
Pukul 06.00 pagi, masih sangat pagi matahari pun belum ingin muncul ke permukaan. Terdengar ada yang mengtuk pintu dari luar, Bhumi segera membuka nya seperti sudah tau siapa yang datang.
"Maaf pak mengganggu anda, ini baju ganti anda dan nona yang anda pesan kemarin, semua sudah di siapkan, saya akan menunggu anda di atas."
Bhumi menutup pintu kamarnya, mendekati Ana, yang tubuh nya masih tengbungkus selimut.
"Sayang bangun," mengelus rambut Ana lembut mencoba membangunkan nya.
"Eemmmm," Ana berusaha membuka matanya yang masih terasa ngantuk.
"Kita mau keman?" Ana sudah mulai sadar dan bertanya.
"Kita pulang lebih awal ya, aku hari ini ada rapat penting, oh ya hari ini kamu gak usah datang ke rumah sakit lagi, Roby sudah mengurus surat pengunduran diri mu, jangan membantah!!!" Bhumi nyerocos tanpa henti sambil merapikan kemeja nya.
Sial perasaan tadi malam aku mimpi indah!!!
Pengen rasanya aku cakar kulit mulus mu itu Bhumi.
"Baiklah suamiku tersayang aku akan menuruti apapun perintah mu," sambil berjalan menghampiri Bhumi dan memasangkan dasi nya.
"I Love U" Bhumi mengecup bibir Ana.
"I Love U 3000," Ana mebalasnya untung saja gak sambil menyanyi.
"Lepaskan pelukan mu sayang, kalau kau tidak mau terlambat, aku mau ganti baju dulu." Ana mencoba melepaskan diri dari pelukan Bhumi.
"Baiklah hari ini kau selamat." Dengan berat hati Bhumi melepaskan Ana dari pelukan nya.
Bhumi menggandeng tangan Ana keluar dari kamar. Di depan sudah ada Roby yang menunggu dari tadi. Roby berjalan di depan Bhumi seraya menunjukan jalan untuk mereka berdua.
Helikopter dengan logo perusahaan Bhumi sudah menunggu dari tadi. Ana selalu di kejutkan dengan hal-hal yang tidak mungkin ada di dalam hidupnya. Yah walaupun ini tidak seromantis saat adegan "Ana" di ajak naik heli sama Mr. Grey.
Tidak butuh waktu berjam-jam untuk sampai di kantor Bhumi, hanya 30 menit mereka sudah mendarat di atas gedung tinggi kantor Tambang Jaya Company.
"Sayang kamu pulang di antar sopir ya? aku ada meeting penting hari ini, maaf tidak bisa mengantar mu pulang." Bhumi mencium kening Ana.
"Jangan lupa makan siang ya, nanti kalau sudah selesai meeting telpon aku?" Ana mencium bibir Bhumi.
Apa aku disini jadi obat nyamuk mereka?Batin Roby.
Ana meninggalkan ruangan Bhumi di antar 2 bodyguard tak lupa dia melambaikan tangan ke arah Roby sambil tersenyum.
__ADS_1
Nona tolong jangan selalu tersenyum begitu pada ku.
"Roby kenapa kamu bengong? Mana agenda ku hari ini?" Bhumi memanggil Roby yang berdiri di sisi sofa.
"Ba aaikkk pak." Roby segera berlari ke meja Bhumi.
Ana sampai di rumah tapi seperti biasa, di rumah hanya ada pelayan, Oma yang selalu sibuk dengan urusan nya selalu jarang di rumah. Ana memainkan ponsel nya, mengetik sesuatu untuk Mia.
Ana:
Woeee...
Mia:
Apa woee?
Ana:
Mulai hari ini gue udah gak kerja lagi hikz...
Mia:
Ana:
Gue pasti kangen banget sama lo Mi,
ily pokoknya Mi.
Ana menyudahi obrolan nya dengan Mia, Ana duduk di tempat tidur nya mendengarkan music klasik untuk bayi yang ada di dalam perutnya. Baru beberapa saat Ana mendengarkan namun, Ana meraskan kalau bayi nya mulai menendang.
