari ini Ana tidak telalu banyak ngomong, kalau di ajak ngomong dia hanya mengangguk atau menggeleng. Tidak seperti biasanya dia selalu ceria. Ana seperti kehilangan separuh jiwa nya.


Ana mendekati telinga Bhumi dan berbisik dengan suara sangat lembut.


"Sayang aku mencintai mu." Ana mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh. Ana berjalan keluar ruang perawatan Bhumi bersama Mia dan Drake.


Ketika Ana menutup pintu, jari jemari Bhumi mulai bergerak. Tapi Roby tidak menyadarinya karena dia sibuk dengan laptop dan beberapa laporan yang harus di selesaikan sesegera mungkin.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2