"Yatuhan kamu sudah mulai menendang mami ya sayang," Ana mengelus perut nya dengan lembut.
Bhumi membuka pintu kamar dan masuk ke dalam, Ana melihat kedatangan Bhumi jadi heran ini baru jam 4 sore tapi dia sudah pulang. Ana penasaran apakah terjadi sesuatu dengan suami nya.
"Sayang kenapa jam segini sudah pulang? kanapa Bu Marni gak panggil aku tadi? apa ada masalah?" Ana mulai banyak bertanya.
"Ia ada masalah, dan masalah nya itu kamu, wajah mu selalu manari-nari di kepala ku, membuatku tak tenang." Bhumi mengomel sambil melepaskan dasi di leher nya.
"Iiiisshhh, sayang coba kesini sebentar aku ada sesuatu untuk mu," Ana mengarahkan tangan Bhumi ke perut nya, berharap bayi nya akan menendang lagi.
"Anak daddy kok gak mau nendang lagi? daddy nungguin nih." Bhumi merebahkan kepalana di paha Ana menghadap ke perut Ana sambil mengelus nya.
__ADS_1
"Maaf daddy aku mau balas dendam dulu daddy selalu marah-marahin mami." Ana menyaut sambil terkekeh.
"Tokkk," Sentilan di kening Ana mendarat dengan sempurna."
"Aduhhhb sakit Bhumi!!!" Ana mengaduh sambil memegang kepala nya.
Tangan Bhumi yang masih menempel di perut Ana mendapat reaksi dari bayi nya, mereka berdua saling melihat satu sama lain menyadari ada sesuatu yang sangat mereka tunggu dari tadi. Seketika Ana lupa sakit kepala nya tadi.
"Sepertinya aku harus menyiksa mu haha." Bhumi tertawa dengan sangat puas.
Kenapa dia selalu tertawa seperti itu, rasanya aku pengen mengulitinya.
Ponsel Ana bergetar, membuat obrolan antara dirinya dan Bhumi terpotong. Ana melihat layar ponsel nya seketika senyum nya mengembang. Ana langsung menjawab telpon tanpa mempedulikan Bhumi lagi.
"Halo Ibu," Ana menyapa lawan bicara nya di telpon.
Ana fokus mengobrol dengan ibu nya yang sudah lama tidak dia temui. Bhumi memperhatikan wajah Ana yang selalu tersenyum setiap kata- kata yang dia ucapkan.
Apa dia sangat merindukan Ibu nya.
"Yaampun dia malah ketiduran," Ana melihat suami nya sampai ketiduran menunggu dia selesai menelpon ibu nya.
"Tokk... Tokk... Tokk... , Nyonya makan malam sudah siap, nyonya besar sudah menunggu di meja makan." Bu Marni memanggil Ana untuk makan malam.
"Sayang bangun Oma menunggu kita untuk makan malam, kamu mandi dulu sana." Ana membangunkan Bhumi yang sedari tadi tidur di pangkuan nya.
Seperti biasa makan malam mereka di dominasi dengan candaan Ana dan Oma, tapi tidak satu patah kata mu keluar dari mulut Bhumi. Beberapa bulan rumah ini menjadi ramai semenjak kedatangan Ana, apalagi mereka akan memiliki bayi.
"Ana perut mu makin membesar apa kamu masih ingin bekerja?" Oma yang dari dulu selalu melarang Ana bekerja.
"Ana sudah tidak bekerja lagi Oma mulai hari ini, Bhumi sudah tidak mengijinkan lagi." Ana selalu menjawab dengan sopan.
"Baguslah ternyata cucu Oma sudah berubah sekarang, hehe."
"Sudah berubah jadi superman ya Oma? haha," Ana tertawa menimpali kata-kata Oma.
Bhumi hanya melirik mereka berdua tanpa menanggapi kata-kata Oma dan Ana yang selalu ribut kalau lagi berdua.
Ya ya kalian memang sangat cocok satu sama lain, ternyata aku tidak salah memilih mu menjadi istri ku walaupun di awali dengan kesalahan. I love u my exotic
Bersambung...
__ADS_1